Sebatas Angan

Sebatas Angan
UGD


__ADS_3

Toni mengantarkan aku tepat di depan pintu pagar kosan.


"Yu, aku minta maaf atas kejadian kemarin. Aku tidak bermaksud membuat hatimu jadi sakit lagi, dengan kenanganmu. Aku hanya ingin melihat kamu keluar dari nostalgiamu. Maafkan aku" Ucapnya.


"Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu mau memaafkan aku?" tanya Toni memandangku.


"Jauhi aku" jawabku.


"Apa?"


"Ya, jauhi aku. Aku tidak mau orang-orang berasumsi salah terhadap kita. Aku mau sendiri"


Toni tidak menjawabku, dia hanya menatap mataku.


"Baiklah. Aku akan menjauh darimu."


"Di kantor kita adalah atasan dan bawahan. Di luar itu, aku mau kita tetap menjaga jarak" pintaku. Mungkin sedikit kejam. Tapi, itu yang aku pikirkan ketika aku melihat kamar kosan bang Romi. Lelaki sederhana, dan tidak emosian seperti Toni.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang"


Aku turun dari mobil itu.


Aku berjalan lunglai, sesekali pandanganku menjadi kabur.


"Yu, " Suara itu mendekatiku


"Hati-hati" ucapnya menangkapku ketika aku hampir saja jatuh.


"Lepaskan aku, aku bisa sendiri" Ku lepaskan tangan itu, dan mengetuk pintu kamar kosan.


Aca keluar dari sana, dan menangkap tubuhku,


"Ayu.." Ia memapahku ke atas kasur.


"Kenapa sampai begini?" tanyanya khawatir.


Kemudian ia menyelimutiku.


"Ini obat Ayu. Aku minta kontaknya, mbak. Kalau ada apa-apa dengan ayu, mbak bisa hubungi saya" aku mendengar itu sayup-sayup.


Aca kembali mendekatiku.


"Kamu demam, Ayu. Minum obatnya ya" Aca mengambil segelas air hangat dan memberikannya kepadaku.

__ADS_1


Tak banyak tanya darinya. Hanya menyelimutiku. Aku tertidur.


"Ayu," panggil bang Romi.


Aku menoleh ke arahnya.


Aku seperti berada dimana masa itu sangat membuat aku bahagia. Aku berlari kesana kemari, menangkap kupu-kupu indah, tetapi tidak juga aku dapatkan.


"Jangan di tangkap, lihat, dia bertengger di bunga itu." ucap bang Romi sambil memelukku.


"Apa kau senang?" lanjutnya.


Aku mengangguk.


Kami duduk memandang kupu-kupu yang sedang terbang.


Aku menyenderkan kepalaku di bahunya,


sangat tenang dan bahagia.


"Beginilah seharusnya. Kau bahagia. Aku sangat senang kalau kau bahagia. Jangan kau ingkari rasa bahagiamu."


"Ayu, minum obatnya lagi" Aca membangunkanku dengan pelan.


Ternyata aku memimpikan bang Romi lagi.


"Sudah asar" jawab Aca.


Aku bangun dari tidurku, dan hendak menuju kamar mandi.


"Mau apa?" tanyanya.


"Aku mau buang air kecil dan wudhu, Ca"


Aca mengantarkanku ke kamar mandi.


Setelah asaran, aku kembali ke atas kasurku.


"Makan dulu, ya Yu." Aca menyuapi bubur.


Tapi ketika bubur itu masuk ke tenggorokanku, sepertinya aku ingin mengeluarkannya, dan aku berlari menuju kamar mandi.


"Yu, kenapa begini? Kita ke rumah sakit, ya" suaranya serak sambil menangis.

__ADS_1


AKu menggeleng. "Aku istirahat saja, Ca"


"Tapi, yu. Mukamu sangat pucat. Tidak Yu, kita harus ke rumah sakit"


Aku menarik selimutku, badanku memang lemah sekali saat itu. Mataku sangat panas, dan sepertinya, aku benar-benar sakit.


Aku pun tertidur.


Entah bagaimana, aku terbangun dengan suara yang sangat ramai. Aca menggenggam tanganku. Tanganku terasa sakit, dan aku melihat, jarum infus telah mendarat di tanganku. "Yu.. istirahat, ya" ucap Aca sambil mengelus keningku.


Aku hanya mendengar sayup-sayup suara orang yang aku kenal.


"Baik, dok. Lakukan yang terbaik." Aku membuka mataku, melihat sekilas, Toni berbicara dengan lelaki dewasa yang memakai jas putih.


"Kita tunggu hasil darahnya, ya pak" suara itu kemudian berlalu.


Entah kemana Aca saat itu, aku hanya melihat Toni dengan muka aneh, menatapku dan memegang tanganku.


"Ayu.. "


"Dimana aku?"


"Kita di UGD. Sudah jangan banyak tanya. Istirahatlah"


"Keluarga Bu Ayu Amelia?" seorang mendekati bed pasien yang sedang aku tiduri.


"Ya, saya" suara Toni menjawab.


"Silahkan ikut saya, pak" pinta perawat itu.


Aca kembali, mendekatiku


"Aku tidak sakit, Ca. Hanya lelah saja, kita pulang saja" Aku bangun dari tempat itu.


"Ayu.." teriak Toni mendekatiku


**Hai hai.. Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote ya, terima kasih readers tersayang


Jangan lupa untuk mampir ke novelku lainnya.


* Soulmate


*Status Palsu

__ADS_1


* Cinta di atas kontrak


*Mengejar Cinta Rania


__ADS_2