
Afifa bangkit dari tempat sholatnya. dia bereskan kembali alat-alat sholat ke tempat semula.
"Afifa..." Sofi sudah berdiri dibelakang Afifa tanpa dia sadari. Kedua tangannya lurus disamping tubuhnya sambil meremas ujung bajunya. tubuhnya bergerak gerak ke sisi kiri dan kanan. bibirnya memang tersenyum, namun ekspresi perasaan bersalah terpancar diwajahnya karna sudah meninggalkannya berdua saja dengan Farid di rumah. "Maaf... tadi Kak Farid yang minta."
Afifa memperhatikan tingkah Sofi, dia seperti anak kecil yang sudah melakukan kekonyolan dan mohon ampun dari orangtuanya.
"Sudahlah. Jangan dibahas!"
"Tapi kamu maafin aku kan Fa?"
Afifa mengangguk.
Sofi tersenyum lega. "Eh iya...ini ada oleh oleh dari Kak Farid." Sofi mengambil kantong keresek besar berwarna putih yang tergeletak dipinggir kursi.
"Kamu makan saja." Jawab Afifa singkat, sambil berlalu menuju ke kamarnya.
Sofi hanya bengong melihat tingkah sahabatnya.
Afifa membaringkan tubuhnya diatas kasur besar yang tergeletak diatas lantai. dikamar itu dia tidur bertiga, tentunya dengan kedua sahabatnya. Dirumah posko ini ada 3 kamar yang masing-masing menampung teman2 Afifa yang berjumlah 10 orang mahasiswi. Afifa hanya sendiri dikamarnya, Sari sedang berada ditempat kegiatan, dan Sofi tidak berani masuk ke dalam kamar, dia mengerti saat ini Afifa butuh waktu sendiri.
Afifa memejamkan matanya. Fikirannya melayang dengan kejadian hari ini. Perasaan takut kalau Farid mengatakan sesuatu pada suaminya, sekaligus rasa khawatir dengan keadaan Farid yang berlalu begitu saja dari hadapannya dengan wajah kecewa.
"Semoga kamu mendapatkan pasangan yang terbaik Kak Farid." gumamnya.
__ADS_1
Afifa melirik ponselnya, tiba-tiba saja ia teringat suaminya. Dia mengambil ponsel lalu mencari nama Suaminya lalu menekan tanda panggil di layar.
Satu panggilan tidak ada jawaban, Afifa mencoba lagi dan terdengar suara suaminya disebrang sana.
Assalamualaikum de...
"Waalaikum Salam."
Ada Apa?
Terdengar suara orang-orang berbicara dan sesekali berteriak, mundur, kiri, dikit lagi,tahan, ya cukup disana juga suara mobil truk yang meraung raung seperti maju mundur.
"Apa Fifa mengganggu? Kak Aji lagi sibuk ya?"
"Oh...jadi ya kerjasamanya?"
Iya Alhamdulillah.
"Ya sudah nanti saja Fifa mau pulang."
Apa mau dijemput?
"Nggak usah Kak, Afifa naik kendaraan umum saja. Assalamualaikum."
__ADS_1
Waalaikum salam.
Afifa menutup panggilannya. Hari ini hari Sabtu, Setelah sholat dzuhur Afifa pamit pulang pada ketua kelompoknya.
*****
Farid POV #
Dengan berat aku langkahkan kaki keluar dari rumah posko itu. tubuhku lemas, tanganku bergetar, darahku seperti mengalir naik ke ubun-ubun. Kekecewaan, penyesalan, kesedihan bercampur rasa malu yang tak menentu. Kuhidupkan motorku, tak ingin lagi aku menoleh ke arah rumah itu, kulajukan motorku menyusuri jalanan kota, tiba-tiba pandanganku terhalang dengan cairan bening yang tertampung dikelopak mataku, tak terbendung dan akhirnya cairan itu terjatuh.
Segera ku seka air itu dengan tangan kiriku, ku arahkan motorku ke sebuah danau kecil dipinggiran kota. Aku hentikan motorku tepat di bawah pohon dipinggir danau. Matahari beranjak naik dan mulai terik, membuat suasana di danau ini begitu sepi.
Aku duduk di kursi kayu yang sengaja disandarkan pada pohon yang rindang.
Kupandangi danau itu, ingin sekali aku berteriak disana, tapi apa kata orang nanti.
Kembali terbayang wajah itu. Ya... Afifa...gadis pujaanku, yang wajahnya selalu berada difikiranku selama 5 tahun ini. Dua bulan yang lalu Aku pergi ke pesantrèn tempat kita mondok dulu untuk menanyakan alamat rumahnya. ku fikir setelah kuliahku selesai aku akan langsung datang kerumahnya bersama orangtuaku. Tapi pertemuan di restoran itu, membuatku berfikir aku akan berta'aruf kembali sambil mengenang masa indah kita semasa SMU dulu. Tapi kenapa kita dipertemukan saat situasi seperti ini? kini pupus sudah harapanku, aku hanya berharap semoga Dia bahagia dengan pernikahannya. Suaminya sungguh baik, aku yakin dia akan membahagiakannya, tapi kenapa Fauzi tidak mengatakan apapun tentang pernikahannya, padahal aku banyak bertanya tentang Afifa. semoga saja Fauzi tidak berfikir negatif tentang hubunganku dan Afifa.
*****
Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1