Selingkuh Yang Indah

Selingkuh Yang Indah
Serangan Kedua


__ADS_3

Kejadian menegangkan tadi pagi ternyata berlanjut hingga siang ini. El menugaskan beberapa orangnya untuk berjaga di depan pintu. Karena bosan, aku mulai menggerakkan jemariku berselancar di dunia maya yang pada jaman ini malah isinya mengarah ke gosipable, pamerable, dan negatifable lainnya.


Namun, ada suatu hal yang tiba-tiba berhasil mengusik ilmu ke-kepo-an-ku, yaitu organisasi Gold Dragon, Silver Dragon, dan Silver Moon. Organisasi apa itu? Karena tingginya rasa penasaranku, aku meminta bantuan Bu Google untuk membantuku menemukan petunjuk.


Alangkah terkejutnya aku saat mengetahui fakta baru tentang organisasi Dragon ini. Ternyata, asal-usul dua organisasi ini berasal dari pertumpahan darah antar saudara--Ali Suprapto dan Budi Suprapto. Tapi di keterangan itu tanpa nama, ya? Organisasi Gold Dragon ini lebih ke mafia-mafia gitu. Kata Bu Google, sih, perdagangan obat dan barang ilegal. Lebih parahnya lagi, ternyata menjual wanita juga. Anggotanya berasal dari para tunawisma dan ada pula yang merelakan diri untuk mengabdi kepada sang Pemimpin. Pantas pemimpinnya mesumable, ya? Isi otak dan organisasi gelapnya aja wanita doang.


Sedangkan Silver Dragon, organisasi ini bergerak di bidang pembunuh bayaran dan juga peretas data perusahaan internasional. Dan tentunya tersembunyi. Yang aku baca, dalam jangka waktu satu hari organisasi ini dapat menghasilkan 10-20 milyar rupiah.


Mirisnya, organisasi hitam ini tak dapat tersentuh aparat negara. Entah karena suap yang terlalu tinggi atau ada alasan lain, aku tak tahu. Hanya saja, anggota akan ditindak pidana jika sampai ketahuan menyentuh rakyat yang tak tahu apa-apa.


Menariknya, para anggota dan pemimpin masing-masing tersembunyi dan rahasia. Sehingga, orang-orang tak ada yang tahu siapa dan seperti apa mereka.

__ADS_1


Yang aku pertanyakan, dua organisasi ini, kan, bergerak dalam hal kesesatan. Lalu, bagaimana dengan Silver Moon? Aku harus merogoh lebih dalam tentang organisasi milik El Barrack.


Saat sedang fokus-fokusnya, tiba-tiba aku mendengar suara tembakan dari luar. Aku segera mematikan ponselku, lalu mengunci pintu. Kebetulan, El sedang keluar katanya mau beli air putih. Tapi sampai sekarang belum juga kembali. Aku curiga, dia pasti sedang melancarkan aksinya.


Kembali ke suasana menegangkan di rumah sakit. Aku mengunci pintu kamar lalu, sesuai pesan El aku menekan tombol tepat di atas pintu. Ternyata, itu tombol untuk merubah pintu yang tadinya hanya dari kayu biasa menjadi pintu anti peluru. Dari bawah pintu, sebuah baja berukuran sama dengan pintu awal meluncur pelan ke atas menyamai tinggi pintu.


Bukan cuma pintu, ternyata semua dinding hingga kaca dilapisi baja anti peluru. Aku baru paham, jadi ini maksud El membawaku ke rumah sakit keluarganya? Tapi, apa hanya kamar ini yang berlapiskan baja anti peluru?


Merasa aman, aku meraih kembali gawai baru milikku yang baru kemarin El beli. Aku mencari nama El di ikon kontak, lalu aku menekan tombol panggil. Hanya dua kali tut, panggilan terhubung.


"Kamu di mana, Kak?" tanyaku cemas. Aku juga mendengar suara bising dari sana.

__ADS_1


"Aku masih di luar, Ca. Kamu di kamar aja, ya? Kunci pintunya, tekan tombolnya. Jangan matikan ponsel, karena ponsel kamu terhubung dengan ponselku. Jadi, aku bisa tahu apa yang kamu lakukan di sana."


"Apa kamu baik-baik saja, Kak?" demi Tuhan, aku sangat mencemaskannya.


"Aku akan baik-baik saja kalau kamu menuruti perintahku, Ca."


"Baik, aku mengerti. Jaga diri baik-baik. Aku menunggumu di sini, Kak." ada bulir bening jatuh ke pipiku. Ya, dalam keadaan ini aku sangat takut kehilangan sosok El Barrack. Dia yang selalu melindungiku dan menjadi penolongku.


"Jangan menangis, Ca. Ini cuma perkelahian antar anggota, kok. Aku lagi sembunyi di ruang bawah tanah rumah sakit ini. Biarlah Ali tahunya Silver Dragon yang menyembunyikanmu. Nanti saatnya tiba, aku akan meruntuhkan kerajaannya."


"Tapi kenapa bising sekali di sana, Kak?"

__ADS_1


"Anggotaku lagi latihan menembak, Ca. Jangan mikir macam-macam. Sebentar lagi aku ke sana."


"Baik, Kak."


__ADS_2