Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa
Biar aku yang memulainya.


__ADS_3

Pagi hari Afifa menyiapkan sarapan dan beres-beres seperti biasanya. Hari ini Afifa harus kembali ke tempat KKN, Sofi menelpon bahwa hari ini ada kegiatan di kantor desa untuk persiapan perpisahan KKN. satu minggu lagi KKNnya selesai.


Setelah mereka sarapan, Fauzi mengantar Afifa.


Tiba ditempat KKN Afifa berpamitan pada suaminya, tak lupa ia mencium tangan suaminya dan dibalas dengan satu kecupan dikeningnya.


Lain dari hari biasanya, kepergiannya kali ini ke lokasi KKN dijalaninya dengan penuh semangat. keceriaan selalu terpancar diwajahnya. Meski rasa rindu terhadap suaminya terus ia rasakan. Dua kali dalam sehari Afifa selalu berbicara lewat telphon dengan suaminya, Setiap pagi dan malam sudah menjadi rutinitas baginya, hanya sekedar bertanya kabar, sudah sarapan atau belum, sudah mandi atau belum dan banyak lagi hal-hal yang kurang penting ditanyakannya. Itu sudah cukup bagi Afifa untuk sekedar mengobati kerinduannya. meski selalu Afifa yang memulainya, ya... tak apa, itu adalah bagian dari usahanya untuk membuat rumahtangganya lebih baik, Fikirnya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, diakhiri dengan acara perpisahan mahasiswa dengan penduduk setempat juga dengan teman-teman satu kelompok. Drama tangis-tangisanpun berlangsung. Setelah pamitan dan memberi kenang-kenangan untuk semuanya Afifa dan teman-temannya siap untuk pulang. Tak lama mobil Fauzi datang menjemput Afifa yang memang sudah diberitahu tentang kepulangan istrinya.


Afifa segera menghampiri suaminya setengah berlari kegirangan, wajahnya begitu ceria tak dapat menyembunyikan kerinduannya. Afifa ingin sekali memeluk suaminya seandainya ia tidak ingat teman-temannya sedang berkumpul disana dengan tujuan yang sama menunggu jemputan keluarga masing-masing.


Afifa meraih tangan suaminya, lalu menciumnya. wajahnya tersenyum kearah suaminya.

__ADS_1


"Sudah beres semuanya sayang?" Tanya Fauzi, pandangannya mengarah kedalam rumah yang pintunya terbuka lebar.


"Sudah Kak." Afifa kembali dengan panggilan itu jika dihadapan orang lain.


"Ya Sudah, ayo kita pamit dulu pada teman-temanmu dan yang punya rumah." Ajak Fauzi. dia faham sekali dengan tatakrama yang harus dijalani sesudah KKN.


Afifa mengangguk, lalu berbalik ke arah teman-temannya yang sejak tadi memperhatikan dia dan suaminya sambil senyum-senyum dan berbisik-bisik.


"Afifa...kami juga..." teman-teman perempuan Afifa saling berpelukan, sedang teman-teman prianya hanya senyum-senyum menyaksikan drama perpisahan mengharukan yang ada dihadapannya. meskipun sebenarnya, mereka tidak akan lama berpisah. ya...satu minggu lagi mereka kan harus masuk kuliah lagi semester akhir haha...


"Terima kasih semuanya sudah menjadi teman baik untuk Afifa..." Ucap Fauzi ramah sekaligus menghentikan drama mengharukan itu.


Semuanya menoleh ke arah Fauzi yang sedang tersenyum menampakan ketampanan dan wibawanya, membuatnya terlihat sangat keren dimata para mahasiswi. sebagian dari mereka terus memandangnya karena terpesona dengan penampilannya. Beruntung sekalikamu Fa... dapat suami keren dan perhatian seperti ini... Begitu kira-kira yang diFikirkan teman-teman wanita Afifa.

__ADS_1


"Ah... iya Kak sama-sama." jawab teman-teman Afifa hampir bersamaan.


"Aku ke tempat Pak Iwan dulu ya." Afifa pamit menemui pemilik rumah.


"Iya."


Afifa berjalan ke samping rumah diikuti suaminya.


Setelah selesai pamit dan bersalaman sana sini Afifa menghampiri pintu mobil yang sudah dibukakan suaminya. Fauzi memutari mobilnya lalu duduk di belakang kemudi. Afifa melambaikan tangannya pada teman-temannya. Mobil itupun melaju meninggalkan rumah itu.


Selama perjalanan Afifa banyak bicara, menceritakan semua kejadian di tempat KKN nya, sedangkan Fauzi hanya mendengarkan dan sesekali mengangguk angguk. Tak ada antusias dari suaminya, rupanya cukup membuat Afifa bosan bercerita, diapun terdiam tanpa suara, dan rasa kantukpun datang sampai ahirnya dia benar-benar terlelap bersandar pada tempat duduknya.


Fauzi hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang terlelap.

__ADS_1


__ADS_2