
"tapi tuan..." ucapan asisten Han terputus saat fang Lee memandang nya dengan pandangan yang tajam .
"baik tuan saya tidak akan memaksa " ucap asisten Han untuk meredam amarah fang Lee.
sesampainya di rumah fang Lee terkejut karena Rendy dan David ada di belakang nya .
"kenapa kalian mengikutiku?" ucap fang Lee
"kami akan menginap di rumah mu . jaga-jaga bila ada kabar tentang Sasa" ucap Rendy .
"tidak usah . pulang lah aku bisa mengatasi ini sendiri" ucap fang Lee .
"bisakah kau tidak egois " ucap David.
"tuan ada benarnya ucapan Rendy"ucap asisten Han .
"baiklah " ucap fang Lee menyetujui mereka menginap di rumah fang Lee . lalu mereka masuk dengan di dahului oleh asisten Han di depan nya.
"selamat malam tuan " ucap pelayan rumah . tidak di jawab oleh fang Lee ,dia terus berjalan menuju lantai 2 . mereka yang ada di belakang fang Lee memandang kepergiannya dengan menyedihkan .
"kasian sekali sahabatku ini . baru kali ini aku melihat dia sangat sedih setelah kepergian mamanya" ucap David .
"memang apa yang terjadi dengan mamanya ?" tanya Rendy
"dulu mamanya mempunyai riwayat jantung tanpa di ketahui oleh papa nya Lee . papa nya Lee selalu bekerja terus menerus tanpa memperhatikan keluarganya . hingga mamanya di peristirahatan terakhir tidak di antarkan papa nya . " ucap David .
"mengapa begitu ? jahat sekali papa nya " ucap Rendy .
"jangan memotong pembicaraan ku dulu" ucap David.
"Papa nya waktu itu masih berada di luar negeri karena ada pertemuan bisnis . saat pertemuan akan di mulai beliau mendapat kabar kalau istrinya sudah meninggal lalu dia membatalkan pertemuan itu dan terbang kembali ke negaranya untuk menemui istrinya untuk terakhir kali .begitu sampai di rumah ternyata istrinya sudah di makam kan dan beliau pergi ke pemakaman . disana ada Lee yang masih terpukul dengan situasi kepergian mamanya di tambah lagi papanya yang baru datang untuk ke peristirahatan terakhir mamanya Lee. setelah kepergian mamanya Lee hubungan Lee dan papanya tidak pernah akur .Lee selalu menyalahkan papanya yang tidak mengetahui keadaan mamanya itu" ucap david mengingat sedih.lalu Rendy mengangguk anggukan kepalanya .
"lalu dimana papanya ? .apakah beliau juga tinggal di rumah ini ?" ucap Rendy yang melempar pandangan pada semua arah untuk mencari keberadaan ayah fang Lee
"beliau sudah tiada" ucap asisten Han
"ha? eh maaf aku tidak bermaksud " ucap Rendy.
"tidak apa apa kau tidak tahu soal itu " ucap David .
"David ,Rendy saya tinggal dulu sebentar " ucap asisten Han .lalu mereka mengangguk .
.
.
.
di tempat lain ,keberadaan Sasa dan putra yang masih mengendarai mobil menuju kaki gunung masih kurang sebentar lagi .
"putra?" panggil Sasa
"hmm" ucap putra .
"kenapa gelap sekali . apa kita tidak tersesat?" ucap Sasa
"tidak ,jangan takut disini ada aku " ucap putra .
"ini sangat jauh dari kota . apakah disini akan ramai ?" ucap Sasa
"tidak hanya kita berdua " ucap putra tersenyum menyeramkan .
"kamu tenang saja" ucap putra menghadap ke Sasa dengan mengelus rambut Sasa .
.
.
.
"ini selimut untuk kalian" ucap asisten Han
"terimakasih" ucap Rendy
"jahat sekali . rumah sebesar ini .kita sebagai tamu tidak di beri kamar ?" ucap David .
"sudah lah . ini sudah untung kita di beri selimut " ucap Rendy.
"bukan kah kalian bilang ingin membantuku" ucap fang Lee menuruni anak tangga.
__ADS_1
"kenapa kau turun . istirahat lah " ucap David.
"aku seperti ini sudah istirahat namanya " ucap fang Lee membuka laptop nya .
"tapi kau pucat " ucap David .
"aku tidak apa apa. kau ingin membantuku tidak? " ucap fang Lee . David mengangguk
"jangan banyak bicara "ucap fang Lee lalu terfokus pada laptop nya .
"ini tuan kopinya" ucap pelayan menyuguhkan kopi pada mereka.
.
.
.
"bangun kita sudah sampai" ucap putra membangunkan Sasa dengan kasar.
"kita dimana" ucap Sasa
"turun sekarang" ucap putra tanpa rasa curiga sasa pun turun dari mobil.
"ikuti aku" ucap putra lagi . Sasa merasa bergidik ngeri dengan villa itu . sepertinya itu bukan villa lebih pantas di sebut rumah tua .
setelah masuk kedalam rumah itu , putra mengunci pintunya .
"putra disini gelap" ucap Sasa
"kau tenang saja bukan kah disini ada aku" ucap putra lalu menyalakan lilin .
"putra aku tidak mau disini . aku ingin pergi" ucap Sasa ingin membuka pintu tetapi gagal karena rambutnya di tarik oleh putra .
"aduh sakit.lepaskan aku " ucap Sasa
"kau mau pergi kemana lagi .bukan kah kau ingin menemui ku" ucap putra menyeringai
"putra sadarlah . apa yang kau lakukan ....sakit" ucap Sasa menahan sakit karena Jambak an putra.
"ikut dengan ku " ucap putra melepaskan rambut Sasa dan menarik tangan Sasa secara paksa.
"lepaskan aku .lepaskan aku " ucap Sasa lalu menggigit tangan putra .
"kurang ajar" ucap putra mengejar Sasa . sesampainya di pintu Sasa kebingungan untuk mencari kunci nya.
"apa kau mencari ini" ucap putra menggantung gantungkan kunci nya .
"berikan padaku " ucap Sasa
"katanya kau ingin bersama ku ,sekarang kau sudah bersama ku tetapi ingin pergi" putra meledek Sasa. Sasa hanya berdiri ketakutan melihat putra yang seperti ini .
"apa salah ku hingga kau kasar dengan ku " ucap Sasa menjerit pada putra.
"apa kau tidak merasa bersalah sama sekali. mari akan ku ingatkan " ucap putra .
"kau yang membuat aku bercerai dengan istri kayaku , kau yang membuat ibu ku jatuh sakit , gara-gara kau perusahaan milih keluargaku hancur " ucap putra. lalu Sasa mencoba mengingat ingat semua yang di bicarakan putra.
"aku tidak bersalah ,itu tidak ada hubungan nya dengan ku" ucap Sasa
"jadi kau tidak merasa bersalah sama sekali?" tanya putra dengan nada menyeramkan
"tidak!" ucap Sasa tegas
"o iya kau sedang lupa ingatan . baik . akan ku buat kau ingat dan mengakui kesalahanmu " ucap putra mendekat pada Sasa .
"mau apa kau " ucap Sasa yang terus memundurkan tubuhnya agar tidak di jangkau oleh putra ,tetapi usahanya sia sia . dia sudah terpojok di dinding .
"sial" ucap Sasa . (Plaaak!!!) bunyi tamparan putra pada pipi Sasa. putra terus menerus menampar pipi Sasa kiri dan kanan secara bergantian .
"rasakan ini " ucap putra .
"apa kau sudah mengakui kesalahan mu" ucap putra .
"aku tidak bersalah" ucap Sasa terus melindungi wajah nya.
"aaaaa" ucap Sasa saat di tampar oleh putra dan kepalanya membentur ke dinding . Sasa merasakan pusing yang teramat sangat sakit . dan tiba-tiba dia mendapatkan ingatan nya kembali saat putra menghianatinya , tentang fang Lee hingga kejadian tabrakan itu .
"putra" ucap Sasa lemas menahan sakit di kepalanya .
__ADS_1
"apa yang kau lakukan ?" ucap Sasa lemas . jatuh terlentang di lantai .
"bangun " ucap putra memaksa Sasa untuk bangun .dan Sasa di seret ke ruang tengah . putra memaksakan tubuh Sasa untuk duduk padahal tubuhnya sudah lemas saat di hajar oleh nya .
"duduk . jangan kemana mana" ucap putra.
"mau mu apa " ucap Sasa lemas . dia tetap memaksakan dirinya untuk sadar. lalu putra pergi sebentar untuk mengambil talinya yang ada di mobil .
"aku dimana ini . kenapa aku bisa dengan nya . kak Lee...kamu dimana aku takut" ucap Sasa dalam hati dengan menangis.
.
.
.
semua orang sudah hampir terlelap tinggal fang Lee dan Rendy yang matanya masih siaga . tiba-tiba telfon fang Lee pun berbunyi
"halo ,apa kau menemukan suatu petunjuk?" ucap fang Lee
"saya menemukan tempat nona Sasa tuan " ucap detektif Ding.
"dimana?" ucap fang Lee tidak sabar dengan berdiri .
"di sini menunjukan lokasi nona Sasa berada di kaki gunung yang terlihat lumayan jauh dari kota ini . akan saya kirimkan lokasinya"ucap detektif Ding.
"baik " ucap fang Lee menutup telfon nya dan mengambil jaket untuk dia pakai dan Sasa nanti .
"ada info apa?" tanya Rendy yang juga penasaran .
"Sasa sudah di temukan . ayo kau ikut dengan ku " ucap fang Lee
"baiklah" ucap Rendy .
"kalian mau kemana?" tanya David
"Sasa sudah di temukan kami akan kesana " ucap rendy.
"baiklah . aku dan Han akan menyusul , kalian pergi lah dulu kirim lokasinya padaku sekarang" ucap David .
"baiklah" ucap Rendy lalu pergi
"semoga kalian berhasil" ucap David lagi .
*di mobil fang Lee*
"apa kau sudah tau lokasinya ? " tanya rendy
"sudah dikirim kan oleh detektif Ding.mereka juga bergegas kesana " ucap fang Lee.
"bagus" ucap Rendy .lalu fang Lee yang mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh .
.
.
.
"apa yang ingin kau lakukan ?" ucap Sasa melihat tali yang di bawa oleh putra .
"jangan banyak bicara" ucap putra yang mengikat tangan dan kaki Sasa .
"lepaskan aku . lepaskan " ucap Sasa .
"aku tidak akan melepaskan mu . tunggu saja hingga calon suamimu yang kurang ajar itu menjemput mu " ucap putra .
"dia pasti datang untuk menyelamatkan ku" ucap Sasa.
"jika dia bisa " ucap putra meremehkan fang lee .
"mana mungkin dia menyelamatkan mu . dia tidak tau tempat ini . aku pun tidak memberitahunya. pasti dia saat ini sedang kebingungan mencari mu di kota" ucap putra yang tertawa penuh kemenangan . Sasa kini mulai ketakutan .
"jika dalam waktu 24 jam dia tidak muncul di hadapan mu ..... bisa lah aku mencicipi tubuh mu ini . aku sudah lama membayangkan berhubungan intim dengan mu" ucap putra mengelus telinga menjalar ke lengan Sasa .
"cih . tak Sudi aku berhubungan dengan mu ,bajing*n kau" ucap Sasa meludahi wajah putra.
"kurang ajar" ucap putra menampar Sasa lagi . kini Sasa di tampar oleh nya sampai tidak sadarkan diri .
"sa....Sasa ?" ucap putra melihat Sasa tidak sadar kan diri .
__ADS_1
"sa...bangun kau jangan main-main " ucap putra yang kebingungan
"sial kenapa aku menamparnya dengan keras" ucap putra menyesali tindakan nya . di hati putra sebenarnya masih tersimpan nama Sasa . tetapi dia juga bimbang antara membalas dendam nya dengan apa yang dilakukan fang Lee pada keluarganya .