
"Sayang aku berangkat kerja dulu ya, ingat kamu harus istirahat. jangan mengerjakan pekerjaan rumah, sebentar lagi Bi Ijah akan kesini, selama kamu hamil dia yang akan mengurusi keperluan kita" Ujar Ifan sambil merapikan jas nya
"Iya sayang" Jawab Anggel dengan senyum manis nya
"Baby(jongkok didepan perut Anggel) kamu baik baik ya di perut mommy, cup(mencium perut Anggel dengan sayang) Daddy mencintai mu tentu nya juga mencintai mommy mu"menatap Anggel dengan penuh cinta
"Love you too sayang" Jawab Anggel dengan manja nya
"Aku pamit ya"
beberapa menit setelah Ifan berangkat ke kantor, Mama Clara dan mama Dania serta bi Ijah tiba di apartemen mereka.
"Suami kamu sudah berangkat kerja nak? "Tanya Clara
"Sudah ma barusan, baru beberapa menit suami aku pergi mama datang" Jawab Anggel dengan polos nya
Anggel asyik memakan buah mangga yang dibawakan oleh kedua orang tua nya.
"Papa mana ma? "Tanya Anggel kepada kedua mama nya
"biasa mereka bertugas" Jawab Dania dan Clara bersamaan
"Ohhh" Jawab Gaby
Mereka asyik mengobrol hingga mereka tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang.
"Sayang mama pulang ya, kamu baik baik di sini. Ingat jangan kerjakan hal hal yang membuat kamu lelah" Nasehat Clara dan Dania bergantian
"Iya ma" Jawab Anggel
Setelah kedua orang tua nya pergi, Anggel masuk ke kamar untuk istirahat.
__ADS_1
sedangkan di kantor, Ifan masih sibuk mengerjakan berkas berkas kantor. sebab setelah jam makan siang Ifan akan bekerja dari rumah saja. Dia percayakan perusahaan kepada saudara nya Angga.
Setelah selesai, Ifan membereskan semua berkas nya dan keluar dari gedung perusahaan.
"Semua sudah siap kan? "Tanya Ifan kepada orang yang di telefon nya
"Sudah pak, orang nya aman di sini"
"Bagus, saya dalam perjalanan ke sana" Ucap Ifan dan mematikan HP nya
dimarkas pribadi Ifan, disapa nampak Lisa diikat disebuah ruangan.
"Lepaskan saya" Teriak Lisa
"Diamlah nona, masih untung nyawa mu tidak kami habisi. Berani sekali kamu membangunkan macan tidur" Ujar mereka dengan senyum licik nya
"Sebenar nya siapa kalian? ada urusan apa kalian dengan saya" Tanya Lisa
tidak berapa lama kemudian, Ifan masuk kedalam ruangan tersebut.
"Selamat siang nona Lisa "Ujar Ifan dengan nada dingin nya
tidak lupa juga dengan pandangan nya yang menatap tajam Lisa.
"Pak Ifan" Jawab Lisa dengan nada bergetar
" Ya, ini saya nona" Ujar Ifan sambil duduk di bangku yang berhadapan dengan Lisa.
"Apa salah saya pak?"Tanya Lisa heran
"Salah Anda? hahaha (tertawa dengan kas dingin nya membuat Lisa dan anak buah Ifan takut melihat nya) Ternyata anda belum sadar rupa nya" Jawab Ifan dengan sinis
__ADS_1
"Anda kenal dengan wanita ini(memperlihatkan Photo Anggel), apa kau mengingat nya Nona" Tanya Ifan
"Anggel"Gumam Lisa takut
"jangan jangan apa yang di bilang gadis itu benar lagi, habis lah aku" monolog Lisa dalam hati
"bagaimana apakah anda ingat Nona" Tanya Ifan dengan nada yang sangat menyeramkan
"Maaf kan saya pak Ifan" Cicit Lisa pelan
"Maaf? apakah anda tau apa yang anda lakukan sama dia?, apakah anda tau dia siapa?" Teriak Ifan kalap
"Dia adalah istri saya satu satu nya, menantu kesayangan keluarga Atmaja. dan dengan seenak nya anak menyiksa dia" Murka Ifan
"Maaf pak hiks,,hiks,, saya tidak tau jika Anggel adalah istri bapak" Jawab Lisa lagi dengan penuh penyesalan
"jika sekalipun dia bukan istri saya, kamu tidak berhak menyakiti nya. Kamu tau(Menatap Lisa dengan dingin) Akibat ulah kamu saya hampir kehilangan anak saya, dan istri saya mengalami trauma. Saya saja tidak berani menyakiti nya dan kamu dengan seenak nya menyakiti istri saya" Teriak Ifan kepada Lisa
"Sekarang jawab dengan jujur nona jika ingin selamat, ini inisiatif kamu sendiri atau ada campur tangan orang lain? " Tanya Ifan tegas
"Iii iii ituuu(lisa gugup) Heemm ituu"
"Cepaaatttt(Teriak Ifan)kamu hanya punya waktu lima detik. Saya hitung mundur dari sekarang jika kamu tidak menjawab tamat lah riwayat mu nona. 5 , 4 ,(Lisa gelisah) 3, duuu"
"Siska, ya yang menyuruh saya sisaka. kata mbak siska dia adalah tunangan bapak" Jawab Lisa takut
Setelah Ifan mendapat jawaban nya dia pergi dari ruangan tersebut. Dia menyuruh Anak buah nya menjalan kan rencana B, yaitu mengasingkan Lisa kesuatu wilayah dimana dia akan belajar menjadi lebih baik lagi.
meskipun terkenal kejam, tapi Ifan bukan lah orang yang akan menghakimi orang seenak nya.
bersambung>>
__ADS_1
next chap~~