Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Rencana Makan Siang.


__ADS_3

Afifa kembali kekamarnya untuk mengambil ponselnya. Dicarinya nomor suaminya lalu menekan tombol panggil.


"Kriiiing...kriiiing..." Suara ponsel suaminya terdengar nyaring, Afifa menghampiri sumber suara ternyata berasal dari tas suaminya yang masih tergeletak di atas sofa. Afifa segara membuka tas itu dan benar saja, suaminya pergi begitu saja tanpa membawa apapun termasuk ponselnya. Afifa mencoba membuka ponsel suaminya, bukan bermaksud lancang, tapi barangkali saja ada sesuatu disana yang mungkin bisa memberinya sedikit petunjuk tentang hal yang terjadi pada suaminya. Namun Afifa tidak bisa membukanya, ponselnya terkunci dengan sandi. dia juga tidak pernah menanyakan kata sandi ponsel suaminya.


Afifa terduduk di sofa menggenggam ponsel dipangkuannya. "Kemana kamu Kak...?" Gumamnya. Ia kembali membuka ponselnya, mencari nomor Bi Yati, barangkali saja Suaminya pergi ke Toko, Namun nomor Bi Yati tidak aktif, karena sudah malam juga, mungkin mereka sudah tidur. rasa khawatir mulai memenuhi fikirannya.


Afifa masih setia menunggu suaminya disofa, fikirannya melayang kemasa lalu, sejak pertama kali dia melihat Fauzi. Masih terlintas jelas difikirannya sosok Fauzi dulu yang selalu ceria, periang bahkan sering menggoda para santriwati di pondok, anehnya para santriwati justru senang fauzi mengganggunya. Afifa mengetahui itu karna setiap hari selalu saja ada cerita teman-temannya atau kakak kelasnya yang mengaku baru saja diganggu fauzi, bahkan tanpa malu-malu mereka bercerita dengan bangganya.


Afifa adalah santriwati yang sering sekali membuat iri santriwati yang lainnya. Ya...diantara sekian banyaknya santriwati disana hanya Afifa lah yang sering diberi hadiah oleh Fauzi, saat itu Afifa tidak menyadarinya, fikirannya yang masih polos dan sikap Fauzi padanya yang seperti kakak terhadap adiknya, selalu menghiburnya dengan keceriaan dan berbagai tingkahnya yang terkadang konyol, membuatnya cukup terhibur dan kerasan tinggal dipondok.


Namun kini setelah 6 tahun tidak bertemu Afifa heran dengan perubahan sikapnya. Kak Ajinya yang selalu ceria dan terkadang konyol kini hilang dan berganti wujud menjadi Fauzi yang dewasa dan berwibawa serta cenderung sedikit bicara.


Apa yang telah terjadi padamu Kak? apa telah terjadi sesuatu. Rasanya aku merindukan sosok ceriamu yang dulu. Afifa tersenyum mengingat masa lalunya yang indah.


Entah selarut apa fikirannya terus melayang, sampai akhirnys dia tertidur dengan bersandar di atas sofa.


*****


Pagi hari Afifa terbangun, dia mengucek matanya, pandangannya berkeliling... sepi fikirnya, ternyata suaminya tidak pulang semalam. Afifa bergegas mengambil air wudhu dan sholat subuh.


Selesai sholat Afifa melakukan rutinitas paginya, jam enam pagi dia sudah mandi dan menyiapkan sarapan, pagi ini dia berencana pergi ke kampus untuk menyelesaikan tugasnya yang tertunda.


"Tok...tok...tok..." Suara pintu depan diketuk seseorang. Afifa berlari ke pintu depan berharap suaminya yang datang. "Assalamualaikum..." Suara seorang wanita.


Afifa berhenti melangkah...sedikit kecewa. "Waalaikum salam." kembali berjalan dan membuka pintu. "Eh...Bi Yati, masuk bi..."


"Wah... sudah seger aja Non...sudah mau pergi ya?"


"Ah Bi Yati bisa aja. baru selesai mandi bi. ayo masuk..." ajak Afifa.


"Makasih Non..."


"Nggak usah panggil Non bi. panggil Afifa aja, lebih nyaman."


"Emmm... baiklah..." Bi Yati tersenyum. "Bibi cuma mau ngambil pakaian ganti Nak Aji. kasian tuh masih pakai sarung hehe..."


Bi Yati tersenyum.

__ADS_1


"Oh... Emmm kenapa Kak Ajinya nggak pulang dulu Bi?" Afifa mencoba mencari tau keadaan suaminya. ada perasaan lega ternyata suaminya ada di tokonya.


"Dia masih setia tuh didepan leptop diruangangan pribadinya, kayaknya lagi sibuk banget, sejak datang semalam jam 11 langsung masuk ke ruangannya, dan membuka leptopnya, mungkin semalam tidak tidur." Jelas Bi Yati.


"Kalau gitu Bibi pulang aja. biar Afifa yang membawa pakaian Kak Aji ke toko sekalian bawain sarapan." Afifa tersenyum menyakinkan.


"Baik lah. kalo gitu Bibi permisi Neng." Bi Yati pamit dan pergi meninggalkan Afifa.


Afifa pergi kedapur, mengambil tempat makanan dan memasukan roti panggang dengan selai coklat, cukup untuk sarapan dirinya dan suaminya. Lalu masuk kamar dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, memasukannya pada paperbag. Tak lupa ia mampir dulu didepan cermin untuk merapikan penampilannya. Setelah semuanya dirasa siap, dia bergegas menuju toko suaminya.


Selama berjalan ia terus berfikir, mengatur kata-kata yang akan ia ucapkan saat bertemu dengan suaminya. Masih jam 6.30 toko belum dibuka, Afifa masuk lewat pintu kecil dipinggir toko, langsung menunu lantai atas.


"Assalamualaikum Bi..." sapanya saat melihat Bi Yati yang membawa keranjang cucian bermaksud turun kebawah.


"Waalaikum Salam...Afifa...Nak Aji ada diruangannya. masuk saja!" jawab Bi Yati.


Afifa mengangguk dan tersenyum. Afifa mengetuk pintu ruangan suaminya yang tertutup.


"Masuk!" jawab Fauzi.


Perlahan Afifa membuka pintu, dilihatnya suaminya masih duduk dihadapan leptop dimeja kerjanya. "Letakan saja di...." Ucapan Fauzi terhenti saat menoleh ke arah pintu, ternyata istrinya yang datang. Tangannya yang sibuk memijit berbagai huruf dileptopnya langsung berhenti. "Oh...kamu Dek..."


"Masuklah...!"


"Fifa bawain sarapan, pakaian ganti, dan tas Kak Aji."


"Terimakasih..." jawab Fauzi datar


"Hanya itu?" menatap selidik pada suaminya.


Fauzi mengangkat wajahnya, sekilas matanya bertemu dengan tatapan selidik istrinya.


"Maaf...seharusnya aku tidak mengatakan semua itu semalam". Fauzi tertunduk. "Aku hanya asal bicara, aku tidak bermaksud untuk..." Ucapannya terhenti.


"Aku harap Kak Aji tidak mengulanginya. Jangan pernah bermain dengan kata perceraian. Sedikitpun tidak pernah terlintas difikiranku untuk bercerai denganmu." Jawab Afifa tegas.


"Sekali lagi aku minta maaf..." Lanjut Fauzi, ucapannya melemah penuh penyesalan.

__ADS_1


"Baiklah...kita lupakan. Apa hari ini Kak Aji ada waktu?" tanya Afifa.


"Emmm...kenapa?"


"Apa boleh Fifa minta waktu makan siang Kak Aji? Sudah lama juga kan kita gak makan bareng diluar?"


Fauzi terdiam dan berfikir.


"Ayolah Kak..." rengek Afifa sambil melangkah meraih tangan suaminya.


"Baiklah..." Fauzi tidak bisa menolak ajakan istrinya. Meski sebenarnya hari ini ada janji dengan 2 orang kliennya.


Afifa tersenyum menunjukan dua titik manis di pipinya. "O ya Kak...pagi ini Fifa ke kampus dulu, gak lama kok cuma mau kembaliin buku ke perpustakaan. sehabis dzuhur Fifa langsung pulang kesini."


"Mau makan dimana?" tanya Fauzi


"Terserah Kak Aji dech."


"Restoran langganan kita aja ya, dekat juga. sekalian aku mau ketemu seseorang."


Afifa mengangguk. Dia merasa senang sekali. baginya ini adalah moment langka, suaminya selalu sibuk dengan pekerjaannya, begitupun Afifa sibuk dengan kuliah dan jadwal mengajarnya. Semoga hari ini mood suaminya bagus. Afifa akan bertanya masalah yang sedang dihadapi suaminya.


*****


Bersambung...😊❤...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Alhamdulillah hari ini bisa Up di tengah kesibukanku di dunia nyata...😉🤗


reders semua jangan lupa like dan koment nya ya... klik "Vote" juga...


biar author tambah semangat nulis nya...


bukan apa-apa sih... emang komentar kalian tuh yang bikin autror semangat... 🤗

__ADS_1


Love...love...dech...❤❤❤❤❤😉


__ADS_2