
Hari minggu #
Afifa sudah membereskan koper yang akan dibawanya, suaminya bilang mereka akan menginap selama tiga hari di Pangandaran.
Sekitar pukul 9 pagi, mereka berangkat menuju rumah Sari terlebih dahulu, untuk menghadiri acara khitbah Sari, Mereka berencana berangkat ke pangandaran selepas Sholat dzuhur, agar begitu datang langsung disuguhkan dengan pemandangan indahnya Sunset di pantai barat Pangandaran.
Sari begitu senang dengan kedatangan kedua sahabatnya, Sofi juga sudah ada disana ternyata, tentunya bersama suaminya Asfir.
Fauzi banyak bicara dengan Asfir, meski mereka baru bertemu kali ini, nampaknya keduanya langsung nyambung aja.
Afifa dan Sofi ikut bergabung bersama suaminya, karena hari sudah hampir dzuhur, Fauzi pun berpamitan pada Asfir dan Sofi.
"Kami duluan ya Fir", Ucap Fauzi, diikuti anggukan Afifa.
"Lho...kok buru-buru, memangnya mau kemana?" Tanya Asfir seperti sudah lama saling mengenal.
"Kami akan lanjut ke Pangandaran", Jawab Fauzi tersenyum.
"O ya? Asyik tuh" ucap Asfir
"Iya, kasian Bu Guru, berkutat terus dengan buku, pengen liburan katanya ha ha..." Fauzi tertawa sambil melirik Afifa.
"Ih...kok aku si?" Afifa menyikut lengan suaminya.
"Emang bener kan, kamu yang ngebet pengen liburan, terus sambil hanymoon juga katanya ha ha ha..."
"Kak Aji....! kok jadi aku, bukannya Kak Aji yang pengen kesana?" Wajah Afifa memerah, tangannya reflek mencubit pinggang suaminya.
"Awwww... sakit sayang", Fauzi menghindar, lalu matanya kembali melihat Asfir, "Tuh bener kan Fir, Afifa kebelet ha ha ha..." Fauzi semakin tergelak melihat istrinya yang kesal.
"Wah wah ... Aku yang pengantin baru kok kalian yang hanymoon sih?" Jawab Asfir sambil tertawa. "Aku jadi iri sama kalian, sudah cukup lama menikah masih romantis aja".
Asfir tertawa saja melihat pasangan suami istri yang terus saja berdebat dihadapan mereka, tentunya perdebatan yang membuat mereka semakin terlihat lucu dan romantis.
Sofi yang mengetahui tentang kemelut rumah tangga sahabatnya di awal-awal pernikahan justru merasa lega melihat sahabatnya kini telah bahagia bersama suaminya.
"Sayang, mau hanymoon gak?" Asfir sedikit berbisik pada Sofi istrinya, Sofi tersenyum dan tertunduk, wajahnya memerah, karena suara suaminya tentu saja terdengar oleh Afifa dan Fauzi yang berdiri dihadapannya.
"Yang namanya diajak jalan-jalan sama suami, mana ada istri yang nolak, iya kan Fa?" Jawab Sofi datar. Afifa mengangguk.
"Kenapa gak sekalian aja kita pergi?" jawab Fauzi.
"Boleh juga tuh, iya kan sayang?" jawab Asfir sambil menoleh pada istrinya. "Jadi kita bisa doble date disana ha ha.."
"Siapa yang mau doble date?" Tanya Sari yang tiba-tiba saja datang bersama tunangannya.
"Ya kita lah", Jawab Asfir.
"Lah...aku gimana?", Tanya Sari
"Eit...Jangan ikut-ikutan ya, kalian belum halal" Sofi menimpali.
"Ya..., kita gak ikutan dong sayang", Sari memelas sambil menoleh pada tunangannya, yang dipandang hanya tersenyum saja.
"Makanya, cepet halalin Gil", Fauzi menepuk pundak Ragil.
"Hmmmm, tenang aja, kita juga bakal nyusul kalian secepatnya hehe..." Jawab Ragil.
"Bagus itu, Jangan lama-lama!" Ucap Asfir.
"Jadi kalian mau berangkat bareng kita nih?" Tanya Fauzi pada Asfir dan Sofi.
"Tapi kitakan belum mempersiapkan apapun", Ucap Sofi datar.
"hmmm... iya juga si" Asfir nampak berfikir, "Ya udah nanti aja kita nyusul ya", dia tersenyum ke arah Fauzi sambil mengulurkan tangannya, "Selamat bersenang-senang ya".
"Terimakasih, jangan lupa kalian nyusul!" Fauzi mengulurkan tangannya.
Setelah Sholat dan berpamitan pada Sari dan keluarganya, Fauzi dan Afifa berangkat menuju tempat tujuannya, Pangandaran...
*****
Perjalanan yang cukup panjang, dari Bandung menuju pangandaran bisa menghabiskan waktu lebih dari 4 jam.
Mereka sempatkan untuk istirahat diperjalanan sambil menunaikan sholat ashar.
"Masih lama ya Kak?" Tanya Afifa saat menyusuri jalan pegunungan yang berkelok-kelok.
"Sebentar lagi, abis jalanan berkelok ini, pantainya sudah mulai terlihat".
"O ya? hmmmm...jadi gak sabar pengen menghirup udara pantai".
Fauzi tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia.
"Pas dateng kesana, kita kemana dulu Kak?" tanya Afifa kemudian.
"Ke hotel, aku udah boking kamar di Krisna Beach Hotel, klienku yang urus semuanya".
"Oh" Jawab Afifa.
"Kenapa? lelah ya?"
"Hmmm... sedikit hehe..."
"Ya udah tidur dulu aja, nanti aku bangunin kalau sudah sampai".
"Enggak Ah, nanti Kak Aji gak ada temen ngobrol".
__ADS_1
"Gak papa, tidurlah..." Fauzi menggenggam tangan Afifa sambil tersenyum.
Afifa mengangguk, sebenarnya matanya memang sudah berat sejak tadi, Fauzi terus menepuk-nepuk punggung tangan Afifa dengan tangan kirinya, membuat Afifa merasa begitu nyaman, matanya semakin berat dan perlahan diapun terlelap.
*****
"Sayang..., Kita hampir sampai", Fauzi menepuk pelan pundak istrinya saat memasuki pintu gerbang utama pantai Pangandaran.
Afifa membuka matanya, lalu mengusap wajah dengan kedua tangannya, matanya langsung tertuju pada pemandangan pantai yang terbentang indah disamping kanan mobil.
"Waaaaah... indah banget Kak..." Matanya terus mengikuti gulungan ombak yang menyapu bibir pantai, Suara gemuruh ombak semakin keras terdengar seiring melajunya mobil mendekati pantai.
Terlihat gapura besar yang bertuliskan "Selamat datang di pantai Pangandaran".
Pantai Pangandaran merupakan primadona wisata yang ada di sebelah Tenggara Jawa Barat. Keindahan dan aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini sudah tersohor, sehingga tak heran jika di hari libur banyak pengunjung memadati tempat ini. Transportasi dan akses juga terbilang mudah, sehingga banyak pilihan transportasi untuk mencapai Pantai Pangandaran.
Fauzi menghentikan mobilnya di depan hotel, terdapat plang besar bertuliskan Krisna Beac Hotel 1.
Afifa tertegun saat melihat bentuk hotel didepannya, bentuk hotelnya unik, berdiri tegak di pinggir jalan utama pantai barat pangandaran, bangunannya terdiri dari 5 lantai dengan restoran dibagian paling atas berbentuk kapal pesiar, dari sana mata kita akan langsung melihat dua sisi pantai yaitu pantai barat pangandaran dengan indahnya sunset di sore hari dan pantai timur dengan indahnya sunrise di pagi hari, hmmmm... sungguh indah.
Fauzi mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, Afifa masih terdiam, kepalanya tersembul keluar jendela mobil yang terbuka, matanya berkeliling terpesona dengan indahnya suasana sore hari di Pangandaran.
"Ayo sayang..." Fauzi memegang tangan Afifa
"Oh iya", Afifa mengambil tas kecil miliknya, sedangkan Fauzi membawa koper.
Mereka langsung menuju lantai 4, sesuai dengan yang di rekomendasikan kliennya.
"Hahhh....Akhirnya sampai juga", Fauzi merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, "Bagaimana suka gak tempatnya?" tanya Fauzi pada Afifa yang masih berdiri menyimpan tas kecilnya diatas meja.
"Suka, pantainya indah" Jawab Afifa tersenyum.
"Bukan pantainya".
"Terus apanya?"
"Tempat tidurnya, buat kita hanymoon" Fauzi tersenyum nakal.
"Ih...Kak Aji fikirannya kesana mulu, kalau cuma mau gituan ngapain jauh-jauh kesini, dirumah juga bisa" Afifa cemberut.
"Ya, cari suasana baru dong ha ha..." Fauzi bangun dan memeluk istrinya dari belakang sambil mencium pipi Afifa.
"Kak Aji pasti cape, mandi dulu ya".
"Hmmm...iya deh, kamu duluan, abis Sholat magrib kita makan diatas sambil bertemu klienku".
Afifa mengangguk, lalu melepaskan pelukan suaminya, mengambil handuk dari kopernya lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah Afifa selesai Fauzipun mandi bergantian.
Pukul 5 Sore, Afifa sudah berganti pakaian, duduk didepan cermin dan bersiap mengenakan hijabnya.
Fauzi keluar dari kamar mandi, "Kok pake jilbab? mau kemana?" tanya Fauzi.
"Disini juga keliatan, Ayo sini!" Fauzi menarik tangan Afifa ke dekat jendela, dia membuka lebar-lebar tirai yang hanya terbuka sedikit saja, "Nah...keliatan kan?" Mata mereka tertuju pada sebuah benda berbentuk bulat, berwarna merah yang mulai turun hendak bersembunyi dibalik lautan, pantulannya sudah mulai nampak diair laut yang beriak.
"Bagus ya, Tapi...kayaknya lebih asyik kalau melihatnya langsung dialam terbuka, sambil berjalan dipinggiran pantai, menikmati demburan ombak yang sesekali menyentuh kaki kita". Mata Afifa tidak beralih dari pemandangan dihadapannya.
"Hmmmm... romantis si, tapi kok aku lebih suka didalam sini ya?" Fauzi mulai memeluk punggung Afifa yang sedang terpesona dengan pemandangan dihadapannya, dia mencium pucuk kepala istrinya yang sudah berbalut hijab.
Afifa membalikan badannya, sehingga wajahnya langsung menempel di dada suaminya yang polos, dia baru sadar kalau suaminya baru memakai handuk setengah badan saja. "Kok belum pake baju?" tanya Afifa memandang wajah segar suaminya, masih tersisa percikan air dirambutnya, diapun menyisir rambut suaminya dengan jari-jarinya, "Ayo pake baju dulu Kak, Fifa sudah siapkan disana," Afifa menunjuk pakaian yang tergeletak di tempat tidur.
Fauzi malah mempererat dekapannya, "Hmmm...masih nyaman seperti ini".
"Hayolah Kak, masa di kamar terus si? Aku pengen jalan-jalan keluar". Rengek Afifa.
"Hmmmm, oke deh istriku", Fauzi melepas pelukannya, lalu memakai pakaiannya.
"Ayo sayang!" Ajak Fauzi setelah selesai berpakaian.
Afifa tersenyum, dia segera menghampiri suaminya dengan semangat, tak lupa tas gendong kecilnya selalu menempel dipunggungnya. Keduanya berjalan bergandengan menuruni hotel.
Sebenarnya ini adalah kali pertama Afifa berlibur ke pantai, kehidupan keluarganya yang pas-pasan selalu mengurungkan niatnya untuk hanya sekedar jalan-jalan ke pantai bersama teman-temannya ataupun keluarganya, karna itulah dia begitu bersemangat saat suaminya mengajaknya kesini.
*****
Bulatan matahari yang menguning telur dan semburat jingga saat senja seperti menghipnotis siapapun yang memandangnya, termasuk dua sejoli yang sedang berjalan bergandengan menyusuri pinggiran pantai, kaki keduanya dibiarkan telanjang, tersapu dengan butiran pasir yang datang bersama ombak-ombak kecil yang saling berkejaran.
"Subhanalloh...betapa indahnya ciptaanNYA" Ucap Afifa, "Meski datangnya hanya sebentar, tapi kehadirannya selalu ditunggu setiap orang".
"Sayang, senja memang selalu seperti ini, perlahan datang, lalu tiba-tiba menghilang, tergantikan keremangan malam, hal itu mengajarkan kita bahwa hidup tak selalu cemerlang dan bersinar, tetapi keindahan senja dalam menutup hari ini, juga mengajarkan kita bahwa sepahit apapun kehidup kita, tetap akan selalu ada harapan, bahwa semuanya akan berakhir dengan indah".
Fauzi menghentikan langkahnya, memutar tubuh Afifa sehingga berhadapan dengannya, "Seperti perjalanan rumah tangga kita, begitu banyak masalah yang kita hadapi diawal pernikahan kita, Kau yang selama ini selalu bertahan, mampu menerimaku yang jauh dari sempurna ini, Kau pula yang telah mengubah hidupku, membuat aku yakin dengan kuasaNya, dengan taqdirNya, dan dengan jodoh terbaik yang Dia berikan untukku, terimakasih sayang", Fauzi memeluk tubuh Afifa, terdapat cairan bening berkaca-kaca dikelopak matanya, Afifa tersenyum membalas pelukan suaminya.
"Sudah maghrib, solat dulu yuk" Ajak Afifa.
Fauzi mengangguk, keduanya berjalan kembali menuju hotel.
Selepas Sholat Maghrib, Fauzi mengajak istrinya makan malam di restoran hotel yang terletak di lantai paling atas, hotel itu sengaja terbuka, sehingga dengan bentuknya yang seperti kapal pesiar dan posisinya yang tinggi dapat melihat seluruh pemandangan indah malam hari ke seluruh area pengandaran, hmmmm...seperti berada di atas kapal pesiar Titanik saja 😊
"Wah...disini indah banget Kak", Mata Afifa berkeliling menyusuri semua pemandangan yang terlihat diatas sana, senyuman selalu tersungging dari bibirnya, menampakan dua tituk manis dipipinya.
Nampak beberapa titik cahaya dari kegelapan lautan malam, yang bersumber dari perahu para nelayan.
Fauzi tersenyum melihat kebahagiaan istrinya.
Tak lama, seorang pria berumur sekitar 45 tahun datang menghampiri mereka, Fauzi terlihat sudah sangat akrab dengannya, merekapun duduk dalam satu meja, terdapat beberapa berkas yang ditandatangani Fauzi, mereka berjabat tangan dan tertawa bahagia. tak lupa Fauzi memperkenalkan Afifa kepadanya.
Seorang pelayan datang menghampiri pria itu, dia berbicara sebentar dengan pelayan, lalu membiarkan pelayan itu kembali pada pekerjaannya.
__ADS_1
Tak lama pesanan datang, berbagai makanan super enak dan mewah dari olahan seafood terhidang disana, Afifa sampai tidak tau nama dari menu yang disajikannya.
Merekapun makan malam bersama, diselingi pembicaraan bisnis dari keduanya. Afifa sedikit merasa bosan, tapi dia tetap duduk disana sambil memainkan ponselnya.
Seperti biasa yang pertama kali dibukanya adalah grup chat yang isinya hanya dia dan kedua sahabatnya, hmmmm... tentu saja berbagai pertanyaan tentang liburannya.
Afifa tidak menjawab, dia hanya mengirimkan bebetapa Foto keindahan pangandaran beserta kemesraannya dengan suaminya.
"Waaaaaah....jangan manas-manasin dong Fa...jiwa lajangku kan jadi memberontak" (Sari)
"Kan kamu yang nanya 😄"
"Hmmmm, aku besok nyusul ya 😉" (Sofi)
"Tuh kan... hadeuuuuuh... kalian curang aaaah..." (Sari)
"Ih...Kok kita yang curang? kalau udah halal mah, bebas kali mau ngapain aja..., iya kan Sof? 😉"
"Ha ha ha... iya bener Fa, suka-suka kita ya" (Sofi)
"😩😩😩😩" (Sari)
"Ih...kenapa tuh emotnya? 😄"
"Sebel....! 😭😭😭😭😭😭😭" (Sari).
"Ya...., nangis deh 😄" (Sofi)
"Duh, sori ya Sar, bukannya mau pamer, tapi biar kamu minta cepet-cepet dihalalin aja, kalo udah halal kan enak hehe..."
"😥😥😥😥 dah ah ngantuk" (Sari)
"Ya... beneran marah dia, sory ya...😊🤗 "
*****
"Dek, Sudah yuk!" Ucap Fauzi menghentikan gerakan jari Afifa yang sedang asyik membalas chat kedua sahabarnya.
"Oh...sudah selesai ya?"
Fauzi mengangguk, lalu berdiri bersalaman dengan pria tadi, mereke berpisah.
Fauzi kembali menggandeng tangan istrinya menuju kamarnya.
Sampai dikamarnya, Fauzi duduk disofa sambil memeriksa ponselnya, beberapa panggilan ia lakukan untuk mengecek laporan keluar masuk barang kepada mang ujang, begitupun dengan proyek pembangunan toko barunya.
Afifa kembali membuka gorden jendelanya, rupanya dia belum puas menyaksikan indahnya malam, deburan ombak terdengar bersautan, menambah kehangatan dimalam itu.
Sebuah tangan kekar sudah melingkar saja diperutnya, "Sayang..., kamu senang malam ini?" Ucap Fauzi, bibirnya sudah mulai menjelajah menciumi wajah Afifa yang masih mengenakan jilbab.
Afifa tersenyum, "Tentu saja, aku senang sekali, apalagi selalu ada Kak Aji disampingku". Tangan kanan Afifa memegang pipi suaminya.
"Aaaah... kau mulai menggoda, padahal kita belum sholat isya".
"Nah... untung saja masih sadar hihi..., Sholat dulu yuk!" Afifa melepaskan pelukan suaminya, lalu masuk kamar mandi untuk menhambil air wudhu, begitupun dengan Fauzi, merekapun sholat berjamaah, diiringi dengan beberapa sholat sunnah dan berdzikir tentunya.
Setelah rutinitas Kewajibannya selesai, Afifa membereskan kembali alat sholatnya.
"Abis ini kita kemana Kak?" Afifa menyisir rambutnya didepan cermin.
"Kemana?" tanya Fauzi.
"Ya....jalan-jalan dulu gitu keluar?"
"Jalan-jalannya kan masih ada hari esok sayang". Fauzi berdiri sambil membuka kemejanya, dan menggantinya dengan kaos oblong berwarna abu muda.
"Terus kita mau langsung tidur aja nih?" Afifa mengambil pakaian tidur dari lemari.
"Ya..., gak tidur juga, kita kan punya tugas disini". Fauzi duduk bersandar ditempat tidur.
"Tugas apa?"
Fauzi mulai tersenyum nakal, "Tugasmu untuk memulihkan traumaku"
"Ha....? trauma lagi...? traumanya udah kadaluarsa itu mah... masa pemulihan trauma gak kelar-kelar"
"Ya udah, kalau bukan pemulihan berarti namanya perjuangan," Fauzi mengedipkan sebelah matanya.
"Hmmmm? perjuangan?" Afifa mengganti pakaiannya lalu kembali berdiri didekat jendela.
"Perjuangan membuat generasi penerus kita." Fauzi berbisik ditelinga Afifa, tangan dan bibirnya mulai bergerak, menyusuri bagian intim tubuh Afifa.
Afifa membiarkannya, dia membalikan tubuhnya, lalu melingkarkan kedua tangan dileher suaminya, ciuman panjangpun terjadi, malam itu, mereka saling meluapkan perasaan cintanya diiringi suara deburan ombak dari pesisir pantai, merekapun terbaring diatas peraduan yang menjadi tempat ternyaman bagi keduanya.
**********
Bersambung...😊❤....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai readers... maaf baru Up lagi...
Semoga kalian suka dengan part ini ya 😊,
Hayoooo... siapa yang mau liburan ke pantai? bareng kekasih halal lagi, oh... 😍😍😍 Author yang ngarep itu mah 😄😄😄.
jangan lupa selalu like, Vote, dan kementar, karna itulah yng bikin aku semangat...😉
__ADS_1
Love you All...❤❤❤❤❤😙😙😙😚😙
By : @Rahma Khusnul #