
Kini, El Barrack dan Seika tengah berada di sebuah kedai es krim yang berada tepat di seberang jalan lokasi danau. Mereka tampak saling bersenda gurau dalam balutan kemesraan.
"Ca, apakah hari ini kamu bahagia?" Tanya El, sambil menyuapkan es krim ke mulut Seika. Seika mengangguk dan tersenyum lebar.
"Lalu, apa kamu menyukai rasa es krim ini?" Tanya El lagi.
"Suka, Kak. Lembut dan manis, ada asemnya sedikit," ucap Seika gembira.
"Ternyata, membuatmu bahagia sangatlah sederhana," batin El Barrack.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Kak? Apa kau tak bahagia?" Seika menyentuh lembut pipi El Barrack dan menatap netra hitam pekat itu dengan lekat.
El seolah tersihir oleh tatapan sendu Seika, mata yang indah serta tersirat ketulusan di dalamnya, sangat mempesona. Tatapan penuh cinta dari keduanya, mampu membuat orang-orang di kedai tersebut merasa iri.
"Pasangan yang sangat serasi."
"Kita belum pernah bertatapan seperti itu."
"Aku mau menjadi pengganti perempuannya."
Begitu kira-kira kasak-kusuk dari para pengunjung kedai tersebut. Namun, El dan Seika mengabaikannya dan menganggap dunia hanya milik mereka berdua.
"Aku pastikan, minggu ini kamu akan segera bebas dari ikatan pernikahan konyol itu. Dan statusku sebagai selingkuhan atau simpanan, musnah sudah," kata El, sambil menyelipkan anak rambut Seika ke belakang telinga.
__ADS_1
"Aku juga menanti hari itu tiba, Kak. Aku lelah menyandang status istri tanpa suami." El tergelak kencang mendengar pernyataan Seika. "Ada yang lucu?" Tanya Seika heran.
"Gelarmu sangat istimewa, Sayang," goda El Barrack.
"Ihhhh, jadi Kakak suka aku berstatus seperti ini? Kakak seneng aku kalau aku ini seorang istri yang hobi selingkuh?" Gerutu Seika. El Barrack tersenyum lembut, lalu mengecup puncak hidung Seika. Seika merona malu, pipinya memerah. "Malu dilihat orang, Kak," katanya.
"Aku nggak bilang suka menjadi selingkuhan atau simpanan seperti kamu bilang tadi. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Tapi kamu harus ingat, semua itu butuh proses. Aku sekarang sedang dalam tahap perjuangan. Kamu mengerti?" Tanya El Barrack pelan, penuh perasaan.
"Iya, Kak, maafkan aku," ucap Seika, sambil menundukkan wajahnya.
"Jangan minta maaf hanya karena hal sepele seperti itu, Sayang. Minta maaflah ketika kamu lupa memberiku morning kiss dan pelukan hangat sebelum tidur, hem?" Seika kembali tersipu malu. Selanjutnya, dia baru teringat sesuatu.
"Kak, boleh aku jenguk Nina? Sudah lama aku tak melihat anak itu," kata Seika, dengan mata berbinar.
"Baiklah, Kak, aku paham." Terpaksa Seika menelan pil kekecewaan. Rindunya terhadap bocah kecil itu sungguh membuncah, tapi apalah dia yang hanya bisa berdiri dengan tongkat El Barrack.
Akhirnya, setelah mereka puas mencoba berbagai macam es krim dan dessert di kedai tersebut, pasangan yang tengah dimabuk asmara itu memutuskan untuk menuju pusat perbelanjaan.
Padahal, El sangat anti dengan tempat tersebut. Selain karena sulit menemukan pintu keluar, El juga tak begitu suka dengan keramaian.
"Belilah apa yang kamu inginkan!" El Barrack melepaskan genggaman tangannya dan mendorong lembut bahu Seika, yang tengah terpaku oleh bandana berlampu warna-warni.
"Jangan bilang, kau--"
__ADS_1
"Kak, aku mau ini!" Seru Seika, sambil berjingkrak kegirangan, menatap bandana berbentuk telinga kelinci dengan lampu kerlap-kerlip penuh kekaguman. Norak, tapi itulah Seika Annahita. Si bocah kampung yang bahkan di usia 21 tahun baru kali ini dia masuk ke mall besar.
"Ca, beli apapun yang kamu suka. Tapi jangan bandana norak ini," decak El kesal.
Mendengar itu, sinar di kedua mata Seika seolah meredup. Kecewa ...
"O-oke. Mbak, tolong, bungkus bandana ini, ini, ini, dan ini!" Titah El Barrack tegas.
"Baik, Tuan," sahut si penjaga toko ramah.
Seika hanya mampu diam terpaku, mulutnya terbuka lebar membentuk huruf o, matanya tak berkedip menatap El Barrack yang berwajah resah.
"Kak, aku cuma mau telinga kelinci ini saja kok," kata Seika lirih.
"Tidak. Aku belikan semua bentuk bandana yang berlampu," elak El Barrack tegas.
"Tapi aku tertarik sama diskonnya, Kak."
Sontak mata El Barrack melotot tajam, lalu melirik ke besi penyangga pernak-pernik yang terdapat papan kertas bertuliskan "Diskon 70%, only Bandana Kelinci". Reflek, El Barrack menepuk dahinya. Merasa aneh dengan tingkah konyol Seika Annahita.
Halo, Hai ...
Dah lah, aku menggabut sekali bestiee
__ADS_1