SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
MENANGIS


__ADS_3

Sasa telah sampai di rumah sakit tempat Fang Lee di rawat , kebetulan rumah sakit ini bekerja sama dengan Fang Lee ,dengan terburu-buru Sasa menanyakan ruangan Fang Lee kepada perawat karena dia sudah melihat di ruang UGD tidak ada disana setelah mendapat jawaban dari kamar yang di tempati Fang Lee dia berlari sambil berdoa tidak terjadi hal buruk dengan Fang Lee .Sasa menangis dan menghapus air matanya yang memenuhi mata.


Sesampainya di depan kamar Fang Lee ,Sasa terdiam melihat Fang Lee yang masih menutup mata dan ada perban yang membungkus tangannya . Lalu Sasa membuka pintu dengan sedikit kasar dan berlari menuju samping kasur tempat Fang Lee berbaring .


Disana ada dokter dan perawat yang memasang infus Fang lee.


"Dok bagaimana keadaan nya ? "sasa bertanya pada dokter dengan suara yang serak.


" Tuan Fang Lee mengalami benturan di kepalanya . Mungkin saat bangun dia mengalami amnesia ringan " jelas dokter.


"Apa itu parah ? " tanya Sasa sekali lagi pada dokter


"Kita lihat nanti ,jika tuan Fang lee dapat bangun kurang dari 24 jam maka dia tidak apa-apa " Dokter pergi sambil menepuk bahu sasa.


Lalu Sasa duduk di kursi yang ada di samping kasur sambil memegang tangan Fang Lee "Bangunlah kak ,kamu membuatku khawatir (diam sejenak sambil menyeka air matanya ) aku menyayangimu kak ,sangat menyayangimu ,aku tidak mau kamu berlama-lama menutup mata . bangun lah kak" Sasa terus mencium i tangan Fang Lee sesekali melihat ke arah Fang Lee,dia menangis sejadi jadinya dengan posisi tangan menelungkupi wajah nya .


"Benarkah ? kamu menyayangiku " kata Fang Lee sambil mengelus kepala Sasa .Sasa yang sadar dengan suara yang baru saja di dengarnya langsung mengangkat kepalanya dan...


"Kamu bangun juga " menghambur ke pelukan Fang Lee .


"Hei kenapa kamu menangisiku seperti ini ?" sambil menyeka air mata Sasa.


"Aku takut kakak tidak bangun dan ...." sebelum Sasa melanjutkan ucapan nya Sasa menangis lagi melihat itu Fang Lee langsung memeluk Sasa.


"Tidak , aku tidak akan meninggalkan mu lagi peri kecil .maafkan aku membuatmu khawatir" saat Sasa masih terisak dalam tangisnya Fang Lee melanjutkan ucapan nya


"Aku tau aku sangat tampan ,jadi kamu tidak ingin di tinggalkan lagi oleh si tampan ini kan"


"Bisakah kau serius . Kau sekarang sedang terluka " Sasa menatap mata Fang Lee ,Fang Lee hanya tersenyum geli melihat ekspresi Sasa


" Aku hanya menggoda mu saja , aku sudah berkompromi dengan dokter tadi ,aku ingin tau respon mu saat aku terluka ,dan ternyata kamu sangat mencemaskan ku "


"Benarkah? ini tidak lucu ,jangan kau ulangi lagi atau aku akan marah dengan mu " ucap Sasa sambil melipat tangan nya di depan .


"Baiklah-baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi (menarik Sasa mendekat dengan Fang Lee )karena aku sudah melihat semua kekhawatiran mu tadi ,aku tidak akan membuatmu khawatir lagi (mencium kening dan memeluk Sasa) maafkan aku "


"Istirahatlah aku akan menunggumu disini " melepas pelukan Fang Lee dan duduk di sofa di seberang ranjang Fang Lee .


"Bisakah kamu menemaniku tidur disini saja " sambil menepuk ranjang nya.


"Tidak ,itu untuk pasien dan aku bukan pasien ,sekarang tidurlah aku akan di sini memperhatikan mu kak " .


"Kalau begitu aku tidak mau tidur dan terus begadang seperti ini . Biar saja kalau aku jatuh sakit karena kurang istirahat dan itu kesalahanmu " . Fang Lee berpura-pura merajuk pada Sasa.


"Iya iya aku tidur dengan mu disitu tapi jangan macam macam ya " sasa memberi Fang Lee peringatan.


"Bagaimana aku ingin macam macam kalau tanganku saja di perban seperti ini "


Sasa pun berjalan menuju ranjang pasien yang di tempati oleh Fang Lee . Sasa tidur membelakangi Fang Lee dan tangan Fang Lee memeluk perut Sasa . Keesokan harinya, muncul sinar matahari yang mengintip di sela sela tirai yang masih tertutup .


Sasa bangun terlebih dahulu dan mencuci wajahnya . Detelah itu dia keluar dan mendapati perawat datang untuk mengantarkan sarapan pada Fang Lee


"Terimakasih" ucap Sasa pada perawat itu


.


.


.


"Kak bangun kak .... sudah pagi ,ayo sarapan "


"Aku tidak ingin makan "


"Kenapa ?" tanya Sasa.

__ADS_1


"Aku tidak lapar , aku mengantuk "


"Bangun lah dulu setelah sarapan dan minum obat kembali tidur saja ,aku tidak akan mengganggumu "


"Aku tidak mau "


"Aku akan menyuapiku "


"Baiklah aku bangun " dengan mata yang tiba tiba cerah.


saat 5 kali sendokan Fang Lee berbicara "Dudah sudah , rasanya hambar tidak enak "


"Satu kali lagi ,aaaaa" bujuk Sasa


" Tidak ,tidak"


"Ayo lah kak buka mulut mu hanya 1 saja "


"Tidak ...tidak "


"Ya sudah ayo minum obat " Sasa membaca aturan minum obat dan mengeluarkan nya satu persatu.


"Itu sangat pahit ,tidak enak . aku tidak suka "


"Jika kakak mau minum obat aku akan memberikanmu hadiah " bujuk Sasa.


"Baiklah " Fang lee pun meminum obat nya .


"Sudah ,sekarang aku minta hadiahku yang kamu janjikan tadi " ucap Fang Lee menyenderkan punggungnya ke belakang .


(cup) Sasa mencium bibir Fang Lee sekilas . Fang Lee terdiam kaget dengan yang di lakukan Sasa . Setelah mencium Fang Lee pipi Sasa bersemu pink ,karena malu .


"Apa itu tadi ? " Fang Lee mengangkat alis nya bertanya pada Sasa.


"Itu hadiah mu" Sasa masih menunduk dan Fang Lee menarik tangan Sasa dan mencium bibir Sasa dan ********** sebentar.


"Hei kenapa pipimu memerah peri kecil"ucap Fang Lee sambil memegang dagu Sasa .


"Tidak ,kamu salah lihat karena pengaruh obat " Sasa ingin pergi ke kamar mandi tetapi ...


"Mau kemana?" tanya Fang Lee.


"Kamar mandi ,mau ikut" jawab Sasa dengan ketus.


"Boleh" Fang Lee tersenyum nakal.


"Ah tidak tidak .apaan sih " lalu Sasa pergi ke kamar mandi dengan menepuk nepuk pipinya . Fang Lee yang melihat tingkah Sasa yang seperti itu tertawa terbahak-bahak .


Setelah keluar dari kamar mandi Sasa berpamitan dengan Fang Lee untuk ke supermarket sebentar ,dia ingin membeli bahan makanan untuk di kos-kos an nya .


"Kak aku mau ke supermarket dulu . Apa kamu mau titip sesuatu ? "


"Titipkan salam ku untuk kasirnya" kata Fang Lee dengan tersenyum,Sasa hanya membalas dengan membentuk tangannya seperti tinju .


"Hahahahhaa tidak tidak aku hanya bercanda, Hati-hati dan cepat kembali " ucap Fang Lee . dan Sasa pun pergi .


.


.


.


*saat di supermarket*


"Gula sudah ,roti sudah, susu sudah,sabun sudah apalagi ya " Sasa berbicara sendiri sambil mengingat ingat yang ingin di belinya .

__ADS_1


Dari belakang ada seseorang yang menepuk pundak sasa .


"Sasa?" ucap orang itu


"Rendy" Sasa mengenali orang itu . Rendy adalah teman Sasa waktu SMA ,dulu dia sempat menyatakan perasaan nya pada Sasa namun saat itu Sasa masih berpacaran dengan Putra .


"Bagaimana kabarmu ? " tanya Rendy.


"Aku baik baik saja . kamu ? " tanya Sasa kembali .


"Seperti yang kamu lihat sa , bisa kah kita mengobrol setelah kamu berbelanja ? " tanya Rendy


"Maafkan aku ren aku sudah berjanji dengan seseorang untuk tidak keluar lama-lama " .


"Kalau begitu kita ngobrol seperti ini saja " sambil terus mengikuti Sasa yang masih mengambil barang barang yang ingin di belinya .


"Hmmm apa kamu masih menyukai susu ? " kata Rendy yang melihat keranjang Sasa banyak membeli segala susu yang beraneka rasa.


"Tentu" jawab Sasa .


"Sa...."


"Iya ? " sambil memandang Rendy dengan tersenyum.


"Bagaimana hubungan mu dengan Putra ?"


"Aku sudah berakhir dengan nya . Dia sudah menjadi suami dari perempuan lain " . ucap Sasa tetap berjalan .


"Apa kamu sedih ? " kata Rendy


" Hmmm (menganggukkan kepala) tapi itu sudah berlalu dan aku tidak ingin memikirkan nya lagi (berhenti sejenak)......lagi pula aku sudah melupakan nya " dan berjalan kembali.


"Aku sudah selesai berbelanja. kita tutup sampai disini dulu " Sasa tersenyum pada Rendy .


"Mau ku antarkan pulang ? " Rendy menawarkan kepada Sasa.


"Tidak . Aku akan pulang sendiri " sambil meletakan belanjaan nya di meja kasir .


"Bolehkah aku meminta line mu ? "tanya Rendy.


"Boleh . ini " sambil menunjukan pada Rendy.


"Ok kapan-kapan kita bertemu lagi ya . Aku pergi dulu "Rendy pun pergi meninggalkan Sasa menuju pintu keluar . Rendy tidak jadi berbelanja ,dia lupa ingin membeli sesuatu karena bertemu dengan Sasa .


.


.


.


3 jam berlalu Sasa pun kembali ke rumah sakit dengan membawa barang belanjaannya tadi .


"Hai kak !!.." ucap Sasa sambil membuka pintu . Fang Lee tidak merespon sapaan Sasa ,dia melipat tangannya di depan sambil berdiri


"Kemana saja baru kembali?"


"Tadi aku bertemu teman lama dan berbincang bincang saat belanja " jelas Sasa


"Perempuan atau laki-laki ? " tanya Fang Lee.


"Laki-laki kak . Dia teman ku waktu SMA "


"Lain kali kalau berbelanja ,kamu bisa meminta tolong pada pelayan di rumah tidak perlu pergi sendiri " . kata Fang Lee.


"Tidak usah kak . ini kan keperluan ku saat di kos . jadi aku yang pergi sendiri"kata Sasa yang tidak setuju dengan Fang Lee .

__ADS_1


"Oh ya ,mulai hari ini kamu akan tinggal bersamaku "


"Ha? " Sasa terlihat kaget . dengan ucapan Fang lee.


__ADS_2