Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Cukup melihatmu bahagia...


__ADS_3

Hari-hari terus berganti. tak terasa pernikahannya kini sudah 4 bulan lamanya. Kondisi pernikahan Afifa tetap sama, tidak ada kemajuan. Afifa yang sedang menduduki semester akhir menyibukan diri dengan fokus menyusun skripsinya tentang pendidikan, entah mengapa semester ini begitu berat bagi Afifa. Dia yang biasanya paling cepat mengerjakan berbagai tugas dari dosennya, kini karya tulisnya hampir keteteran. Ketika teman-temannya sudah masuk ke BAB IV dia masih saja berkutat di BAB III. Sedangkan Waktu sidang tinggal satu bulan lagi.


"Ya Alloh...kenapa aku tidak bisa fokus si..." Gumam Afifa sambil menutup wajahnya dengan buku yang masih terbuka saat duduk diperpustakaan. Dia duduk tepat dipinggir jendela kaca, Leptopnya masih menyala dihadapannya. Afifa melirik ponsel yang tergeletak disampingnya, ingin sekali dia menghubungi suaminya, sudah beberapa hari suaminya pergi. Namun egonya mengurungkan niatnya. Kenapa juga bukan dia yang terlebih dahulu menghubungi istrinya, minimal bertanya bagaimana kabar istrinya disini. Entah lah...


"Haaaahhhhh..." Afifa membuang nafas dengan kasar.


Hari ini Afifa benar-benar tidak fokus, hanya wajah suaminya yang teringat dikepalanya.


Akhir-akhir ini Fauzi sering pergi ke luar kota bahkan sampai berhari-hari. Afifa tidak berani bertanya apapun tentang pekerjaannya. Bahkan Afifa merasa kalau suaminya berusaha menjauh darinya.


Afifa kembali dari lamunannya. Aku harus segera menyelesaikan skripsiku. Aku tidak boleh mengecewakan Umi, Abi juga Kak Aji yang sudah membiayai kuliahku. Dia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju deretan buku yang terjejer rapi diatas rak-rak panjang. Afifa mengambil beberapa buku yang ada hubungannya dengan judul skripsinya. Setumpuk buku sudah ia dapatkan. lalu meletakannya diatas meja dekat leptopnya.


"Hhhhhhhh... Semangat Afifa..." gumamnya sambil mengepalkan tangan kanannya berusaha menyemangati diri sendiri.


"Assalamualaikum...Banyak banget bukunya Fa..." Sapa seseorang yang baru datang disamping Afifa.


Merasa tidak asing dengan suara itu, Afifa menoleh kesumber suara. "Waalaikum Salam...Sofi...iya nich...masih berputar di Bab 3..." Wajah Afifa ditekuk.


"Kamu kok kayak gak fokus gini Fa?...lain dari biasanya." tanya Sofi heran. "Kalau boleh tau. Kamu ada masalah ya Fa...?"


Afifa hanya terdiam menatap sahabatnya.


"Masalah?...ah gak ada kok Sof..." Afifa berusaha tersenyum.


"Yakin...?" Tanya Sofi memandang selidik sahabatnya.


"Heehmm...."


"Ya udah kalau kamu gak mau cerita...tapi kamu harus ingat, kamu gak sendiri lho... jika suatu saat kamu butuh seseorang untuk mengungkapkan semua masalahmu. aku siap mendengarkan". Sofi memeluk bahu Afifa yang masih duduk dikursi dari sampingnya.


Sofi tahu betul jika sahabatnya itu mempunyai masalah, tapi sejak Afifa menikah, Sofi tidak pernah memaksakan untuk mengetahui setiap masalah yang dihadapi Afifa. Dia tahu bahwa masalah rumah tangga adalah masalah pribadi yang tidak seharusnya diketahui oranglain.


Afifa tersenyum sambil memejamkan mata, pelukan panjang sahabatnya cukup membuatnya nyaman. "Makasih ya Sof..."


Sofi mengangguk. Mereka berdua tersenyum...


*****


Afifa pulang dari kampusnya setelah asyar, selesai sholat dia segera pulang dengan motornya.


Tiba didepan rumahnya, Afifa menyempatkan diri mampir ke toko suaminya, berharap kalau suaminya sudah pulang. Tapi rupanya suaminya belum pulang, dia kembali ke rumahnya masih berharap suaminya ada dirumah, diapun kembali kecewa, pintu rumahnya masih terkunci sama seperti saat dia tinggalkan pagi tadi.


Afifa tertegun didepan pintu, dia sama sekali tidak bersemangat untuk masuk kedalam rumah, diliriknya kursi santai yang ada diteras rumahnya, dengan lemas diapun mendudukan dirinya disana.

__ADS_1


Afifa mengambil ponsel dari dalam tasnya, kini kekhawatirannya mengalahkan egonya. dicarinya no suaminya, lalu menekan tombol panggil.... tapi hanya operator yang menjawab bahwa nomor yang dituju tidak aktif.


"Kok gak aktif?" gumamnya pelan. Sekali lagi ia mencoba menekan tombol panggil. masih dengan jawaban yang sama, Afifa terus mencobanya beberapa kali, hasilnyapun nihil. Perlahan Afifa meletakan ponselnya diatas meja disampingnya. Ya Alloh...ada apa dengan suamiku...kenapa tidak bisa dihubungi? lindungi dia Ya Alloh... dimanapun dia berada. Mata Afifa terpejam cukup lama.


dreeet...dreeet...dreeet... Suara panggilan telphon masuk dari ponselnya. Afifa segera bangkit, berharap itu panggilan dari suaminya. Tapi semangatnya hilang saat melihat yang memanggil adalah nomor yang tidak dikenalnya. Afifa sempat membiarkan ponselnya terus berbunyi, sampai muncul beberapa kemungkinan buruk difikirannya, dia mengingat suaminya. jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Kak Aji.


Afifa segera menekan tombol berwarna hijau diponselnya.


"Assalamualaikum...dengan siapa ini? Apa Kak Aji..." Suaranya terdengar tidak sabar, masih terdengar lirih dan sesekali terisak karena habis menangis. Suaranya berhenti saat mendengar jawaban disebrang sana.


"Waalaikum Salam. Kok buru-buru banget Fa...?"


"Ah...Maaf... ku fikir tadi... Eh...iya ini dengan siapa ya?"


"Ini aku Farid."


deg... jantung Afifa berdetak kencang. "Maaf...ada perlu apa?"


"Fa...Kamu kenapa? Aku ganggu ya?"


Afifa hanya terdiam, tidak menjawab.


"Aku cuma mau tanya soal Pak Fauzi, aku sudah menghubunginya seharian ini, tapi no nya tidak aktif. makanya aku menghubungi kamu." jelas Farid.


"Halo...Afifa..." Suara Farid memanggil saat tak ada jawaban dari Afifa.


"Ah...iya."


"O..ya maaf aku minta no ponselmu pada Sofi." Farid seolah tau yang difikirkan Afifa.


"Oh."


"Fa...Apa Pak Fauzi ada dirumah?" tanya Farid lagi.


"Oh...dia sedang pergi ke Jakarta Kak. belum pulang."


"Kira-kira kapan dia pulang?"


Afifa kembali bingung, harus menjawab apa dia juga tidak tahu kapan suaminya pulang. "Mungkin besok. kalau urusannya sudah selesai." Afifa fikir itu jawaban aman.


"Oh.. begitu ya. Ya udah besok aku ke toko saja. ada hal penting yang harus aku serahkan langsung."


"Iya." Afifa menjawab singkat lalu terdiam lagi.

__ADS_1


"Fa...." Panggil Farid.


"Iya..."


"Apa kamu punya masalah?" Tanya Farid selidik.


"Maksudnya?" Afifa balik bertanya.


"Maaf kalau aku lancang...tapi entah kenapa aku merasa kamu sedang ada masalah. Sofi juga tadi sempat cerita masalah skripsimu."


"Sofi...?" Tanya Afifa tak percaya. Dia tidak habis fikir kenapa sahabatnya berani menceritakan tentang dirinya pada orang lain. "Apa yang sofi katakan?"


"Gak banyak, hanya menceritakan keterlambatanmu dalam menyelesaikan tugas akhir saja. Aku sangat mengenalmu Fa...Aku tahu kalau kamu punya masalah."


"Haruskah aku bercerita pada semua orang tentang masalah yang aku hadapi?" Nada suara Afifa meninggi menunjukan dia tidak suka dengan yang baru saja dikatakan Farid.


"Aku tau...aku bukan siapa-siapa bagimu. aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman. Aku hanya ingin melihat kamu bahagia, itu saja."


Afifa tidak bicara, air matanya kembali mengalir, segera dia menepisnya dan membetulkan posisi duduknya. "Aku baik-baik saja. terimakasih sudah menghawatirkanku."


"Baiklah...aku mengerti, aku tidak akan memaksamu. Sebagai teman...Aku hanya berdo'a semoga kamu selalu bahagia."


"Terimakasih..."


"O...ya boleh kan aku jadi temanmu Fa...?"


Afifa tidak menjawab, dia hanya berfikir apa mungkin seorang perempuan yang sudah menikah bisa berteman dengan seorang pria?


"Oke...kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan minta izin dulu pada suamimu." lanjut Farid seolah tau apa yang difikirkan Afifa.


"Apa?" Afifa kaget mendengar jawaban Farid yang bermaksud meminta izin pada suaminya.


"Ya sudah...sekali lagi aku minta maaf, aku harap kita bisa berteman. Assalamualaikum" Farid mengakhiri pembicaraannya sebelum mendengar jawaban Afifa.


"Waalaikum Salam." Afifa masih mencerna ucapan Farid. dia menggenggam ponselnya didepan dadanya.


Tak terasa hari sudah hampir gelap. Dia bangkit dari duduknya, lalu membuka kunci pintu rumahnya, dengan lemas dia langkahkan kaki menuju kamar dan membersihkan diri dikamar mandi.


*****


Bersambung...😊❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2