Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Malam di rumah baru.


__ADS_3

Afifa tertunduk mendengar jawaban suaminya


"Apa kamu mau tidur dengan memakai jilbab?" tanya fauzi sambil melirik sekilas ke arah istrinya. Pandanganya kembali tertuju ke layar ponsel yang sedang dimainkannya.


"O... iya kak... Fifa akan membukanya." Afifa membuka bros yang terselip di bawah dagunya, perlahan dia membuka kerudungnya dan menumpuknya di atas pangkuannya, lalu membuka dalaman kerudungnya sambil tertunduk. rambutnya tertumpuk di belakang kepalanya menggunakan jepitan rambut, dengan ragu Afifa melepaskan jepitan rambutnya, Rambutnya tergerai panjang sampai pinggangnya, bagian bawahnya bergelombang membentuk bulatan-bulatan alami, tampak anak rambut yang berbaris rapi di kening bagian atasnya, membuatnya terlihat begitu manis.


Fauzi mendongakan kepalanya setelah mereasa ada perubahan pada seseorang di sampingnya. pandangannya tertuju pada wajah manis yang berada di sampingnya.


Tatapannya tak beralih sedikitpun seolah sedang mengagumi indahnya ciptaan Tuhan yang berada di hadapannya.


Afifa hanya tertunduk, tak satu patah kata pun keluar dari mulut mereka.


Tanpa sadar Fauzi sudah berpindah tempat duduknya mendekati Afifa. dia menatap wajah istrinya begitu dalam. Wajah Fauzi mendekat pada wajah Afifa.


"Cup..." kecupan singkat mendarat di kening Afifa.

__ADS_1


Afifa kaget, sontak dia mengangkat wajahnya, kini wajahnya sejajar dengan wajah suaminya yang hanya berjarak beberapa cm saja, mata mereka saling bertatapan. dilihatnya Fauzi tersenyum, Afifa hanya terdiam, matanya tak berkedip, Jantungnya berdebar kencang seolah terdengar sangat jelas karna sunyinya malam.


Wajah mereka begitu dekat, Fauzi mengalihkan tatapannya pada bibir wanita dihadapannya yang terlihat begitu merona berwarna pink alami, ingin sekali Fauzi mengecupnya. Tangan Fauzi memegang kedua bahu istrinya dan semakin mendekatkan wajahnya.


Afifa mulai memejamkan matanya.


"Deg... " Afifa kaget karna suaminya tiba-tiba menghentikan tindakannya, tubuhnya agak terdorong setelah Fauzi melepaskan cengkraman tangannya.


Afifa membuka matanya, dilihatnya sosok suaminya sedang berdiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Afifa memberanikan diri bertanya. "kenapa kak?" katanya heran.


Cukup lama Afifa menunggu suaminya yang tak juga muncul, dia mencoba membuka pintu kamarnya, kepalanya tersembul keluar, tatapannya berkeliling ke seluruh ruangan, tapi sosok suaminya tidak dilihatnya. dia kembali menutup pintu kamar, lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur, fikirannya terus bertanya-tanya. sampai akhirnya dia tertidur pulas.


*****

__ADS_1


Afifa terbangun jam 4 pagi, dia melihat suaminya tertidur di sampingnya sambil membelakanginya. Afifa bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudzu. seperti biasa Afifa lanjut sholat tahajud dan berdo'a. Fauzi terbangun saat adzan subuh berkumandang, dia segera mengambil air wudzu dan pergi ke mesjid.


Afifa masih belum keluar dari pertanyaan yang ada di fikirannya.


Selesai sholat Afifa pergi ke dapur untuk mempersiapkan sarapan dan membuat minuman hangat sambil menunggu suaminya pulang dari mesjid.


Afifa berjalan menuju dapur sambil memeriksa setiap ruangan di rumah itu. Ada kamar tamu, ruang kerja Fauzi, dan satu kamar paling belakang yang masih kosong.


Selain kamar itu di semua ruangan sudah di isi perabotan rumah lengkap. bagai mana tidak, Fauzi hanya tinggal memindahkan perabotan rumah dari toko di sampingnya.


Afifa punya ide untuk menjadikan kamar itu sebagai mushola, kebetulan letaknya berdekatan dengan kamar mandi belakang.


"Assalamualaikum." Fauzi baru pulang dari mesjid, dia mendudukan dirinya di shofa ruang keluarga.


"Waalaikum Salam..." Jawab Afifa. Segera menghampiri suaminya dengan membawa secangkir teh hangat yang sudah dibuatnya untuk suaminya. Afifa sudah tahu banyak tentang kebiasaan Fauzi dari bi Yati, dia banyak bercerita mulai dari kebiasaan suaminya, makanan kesukaannya, gaya berpakaian dan banyak lagi.

__ADS_1


Afifa meletakan cangkirnya di meja tepat di hadapan suaminya. "Minumnya kak..."


Fauzi mengangguk dan mengambil minumannya.


__ADS_2