Sebatas Angan

Sebatas Angan
Biskuit dan Snack


__ADS_3

"Yu, ayam bakarnya habis. Kamu mau pesan apa?" tanya Ina.


"Oh, ya udah. Aku nanti pesan lewat OB saja. Kamu makan duluan deh ya"


"Oke" ucap Ina.


Aku melirik ke kanan, ke kiri, ke belakang, saat memasuki ruangan Toni, dan saat aku masuk, Toni mengagetkanku dengan memelukku dari belakang.


"Hei.. lepaskan aku" teriakku.


Toni menutup mulutku.


"Kamu mau karyawan lain datang ke ruangan ini?" tanyanya.


Aku diam


"Lepaskan aku" ucapku pelan. Seperti orang bodoh yang dipermainkan. Padahal ruagan itu kedap suara.


Saat aku tersadar, aku melirik sinis kepadanya.


Toni tertawa.


"Lagian seperti pencuri yang ingin masuk rumah orang, celingak-celinguk gitu" ucapnya tertawa.


"Puas bener, tau dari mana?" tanyaku.


"Kamu lihat, itu mejamu."tunjuk Toni.


Hah.. mejaku sangat terlihat jelas dari sini?


"Lepaskan aku dulu" ucapku yang meminta Toni melepaskan aku yang masih di pelukannya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memelukmu saja. Aku rindu melihatmu dari dekat" ucapnya seperti biasa, tapi dadaku terasa berhenti saat dia mengucapkan itu.


"Gombal, ayo makan, perutku udah perih"


"Ayo," Toni sudah menyiapkan makan kami.


"Kenapa tadi? Saat kamu menunduk, aku sangat khawatir. Tapi aku urungkan niatku untuk keluar dari sini"


"Perutku perih, Ton"


"Mulai besok, kamu harus bawa cemilan. Nanti pulang, kita beli Snack dan biskuit dulu"


Aku mengangguk.


Aku tau dia melihatku yang sedang makan, tapi aku berusaha tidak melirik ke arahnya, dan fokus ke makanku saja.


"Ayo, habiskan makanmu" ucapku.


"Tidak boleh seperti itu. Habiskan. Dosa loh menyia-nyiakan makanan" ucapku yang memang hampir tidak pernah meninggalkan sisa makanan, secara aku adalah anak kosan yang harus irit dan tepat menggunakan uangku.


Tapi dia tetap diam


Akhirnya, aku menyuapi Toni.


Toni tersenyum dan makan dari tanganku.


"Terima kasih" ucapnya sambil terus memandangku.


"Cincin itu memang cantik di tanganmu" ucapnya.


"Udah ah. Aku keluar dulu, nanti orang-orang udah pada selesai makan siang, dan kembali ke meja masing-masing." Aku bangun dan mencuci tanganku di kamar mandi ruangan itu.

__ADS_1


"Nanti pulang kerja, kita pulang bareng" ucapnya.


Aku mengangguk dan keluar dari sana, dan langsung menuju kamar mandi karyawan.


Aku menutup mataku.


Apa yang aku lakukan?


Sore itu, semua karyawan sudah pulang, Ina juga pamit duluan. Tinggal aku sendiri.


Toni juga sudah keluar tadi. Hah.. aku sendiri? Ku lihat ruangan itu yang sudah sepi. Aku bergegas keluar dari ruangan itu. Dan ternyata, Toni sudah menunggu di dalam mobilnya.


"Kenapa lari gitu?" tanyanya.


"Aku sendirian tadi. Serem juga"


Toni memasangkan savety belt, dan aku menahan dadaku. Jarak kami paling tinggal 10 cm. Hah.. jantungku.


"Oke.. selesai" ucapnya yang sudah kembali ke depan stir mobilnya.


Aku membuka mataku.


"Memangnya aku mau ngapain, dasar. Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu" ucap Toni.


Aaah.. malu-maluin aja. Kenapa pikiran ini aneh-aneh sih.


Kami akhirnya berhenti ke sebuah mall untuk beli biskuit dan Snack yang akan aku bawa setiap harinya.


"Ton, udah cukup. Ini bisa sampe kapan habisnya" tanyaku bingung melihat belanjaan itu.


Bukannya berhenti, dia masih saja memasukkan Snack dan biskuit yang dirasanya cocok untukku.

__ADS_1


Aku harus bayar semua? Bisa-bisa habis gajiku untuk makanan semua ini.


__ADS_2