Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Reuni...


__ADS_3

Alarm alami yang tumbuh dalam jiwa Afifa telah memanggil, Afifa terbangun, matanya terbuka lalu ia sipitkan untuk memperjelas pandangannya pada jam dinding yang tergantung dikamarnya disinari remang-remang lampu malam, pukul 3.30.


Afifa mengucek matanya, pandangannya beralih pada sosok pria yang tertidur pulas disampingnya dengan posisi miring menghadap kearahnya. Afifa memutar tubuhnya yang telentang sehingga kini mereka saling berhadapan, Dia merasakan hangatnya hembusan nafas suaminya yang keluar masuk dengan teratur.


Cukup lama Afifa menatap wajah tampan suaminya yang polos tanpa beban, seakan menikmati indahnya pemandangan dihadapannya, Afifa tersenyum.


Aku mencintaimu Kak, jangan khawatir aku akan terus berusaha untuk menghilangkan bayangan kelam itu dari fikiranmu, dengan memberikan kasih sayang dan cintaku yang melimpah untukmu, hari ini aku bersyukur, kita telah melewati satu tahap kemajuan, bayangan itu tidak datang lagi saat kau menciumku.


Tak sadar tangan kiri Afifa menyentuh pipi suaminya, lalu mencium kening suaminya.


Fauzi menggeliat membuat Afifa menghentikan aksinya. matanya terbuka saat merasakan ada sentuhan lembut dikeningnya, "Sudah bangun sayang?" tanyanya dengan suara serak.


"Iya," Afifa tersenyum.


Pandangan merekapun bertemu dan saling melempar senyum. Fauzi mengecup kening istrinya dan memeluknya.


"Masih ada waktu sebelum subuh Kak," Ucap Afifa.


"Untuk apa?" tanya Fauzi.


"Untuk Tahajud"


"Oh iya hehe, kamu duluan kekamar mandi ya sayang, aku tunggu disini".


Afifa mengangguk, lalu bangkit dan mengambil handuk, diapun membersihkan dirinya dikamar mandi.


***


Seperti biasa pagi hari pukul 6.30 Afifa sudah membereskan semua pekerjaan rumahnya. dia berganti pakaian dengan seragam mengajarnya, setelan safari berwarna biru tua dengan rok model leter A, dipadukan dengan kerudung lebar berwarna senada. Hari ini dia harus bersiap dengan jadwal barunya, bertemu dengan anak-anak kelas 8 dan 9. sebelumnya Afifa hanya mengajar di kelas 7 saja.


Setelah sarapan Fauzi dan Afifa siap berangkat menuju tempat kerjanya masing-masing.


"Aku berangkat ya sayang" kata Fauzi sambil bangkit dari kursi makan.


"Iya," Jawab Afifa, dia berjalan mengikuti langkah suaminya menuju pintu depan. "Kayaknya ada yang terlupakan," ucap Afifa kemudian setelah hampir sampai dipintu.


"Apa?"


"Peraturan kedua," Afifa tersenyum


"O iya, hampir lupa," Fauzi tersenyum, sambil menyimpan tas leptopnya dikursi tamu, Tangannya meraih dagu Afifa dan mencium bibir ranum Afifa yang tersenyum, Afifa mulai berani membalas ciuman suaminya, tapi tak lama, dia belum cukup berpengalaman soal ini 😊.


Keduanya tersenyum.


"Sebentar sayang," kata Afifa kemudian, lalu mengambil tisyu basah dan mengusap bibir suaminya yang terkena lipstiknya, "Sudah," katanya.


"Kenapa dihapus?" goda Fauzi


"Ih...memangnya mau diliatin dan ditertawakan pegawai juga Bi yati di toko nanti?"


"Biarin aja, bukan bekas bibir orang lain ini, haha,"


"Ih dasar ya... sudah sana berangkat, sudah siang," Afifa mendorong tubuh Fauzi.


Fauzi hanya tergelak sambil berlalu meninggalkan istrinya yang masih berdiri didepan pintu menyaksikan kepergiannya sampai tak terlihat lagi.


Afifa kembali kedapur untuk membereskan piring bekas sarapan, lalu mengambil tas dan buku-bukunya dikamar, dan bergegas berangkat ke sekolah dengan motornya.


Begitulah keseharian mereka, Hari-hari mereka lalui dengan kemesraan, saling percaya, saling mengerti, dan saling memotivasi. Kebahagiaan selalu terpancar dari keduanya, bagaikan pasangan kekasih meskipun sampai saat ini mereka belum pernah berhubungan badan.


Pernah suatu malam Afifa mengajak suaminya tidur lebih awal, sebenarnya dia ingin mempraktekan apa yang sudah dibacanya dari situs google tentang cara-cara membangkitkan gairah suami.


Seperti biasa night kiss sudah dilakukan, saat suaminya sudah terbaring ditempat tidur, pandangan Afifa tertuju pada dada bidang suaminya dibalik piyama yang dikenakannya, satu kancing bajunya terbuka.


Afifa menghampiri suaminya dan tidur disampingnya menuju tempat ternyaman bagi dirinya, menyusup dibawah ketiak suaminya.


Mata Fauzi sudah terpejam, tapi tidak dengan Afifa, dia tidak tahan melihat dada suaminya yang terbuka dan ingin mempraktekan apa yang sudah dibacanya. Tangannya mulai bergerak, menyusuri dada bidang itu, perlahan membuka kancing kedua piyama suaminya, tangannya mulai turun dan turun kebawah...


dan "Hap" Fauzi memegang tangan Afifa dan menggenggamnya sambil berkata, "Lain kali saja ya sayang"


Afifa kaget, jantungnya berdegup kencang, dia langsung menghentikan aksinya, wajahnya memerah karena malu dengan tindakannya sendiri, nyalinya langsung menciut, namun Fauzi seperti mengerti dengan apa yang dirasakan istrinya, dia segera mencium kening istrinya dan memeluknya dengan erat. Afifa tidak berkata apapun, dia hanya terdiam mengatur detak jantungnya, sampai akhirnya dia merasakan kenyamanan dalam pelukan suaminya.


***


Tak terasa sabtu malam tiba, Afifa dan Fauzi sudah bersiap menuju acara reuni pesantren, mereka berangkat selepas sholat maghrib. Sekitar pukul 8 malam mereka tiba di pesantren, suasana sudah ramai diisi dengan hadroh dan solawatan oleh para santri yang masih mukim disana.

__ADS_1


Fauzi memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena ternyata parkiran pesantren sudah penuh dengan mobil alumni, acara diadakan di halaman pesantren yang sudah ditutup dengan tenda besar, hampir menutupi semua area halaman.


Keduanya turun dari mobil, tiba-tiba saja ada seseorang menyapa mereka.


"Assalamualaikum, Fauzi ya?" tanya seorang pria berpeci hitam lengkap dengan sarungnya, sepertinya dia barusaja pulang dari berjamaah isya di mesjid.


"Waalaikum salam, Eh kang khoer apakabar?" tanya Fauzi ramah saat mengenali sosok didepannya adalah teman masa mondoknya, Fauzi agak canggung terhadapnya karena teringat masa-masa mondoknya yang sering kena takjir olehnya karena kenakalannya. dulu kang khoeruman adalah petugas keamanan, usianya satu tahun diatas Fauzi.


Tiba-tiba saja pandangan ramah kang Khoer berubah saat melihat Afifa menghampiri Fauzi. "Kalian datang bersama?" tanyanya tanpa menghiraukan pertanyaan Fauzi yang menanyakan kabarnya, tampak tatapan kurang suka dimatanya.


"Iya kang, Afifa istri saya, kami sudah menikah 6 bulan yang lalu," Fauzi menjelaskan, Afifa tersenyum sambil berjalan menghampiri suaminya dan menganggukan kepala kepada orang dihadapannya, Afifa juga mengenalnya.


"Oh...kok bisa?" Katanya dengan nada tak percaya.


Fauzi tidak menjawab, dia hanya meraih tangan Afifa, Afifa memandang keduanya dengan heran.


Fauzi tau betul dengan perasaan orang yang ada dihadapannya, sejak dulu dia menaruh hati pada Afifa, namun begitulah Afifa dulu yang masih polos tidak pernah menyadari perasaan orang lain terhadapnya.


Terkadang Kang khoer sering menggunakan jabatannya sebagai petugas keamanan untuk leluasa menghukum Fauzi, karena dia juga tau Fauzi selalu mendekati Afifa dengan memberikan berbagai hadiah.


"Kami permisi dulu kang, Assalamualaikum," kata Fauzi sambil menarik lengan istrinya pergi dari hadapan khoeruman yang masih bengong ditempatnya.


"Waalaikum salam," jawab khoeruman setelah keduanya pergi, dia terus berfikir, bagaimana bisa seorang mantan pecandu narkoba seperti Fauzi menikah dengan seorang gadis polos, cantik dn cerdas seperti Afifa yang dikaguminya.


Afifa merasa heran dengan sikap suaminya, "Tunggu Kak...! itu kan Kang khoer, aku belum menyapanya," Ucap Afifa sambil menengok ke belakang.


"Sudah gak usah!"


"Tapi kenapa?"


"Nanti dia naksir lagi" Jawab Fauzi tanpa menghentikan langkahnya


"Apa?" Afifa semakin heran. Tapi kini mereka telah sampai ke tempat acara. Afifa dan Fauzi berjalan menuju halaman pesantren, keduanya berpisah disana menuju tempat khusus alumni Ikhwan dan Akhwat yang di sekat dengan tirai memanjang dari depan ke belakang. Alunan solawat terus terdengar membuat Afifa teringat kembali dengan kenangan masa mondoknya yang indah dan merindukan kembali masa-masa itu.


Afifa langsung bergabung dengan sesama akhwat.


"Afifa....!" Teriak seseorang yang berlari menuju kearahnya sambil membentangkan kedua tangannya.


Afifa menoleh ke sumber suara yang sangat dikenalnya dan sangat dirindukannya. "Mega...!" teriak Afifa.


Mereka berdua berpelukan meluapkan rasa rindunya pada sahabat yang sudah sangat lama tidak berjumpa. "Apa kabar kamu Fa? Aku kangen banget, kok kamu gak pernah dateng kesini si?" tanya Mega.


"Aku juga baik, eh duduk disana yuk!" ajak mega menunjuk ke kursi di pinggir tenda dekat dengan pelataran mesjid.


"Ayo" Keduanya berjalan bergandengan


"Kamu jahat Fa" Ucap Mega lagi setelah mereka duduk.


"Kok Jahat?"


"iya jahat, gak pernah kasih kabar, gak pernah main kerumah, ke acara reuni juga jarang". Mega cemberut.


"Maaf...rumahku kan jauh, gak ada yang anterin juga". jawab Afifa


"Terus sekarang dianter siapa?"


"Suamiku" jawab Afifa pendek.


"Jadi kamu sudah nikah Fa?" Afifa mengangguk. "Ngomomg-ngomong mana suamimu?"


"Di barisan ikhwan, dia alumni juga".


"Hah...? yang bener? memangnya kamu nikah sama siapa?" tanya Mega penasaran.


"Kak Aji". Jawab Afifa pendek.


Mega mengerutkan keningnya, "Maksud kamu Kak Aji itu Kak Fauzi?"


Afifa tersenyum sambil mengangguk.


"Whaaaat??? Kamu gak becanda kan Fa?"


"Enggak. Aku serius Meg..., 6 bulan yang lalu kami menikah, Kak Aji datang kerumahku, dan ternyata kami terikat sodara oleh tanteuku dan pamannya Kak Aji,"


"Ck...ck...ck...kalo jodoh, memang gak bakalan kemana ya hahaha..."

__ADS_1


Mereka berdua tertawa. Afifa merasa begitu gembira malam ini bisa berkumpul bersama teman-temannya.


Acara haol mama sepuh dimulai, semua tamu undangan dan para alumni mengikutinya dengan khidmat. dilanjutkan dengan acara inti yaitu temu kangen alumni ponpes Al Huda.


Acara demi acara terus berjalan dan akhirnya sampai pada pesan dari Apa Kiyai, banyak sekali wejangan yang beliau sampaikan, Ada satu kalimat yang sangat menyentuh hati Fauzi dan Afifa, beliau mengatakan "Dimanapun dan Apapun profesi kalian, jadilah kalian sebagai ustadnya" ( Maksudnya, dimanapun dan apapun pekerjaan kita, kita harus menjadi contoh dan memiliki pengaruh untuk mengajak orang lain kepada kebaikan)


Selesai Acara Fauzi mengajak Afifa untuk berkeliling ke rumah Apa Kiyai dan adik-adik beliau untuk bersilaturahmi dan memberikan cinderamata kepada mereka.


Mereka berdua berjalan diantara kerumunan para alumni yang berangsur pulang.


"Assalamualaikum" sapa Fauzi saat masuk ke rumah Apa kiyai yang memang pintunya sudah terbuka.


"Waalaikum salam warohmatulloh," Jawab Apa Kiyai dan Ceuceu (Istri Apa Kiyai), "MasyaAlloh Fauzi, mari masuk Nak!" Panggil Apa Kiyai.


"Iya, terimakasih Apa, maaf mengganggu waktunya".


"Ah tidak, Apa sedang santai saja sama Ceuceu, Ayo masuklah".


Fauzi mengangguk lalu masuk diikuti Afifa. mereka segera meraih tangan Apa Kiyai dan Ceuceu lalu mencium tangan keduanya.


"Sebentar!" Ucap Apa pelan sambil memperhatikan sosok wanita dibelakang Fauzi, "Apa ini Afifa?" tanyanya agak ragu.


"Betul Apa Kiyai, ini Afifa". Jawab Fauzi, Afifa hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Apa kiyai, lalu duduk disamping Ceuceu.


"Afifa sekarang cantik sekali," Ucap Ceuceu memandang kagum wajah Afifa.


"Terimakasih Ceuceu," Ucap Afifa tersipu.


"Apa kalian datang bersama?" tanya Pa Kiyai.


"Betul Apa Kiyai, sebenarnya saya dan Afifa sudah menikah". Jawab Fauzi.


"MasyaAlloh...ternyata Alloh telah menyatukan kalian. Alhamdulillah... Apa turut bahagia untuk kalian, Umi...ambilkan minum untuk mereka!" Kata Apa Kiyai kepada istrinya.


"Baik Apa, sebentar ya Afifa.


"Terima kasih Apa". Jawab Fauzi, Afifa hanya tersenyum, tertunduk khidmat tak berani memandang wajah Apa kiyai dihadapannya.


"Sejak kapan kalian menikah?" tanya Apa Kiyai


"Sudah 6 bulan Apa, mohon maaf dulu saya tidak bertemu Apa terlebih dahulu, waktu saya kemari, Apa sedang ada acara di Cianjur".


"Oooo... iya betul, waktu itu Apa menghadiri acara pertemuan MUI seJawa Barat," Ucapnya, "Jadi... apa sudah ada tanda-tanda Apa mau punya cucu nih?" Tanya nya kemudian sambil tersenyum memandang Afifa.


Afifa dan Fauzi langsung pias mendengar pertanyaan Apa Kiyai. Mereka saling memandang, tapi Afifa lebih bisa mengontrol emosinya dibanding Fauzi. Melihat Fauzi yang hanya diam, Afifa pun menjawab. "Belum Apa, Mungkin Alloh belum memberi kepercayaan itu kepada kami," Afifa menatap Fauzi yang masih terdiam.


Apa kiyai menatap tajam wajah kedua muridnya, memperhatikan ekspresi keduanya yang tiba-tiba berubah. Ceuceu meletakan minuman dihadapan mereka.


"Zi...apa boleh Apa bicara sebentar denganmu?" Tanya Apa Kiyai kepada Fauzi.


"O iya baik Apa..." Jawab Fauzi, menoleh pada istrinya, Afifa mengangguk.


"Ikuti Apa!" Apa Kiyai berdiri dan berjalan menuju kamar pribadinya diikuti Fauzi.


Sepeninggal mereka Afifa ngobrol banyak dengan Ceuceu tentang pesantren, Afifa mendengarkan semua cerita Ceuceu meski sebenarnya dia cemas memikirkan suaminya.


Cukup lama Afifa menunggu, akhirnya Apa Kiyai datang diikuti Fauzi, Afifa menatap wajah suaminya, matanya merah dan basah seperti habis menangis, tapi Afifa tak berani bertanya.


Apa kiyai duduk kembali ditempat semula, lalu berkata, "Cobaan dalam berumahtangga itu bermacam-macam, hadapilah semuanya dengan bijak dan sabar, terus berusaha untuk keluar dari masalah itu, tanpa melenceng dari tuntunan Agama Alloh, tetap berdo'a serahkan semua kepada sang Kholik pemilik setiap masalah, jangan khawatir karena Alloh menciptakan masalah beserta solusinya".


Kata-kata itu begitu sejuk terdengar ditelinga Fauzi dan Afifa. seperti hembusan anging yang mampu menyingkap debu jalanan yang menutupi setiap langkah perjalanan rumah tangganya.


Malam sudah larut, Fauzi dan Afifa berpamitan, Merekapun pulang diiringi do'a dan restu dari Apa Kiyai.


*****


Bersambung...😊❤...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamualaikum readers... Mohon maap kemarin 2 hari gak Up... padahal sudah nulis dari dua hari yang lalu, tapi belum sempat dirapikan...karena tersendat dengan urusan Dunyat....


Semoga Up hari ini bisa mengobati kangennya kalian sama pacaran halalnya Fauzi-Afifa ya...meski belum ada sweat-sweatnya lagi...😊


Tunggu di part selanjutnya ya

__ADS_1


Love you All... ❤❤❤❤❤❤❤❤❤😙😙😙😙


By: Rahma khusnul 😊


__ADS_2