
Mereka keluar dari mobil, Afifa menghampiri suaminya.
"Selesai ngajar Fifa mampir dulu ke rumah Umi ya kak, sudah lama tidak bertemu Umi, Abi dan Adik-adik."
"Baiklah nanti malam aku jemput ke rumah Umi."
"Nggak usah kak, nanti aku di antar Rizqi aja pake motor."
"Aku jemput saja, sekalian mau bertemu Umi dan Abi juga."
Afifa mengangguk, lalu mencium punggung tangan suaminya. Fauzi kembali masuk ke mobilnya, mobil itupun melaju meninggalkan gedung sekolah.
"Assalamualaikum Afifa..." Sapa Bu Sinta teman mengajar Afifa seraya tersenyum, rupanya sudah lama dia berdiri didepan kantor memperhatikan Afifa dan suaminya.
"Waalaikum Salam Sinta. Apa kabar?" jawab Afifa tak kalah ramah.
"Baik. kamu juga apa kabar? hampir 3 minggu ya kita gak ketemu sejak kamu menikah."
"Iya Sin, saya juga baik." Afifa mengangguk dan tersenyum.
"Saya dengar, kamu langsung pindah ke rumah suamimu ya?"
"Iya, mendekati tempat kerjanya. kasian kalau dari sini kan jauh."
"Wah... beruntung kamu Fa, pas nikah langsung dibawa ke rumah sendiri, terus suamimu juga perhatian sekali, keren pula..." Bu Sinta tersenyum menggoda Afifa.
"Alhamdulillah Sin. Semoga kamu juga cepat mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginanmu ya."
"Aamiin..."
Mereka berdua tertawa. Ibu Sinta adalah teman akrab Afifa saat mengajar, mungkin karena mereka berdua sama-sama masih lajang, meski usia Sinta 2 tahun di atas Afifa.
Tak lama bel berbunyi, keduanya masuk kantor dan mengambil beberapa perlengkapan mengajar, lalu masuk ke ruangan kelas sesuai jadwal masing-masing.
__ADS_1
*****
Pukul 13.30 jam mengajar Afifa selesai, dia segera berjalan ke luar gerbang sekolah setelah berpamitan pada kepala sekolah dan guru yang lain. Afifa menuju sebuah toko makanan yang ada di sebrang sekolah, dia membeli beberapa makanan sekedar oleh-oleh untuk Umi dan adik-adiknya. Afifa naik sebuah angkot tujuan rumah Uminya, hanya sekitar 10 menit iapun sampai.
Afifa turun didepan rumahnya. Suasana rumahnya tetap sama, senyum mengembang menghiasi wajahnya saat ia lihat punggung Uminya sedang menyapu lantai di teras rumahnya.
"Assalamualaikum Umi..." Afifa berlari menghampiri Uminya, lalu memeluknya erat, seakan tak mau melepaskannya.
"Waalaikum Salam... Hei... Afifa?...Kenapa gak bilang dulu kalau mau ke rumah Umi Nak?"
"Kejutan... Afifa kangen Umi..." rengeknya manja.
"Iya...iya, tapi lepasin dulu Umi gak bisa gerak nih."
Afifa melepaskan pelukannya. "Umi sehat kan?" menatap tajam wajah Uminya yang mulai menua.
"Alhamdulillah sehat wal'afiyat. ayo masuk." Ajaknya sambil meletakan gagang sapu, lalu tangannya memegang bahu putrinya."Kamu sehat juga kan?" Umi menebarkan pandangan ke arah jalan mencari seseorang.
Afifa menempelkan kepalanya, pada bahu uminya."Alhamdulillah sehat Mi."
"Iya Mi. Fifa kan baru pulang ngajar. Tadi sih di antar Kak Aji ke sekolah, Afifa juga sudah izin mau ke rumah Umi dulu. Nanti malam Kak Aji jemput Fifa kesini." Jelas Afifa, dia tidak mau membuat Uminya khawatir.
"Teteh...Nisa kangen." Teriak Nisa adik bungsu Afifa yang datang dari kamarnya langsung memeluknya.
"Nisa... teteh juga kangen...Apa kabar kamu dek?"
"Baik teh..." ucap Nisa tersenyum.
"Nih...Teteh bawain makanan kesukaan kamu." Afifa memberikan kantong keresek yang dibawanya, tangannya menyentil hidung mungil adiknya.
"Asyiiik... makasih teh..."
"Sudah. kamu makan dulu gih. pasti capek. belum makan juga kan?" kata Umi.
__ADS_1
"Siap mi... Fifa kangen banget masakan Umi... hehe..." Afifa melaju ke kamarnya yang kini sudah ditempati Adiknya Nisa. Dia menyimpan tas nya lalu kembali pada Uminya.
"Mi. Abi kemana?"
"Abi kembali ke sawah, setelah solat dan makan tadi. kebetulan ada yang bekerja di sawah, jadi Abi harus kembali. Kalau Rizqi belum pulang, mungkin sebentar lagi."
Afifa mengangguk. "Nisa makan juga yuk..." ajak Afifa pada adiknya.
"Udah tadi teh... bareng Umi dan Abi." Jawab Nisa.
"Wah teteh makan sendiri dong..." Afifa cemberut.
"Kami sudah makan. ayo makanlah. Umi temenin yuk."
"Siap Mi..." Afifa tersenyum lebar. Senang sekali rasanya kembali ke rumahnya, menikmati kembali masakan Uminya.
"Apa kamu kerasan tinggal disana Nak?" Tanya Umi di sela makan Afifa.
"Tentu lah Mi, Kak Aji baik sama Afifa." tak lupa Afifa menghiasi wajahnya dengan senyuman.
"Syukurlah... Umi lega mendengarnya." Umi tersenyum. " O ya. kok kamu masih saja memanggil kak Aji pada suamimu?"
"hehe... " Afifa tersenyum. "Emangnya kenapa mi?"
"Ya... gak apa-apa sih. Nanti orang mengira kalian kakak adik lagi."
"Haha... Umi bisa aja." Jawab Afifa tertawa.
Setelah Asyar Abi dan Rizqi pulang. Afifa merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarga yang sangat ia cintai.
*****
Bersambung...😊❤
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=