Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Pulang...


__ADS_3

Afifa POV #


Aku melihat kekecewaan yang begitu dalam diwajahnya. Ya Alloh... maafkan aku karena telah membuat orang lain sakit.


Tapi bukankah aku tidak salah? seandainya ada satu kabar saja aku terima darimu untuk meyakinkan hatiku agar aku tetap menunggumu, setidaknya aku memiliki satu alasan pada orangtuaku.


Ah...tidak... aku tidak boleh memikirkannya lagi. Aku harus fokus pada pernikahanku, Suamiku orang yang baik, soleh, rupawan dan mapan. tidak ada alasan bagiku untuk tidak mencintainya, meski sebenarnya aku tidak tahu, apakah dia mencintaiku atau tidak. Setidaknya sekarang kita sudah menjadi suami istri, aku akan terus berusaha sampai dia bisa mencintaiku.


Aku mencoba menelpon suamiku, mungkin aku harus berusaha lebih keras lagi, Ya.. di mulai dari panggilan, aku akan mengubah panggilanku, aku tidak mau orang berfikir kami kakak beradik lagi.


*****


Pukul 3 Sore Afifa Sampai dirumah, dia langsung membuka pintu dengan kunci cadangannya. Masuk kamar dan meletakan tasnya, Afifa ingin menemui Suaminya secepatnya, dia putuskan untuk datang ke toko, Afifa bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia tidak mau suaminya melihat wajahnya yang lusuh karna lelah. Afifa selalu ingin terlihat sempurna dimata suaminya.


Setelah Sholat Ashar Afifa berdandan memakai pakaian dan hijab senada. tak lupa polesan makeup tipis diwajahnya lalu segera pergi menuju toko suaminya. Dia siapkan dirinya memasang wajah dan senyuman yang manis untuk suaminya.


Afifa masuk ke dalam toko, pembeli cukup ramai, para pekerja masing-masing melayani pembeli sesuai dengan tugasnya. beberapa diantara mereka menghentikan pekerjaannya lalu menghampiri Afifa saat melihat yang datang adalah istri pemilik toko ini.


"Assalamualaikum." Sapa Afifa sambil mengatupkan kedua telapak tangannya didepan dadanya seraya tersenyum.


"Waalaikum salam. Non...Silahkan masuk. Mau ketemu pak Fauzi?" tanya nya ramah


Afifa mengangguk, "Pak Fauzi ada di dalam ?"


"Ada Non...di ruangannya." mengarahkan jempolnya ke ruangan belakang yang terhalang dengan kaca tebal transparan ukuran besar.


Afifa mengangguk lalu berjalan menuju ruangan itu. pintunya terbuka lebar, namun Fauzi tidak melihat kedatangan istrinya karena sibuk dengan catatan keluar masuk barang yang menumpuk diatas meja kerja dihadapannya.


"Assalamualaikum." Suara salam Afifa membuat Suaminya mengangkat kepalanya.


"Waalaikum salam... Eh... sudah sampai dek." Fauzi bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Sudah Kak... baru saja." Afifa tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya yang begitu manis. Dia segera menghampiri suaminya, meraih tangannya lalu menciumnya. Kali ini Afifa tidak melepaskan genggamannya, dia memegang erat tangan suaminya, senyuman tetap merekah dibibirnya. "Kak Aji Nggak kangen Afifa?" tanya nya sambil bergelayut manja dilengan suaminya. Tingkahnya sungguh membuat Fauzi kaget dan heran, baru kali ini istrinya bertingkah manja padanya.


"Ah...haha...tentu saja..." Jawab Fauzi sambil tertawa yang dipaksakan.


"Kak Aji masih lama ya?" Tanya Afifa yang masih menggenggam tangan Suaminya.


Fauzi melirik jam tangan yang melingkar dilengannya. "Setengah jam lagi. Kamu pulang duluan aja. Nanti aku nyusul."


"Nggak ah... aku nunggu disini aja. Lagian dirumah juga sendiri." Jawab Afifa masih dengan nada manjanya.


"Nanti kamu bosan lho. Atau kamu nunggu diatas aja sama bi Yati. Kalau kerjaannya sudah selesai nanti aku naik."


Afifa berfikir sejenak, lalu mengangguk sambil tersenyum pada suaminya. lagipula Afifa sudah lama tidak bertemu dengan Bi Yati semenjak pergi KKN.


Afifa keluar dari ruangan Suaminya lalu menaiki tangga ke lantai 2. Afifa langsung masuk karena pintunya terbuka lebar.


"Assalamualaikum bi Yati..." Sapa Afifa mengelilingkan pandangannya di ruangan itu.


"Waalaikum Salam..." Jawab Bi Yati keluar dari kamar masih mengenakan mukenanya. "Ya Ampun Non... maaf Bibi lagi sholat. Ayo duduk Non..." Ajak Bi Yati menghampiri Afifa lalu meraih lengannya, memapahnya untuk duduk dikursi.


"Sudah tadi ke mesjid, bareng mang Ujang, Non Afifa apa kabar?"


"Baik bi... Bibi juga apa kabar?"


"Bibi juga baik. Non Afifa kapan datang?"


"Tadi pas Adzan Asyar bi."


"Bibi perhatiin Non Afifa makin cantik dech. Pasti Nak Aji kangen banget tuh sama Non..." Goda Bi Yati.


"Haha...Bibi bisa aja. Afifa juga kangen kok sama." Afifa berhenti sejenak. "O ya Bi, Afifa minta maaf ya selama Afifa pergi udah ngerepotin bibi beres-beres rumah juga nyiapin makan buat Kak Aji."

__ADS_1


" Bibi gak repot kok Non, Bibi senang bisa bantu Non, Non Afifa juga nggak usah hawatir Bibi selalu mengantar sarapan dan makan malam nya Nak Aji ke rumah, kalau makan siangnya kan disini."


"Makasih banyak ya bi." Afifa menggenggam tangan Bi Yati.


"Iya Non... sama-sama. Bibi juga sudah masak untuk makan malam Nak Aji sama Non Afifa sekalian. Jangan masak lagi, Nanti jangan lupa dibawa pulang ya."


"Iya Bi..." mereka berdua tersenyum.


Afifa melirik kamar pribadi suaminya, pintunya sedikit terbuka. "Boleh Afifa kesana Bi?" tanya Afifa menunjuk ke kamar itu.


"Tentu saja Non. masuk saja, sepertinya Nak Aji lupa menguncinya setelah menyimpan alat Sholat tadi. Bibi mau ke kamar dulu menyimpan mukena ya."


"Iya Bi."


Bi Yati pergi kekamarnya, sedangkan Afifa berjalan menuju kamar pribadi suaminya. Masih suasana yang sama seperti pertama kali ia memasuki ruangan itu. Foto itu masih tergeletak begitu saja diatas meja. Afifa mengambilnya. Ia perhatikan kembali wajah yang berada difoto itu. Cantik, dengan rambut tergerai sepinggang.


Apa mungkin ini kekasih lama kak Aji? Apa dia belum bisa melupakannya sehingga dia tidak bisa mencintaiku? Fikiran Afifa melayang, membayangkan kemungkinan buruk yang akan menimpa rumah tangganya. tapi dia berusaha menepisnya.


Tidak...aku adalah istrinya, aku akan terus berusaha agar suamiku mencintaiku. meskipun aku harus memulainya. Wajahnya kembali ceria, senyuman kecil terpancar dari wajahnya.


Diam-diam Afifa memasukan Foto itu kedalam saku gamisnya. Lalu dia keluar kamar setelah mendengar langkah kaki menaiki tangga.


Afifa tersenyum melihat suaminya naik ke atas. "Sudah selesai Kak?"


"Sudah. Ayo kita pulang." Ajak Fauzi.


Afifa mengangguk tak lepas dari senyumannya.


Bi Yati menghampiri mereka dengan membawa tumpukan rantang makanan yang tersusun rapi. "Non ini jangan lupa dibawa. untuk makan malam."


"Ah iya bi...terimakasih."

__ADS_1


"Sudah...jangan bilang terimakasih terus. Ayo cepatlah kalian pulang, istirahat, kalian pasti cape. kasian pengantin baru harus berpisah lama, haha..."


Ucapan Bi Yati sontak membuat semua orang tertawa.


__ADS_2