Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Hari Sabtu #


Pagi hari Fauzi sudah berangkat kerja, pekerjaannya cukup banyak hari ini, banyak sekali laporan keluar masuk barang yang harus dikerjakannya, karena hari jum'at kemarin dia sibuk ngurusin traumanya 😀.


Afifa bersantai dirumah, hari ini jadwal mengajarnya libur, setelah semua pekerjaan rumahnya selesai dan suaminya berangkat kerja, dia selonjoran diatas sofa sambil menyaksikan beberapa acara televisi yang membosankan menurutnya.


Pagi ini Afifa lelah sekali, matanya berat, diapun memejamkan matanya diatas sofa, bagaimana tidak, suaminya membuatnya hampir tidak tidur semalaman 😄, diapun telelap sampai suara adzan dzuhur membangunkannya.


"Astaghfirulloh, sudah dzuhur rupanya", Afifa menggeliat, "Krek...krek..." suara punggung dan leher Afifa yang sengaja diputarnya seperti sedang berolahraga, "Ah...mengapa lemas sekali?" Gumamnya.


Dia memaksakan diri bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan sholat dzuhur. Setelah selesai dengan kewajibannya dia bergegas kedapur untuk memasak, Afifa ingin membawakan makan siang untuk suaminya.


Satu jam berlalu, masakannya sudah siap, dia memasukannya kedalam rantang.


Afifa masuk kekamarnya berganti pakaian dan memoleskan bedak tipis dan lipbalm dibibirnya, setelah semuanya siap, diapun berjalan menuju toko suaminya.


Tak canggung lagi dia segera menghampiri ruangan suaminya, "Assalamualaikum" Sapanya, senyumnya merekah dari bibir manisnya, menampakan dua titik di kedua pipinya.


Fauzi menoleh kearah pintu, wajahnya langsung sumringah melihat kekasihnya yang datang, "Waalaikum salam warohmatulloh, Hmmm...sudah cantik aja istriku ini", Ucap Fauzi menatap istrinya penuh cinta.


"Iya dong, kan mau ketemu suami", Jawab Afifa dengan senyuman manjanya.


"Haduh...please...jangan menggodaku, aku masih kerja". Ucap Fauzi merajuk.


"Ih..., siapa juga yang menggoda, aku cuma mau nganter makan siang aja".


"Tapi kok, aku ngeliatnya kamu kayak menggodaku gitu", Fauzi tersenyum jahil.


"Ih...apaan si..." reflek Afifa mencubit pinggang suaminya.


Fauzi hanya tergelak melihat ekspresi istrinya.


"Udah ah, ayo makan dulu!" Ajak Afifa sambil menyimpan rantang yang dibawanya ke atas meja.


"Yuk!" Fauzi duduk diikuti Afifa, mereka berdua makan saling menyuapi dengan diselingi tawa ringan.


"Sayang, pernah pergi ke Pangandaran belum?" Tanya Fauzi.


"Pangandaran? pantai yang terkenal keindahannya itu ya?", Afifa mengerutkan dahinya, "kalau gak salah dulu masuk kabupaten Ciamis, sekarang katanya udah mandiri jadi Kabupaten Pangandaran"


"Iya, udah pernah kesana?"


"Belum hehe..." Afifa cengengesan, dia memang belum pernah kesana, hanya denger-denger cerita orang saja tentang keindahannya, "Emangnya Kak Aji mau ngajak Fifa kesana?"


"Ya.... itupun kalo mau". Jawab Fauzi cuek.


"Mau...mau, aku mau kesana", Afifa kegirangan.


"Tapi sambil nganterin barang buat pesanan proyek disana", jawab Fauzi tertawa.


"Hah?... masa Fifa ikut naik truk?" Afifa cemberut.


"Ya Enggaklah, kalau kamu mau ikut, kita bawa mobil sendiri, biar mang ujang yang ngatur dimobil barang, aku cuma mau bertemu langsung dengan pelanggan disana, tandatangan, udah beres, mobil barang kembali pulang, dan kita..."


"Kita ngapain?" tanya Afifa penasaran.


"Kita haneymoon sambil ngilangin traumaku lagi ha ha ha..."


"Ih...dasar..." Afifa menyubit kembali pinggang suaminya sambil tersenyum malu.


"Jadi ikut ya?"


"Mau si, tapi minggu ini kan anak-anak mau ujian semester Kak..."


"Ujiannya berapa hari?"


"Satu minggu udah beres, dilanjut pengolahan nilai satu minggu, abis dibagi rapot baru deh libur panjang"


"Hmmm...ya udah sekalian liburan aja nanti kesananya, biar barangnya dianter mang ujang duluan, aku bisa pantau lewat telphon".


"Ah... benarkah?" Wajah Afifa sumringah, reflek dia memeluk suaminya dan mencium pipi suaminya.


Para pekerja hanya senyum-senyum melihat kemesraan yang tak sengaja mereka lihat didalam ruangan kaca itu.


"Aduh sayang, jangan menggodaku disini, aku bisa khilap nanti". Fauzi kembali merajuk.


"Hah?" Afifa segera melepaskan pelukannya, dia melihat sekeliling, para pekerja yang melihatnya segera mengalihkan pandangannya. Duh...kenapa sampai lupa dengan alam sekitar ya? hadeuuh... Afifa segera bangkit dari duduknya, "Ya udah, aku pulang aja deh, Kak Aji malah gak bisa kerja kalau aku disini".


Afifa membereskan bekas makan dirinya dan suaminya, menyusun rantang dan memberikan minum pada suaminya. "Fifa temuin Bi Yati dulu ya keatas" Ucapnya kemudian.


"Iya, tunggu diatas aja, sampai aku pulang, hari ini aku pingin pulang cepet hehe..." tertawa nakal.


Afifa hanya melongo melihat ekspresi nakal suaminya, kepalanya menggeleng lalu pergi ke lantai atas setelah mengucapkan salam.


"Assalamualaikum Bi..." Sapa Afifa saat melihat Bi Yati yang sibuk beberes bekas makan para pekerja.


"Waalaikum salam, Eh...neng Fifa, sini masuk!" panggilnya.


"Makasih Bi", Jawab Afifa tersenyum ramah, terlihat jelas raut kesenangan dari wajahnya.


"Neng Fifa sehat?" tanya bi Yati setelah melihat Afifa duduk dan sedikit meringis memegang pinggangnya.


"Alhamdulillah baik Bi". jawab Afifa

__ADS_1


"Tapi kok kayak kesakitan gitu?"


"Ini cuma sakit pinggang aja Bi, badan Fifa juga agak lemas gitu".


"Mungkin kurang minum, atau kecapean, bisa juga kurang istirahat semalem", ucap bi Yati. "Ini minum dulu", lanjutnya sambil memberikan segelas air putih ke hadapan Afifa.


"Glek..." Afifa menelan ludahnya, bagaimana dia gak kecapean dan gak kurang tidur kalau suaminya terus mengganggunya semalaman,


"Oh...mungkin iya Bi hehe..." Jawab Afifa malu-malu saat teringat kejadian semalam, dia mengambil gelas dihadapannya, lalu meminumnya sampai habis sekaligus. Bi Yati hampir kaget dibuatnya.


Afifa berbincang banyak dengan BiYati sampai waktu asar tiba, tak lama terdengar suara hentakan langkah kaki naik menuju lantai atas.


"Sayang, pulang yuk!" Ajak Fauzi sambil berjalan mrnghampiri istrinya.


"Oh iya Kak, sebentar!" Afifa menoleh ke arah Bi Yati, "Bi, Fifa pulang dulu ya".


"Tumben Nak Aji pulangnya siangan? biasanya mau maghrib baru pulang". tanya bi Yati heran.


"Iya Bi, lagi betah dirumah aja hehe..." masih dengan tatapan nakalnya ke arah Afifa, lalu melingkarkan lengannya kepundak istrinya.


Afifa hanya tertunduk malu melihat tingkah suaminya.


"Duh...kalian ini masih kayak pengantin baru aja ya, padahal udah nikah 7 bulan hehe, tapi Bibi senang melihatnya", Bi yati menatap penuh haru pada keduanya.


"Makasih Bi," Jawab Afifa, "Kami pulang dulu ya, Assalamualaikum".


"Iya neng, waalaikum salam".


*****


Hari-hari dilalui Afifa dan Fauzi dengan penuh kebahagiaan, pengantin lama yang terlambat malam pertama itu, semakin mesra saja dalam kesehariannya, setiap malam mereka lalui dengan saling meluapkan rasa cinta dan kasih sayang, masih dengan dalih yang sama, Untuk pemulihan dari traumanya 😀.


Satu minggu telah berlalu, Afifa merasa lega setelah anak muridnya melaksanakan ujian semester, kini tinggal dia yang berkutat dengan nilai-nilai siswa yang harus diolahnya sehingga menjadi nilai rapor.


Seminggu ini Afifa sengaja meminta izin pada suaminya untuk pulang pukul 3 setiap harinya dari sekolah, dia harus menyelesaikan pengolahan nilainya disekolah, ya tau sendiri kalau sudah sampai rumah dia tidak bisa berkutat lagi dengan tugas sekolahnya, apalagi kalau malam, bisa gak kelar-kelar kerjaannya 😊.


Seminggu pun berlalu, Afifa bebas tugas, dia belum memegang kelas tahun ini, jadi gak perlu bertemu dengan orangtua untuk membagikan rapor murid-muridnya, dia memilih untuk ke sekolah Nisa, mewakili Umi mengambil rapotnya, sekalian mau bertemu Talita, kangen juga lama tidak bertemu dengan anak itu. Fikirnya.


Afifa memarkirkan motornya, matanya celingukan mencari adiknya.


"Teteh...!" panggil Nisa


"Eh Nisa Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Nisa mencium tangan kakaknya, "Ayo Kak, yang lain udah pada ngumpul dikelas".


"Iya" Afifa berjalan menuju kelas Nisa, matanya tertuju pada seorang anak perempuan yang duduk termenung duduk diatas kursi kayu dibawah pohon, "Sebentar Dek! Bukankah itu Talita? kenapa dia sendirian disana?"


Afifa mengangguk dan berjalan menghampiri Talita. "Talita, kenapa duduk disini sendirian?" tanya Afifa.


"Buguru...!" Tiba-tiba Talita memeluk pinggangnya, "Buguru kemana aja si? gak pernah temuin Talita", Ucap bibir mungilnya.


"Talita kangen ya?" Afifa membungkukan badannya lalu memeluk balik anak itu.


Talita hanya mengangguk


"Talita kok sendiri? Bundanya mana?" tanya Afifa.


"Bunda sakit Buguru, jadi gak bisa datang ngambil rapor Talita".


"Oh...semoga bundanya cepet sembuh ya, Talita juga jangan lupa selalu do'ain Bunda biar cepet sembuh, terus yang ngambil Rapor Talita siapa?"


"Teh Rini Buguru, tapi belum datang" Talita memelas.


"Oh...mungkin sebentar lagi, Ayo Talita ikut Buguru aja dulu, Buguru mau ngambil rapot Teh Nisa dulu, kalau Teh Rininya belum datang juga, Nanti buguru aja yang wakilin ngambil rapornya Talita ya?"


Talita tersenyum, "Iya Buguru" dia meraih tangan Afifa dan berjalan kegirangan seperti sedang bersama ibunya.


Ketiganya berjalan menuju kelas Nisa, setelah selesai mengambil rapor Nisa ternyata Rini belum juga datang, Afifa pun terpaksa mengambil rapor Talita juga.


Setelah selesai pengambilan rapor, ternyata Rini baru datang, karena ban sepeda motornya kempes katanya.


Afifa sempat bertanya tentang keadaan Wulan, ternyata wulan sakitnya serius, sudah satu minggu lebih dia sakit dan sempat dirawat.


Afifa tertegun melihat Talita, bagaimana nasib anak yatim piatu ini kalau Wulan tidak ada disisinya? Dia mendekati Talita, lalu membungkuk, "Talita sayang, kalau Talita mau, boleh kok manggil buguru Bunda juga,"


"Beneran Buguru?" Talita kegirangan


"Iya, ayo panggil Bunda, Bunda Fifa aja", ucap Afifa kemudian.


"Iya Bunda" Senyum manisnya mengembang di wajah imutnya.


Afifa memeluk Talita, "Ya sudah, sekarang kamu pulang dulu ya, kasian Bunda Wulan nanti khawatir" Afifa menyerahkan rapor Talita kepada Rini.


"Iya Bunda". ucapnya sambil menyalami Afifa dan naik ke atas motor Rini.


*****


Pukul 11 siang Afifa tiba dirumahnya, setelah sebelumnya mengantarkan Nisa tentunya, dia merebahkan diri diatas tempat tidur masih lengkap dengan seragamnya, suara panggilan membangunkannya, dia segera merogoh ponselnya yang masih tersimpan didalam tasnya. Ternyata Sari yang memanggil.


"Assalamualaikum" Ucap Afifa


Waalaikum salam, Afifa apa kabar?

__ADS_1


"Baik, Kamu sendiri? tumben formal banget Sar?"


Iya hehe ... aku baik juga, aku... mau kasih tau, besok aku mau dilamar.


"O ya? sama siapa?" Afifa terdengar tak sabaran.


Tentu saja sama yayang bebeb Ragil hehe...


"Hah? o ho ho...akhirnya, Alhamdulillah, selamat ya Sar" Afifa ikut senang untuk sahabatnya.


Makasih Fa 😙, kamu bisa datang kan?


"InsyaAlloh ya, soalnya kayaknya besok aku mau pergi sama suamiku"


O gitu ya? aku sedih kalau kamu gak dateng


"Hhhmmmm, nanti aku bicara dulu dengan suamiku ya"


Iya, makasih ya Fa, Assalamualaikum


"Sama-sama, Waalaikum salam".


Afifa menutup telponnya, lalu bangkit dan mengganti pakaian nya, menyiapkan makan siang dan mengerjakan pekerjaan rumahnya.


*****


Sore hari Fauzi pulang, seperti biasa Afifa menyambutnya dengan senyuman, tak lupa berdandan cantik dan wangi.



"Ah...senangnya pulang kerja disambut bidadari syurgaku, hilang sudah lelahku", Ucap Fauzi sambil melipatkan tangannya didada, senyuman khas menghiasi wajahnya, menatap lembut kearah wanita dihadapannya.


"Aamiin...semoga kelak aku akan jadi bidadari syurgamu", Jawab Afifa .


Fauzi merangkul bahu Afifa, lalu berjalan bergandengan menuju sofa, Fauzi duduk disana, bersandar melepaskan lelahnya.


Afifa bergegas kedapur membuat minuman untuk suaminya, lalu meletakannya diatas meja, "Minumnya Kak", sambil duduk disamping suamiya.


"Terimakasih sayang" mengambil cangkir teh lalu meminumnya satu tegukan, "Jadi mulai besok sekolah sudah libur?" tanya Fauzi.


"Iya, libur selama dua minggu"


"Alhamdulillah...dirumah terus dong?" Senyum nakal Fauzi mulai keluar.


"Nah...mulai deh" Mata Afifa agak mendelik, "Katanya mau jalan-jalan?"


"Jalan-jalan?" tanya Fauzi sambil mengkerutkan keningnya.


"Iya...ke pangandaran, jangan bilang Kak Aji lupa ya!"


"Emmm...udah lupa tuh"


"Aaaaaa....Kak Aji.... Fifa udah semangat gini, masa gak jadi si?" Afifa mulai cemberut.


"Masa panggilnya Kak Aji terus? ganti dong"


"Sayaaang..., aku mau pergi kesana" rengek Afifa, "ya ya jadi pergi ya?" memasang wajah semanis mungkin.


"Hmmmm...mulai menggoda ya?" Fauzi sudah merentangkan tangannya.


"Eh...ngapain? mandi dulu sana", Afifa reflek berdiri.


"Ya...kalau gak mau pergi kesana si, ya gak apa-apa" Jawab Fauzi dengan nada cuek.


"Maksudnya?"


"Kasih hadiah dulu, baru kita pergi".


"Hadiah apaan?"


Fauzi sudah menarik lengan Afifa sehingga jatuh diatas sofa, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung saja bibirnya melahap bibir Afifa.


"Sayang...udah mau maghrib" Ucap Afifa disela ciuman bertubi-tubi dari suaminya.


Fauzi menghentikan aksinya, lalu kembali duduk, "Oh iya hehe...aku mandi dulu ya, nanti kita lanjutkan", sambil mengerlingkan sebelah matanya lalu pergi kekamar mandi meninggalkan Afifa yang hanya menggelengkan kepala.


"Oh iya, bersiaplah, besok kita pergi ke pangandaran", Ucap Fauzi kembali menyembulkan kepalanya.


"Asyiiik..." Afifa kegirangan, dia begitu bahagia, liburan kali ini dia akan pergi berlibur, apalagi pergi besama orang yang dicintainya.


*****


Bersambung...❤😊...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers... siap-siap untuk berbulan madu di part selanjutnya ya....😉


komentar dan Vote nya masih ditunggu lo... tekan pula tanda bintang yang ke lima...😉


Love you All...❤❤❤❤❤ 😙😙😙😙😙


By : @Rahma Khusnul#

__ADS_1


__ADS_2