
Adzan subuh berkumandang memanggil hati 2 insan yang tertidur bersandar diselimuti pelukan hangat pasangan halalnya. kenyamanan yang mereka rasakan mampu menghipnotisnya masuk ke alam mimpi nan indah...tentu saja karena mereka tidak tidur semalaman 😀.
Fauzi menepuk pelan pipi istrinya yang saat itu bersandar didadanya. "Dek...ayo bangun, sudah adzan subuh".
"Aaaaa... rasanya barusaja mataku terpejam Kak...ngantuk banget". Afifa menggeliat matanya masih terpejam bermanja dipelukan suaminya.
"Pasti ngantuk lah...kita kan baru tidur jam 3 pagi. Ayo sekarang kita sholat dulu. abis sholat kita tidur lagi". Bujuk Fauzi.
"Baiklah...aku bangun..." Afifa mulai membuka matanya, lalu bangkit dan pergi ke kamar mandi belakang diikuti Fauzi. "Kak Aji gak ke mesjid?"
"Kita sholat jamaah disini saja ya."
"Oke..."
Keduanya melaksanakan kewajiban sholat subuh berjamaah di mushola dengan khusu. Selesai Sholat mereka sempatkan untuk berdzikir dan berdo'a, berterimakasih atas anugrah yang diberikan tuhan padanya. Fauzi berbalik menghadap istrinya, Afifa meraih tangan suaminya dan menciumnya, Fauzi mengecup pucuk kepala istrinya dibalik mukena yang masih melekat diwajah cantiknya. Keduanya kembali terdiam, hanya tatapan dan senyuman kebahagiaan yang terpancar diwajah mereka. Sungguh begitu sejuk terasa, Suasana yang selalu diimpikan Afifa sepanjang hidupnya.
"Masih ngantuk dek?" tanya Fauzi saat melihat mata sayu istrinya.
"Iya..."
"Ya udah kita tidur lagi aja" Ajak Fauzi tersenyum. Afifa mengangguk lalu bangkit dan membereskan alat sholatnya. Mereka masuk ke kamar, dan kembali terbang ke alam mimpi.
Pukul 6 pagi Afifa terbangun, sudah panggilan alam ketika mentari mulai memancar, matanya sulit kembali terpejam. Dia membuka matanya, kepalanya masih bersandar diatas dada bidang Fauzi. Perlahan dia memindahkan tangan suaminya yang sedang memeluknya. Lalu bangkit dan duduk disamping tubuh suaminya yang masih terlelap. Ditatapnya wajah suaminya dengan lekat, senyum merona terus saja menghiasi wajahnya.
Begitu kelam masa lalumu Kak...Tentunya berat sekali untuk melupakannya. Tapi kamu tak perlu khawatir, aku akan selalu ada untuk membantumu keluar dari masa lalu itu.
Pandangan Afifa mulai tertuju pada tas yang tergeletak diatas nakas. Dia baru sadar sudah sehari semalam tidak memeriksa ponselnya. Dia turun dari tempat tidur dengan perlahan lalu mengambil benda pipih yang masih setia didalam tasnya. "Ah...benar saja lowbat sejak kemarin malam aku tidak menyentuhnya". Afifa mencharger ponselnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah aktifitas bersih-bersihnya selesai dia memakai pakaian rumahan dan kerudung instan, dia menghidupkan power ponselnya.
"Ting...ting...ting..." Notif pesan tak henti-hentinya berbunyi. 432 pesan dari berbagai grup dan perorangan. "Ah... banyak sekali...bagaimana aku membacanya". ada juga bebarapa panggilan tak terjawab dari teman-temannya juga Farid tentunya karena insiden malam kemarin. Afifa membiarkan saja pesan dari beberapa grup, mulai grup temannya di TK sampai kampus, grup guru dan masih banyak lagi. Maklum zaman sekarang orang-orang seneng banget bikin grup, meski Afifa jarang sekali komentar tapi gak enak rasanya kalau keluar dari grup 😁.
Afifa hanya fokus dengan chat grup kedua sahabatnya.
Fa...kamu gak apa2 kan?
Fa kamu dimana?
Fa...kok gak dijawab si?
Fa...Semoga kamu baik-baik saja
"Ya ampun ternyata mereka begitu menghawatirkan aku"
Dia mulai mengetik
"Maaf ... hp ku baru aktif 🤗.. kalian gak usah khawatir. aku baik baik saja. baik banget malah...😊😊😊" Pesan terkirim.
Afifa mulai membaca pesan yang lain. matanya tertuju ke pesan chat Farid.
Assalamualaikum.
Afifa gimana kabar kamu hari ini?
Kenapa ponselmu tidak aktif?
Fa kamu baik-baik saja kan?
P
P
Fa...please jawab dong...😣
__ADS_1
Apa kamu sakit?
Ya udah hari ini aku akan datang langsung kerumahmu.
"Hah..." Afifa kaget dengan pesan terakhirnya. "Mau apa dia kesini? Ah...sudahlah." Afifa meletakan kembali ponselnya yang masih terpasang kabel charger. dia baru sadar belum membuat sarapan.
Dia bergegas pergi kedapur, dilihatnya nasi masih tersisa banyak karena kemarin dia hanya sedikit makan. diapun memasak nasi goreng. selesai dengan masakannya dia membersihkan rumahnya yang tidak sempat tersentuh tangannya sehari kemarin. sesudah semuanya dirasa beres. Afifa melihat suaminya sudah tidak ada ditempat tidur dan terdengar bunyi keran di kamar mandi.
Afifa melihat satu kantong kresek sampah didapurnya dan berinisiatif untuk membuangnya terlebih dahulu sambil menunggu suaminya selesai mandi.
Afifa bergegas kepintu depan untuk membuang sampah, dan saat dia membuka gerbang. "Jleb..." Afifa kaget ada seseorang yang berdiri tepat didepan pintu gerbang rumahnya. Afifa langsung terdiam saat melihat siapa yang berdiri disana.
"Assalamualaikum" Sapanya.
"Waalaikum salam" Jawab Afifa datar.
"Apakabar kamu hari ini Fa?"
"Alhamdulillah baik".
" Syukurlah...kemarin kenapa ponselmu tidak aktif? aku terus-terusan menelponmu. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu".
"Terimakasih sudah menghawatirkanku, tapi mulai sekarang aku mohon jangan pernah menemuiku lagi". Afifa menyimpan kantong kresek yang dia pegang ke tempat penyimpanan sampah lalu berbalik melangkah kembali ke halaman rumahnya.
"Tapi Fa...tunggu!" Farid mengejar Afifa sampai ke teras rumahnya. "Fa...aku mohon...jangan..."
"Hei...Farid?" Tiba-tiba saja Fauzi keluar dari pintu rumahnya. Rambutnya masih basah, memakai kaos lengan pendek berwarna putih terlihat santai dan segar, tersenyum ke arah mereka. "Ayo masuk Rid...!"
Afifa hanya diam, dia heran kenapa tiba-tiba saja suaminya muncul disana.
"Sayang...ayo ajak Farid masuk. masa berdiri saja diluar?" Ucap Fauzi santai.
"Deg..." Afifa kaget dengan panggilan baru dari suaminya. tapi sejujurnya dia sangat senang. "Eh...iya..., silahkan masuk Kak...!" Afifa melangkah masuk kedalam rumahnya, dan kembali kedapur untuk mencuci tangan.
Afifa senyum-senyum sendiri mendengarnya. Kenapa dia terus memanggil sayang ya? hehe tumben. "Iya...sebentar". Afifa segera membuat 2 cangkir kopi, lalu membawanya ke ruang tamu di atas nampan, meletakannya tepat dihadapan keduanya.
"Sayang duduk sini". Fauzi memegang tangan Afifa dan menepuk kursi kosong tepat disampingnya.
Hah...Kak Aji kenapa si...?
Afifa terpaksa duduk disamping Fauzi, tangannya masih memegang nampan.
"Ada perlu apa Rid? pagi-pagi sekali datang kemari?" tanya Fauzi sambil dengan santainya mengalungkan tangan ke pundak Afifa.
Afifa nampak canggung, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. hanya fikirannya yang bicara. waduh...ini Kak Aji kenapa ya? gak enak juga kan...ada Kak farid disini.
"Eh...Gak ada apa-apa...aku hanya mau memastikan kalau Afifa baik-baik saja. Soalnya kemarin dia pulang malam, dan seharian ponselnya tidak aktif". Jawab Farid agak canggung.
Afifa hanya terdiam meski hatinya gelisah menebak-nebak yang akan terjadi selanjutnya.
"Oh soal itu... Kamu gak perlu khawatir. Meski terjadi sesuatu pada Afifa ada suaminya yang menjaganya. Benarkan sayang?" Fauzi menatap istrinya dan mempererat rangkulannya.
Afifa tersenyum agak dipaksakan, "Ah...iya...hehe...". Sebenarnya dia merasa tidak enak dan kasihan juga melihat tingkah Farid. Ujung mata Afifa menangkap raut tak senang di wajah Farid.
Farid terlihat tidak nyaman melihat pemandangan dihadapannya. berkali-kali pandangannya beralih ke tempat lain. "Syukurlah...kalau begitu aku permisi".
Farid berdiri dari tempat duduknya
"O iya...silahkan!" Jawab Fauzi ikut berdiri.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam". Fauzi mengantar Farid ke teras rumahnya. lalu kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Afifa sudah berdiri diruang tamu masih memegang nampan. "Kak..." Panggilnya.
"Hmmm?"
"Kok barusan Kak Aji beda banget?"
"Kenapa?"
"Ya itu...sok pamerin kemesraan segala didepan Farid haha...."
"Emang kenapa? kita kan suami istri" jawab Fauzi
"Ya...gak segitunya juga kali Kak...kasian tuh dia. kemaren-kemaren suruh di deketin...eh tiba-tiba sekarang malah mau nunjukin seolah Aku ini milikmu seorang haha..."
"Emang kamu milik ku kan? haha..."
"Terus... kemarin suamiku kemana aja...Kalau udah di ambil orang baru tau rasa tuh haha..." Afifa mencubit pinggang suaminya lalu berlari ke dapur.
"Awwww... sakit...hei tunggu...! awas kamu ya...!" Fauzi mengejar Afifa sampai kedapur.
Derama kejar-kejaranpun terjadi, mereka berlarian diselingi tawa ringan mengelilingi meja makan. Afifa tertangkap dan Fauzi memeluknya dari belakang.
"Jangan sampai itu terjadi karena kebodohanku sendiri". Ucap Fauzi berbisik tepat ditelinga Afifa.
"hmmmm...Aamiin..." Afifa tersenyum. Lalu meletakan nampan yang masih setia ditangannya. "Makan dulu yuk..."
Fauzi mengangguk dan melepaskan pelukannya.
disela sarapannya Afifa berkata "Kak Aji harus tanggung jawab lho".
"Tanggung jawab apa?"
"Kak Aji harus bicara sungguh-sungguh sama Farid, jangan sampai dia terus berharap".
"Ya...kamu benar Dek... aku yang salah. Kasian juga dia, aku sudah mempermainkan hatinya, semoga saja dia baik-baik saja".
Makanan dipiring mereka sudah habis, tapi Fauzi hanya bersantai saja, tidak bergegas ke toko seperti biasanya.
"Kak Aji gak ke toko? ini sudah jam 8 lho".
"Aku lagi males mikirin kerjaan Dek... tadi aku sudah telpon mang ujang".
"Kok gitu si?"
"Boleh lah sehari bersantai... gak mikirin kerjaan Dek..."
"Wih...malah seneng banget aku..."Senyuman tersungging dibibir Afifa. "Kalo gitu gimana kalau kita ke rumah Umi, sekalian jalan-jalan". ajak Afifa bersemangat.
"Hmmmm... boleh, mau jalan-jalan kemana?"
"Sebentar". Afifa berlari mengambil ponselnya didalam kamar, lalu kembali kemeja makan sambil menggeser-geser layar ponselnya. "Nah ini Kak..." Menunjukan profile sebuah destinasi wisata alam di daerah Bandung barat. "gimana kalau kita jalan-jalan ke Maribaya, lokasinya juga tidak jauh dari rumah Umi. kayaknya lokasinya enak".
"Ya udah kamu siap-siap dulu"
"Oke..." Jawab Afifa bersemangat.
*****
Bersambung...😊❤...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sepertinya cukup ya...untuk mengobati sesak di part sebelumnya...😊
__ADS_1
Jangan lupa "Vote" dan kasih komentarnya.. biar author tambah semangaaat...😉