
Afifa merasa lega karena akan segera meninggalkan tempat itu, dia segera keluar dari restoran lalu masuk ke dalam mobil suaminya. Dia menyandarkan tubuhnya dikursi mobil lalu memejamkan mata sejenak untuk membuang kegelisahannya. tak lama Fauzi muncul dan duduk didepan kemudi. Afifa segera menegakan tubuhnya dan berusaha tersenyum.
"Langsung pulang?" tanya Fauzi menoleh ke arah Afifa.
"Iya... kak Aji juga pasti capek kan."
"hemmm." Fauzi mengangguk lalu melajukan mobil menuju rumahnya.
Selama perjalanan mereka hanya terdiam, tenggelam kedalam fikirannya masing-masing. Afifa tidak mau Suaminya bertanya tentang Farid yang baru saja ditemuinya.
Setelah 15 menit mobil itu sampai dan berhenti tepat di parkiran rumahnya.
"Sudah sampai, ayo turun." Ajak Fauzi, cukup mengagetkan Afifa yang masih tenggelam dalam lamunannya.
"Oh... iya kak." jawab Afifa gelagapan.
Mereka turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam rumahnya. Afifa segera masuk ke kamarnya. menyiapkan pakaian ganti dan handuk untuk suaminya. Afifa tau suaminya baru pulang dari semarang dan belum sempat membersihkan diri.
Fauzi masuk ke kamarnya setelah memastikan pintu garasi dan pintu rumahnya sudah terkunci.
"Mandi dulu kak. Fifa sudah siapkan."
__ADS_1
"O iya. terimakasih." jawab Fauzi, segera mengambil handuk ditangan istrinya.
"Afifa ke mushola dulu. tadi belum sempat Sholat Isya."
Fauzi mengangguk, lalu masuk ke kamar mandi.
Selesai Sholat Afifa kembali ke kamarnya, dan menemukan suaminya sudah terlelap.
Afifa berjalan mendekati suaminya. Tidakkah ada rasa rindu sedikit saja kepada istrimu yang sudah di tinggal selama tiga hari ini kak? apa kau tau betapa aku menginginkan belaian kasihsayangmu. aku ini istrimu. telah ku ukir rasa cinta ini seiring berjalannya waktu, dan telah kumantafkan hatiku. Aku berjanji akan selalu mencintaimu seumur hidupku tepat saat kau ucapkan Aqad pernikahan kita dihadapan penghulu, karna bagiku janji itu bukan hanya antara manusia, tetapi perjanjian besar dengan yang maha kuasa. batin Afifa bergejolak.
Dipandangnya wajah suaminya dengan lekat. meski mata yang sayu itu tak tampak karna terpejam, namut garis kelelahan terpancar diwajahnya yang bersih. Afifa tidak tega membangunkannya, hanya karna egonya.
*****
Afifa terbangun jam setengah 4 pagi. ia bergegas melaksanakan kewajibannya. Afifa melakukan aktifitas dipagi hari dengan sangat cepat. hari ini hari jum'at, jadwal Afifa magang mengajar untuk pertama kalinya setelah ia menikah. apalagi kali ini dia membutuhkan waktu 45 menit menuju tempat mengajarnya.
Afifa menghampiri suaminya yang tengah duduk di ruang keluarga, seperti biasa menyaksikan acara religi dipagi hari.
"Kak...hari ini Fifa ada jadwal mengajar."
"O... ya. jam berapa?"
__ADS_1
"Jam 8.30 Fifa harus sudah berada di sekolah."
Fauzi melihat jam dinding yang tergantung di ruangan itu.
"Bersiaplah. Aku akan mengantarmu."
Afifa mengangguk. Lalu bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian, Afifa tampak cantik dan dewasa dengan seragam dinasnya. setelah siap ia keluar kamar dan menghidangkan sarapan di meja makan.
"Ayo sarapan dulu kak."
"Ya."
*****
Selesai sarapan mereka bergegas menuju sekolah tempat mengajar Afifa. mobil hitam itu berhenti di sebuah bangunan sekolah berlantai 2. Anak-anak sudah berdatangan, hiruk pikuk di sekolah pagi hari yang selalu dirindukan Afifa. Ya... sejak kecil Afifa bercita-cita menjadi guru. Masih terngiang dimatanya, wejangan dari guru SMP nya dulu, bahwa menjadi guru itu lebih dari hanya sekedar pekerjaan, tapi ibadah untuk memperoleh ridhoNya. mendidik anak-anak agar menemukan jati dirinya dan memantafkan hati mereka pada keimanan pada tuhanNya, untuk memperoleh kebahagian didunia dan ahirat kelak.
*****
Bersambung...😊❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1