Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Peraturan Kedua...


__ADS_3

Malam ini Afifa merasa lega, satu masalahnya sudah bisa teratasi dengan baik...😊


Sepeninggal Farid keduanya kembali duduk dikursi semula, Fauzi menggeser kursinya mendekat ke arah Afifa. "Apa yang kamu fikirkan Dek?" Tanya Fauzi sambil menggenggam tangan istrinya yang masih terdiam.


"Ah gak papa Kak, aku hanya merasa lega, kita sudah menjelaskan semuanya kepadanya tanpa menyakiti hatinya".


"Sepertinya dia baik-baik saja, Dia pemuda yang baik, suatu saat pasti dia akan menemukan jodohnya yang terbaik". Fauzi menenangkan istrinya.


"Ya...semoga". Ucap Afifa pelan, pandangannya masih tertuju ke arah hilangnya sosok Farid. Keduanya terdiam, tenggelam dalam lamunannya masing-masing.


hening...


"Dek...Apa rencana kita malam ini?" Fauzi mengawali kembali pembicaraannya.


"malam ini?" Afifa terbangun dari lamunannya.


"Katanya malam minggu kita jalan-jalan?"


"O iya hehe..."


"Mau jalan kemana? Nonton?"


"Emmm...,Enggak ah, aku pengen jalan-jalan dialam terbuka aja, kalau di bioskopmah cuma duduk didalam ruangan sambil nonton, dirumah juga bisa". Jawab Afifa sambil menyenderkan tubuhnya ke badan Fauzi.


Fauzi nampak berfikir, "Ah...aku tau" Ucapnya sambil memetikan jari. "Ayo berangkat!"


"Kemana?"


"Nanti juga tau, Ayo!" Fauzi menarik tangan istrinya, menghampiri mobilnya setelah membayar tagihan tentunya.


Meski penasaran Afifa mengikuti saja ajakan suaminya.


Fauzi mengarahkan mobilnya menuju Taman Saparua, sebuah taman yang dibangun oleh, Gubernur Jabar yang sudah diresmikan secara simbolis. Taman itu ditata agar menambah kenyamanan warga dalam beraktifitas. 


Ada hal yang menarik ditaman itu, Pasalnya di lokasi tersebut akan dibangun juga Pojok Dilan sebagai bentuk penghargaan kesuksesan film Dilan. akan tetapi Hadirnya Pojok Dilan itu mendapat kritikan dari berbagai pihak karena dianggap kurang tepat. akhirnya Pemprov Jabar mengganti Pojok Dilan menjadi Pojok Literasi.


Suasana dimalam hari taman itu cukup ramai apalagi dimalam minggu, banyak anak muda sengaja datang kesana hanya untuk sekedar jalan-jalan menikmati indahnya kerlap kerlip lampu taman.


Fauzi menghentikan mobilnya di area parkir, dia membukakan pintu mobil untuk istrinya. Afifa turun dan memutarkan pandangannya ke setiap sudut taman.


"Dimana ini Kak?" Tanya Afifa penasaran.


"Taman Saparua. Yuk turun!" Ajak Fauzi.


Afifa mengangguk lalu turun.


Mereka berjalan menyusuri taman, Fauzi melingkarkan tangannya ke bahu Afifa.


"Bagus ya Kak" Ucap Afifa tersenyum mengagumi tatanan apik taman kota itu.


"Iya, cocok untuk orang pacaran kayak kita", Ucap Fauzi sekenanya, diselingi tawa ringan.


"Kok aku risih ya, lihat anak-anak muda itu". Ucap Afifa kemudian.


"Kenapa?"


"Lihat aja Kak, sepertinya mereka masih usia sekolah, tapi dengan bebasnya berduaan di tempat seperti ini".


"Ya...itulah makanya, Pak Gubernur tidak jadi bikin pojok Dilan disini, takutnya dibilang memfasilitasi anak muda pacaran, Kecuali yang pacarannya udah halal kayak kita hehe..." Jelas Fauzi sembari menarik tangan Afifa, "Duduk yu!".


Afifa mengikuti Fauzi, mereka duduk disebuah kursi yang terbuat dari tembok, lengkap dengan meja berbentuk bulat didepannya. Fauzi memanggil seorang pedagang makanan dan minuman hangat yang kebetulan lewat. dia membeli satu mangkuk besar minuman bajigur, dan dua bungkus kacang tanah rebus.


"Kok cuma satu minumannya Kak?" tanya Afifa yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah suaminya.

__ADS_1


"Semangkuk berdua, "Ucapnya santai.


Afifa hanya tersenyum.


"Berapa Mang?"


"Duapuluh ribu"


Fauzi memberikan uang dua puluh ribu kepada pedagang.


Dia menerimanya sambil tersenyum, "Kalau sudah selesai mangkuknya simpan disini saja, biar nanti mamang ambil kesini", kata pedagang itu sambil mendorong kembali gerobaknya.


"Baik mang". Fauzi mengambil mangkuk minuman itu, lalu menyuapi Afifa dengan sendok yang sudah ditiupnya terlebih dahulu. "Gimana? enak gak?"


Afifa tersenyum, "Enak" Jawabnya.


Mereka asyik berdua sambil makan kacang rebus dan bajigur hangat, sesekali tawa mereka terdengar, mereka saling menyuapi dengan sendok yang sama menambah hangatnya suasana malam.


Pukul 9.30 mereka tiba dirumah, karena cukup lelah merekapun langsung tidur.


***


Hari minggu Fauzi tetap pergi ke toko, karena bukan PNS ataupun pegawai kantoran hehe, tapi itulah enaknya pengusaha swasta bisa masuk ataupun libur kapan saja 😀.


Afifa berada dirumah, setelah rutinitas pagi sebagai ibu rumah tangganya selesai dia melanjutkan tugasnya dari sekolah, dia memutholaah silabus yang akan diajarkan hari senin besok disekolah.


Setelah selesai Afifa melirik ponselnya yang tergeletak diatas tempat tidur, dia meraihnya, membuka beberapa chat yang masuk, ada undangan reuni tahunan dari pondok pesantren masa SMP nya dulu,


"Ah...aku akan datang bersama Kak Aji kesana, pasti seru dech..." Afifa tersenyum.


lalu dia membuka media sosial Facebook dan Instagramnya, mengetuk situs pencarian, dia mengetik sebuah nama WULANSARI MULYANI, muncul beberapa profile disana, dilihatnya satu persatu, namun tidak ada satupun yang sesuai dengan ciri-ciri yang dikatakan Fauzi, dia coba cari lagi dengan nama WULANSARI saja, nama WULAN saja, tetap tidak ada yang sesuai. Apa dia pakai nama samaran ya? sepertinya tidak mungkin kalau dia tidak punya halaman media sosial. Gumam Afifa.


Merasa bosan dengan pencariannya, dia mengalihkan perhatiannya ke aplikasi google, iseng-iseng menekan pencarian dan mengetik "Kiat-kiat menjalin rumah tangga harmonis". Muncul beberapa laman dan tulisan disana, termasuk pentingnya berhubungan intim bagi pasangan suami istri, Afifa mulai membacanya, dia juga menemukan cara-cara membangkitkan gairah suami dalam berhubungan suami istri.


"kira-kira gimana ya kalau aku praktekan semuanya sama Kak Aji? memalukan gak ya? tapi aku harus coba, kayaknya bakalan berhasil nih... yap...aku akan coba cara ini... Hihi...waduh aku gak bisa bayangin gimana reaksi Kak Aji kalau aku melakukannya" Afifa senyum-senyum sendiri, wajahnya merah merona, badannya berguling guling kesana kemari membayangkan tindakan mesumnya dengan suaminya.


"Hei Afifa...kenapa otak mu jadi mesum gini si?" Afifa menepuk jidatnya sendiri, menyadarkan khayalannya. "Tapi dosa gak ya berkhayal dengan suami sendiri, Hadeeeeeuuuuh...Afifa berkhayal itu dosa..." katanya lagi.


Afifa bangkit dari tempat tidur, menuju ruang televisi diapun menonton acara televisi untuk menghilangkan khayalannya.


***


Malam hari, seperti biasa selesai sholat isya dan makan malam Fauzi dan Afifa mengisi waktunya didepan televisi menyaksikan program komedi ringan untuk menghangatkan suasana, keduanya duduk di sofa.


"Kak, udah tau belum ada undangan reuni dari pesantren," Kata Afifa sambil menyandarkan tubuhnya pada suaminya.


"Belum".


"Itu ada di grup chat WA alumni"


"O ya? kapan?"


"Minggu depan, sabtu malam. Kita datang ya Kak?" Ajak Afifa.


"Emmm, aku lihat jadwalku nanti ya".


"Ayolah Kak...luangkan waktu sebentar saja, acaranya kan malam, sekalian acara haol Mama Sepuh juga, aku pengen banget ketemu sama teman-teman dan Apa Kiyai (Apa Kiyai \= panggilan hormat untuk pa ustad)". Rengek Afifa.


"Apa kamu gak malu datang ke pesantren sama aku?" tanya Fauzi lagi.


"Kok bilangnya gitu si Kak, ngapain malu?"


"Pasti nanti Apa kiyai merasa heran, murid kesayangannya yang cerdas, cantik dan sempurna ini, ternyata menikah dengan mantan santrinya yang nakal sepertiku".

__ADS_1


"Kak Aji ngomong apa si? Apa kiyai itu orang yang bijak, gak mungkin beliau punya pemikiran semacam itu," Afifa membalikan badannya sehingga berhadapan dengan suaminya, kedua telapak tangannya memegang pipi suaminya. "Lagi pula, seperti apapun latar belakang suamiku ini, aku tetap mencintaimu dengan setulus hatiku," Afifa menatap lekat suaminya dengan lembut, sambil tersenyum.


Fauzi membalas tatapan istrinya, "Terimakasih karna sudah sangat mencintaiku," Tangan kanannya memegang tengkuk Afifa dan tangan kirinya memegang pipi Afifa. Fauzi mendekatkan wajahnya, dan bibirnya bertemu dengan bibir Afifa, ciuman panjang dan hangatpun terjadi disana, Afifa hanya terdiam, bersandar disofa, memejamkan mata menikmati setiap detik sentuhan lembut bibir suaminya. Afifa merasa begitu bahagia, baginya ini adalah ciuman pertama seumur hidupnya.


Fauzi melepaskan ciumannya, senyuman bahagia tersungging dari wajah keduanya.


"Apa bayangan itu tidak datang kali ini?" tanya Afifa kemudian.


Fauzi menggeleng sambil tersenyum.


Afifa langsung memeluk suaminya dengan erat, "Kak Aji tau apa itu artinya?"


"Apa?" tanya Fauzi masih memeluk istrinya


"Artinya, bayangan itu berangsur hilang dari fikiranmu".


"Benarkah?" Fauzi melepas pelukannya dan menatap istrinya dengan mata berbinar.


"Heem..." Afifa mengangguk dan tersenyum. Fauzi nampak gembira, dengan kemajuannya. "Oke...sekarang kita buat peraturan baru untuk hubungan pacaran kita"


"Peraturan apa?"


"Setiap hari, kita harus melakukan morning kiss and night kiss," Ucap Afifa sambil tersenyum memetakan tangannya seperti seorang guru yang sedang membuat peraturan.


"Maksudnya?" Fauzi mengerutkan keningnya.


"Jadi setiap pagi saat kita mau berangkat kerja, kita wajib melakukan ciuman selamat pagi dan setiap malam sebelum tidur kita juga wajib melakukan ciuman selamat malam, bagai mana?"


"A ha ha ha... jadi itu maksud nya, ada-ada saja peraturan pacaran kamu ini Dek..." Fauzi tergelak mendengarkan aturan konyol istrinya.


"Eiit...Fifa serius Kak..."


"Oke...siapa takut" jawaab Fauzi menantang.


"Dan satu lagi"


"Apa?"


"Mulai sekarang kita harus memanggil SAYANG" Ada penekanan pada kata sayang.


"Oke pacarku sayang..." Jawab Fauzi sambil mengedipkan sebelah matanya.


Keduanya kembali berpelukan, pandangan merekapun kembali beralih ke acara televisi yang sedari tadi terabaikan.


Malam semakin larut, Afifa sudah tertidur dengan posisi kepala diatas pangkuan suaminya, Fauzi terus saja mengusap-usap rambut Afifa yang panjang dan lembut, membuat tidur Afifa semakin dalam dan terbuai mimpi indahnya.


pukul 11 malam Fauzi mematikan televisi dengan remot didepannya, lalu mengangkat tubuh Afifa perlahan masuk kedalam kamar, dengan hati-hati dia membaringkannya diatas tempat tidur, menutup tubuh istrinya dengan selimut dan mencium keningnya.


Diapun ikut tidur disamping istrinya dengan tetap memeluknya.


*****


Bersambpung...😊❤❤❤......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ayo Readers...siapa yang pingin punya aturan seperti Afifa dan Fauzi???


hihi...Author juga pengen kali 😀😉😀


terus ikuti lanjutannya ya...


jangan lupa like, vote, dan komentarnya, biar authornya tambah semangat dan retingnya novelnya terus naik...😉

__ADS_1


Love you...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2