
Selama pembekalan dari Dekan dan Ketua Jurusan, Afifa sama sekali tidak konsentrasi. Fikirannya terus berputar memikirkan apa saja yang sedang dibicarakan suaminya dan Farid.
Melihat tingkah Afifa yang gelisah, Sofi mulai bicara. "Fa...kamu kenapa?"
"Aku?..." Afifa balik bertanya.
"Iya...Kamu kok kayak mikirin sesuatu." tanya Sofi menatap Afifa penuh tanya, memang Afifa tidak bisa menyembunyikan apapun dari Sofi.
"Aku takut, Farid akan mengatakan hubungan kita dulu Sof." Afifa mulai mengungkapkan perasaannya. "Aku gak mau Kak Aji berfikiran jelek sama Aku."
Sofi mengernyitkan dahinya. "Memangnya kalian ketemu dimana? kayaknya Suamimu sudah akrab sama Farid?"
Sari yang semula konsentrasi mendengarkan pembekalan dari dekan menoleh ke arah mereka, lalu memperhatikan pembicaraan 2 sahabatnya, tanpa ikut bicara, karna dia juga belum tau awal masalahnya.
"Kita gak sengaja ketemu di restourant dekat rumah waktu aku makan malam sama kak Aji." Jelas Afifa.
"O ya... bukannya Farid orang Semarang Fa? kok ada disini?" tanya Sofi.
"Iya. kebetulan Farid ada proyek disini. Pamannya kan pemborong, dia kuliah jurusan teknik sipil, jadi dia kayak Arsitek muda gitu, bantuin pamannya."
__ADS_1
"Oh...." Sofi dan Sari hanya ber oh ria sambil mendengarkan kelanjutan cerita Afifa.
"Dan waktu itu Kak Aji menawarkan kerjasama sebagai pemasok barang. dan ternyata pamannya Farid setuju. jadi gitu deh..."
"Berarti mereka akan sering bertemu dong Fa?" tanya Sofi.
"Mungkin..." Jawab Afifa sambil menaikan pundaknya.
"Wah...kayaknya menarik kisahmu Fa..." Sari ikut nimbrung pembicaraan kedua temannya.
"Menarik apaan... aku sama sekali tidak nyaman Sar." Afifa cemberut.
"Entahlah.... kayaknya Kak Aji udah cerita." Jawab Afifa pelan. padahal kalau mengingat tatapan Farid padanya tadi, dia tidak yakin kalau Suaminya sudah mengatakannya.
"Syukurlah. Setidaknya Farid tau kalau dia sudah tidak mungkin mengharapkan kamu lagi Fa." Sofi menenangkan.
"Ya... mudah-mudahan mereka hanya membicarakan pekerjaan saja. Aku gak mau kisah itu terungkap lagi. Biarlah semua terkubur seiring berjalannya waktu."
"Faridnya buat aku aja Fa, aku juga mau kok..haha..."Ucap Sari cengengesan.
__ADS_1
"Ah... dasar kamu Sar." Sofi mendaratkan telunjuknya ke kening Sari.
Afifa hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.
*****
Selesai pembekalan mereka bersiap untuk berangkat ke lokasi. Semua mahasiswa keluar dari aula, suara gemuruh dan tawa terdengar di aula itu, mereka tampak senang, bagi mereka KKN adalah moment yang sangat dinantikan. Mereka bisa belajar sekaligus refreshing. mencari suasana baru di kampung halaman orang lain.
Afifa dan kedua sahabatnya kembali ke parkiran, Fauzi sudah menunggu didalam mobil. Farid sudah pergi rupanya. Afifa merasa lega. Sofi ikut dengan mobil Fauzi, karna keluarganya tidak bisa mengantarnya. Sedangkan Sari naik mobil ayahnya.
Sekitar 2 jam perjalanan mereka sampai di penginapan lokasi KKN, Afifa bersyukur karna bisa satu kelompok dengan kedua sahabatnya. dalam satu kelompok itu mereka terdiri dari 15 orang. 10 orang perempuan dan 5 orang laki-laki. mereka menyewa 2 rumah untuk laki-laki dan perempuan agar terpisah, meski begitu kedua rumah itu cukup berdekatan agar mereka mudah berkomunikasi.
Setelah selesai menurunkan barang-barang dan merapikannya, Fauzi pamit pulang. Afifa bersalaman dan mencium punggung tangan suaminya. diantara teman-temannya baru Afifa dan Widia lah yang sudah menikah. Fauzi masuk ke mobilnya, dan melajukan mobilnya menjauhi penginapan itu. Pandangan Afifa mengikuti mobil itu sampai tak terlihat lagi di hadapannya.
*****
Bersambung...😊❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1