Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Harapan Mama


__ADS_3

Sampai dirumah hari sudah hampir gelap. Fauzi menghentian mobilnya. dipandanginya wajah istrinya yang sedang terlelap, tak tega rasanya untuk membangunkannya. Tapi Mama dan Papanya sudah menunggu mereka di dalam rumah. Karena permintaan orang tuanya fauzi sengaja tidak memberi tahu Afifa tentang kedatangan mereka, kejutan katanya.


Fauzi membuka sabuk pengaman yang masih melingkar ditubuhnya, tangannya mengusap lembut pucuk kepala istrinya yang di tutupi kerudung yang sudah agak berantakan.


"Sayang...." panggilnya lembut. "Sayang sudah sampai rumah, ayo bangun."


Afifa terperanjat kaget. tangannya mengusap wajahnya dan mengucek matanya mengumpulkan kesadaran. "Sudah sampai? oh... iya, maaf Fifa ketiduran." jawabnya malu saat melihat suaminya yang memperhatikannya sambil tersenyum. Apa dia terus memperhatikanku dari tadi ya...duh jangan-jangan wajahku jelek banget saat tidur tadi. ah... memalukan sekali si.... fikirnya.


"Ayo turun..." Ajak fauzi saat melihat istrinya hanya bengong.


"E...iya sayang. maaf... hehe..." Afifa membuka pintu mobil, lalu mengambil barang-barangnya di kursi belakang. Begitupun Fauzi, mengambil tas besar berisi pakaian Afifa.


"Kok pintu rumah kebuka sayang? apa ada tamu di rumah?" tanya Afifa heran melihat pintu rumahnya sedikit terbuka. matanya melihat ada mobil terparkir juga di depan rumahnya.


"Masuk aja." jawab Fauzi tersenyum.


Afifa yang penasaran segera masuk kedalam rumahnya. "Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..." serentak dijawab oleh orang-orang yang berada di diruang keluarga.


"Afifa sayang kalian sudah sampai..." Sapa mama Fauzi segera berdiri dari sofa dan menghampiri menantunya yang masih berdiri memegang barang bawaannya.


"Mama...Papa...kak hanita...kak amran...dan ini... Cici...ponakan tante yang lucu...kapan datang." Afifa tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. badannya membungkuk memeluk anak perempuan berusia 5 tahun dihadapannya.


"Emmm...sudah lama tante. jam berapa tadi bund?" Tanya Cici menoleh ke arah bundanya.


"Tadi siang, sebelum Fauzi menjemputmu." jawab Kak Hanita tersenyum.


Afifa meraih tangan kedua mertuanya dan menciumnya. begitu juga dengan kakak iparnya.


"Kok Kak Aji nggak bilang" Afifa menoleh ke arah suaminya yang baru masuk rumah, meminta penjelasan. Fauzi hanya tersenyum.

__ADS_1


"Mama yang minta Fauzi gak bilang." jelas Mama Fauzi.


"Kejutan...haha..." lanjut Kak Hanita tertawa...


"Ah Kak Nita....Kalau tau kalian mau kesini Fifa kan bisa beli sesuatu gitu tadi dijalan. Soalnya dirumah gak ada apa-apa. Fifa juga sudah lama di tempat KKN." Afifa cemberut.


"Masalah itumah gak usah hawatir tante. bunda bawa banyak makanan, mobil juga hampir penuh tuh di isi makanan haha..." jawab seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Dika...kamu ikut juga. tante kira gak ikut." Afifa memeluk ponakannya andika yang merupakan anak pertama Kak Hanita.


"Mumpung libur tante, sekalian jalan-jalan hehe..." Jawab Andika.


"Tante seneng banget semuanya kumpul disini." Afifa tersenyum melihat keluarganya berkumpul dirumahnya. "Apa semuanya sudah makan?" Tanyanya melihat berkeliling pada keluarganya.


"Sudah... Tadi kami sudah makan, Bi Yati yang siapkan semuanya." Jawab Mama.


"Syukurlah..." Jawabnya lega.


"Nanti aja Ma, abis maghrib. Fifa mau mandi dulu ya Ma."


"Iya. Pergiah bersih-bersih dulu biar seger..." Mama tersenyum.


Afifa masuk ke kamarnya sambil membawa masuk barang-barang bawaannya diikuti Fauzi.


Selesai membersihkan diri adzan magrib berkumandang, mereka segera menunaikan kewajibannya, para pria menuju mesjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah, sedangkan para istri menunaikan Sholat di mushola rumah berjamaah.


Malam hari selesai Sholat dan makan malam semua berkumpul di ruang keluarga, saling bicara, saling bertanya kabar, pekerjaan, anak-anak dan masih banyak lagi.


Cici tiba-tiba menghampiri Afifa dan duduk dipangkuannya. Afifa langsung menyambutnya dengan senang hati, dan memeluknya.


"Cici nggak usah pulang lagi sama bunda ya. tinggal bareng tante aja disini." Kata Afifa menggoda ponakannya.

__ADS_1


"Emang boleh ya?" tanya Cici polos


"Boleh banget dong... tante seneng ada Cici disini. Tante jadi ada temen."


"Tapi Cici kan sekolah tante." bibirnya cemberut. "Kalau tante gak ada temen tante bikin adik bayi aja. Iya kan bunda?" Cici menoleh ke arah bundanya.


Perkataan polos itu sontak membuat semua orang tertawa, kecuali Afifa. Afifa menelan ludah. wajahnya memerah dan tertunduk, meski ia paksakan tersenyum.


Kenapa hatiku terasa sakit ya mendengarnya, bagaimana aku bisa hamil, suamiku saja tidak pernah menyentuhku. Fikir Afifa. Ia mencuri pandang ke arah suaminya yang ternyata ikut tertawa bersama keluarganya. Sepertinya suaminya sama sekali tidak terpengaruh dengan yang baru saja didengarnya. atau mungkin ini hanya perasaan Afifa saja yang terlalu sensitif.


"Cici sayang... tidak semudah itu lho bikin adik bayi. lagipula tante Afifa kan masih kuliah, iya kan tante Afifa?" Jawab Kak Hanita menjelaskan pada putrinya.


Afifa hanya mengangguk dan tersenyum.


"Tapi jangan ditunda juga lho sayang...nanti malah susah hamil. kan gak apa-apa juga kalau kuliah sambil hamil. bahkan banyak yang sudah punya anak. Mama juga pengen segera punya cucu dari putra Mama." Jelas Mama panjang lebar membuat jantung Afifa semakin berdebar.


Pembicaraan mereka terus berlangsung, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Cici sudah tertidur dipangkuan Afifa. Karena mulai ngantuk semua memutuskan untuk istirahat. Mama, Hanita dan Cici tidur di kamar tamu, sedangkan Papa, Kak Amran dan Dika tidur di Sofa.


Malam itu Afifa sulit sekali terlelap. meski matanya terpejam, fikirannya terus melayang memikirkan ucapan Mertuanya. dilihatnya suaminya yang tertidur pulas disampingnya, seperti tidak ada beban sama sekali.


Sampai kapan kita seperti ini kak? kamu sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan mama. kenapa wajahmu begitu santai. Apa aku sungguh tidak menarik bagimu... Ah...fikiran itu datang lagi...


Afifa berusaha menyingkirkan fikiran itu, sampai akhirnya dia terlelap.


*****


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf readers lama gak Up. minggu ini pulang pergi ke RS.

__ADS_1


Mohon do'anya untuk kakakku, minggu kemarin divonis kanker otak, 😔😢. sekarang masih menunggu jadwal oprasi bedah syaraf otak. semoga semuanya lancar. Aamiin... 🙊


__ADS_2