Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Aku Ikhlas ...


__ADS_3

Afifa bersandar ditempat tidurnya sambil memainkan ponselnya, dilihatnya kembali Foto-foto hasil jepretannya tadi siang. Lalu iseng-iseng buka medsosnya. dan woooow... mata Afifa terbelalak melihat jumlah komentar yang masuk, banyak banget baik di IG maupun FB nya, bagaimana tidak, jarang sekali Afifa menampakan diri di medsos, paling hanya postingan motivasi religi dan kegiatan sekolahnya saja yang ada diberanda. dan sekarang tiba-tiba saja foto mesra dia bersama suaminya terpampang disana. "Waduh... kok jadi heboh gini ya...bisa-bisa viral nih hihi... ah kok aku jadi malu sendiri si".


Iseng iseng Afifa membuka messenger FB nya. dan "jleb..." Afifa kaget dengan isi pesannya.


"Seandainya aku tidak tau kondisi yang sebenarnya didalam rumah tanggamu, maka akulah orang yang paling bahagia melihat foto kemesraanmu bersama suamimu yang terpampang di sosial mediamu itu".


Afifa menarik nafasnya yang tak betaturan, dilemparnya ponsel yang sedari tadi dipegangnya ke atas kasur dengan posisi tertutup.


"Ah...kenapa ini terjadi padaku. kenapa aku merasa menari diatas penderitaan orang Ya...Aduh Afifa.....kenapa juga harus memposting foto-foto itu si..." Gumam Afifa dalam hati, seolah mengutuk dirinya sendiri, karena saking bahagianya dengan mudahnya dia ingin memamerkan kebahagiaan yang ia rasakan itu pada orang lain, tanpa memikirkan mungkin saja ada orang lain yang terluka disana.


Afifa kembali meraih ponselnya, mencari postingannya lalu mulai menekan tanda titik tiga (pilihan) berniat untuk menghapusnya. tangannya kembali berhenti dan berfikir. "Apa aku salah? dia kan suamiku, apa salahnya membagi kebahagiaan yang kita rasakan dengan orang lain? Tapi jika dengan itu ada yang terluka bukannya lebih baik kita tidak melakukannya. Ah benar... lagi pula tanpa mengunggahnya pun, kebahagiaan kita tidak akan berkurang".


Afifa mantap menekan tulisan hapus postingan, dan kembali meletakan ponselnya.


"Krek" pintu kamar mandi terbuka, Fauzi keluar dengan hanya melilitkan handuk dibagian bawah tubuhnya, membuat Afifa bengong dan hanya menelan salivanya.


"Belum tidur dek?" tanyanya datar.


"Emh...belum hehe..."


"Kenapa nungguin aku ya?"


"Enggak... aku belum ngantuk aja, mungkin karena tadi tidur cukup lama dimobil".


"Terus kenapa tuh matanya liatin aku terus? terpesona ya haha..."


"Ih...apaan si...pede banget" jawab Afifa manyun.


"Gimana jadi gak kita mulai malam ini?"


"Apa?"


"bikin anak?"


"Hah...?" Wajah Afifa langsung merah merona mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


"Capek ya?" tanya Fauzi sambil duduk disamping Afifa. Afifa hanya tertunduk tak berani memandang tatapan suaminya. Wajah Fauzi mendekat ke wajah Afifa, lalu membisikan sesuatu tepat ditelinga Afifa.


"Sholat dulu yuk!" Ucapnya sambil tertawa merasa lucu melihat ekspresi istrinya.


Afifa tersenyum menertawakan tingkahnya sendiri.


Dua insan itu melaksanakan sholat sunat 2 rokaat didalam kamarnya sebelum mereka tidur. tak lupa keduanya berdo'a dan bersyukur atas anugrah yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Selesai dengan aktifitas ibadahnya, Fauzi berbalik ke arah istrinya, mengulurkan tangan dan diraih oleh Afifa seraya menciumnya.


Keduanya terdiam, Fauzi menatap lekat wajah istrinya, Afifa tertunduk sesekali wajahnya diangkat tatapannya pun bertemu dengan mata sayu milik suaminya.


"Kemarilah...!" Ucap Fauzi.


Afifa menggeser tempat duduknya, Fauzi meraih tangan Afifa dan menggenggamnya. "Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, terimakasih sudah menjadi motivasi bagiku, dan terimakasih sudah mau menerima baik dan buruknya diriku. Aku akan memberikan semua cinta yang kupunya semampuku untukmu". Fauzi menarik tubuh Afifa ke dadanya dan memeluknya dengan erat.


Afifa merasakan tetesan hangat dipipinya, dia segera menghapusnya, tak ingin moment bahagia ini ternoda dengan setetes saja air mata. "Aku mencintaimu Kak..." Ucap Afifa lirih. dibalas dengan kecupan hangat Fauzi dikeningnya.


Dengan sigap Fauzi mengangkat tubuh mungil Afifa dan membaringkannya perlahan ditempat tidur, dibukanya mukena yang masih menutupi tubuh Afifa. Afifa tersenyum ke arah suaminya.


Fauzi meniupkan untaian do'a dipucuk kepala Afifa, Lalu mencium keningnya. Tangan Fauzi mulai bergerak menyusuri bagian intim tubuh Afifa, Afifa hanya terdiam kaku tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


"Aaaa...." Mata Fauzi terpejam dan langsung terduduk diatas kasur disamping Afifa. Kepalanya tertunduk, kedua tangannya menutup wajahnya, bahunya terlihat berguncang seolah menahan beban berat yang dipikulnya.


Afifa kaget, tapi dia sudah tau apa yang terjadi dengan suaminya. Dia bangun dan memeluk suaminya dari samping. tangannya menepuk-nepuk lengan suaminya berusaha menenangkan.


"Maafkan aku Dek... aku belum bisa melakukannya" Ucap Fauzi sambil terisak dipelukan istrinya. Napasnya terengah tak beraturan.


"Bayangan itu datang lagi Kak?" tanya Afifa pelan. Fauzi mengangguk. "Baiklah...Kak Aji tenang dulu ya...Fifa ambilkan minum". Afifa turun dari tempat tidur, mengambil gelas berisi air putih yang berada di atas meja, lalu memberikannya kepada Fauzi.


Fauzi meneguknya sampai habis. Afifa mengambil gelas yang sudah kosong dari tangan suaminya, lalu menyimpannya kembali diatas meja.


"Bagaimana kalau hal ini terus terjadi pada pernikahan kita Dek...? Selamanya aku tidak akan bisa membuatmu bahagia".


Afifa kembali duduk dihadapan suaminya. lalu menggenggam tangan suaminya yang gemetar. "Kak...Aku sangat mencintaimu...Aku ini istrimu, aku akan terus hidup bersamamu...Seandainya saja tak sekalipun kita melakukan hubungan intim suami istri, Aku Ikhlas Kak...Hanya membuatku merasa dicintai saja itu sudah cukup bagiku".


"Tapi aku merasa begitu egois terhadapmu Dek...kau pantas bahagia, bukan dengan laki-laki sakit sepertiku".

__ADS_1


"Kak... kamu tidak sakit...kamu sehat, ini hanya masalah waktu saja. aku akan terus membantumu keluar dari masa lalumu, dan Kak Aji juga harus berjanji, Kak Aji harus terus berusaha untuk melupakannya. Aku akan melakukan apapun untuk keutuhan rumah tangga kita. Jangan pernah berfikir tentang perpisahan... aku mohon..." Afifa memelas.


"Bayangan itu tidak akan hilang sebelum aku mendapatkan maaf dari wanita itu Dek..."


"Baiklah...kalau itu yang Kak Aji inginkan, kita akan berusaha mencarinya". Ucap Afifa tegas, meski ada terbersit rasa sakit dihatinya, ketakutan akan sesuatu yang akan terjadi selanjutnya, membayangkan rasa sakit yang mungkin akan ia rasakan saat suaminya bertemu kembali dengan wanita masa lalunya itu, berbagai kemungkinan akan terjadi, akankah dia kehilangan lagi kebahagiaan yang baru saja ia rasakan satu hari ini?


Fikiran Afifa terus berperang, tapi dia tau, rasa sakit dan kehawatiran yang ia rasakan tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan yang dirasakan suaminya selama ini. dia harus menguatkan dirinya juga diri suaminya.


"Sudah ya Kak...jangan difikirkan."


"Tapi dek..."


"Atau gini aja..." Afifa berfikir sejenak. "Anggap saja ke depannya kita sedang pacaran... Kita bebas bermesraan dimanapun, dan tidak akan disalahkan siapapun. Bukankah itu indah meski tanpa berhubungan intim. Benarkan?" Afifa tersenyum ke arah suaminya.


Fauzi nampak tersenyum, lalu mencium tanhan istrinya.


"Ini sudah malam, kita tidur yuk..." Ajak Afifa sambil membelai lembut rambut suaminya.


Fauzi mengangguk dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Mereka mengambil posisi masing-masing untuk bersiap tidur. Fauzi tidur terlentang dengan membentangkan tangannya, Afifa meletakan kepalanya diatas lengan suaminya menyusup dibawah ketiak Fauzi yang hangat dan wangi. Tak lupa untaian do'a mereka ucapkan, Mereka pun tertidur dengan berpelukan ditengah sepinya malam".


*****


Bersambung...😊❤....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...hari ini hatiku sedang berbubga-bunga jadi bisa Up 2 episode deh...😀😀😀


Semoga kalian suka ya...


Jangan lupa kasih komentar nya, biar aku tambah SEMANGAAAAT...😉😉😉😉


LOVE YOU ALL...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2