
Bang Romi menghentikan motornya di depan kamarku. Kami duduk di teras sambil makan kue yang dibeli bang Romi tadi. Aca keluar dari kamar.
"Tumben, jam segini udah pulang, biasanya juga malem baru pulang"
"Hahaha, Ayu sekarang aku balikin ke sini, Ca. Nanti aku culik Ayu, gak aku balikin" ucapnya sambil tertawa.
"deuh, yang main culik-culikan. Iyalah, emang kamu aja yang mau hidup bareng Ayu, aku kan bakal hidup dengannya selamanya" guyonnya lagi.
Aku dan Aca spontan terdiam dan saling pandang.
"Waduh, udah serius ini mah. Yang terbaik buat kalian lah ya." ucap Aca yang ikut makan bareng kami sambil mencubit lenganku.
"Motor aku titip di sini, ya. Aku mau pulang dulu, mau mandi" bang Romi menyerahkan kunci motor ke tanganku, dan berlalu.
"Kenapa jalannya gitu, Yu?" tanya Aca.
"Tadi dia jatuh. Cidera gitu sih sebenernya kakinya"
"Waduh, ajak berobat, Yu. Nanti ada apa-apa"
"Katanya sih udah biasa. Nanti juga sembuh"
Aku terus memandangnya berjalan dan masuk ke dalam pagar kosannya yang terdapat di seberang jalan, dengan mengedipkan matanya ke arahku. Aku terkejut.
"Hiss.." desisku, dan aku masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Mandi sana, kok tiduran. Jorok" ucap Aca.
"Aku kan udah mandi, tadi. Lagian aku gak keringetan kok" ku peluk gulingku.
"Ya tetep mandi, ganti baju sana" si bawel itu tidak akan berhenti berbicara kalau tidak dituruti keinginannya.
Di kamar mandi, ketika aku membuka bajuku, tercium parfum yang dipakai bang Romi. Mmm. Aku mengingat saat itu dia memanggilku dengan sebutan sayang. Senyumku melebar.
"Yuuuu.. ponselnya bunyi" teriak Aca.
Aku buru-buru keluar dari kamar mandi, dan meraih ponselku yang tergelatak di atas kasur.
"Yu.. kamu lagi apa, nak?"
"Ayu habis mandi, bu. Ibu lagi apa?" tanyaku, dan kami bercerita tentang hari-hari yang lalu.
"Loh, ayah kok gak bilang, kalo ibu sakit? Maafin Ayu, ya Bu. Ayu sibuk belajar" ucapku.
"Ya sudah. Yang penting, belajarnya yang benar ya Yu. Kamu udah punya pacar belum?" goda ibu.
Aku diam.
"Gapapa. Tapi ingat batasannya. Berteman lebih itu harus ingat-ingat. Karena mahkota perempuan jangan sampai ternodai. Karena nanti kamu tidak akan dihormati bila kamu tidak punya kehormatan itu lagi" nasihat itu selalu diucapkan ibu.
"Ya Bu, Ayu akan ingat selalu"
__ADS_1
"Jaga kesehatan ya nak. Kalau libur semester, pulang ya, ibu kan rindu" pintanya.
"Ya, Bu. Ayu akan pulang kalau libur semester." ucapku.
Setelah selesai ibu menelpon, tanpa sadar, aku masih memeluk bajuku yang tadi aku pakai.
Ahhh, harum itu masih menempel di sana.
Aku menutup mataku, dan tertidur sambil memeluk baju itu.
** "Mbak, sudah sampai" ucap pak sopir membangunkanku. Mataku yang mengantuk, karena kurang tidur, menjaga Toni semalaman.
"Terima kasih, pak." ucapku sambil membayar tagihan perjalanan itu.
"Dari mana kau semalam? Baju yang kau pakai juga masih baju yang sama. Ada apa?" belum lagi masuk kamar, aku sudah di cecer berbagai pertanyaan oleh sahabatku itu.
"Kemarin waktu di proyek, ada kecelakaan. Toni melindungiku dari bata yang jatuh. Sehingga, lengannya retak." ucapku sambil berlalu membasuh badanku yang seharian tidak mandi.
Aca yang sudah siap-siap pergi, hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya.
"Aku aman" sahutku dari dalam kamar mandi.
"AKu pergi dulu ya, itu makannya aku letakkan di meja" ucapnya kemudian Aca terburu-buru keluar.
__ADS_1