Selingkuh Yang Indah

Selingkuh Yang Indah
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

"Papa?" El Barrack melambatkan langkahnya dan menghampiri Orland yang masih setia berdiri di tempatnya.


"Ya! Ini aku," jawab Orland dingin. "Sudah berapa kali aku katakan padamu, jangan berhubungan lagi dengan anak pembunuh itu, El Barrack!" teriak Orland, sambil membalikkan badannya dan mataya menatap tajam Seika yang bersembunyi di balik punggung lebar El Barrack.


"Meskipun dia anak dari seorang pembunuh, apa yang dapat Papa lakukan untuk mencegah jalannya hati manusia? Papa bukan Tuhan!" jawab El Barrack tak kalah dengan nada tinggi.


"Tapi ayahnya telah membunuh istriku," ucap Orland penuh penekanan.


"Istri simpanan maksud Papa?" El Barrack terkekeh, lalu tangannya menggenggam tangan Seika yang berkeringat dingin dan diremasnya dengan lembut.


"Kau--"


"Jika kedatangan Papa di sini hanya ingin merusak kebahagiaan aku, maka dengan tanpa mengurangi rasa hormat, pintuku masih ada di sana," kata El Barrack, matanya melirik pintu yang masih terbuka lebar.


Orland tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata "tanpa kau usirpun, aku pasti pergi. Aku terlalu muak melihat gadis murah itu."


Di sini Seika mulai tak tahan dengan sikap Ayah dari kekasihnya. Matanya terasa perih dan lahar hangat mulai mendesak di pelupuk mata. Ya ... akhirnya mata yang indah itu berhasil menumpahkan air mata yang sedari tadi menghalangi pandangan mata.


"Are you okay?" El Barrack menangkup kedua pipi Seika dan mengusap air mata yang membasahi pipi mulus kekasihnya.

__ADS_1


Seika mengangguk lemah lalu dia berkata, "aku baik-baik saja."


El Barrack mengecup kedua mata Seika lalu dipeluknya penuh kasih.


"Maafkan Papaku, aku pastikan ini hanya sementara saja. Aku akan mengurus hal ini segera. Ku mohon bertahanlah untuk yang terakhir kalinya." El Barrack memeluk Seika erat, sungguh dia mencintai gadis desa yang ada dalam pelukannya saat ini.


**


Saat ini, Seika tengah berada dalam kamarnya. Merebahkan tubuhnya yang lelah meski otak dan hatinya resah. Seika masih terngiang-ngiang oleh perkataan Orland tadi.


"Anak pembunuh? Cocok sekali untukku," gumam Seika lirih, matanya kembali merembes, berkaca, menghalangi pandangan mata.


"Sayang, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya El Barrack lirih, sambil meletakkan nampan berisi coklat hangat dan buah naga kesukaan Seika.


"Kak, aku memang tak pantas bersanding denganmu. Kembalikan aku di kampung saja, Kak." Seika berkata dengan pandangan kosong menatap jendela.


"Hei, apa yang kau katakan? Kamu adalah kekasihku. Jangan pernah berfikir aku akan dengan mudah meninggalkanmu setelah apa yang kita lalui. Kamu adalah penyemangatku, kamu matahariku. Aku akan memperjuangkan cinta kita, sekalipun bumi menentang," ucap El Barrack tegas.


"Tapi Tuan Orland menentang keras hubungan kita, Kak. Ayahku telah membunuh--"

__ADS_1


"Stop, Ca! Yang ayah kamu bunuh adalah simpanan Papa, perebut kebahagiaan mama, perusak rumah tangga orang, pelakor, Patrick, Spongebob, Plankton, Dekisugi, Nobita, dan Sizuka." El Barrack berkata tanpa tersenyum sedikitpun. Sontak hal itu membuat Seika tertawa lebar.


"Kamu kok malah ngelawak? Keliatan banget nggak bisa move on dari masa lalu," ejek Seika.


Barulah El Barrack tersenyum dan mulai menciumi pipi Seika gemas.


"Jangan pernah berpikir meninggalkanku. Jika kamu pergi, maka aku akan menculikmu dan akan aku jadikan kamu makan malamku," ancam El Barrack, sembari mencubit hidung Seika.


"Kok horor, sih, Kak," rengek Seika.


Drrrtt! Drrttt!


Ponsel Seika bergetar, El pun dengan sigap mengambil ponsel tersebut dan menyerahkan ponsel itu kepada seika. Seika membuka layar ponsel, lal membaca isi pesan chat.


Tiba-tiba kedua mata Seika membulat, wajah Seika pucat pasi, tenaganya hilang seketika hingga ponsel dalam genggamannya terjatuh, dan langsung ditangkap oleh El Barrack. El pun turut membaca isi pesan chat. Dia tk kalah terkejut, matanya melirik Seika yang tak berkutik bahkan untuk berkedip saja tak mampu.


"Sayang," lirih El Barrack. Dan ...


"Ayah!!" teriak Seika.

__ADS_1


__ADS_2