Selingkuh Yang Indah

Selingkuh Yang Indah
Morning Kiss


__ADS_3

Kedatangan Yunita beberapa hari yang lalu, rupanya membuat kepercayaan diri Seika menyusut. Perempuan malang itu sering menghindari bersitatap dengan kekasihnya. Tak ayal, jika El Barrack dirundung resah dan gelisah. Apalagi, El disibukkan oleh para customer EyeClear dan beberapa klien yang memberi penawaran kerja sama.


Dan pernah terlintas dalam benak El Barrack untuk menyerah dan mengembalikan Seika ke kampungnya. Tapi El sadar, Seika mengalami penderitaan yang teramat ini karena ulah Kakek Pamannya.


Hingga pagi ini, Seika urung untuk beranjak dari ranjangnya. Meskipun El sudah membangunkannya beberapa kali, Seika tak berniat membuka matanya sama sekali.


"Ca, bangun, Sayang. Kita sarapan dulu," ucap El, yang sudah memakai pakaian rapi.


Seika bergeming.


"Sayang, ini sudah siang. Aku juga harus berangkat kerja," ucap El, masih berusaha sabar. Tapi Seika masih tetap dengan pendiriannya untuk tak merespon suara El Barrack. El berdecak, kesabarannya hanya sampai sebesar lautan, tak seluas alam semesta. Akhirnya, El memutuskan untuk undur diri. Namun, seketika tangan Seika mencekal pergelangan tangan El Barrack dengan erat. "Mau ke mana?" rengek Seika manja.


Mendapat hal se-menggemaskan itu, El tak tahan untuk tak berbalik badan. Perlahan El membalikkan badan, lalu mengecup punggung tangan Seika. "Selamat malam, Tuan Putri," sapa El lembut. Sontak Seika tertawa seraya mencubit gemas pipi El Barrack.


"Ini pagi, Kakak," ucap Seika diiringi tawanya yang mengundang senyum manis di bibir El Barrack.

__ADS_1


"Mataku gelap, segelap hatiku yang merana karena calon istriku mengabaikan aku selama tiga tahun," kata El sendu, tapi wajahnya dibuat sesedih mungkin.


"Tiga hari, Kak. Kamu lebay," sungut Seika sebal. Lalu, tangannya terulur mengusap pipi El yang dingin. "Maaf ..." lirihnya sendu.


El tersenyum lembut, lalu beralih jongkok di samping ranjang Seika. "Maaf untuk apa? Kamu tak pernah berbuat salah denganku. Aku yang salah karena gagal menjagamu." El mengusap lembut bibir merah muda Seika, lalu dipindahkannya jari yang bekas bibir Seika ke bibirnya. "Manis," katanya.


Sontak pipi Seika memerah seperti kepiting rebus. "Kakak, mesum sekali!" seru Seika. Kedua tangannya menutupi wajahnya yang merah karena malu dan salah tingkah.


"Kamu tau, selama kamu mendiamkan aku, aku menghabiskan waktuku untuk menonton serial Doraemon," ucap El Barrack serius. Seika tercengang, bagaimana bisa sosok El Barrack yang terlihat gagah dan cool sudi menonton Doraemon?


"Kakak bercanda," kekeh Seika.


"Tapi dengan kamu menonton Doraemon karena aku, itu sudah termasuk dalam kategori konyol, loh, Kak," ucap Seika menahan tawa.


"Tapi bagiku itu belum sekonyol Nobita. Apa kamu sudi menjadi istriku, meskipun aku tak seperti Nobita?" Tawa Seika semakin pecah hingga matanya mengalir cairan bening.

__ADS_1


"Kak, aku mencintaimu meskipun kamu tak sebodoh Nobita, tak secerewet Tsuneo, dan tak segendut Giant. Bagiku, kamu yang seperti ini sudah cukup. Selama kamu bersamaku, aku akan tetap bersamamu." Seika mengecup puncak hidung mancung El Barrack. El Barrack mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan pipinya yang tiba-tiba memanas.


"Cieee, ada yang salah tingkah nih," seloroh Seika, dan seketika mereka berdua tertawa bersama dalam balutan kebahagiaan tiada tara.


Tawa meredup, keduanya saling tatap dalam diam. Hingga suara kemrucuk berhasil mengalihkan atensi Seika. "Kamu lapar?" tanya Seika kepada El yang sedang menepuk jidatnya.


"Iya." El mengangguk malu. Lagi, Seika tertawa sembari memegangi perutnya yang kaku karena terlalu lama tertawa.


"Kalau gitu, ayo makan!" seru Seika. Tangannya ia rentangkan seolah kode minta digendong. Dan benar saja, El yang peka langsung mengangkat tubuh Seika untuk dibawa ke kamar mandi.


"Kok ke sini?" tanya Seika bingung.


"Kamu cuci muka dan gosok gigi dulu. Baunya sampai ke negara tetangga tau," ledek El. Kedua mata Seika melotot tajam, bibirnya tersungging ke atas, rencana licik terlintas di kepalanya. Tanpa aba-aba, Seika mendaratkan bibirnya ke bibir El Barrack. Keduanya saling diam, apalagi Seika baru sadar apa yang ia lakukan adalah perbuatan yang sangat memalukan dan tak ada dalam kamus wanitawi, gadiswi, dan perempuanwi.


Hosh!

__ADS_1


Demi mencairkan suasana dan menyembunyikan rasa malunya, Seika menyembur bibir El dengan nafasnya. Bukannya marah atau jijik, El justru menarik pinggang Seika lalu dilum*tnya bibir Seika dengan penuh perasaan.


Seika terdiam kaku, matanya tak berkedip, merasakan sesuatu yang aneh menjalar di tubuhnya. El memperlakukan Seika dengan begitu lembut. Sehingga, Seika terlena dan hanyut dalam lautan asmara.


__ADS_2