SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
PENCARIAN SASA


__ADS_3

"dia memintaku membeli kue untuk nya. saat aku kembali dia sudah tidak ada" ucap Rendy.


"baiklah aku akan pergi mencarinya" ucap fang Lee lalu menutup telfon nya .


"maaf untuk saat ini kita sudahi sampai sini . saya ada kepentingan yang mendadak" ucap fang Lee pada kuasa hukum nya .


"baik tuan .kapan-kapan kita atur lagi pertemuan ini . silahkan " ucap kuasa hukum fang Lee dan mereka bersalaman . fang Lee pun bergegas keluar untuk menelfon asisten Han .


"kau dimana , siapkan mobil ku .aku tunggu di depan " ucap fang Lee


"baik tuan" ucap asisten Han dan menutup telfon nya .


"kenapa tuan fang tergesa-gesa . dari nada bicaranya sungguh tidak seperti biasanya" ucap asisten Han pada dirinya sendiri.


mobil pun dengan cepat sudah ada di depan . diikuti fang Lee yang baru muncul dari balik pintu perusahaan .


"selamat pagi tuan " ucap asisten Han


"maaf tuan kenapa anda tergesa-gesa" tanya asisten Han .


"Sasa kabur " ucap fang Lee


"bagaimana bisa tuan . baiklah mari kita cari" ucap asisten Han . lalu tak lupa fang Lee menelfon detektif Ding untuk meminta bantuan nya.


"halo...bantu aku mencari Sasa ,dia kabur" ucap fang Lee.


"baik tuan . akan saya lacak dengan anak buah saya" ucap detektif Ding .


"mohon bantuan mu" ucap fang Lee lalu menutup telfon nya . setelah itu fang Lee di telfon oleh Rendy .


"halo...apakah kau sudah menemukan Sasa?" tanya Rendy .


"belum. aku belum menemukan petunjuk sama sekali" ucap fang Lee.


"baiklah. jika ada kabar apapun tolong hubungi aku" ucap Rendy .


"ok" ucap fang Lee lalu menutup telfon nya .


"tuan kita mencari dimana lagi . karena kita sudah ada di pinggiran kota" ucap asisten Han . lalu fang Lee bingung ,sangat bingung . dimana lagi dia akan mencari peri kecil nya ini.


"tempat mana yang belum kita datangi . aku sangat bingung" ucap fang Lee memijat kepalanya.


"terakhir nona Sasa berbicara dengan tuan soal apa ? "tanya asisten Han . lalu fang Lee mencoba mengingat-ingat ucapan Sasa.


"aku ingat , dia berbicara ingin menemui putra . mungkin kah dia benar-benar menemui bajing*n itu ? " ucap fang Lee


"coba kita datang ke kediaman keluarga Aditama " ucap asisten Han .


"tunggu , bukan kah rumah itu sudah di sita oleh pihak bank" ucap fang Lee.


"lalu kita mencari dimana tuan ? " ucap asisten Han .


"kita datang ke tempat yang dulu mereka sering datangi " ucap fang Lee


"Dimana itu?" tanya asisten Han .


"kau pindah disini" ucap fang Lee menyuruh asisten Han duduk di kursi penumpang depan dan bergantian fang Lee yang menyetir mobil nya.


"baik tuan " ucap asisten Han lalu mereka bertukar posisi. lalu fang Lee menancap gas nya hingga kecepatan maksimal .


"tuan bisakah anda sedikit pelan" ucap asisten Han yang ketakutan di mobil .


"kau diam saja. pegangan yang kuat" ucap fang lee


"ya Tuhan saya belum menikah " ucap asisten Han lagi saat fang Lee menyelipkan mobil nya di antara truk dan mobil travel . sesampainya di taman tempat biasa pertemuan Sasa dan putra dulu ,fang Lee tidak menemukan siapa-siapa disana . fang Lee mencoba mengelilingi taman hasilnya pun nihil hingga dia bertemu dengan Rendy disana .


"kau juga ada disini" ucap Rendy


"ya aku mencarinya " ucap fang Lee .lalu ponsel fang Lee berbunyi .

__ADS_1


"halo ,Lee kau dimana ? " ucap David.


"aku di taman .


"Sasa masih di rumah sakit kan ? " tanya David memastikan


"Sasa kabur dav" ucap fang Lee.


"berarti benar itu dia " ucap David lirih tetapi masih bisa di dengar oleh fang Lee


"apa yang benar ? " ucap fang Lee


" aku melihat nya . dia di cafe golden bersama laki-laki. tetapi aku tidak jelas dia siapa. posisinya membelakangi ku" ucap David .


"benarkah . ok awasi dia terus . aku akan kesana" ucap fang Lee.


"ada info apa?" ucap Rendy


"David menemukan Sasa . ayo kita bergegas kesana" ucap fang Lee


"ayo ayo! " ucap Rendy dengan cepat .


.


.


.


*cafe Garden*


"kamu mau pesan apa ?" tanya putra pada Sasa


"aku sandwich dan susu strawberry saja " ucap Sasa .


"saya pesan ini ,ini dan ini " ucap putra pada pelayan cafe .


"baik tuan " lalu pelayan cafe itu pergi membuatkan pesanan putra dan sasa.lalu mereka diam sejenak .


"maafkan aku . aku sedang sibuk sa " ucap putra memegang tangan Sasa.


"seperti nya memang benar yang di katakan Rendy " ucap Sasa mengeryitkan mata


"memang dia mengatakan apa ?" ucap putra gugup


"dia mengatakan kalau kamu sedang sibuk . jadi tidak sempat menjenguk ku"ucap Sasa.


"oh iya Rendy benar . setelah ini kamu mau kemana?" tanya putra pada Sasa.


"aku tidak tau .aku tidak mau kembali ke rumah sakit" ucap Sasa


"bagaimana kalau kamu ikut dengan ku saja" ucap putra .


"kemana ?" tanya Sasa


"aku mempunyai villa di dekat pegunungan . kita kesana saja" ucap putra.


"baiklah . asal dengan mu aku mau" ucap Sasa senang. lalu putra mengelus kepala Sasa.


"bagus. jika rencana ku berjalan dengan mulus seperti ini. fang Lee akan hancur secara perlahan . rasakan pembalasan ku" ucap putra dalam hati.


"ini tuan pesanan anda .silahkan menikmati" ucap pelayan cafe itu dengan ramah.


"terimakasih" ucap putra.


"bukan kah itu teman fang Lee . gawat . kalau dia sampai tau Sasa ada disini .aku harus gerak cepat " ucap putra dalam hati .


"sa ayo ikut aku sekarang" ucap putra


"kemana kan kita belum makan ?" ucap Sasa

__ADS_1


"aku tidak berselera makan disini.kita ganti cafe saja " ucap putra.


"baiklah" ucap Sasa tanpa rasa curiga ,lalu mereka pergi meninggalkan cafe itu tanpa sepengetahuan David ,karena dia sedang bertelfon .


.


.


.


tidak jauh dari cafe golden ,berdirilah David di balik mobil nya yang berwana biru metalik . dia disana sedang menunggu kedatangan fang Lee.


"kenapa lama sekali " ucap David . tiba-tiba ada mobil yang berhenti tepat di depan mobilnya .


"akhirnya datang juga" ucap David .


"Dimana Sasa ? " ucap fang Lee berlati menuju David.


"dia disana " ucap David menunjuk cafe golden . lalu david kebingungan .


"mana?" ucap Rendy yang mencoba mencari-cari Sasa .


"tadi dia ada disana . kenapa sekarang jadi orang lain" ucap David.


"kau jangan mengada ada . ini keadaan genting . apa kau tidak lihat . di sana bukan Sasa . " ucap Rendy mendorong tubuh David .


"mataku masih awas tau.aku benar-benar melihatnya . lagipula kenapa kau mendorongku" ucap David mendorong Rendy balik .


"kau yang mulai " ucap Rendy mendorong David lagi


"apa kau . mau ribut ?" ucap David mendorong Rendy lagi


"cukup ! KALIAN " ucap fang Lee menggenggam tangan nya hingga buku buku di tangan nya memutih lalu memukul mobil yang ada di depan nya dengan sekuat tenaga .


"sial" ucap fang Lee kesal .


"aku sudah bilang . awasi dia terus . kenapa kau tidak mengawasinya" ucap fang Lee


"maafkan aku .aku tadi fokus pada telfon mu . bukan kah kita hanya berbicara sebentar .aku tidak tau jika Sasa diam diam akan pergi lagi" ucap David.


"pasti dia sudah mengetahui kalau aku sedang mencarinya" ucap fang Lee


"dia ? dia siapa maksudmu ?" tanya David


"putra" ucap fang Lee


"jadi .....jadi laki-laki tadi adalah putra " ucap David kaget .lalu fang Lee mengangguk .


"sebaiknya kita istirahat dulu tuan . tunggu saja sampai putra menelfon tuan " ucap asisten Han


"aku tidak bisa menunggu nya aku khawatir jika putra akan bertindak nekad pada Sasa" ucap fang Lee penuh kekhawatiran .


"tidak akan . percayalah padaku . Sasa akan baik-baik saja" ucap Rendy


"aku pun berharap begitu" ucap fang Lee terlihat lesu tidak bersemangat .


"sebaiknya kau jernih kan pikiran mu dulu . besok pagi pagi sekali kita cari Sasa lagi " ucap David .


"baiklah" ucap fang Lee lalu masuk mobil dan kini kembali di kendarai oleh asisten Han .


saat perjalanan pulang , mata fang Lee terus mengawasi jendela mobil .dia mencoba melihat kiri dan kanan jika tiba-tiba Sasa lewat .


"tuan apakah tuan ingin makan sesuatu " ucap asisten Han


"tidak . aku tidak berselera" ucap fang Lee.


"tuan sudah pucat . saya takut asam lambung anda akan naik" ucap asisten Han


"aku tidak apa apa " ucap fang Lee

__ADS_1


"tapi tuan..." ucapan asisten Han terputus saat fang Lee memandang nya dengan pandangan yang tajam .


"baik tuan saya tidak akan memaksa " ucap asisten Han untuk meredam amarah fang Lee.


__ADS_2