
Lalu Sasa berpamitan pada Fang Lee untuk kekamar kecil sebentar .
"Kak aku tinggal ke toilet dulu " bisik nya .
Fang Lee mengangguk
" cepat lah kembali " ucap Fang Lee.
Di pintu utama kini sudah berdiri perempuan dengan gaun berwarna mocca mengkilap yang membungkus tubuh nya . Fia berjalan menuju Fang Lee .
"Selamat malam tuan Fang " ucap nya dengan penuh kelembutan . Fang Lee hanya melihat nya sekilas saja .
"Bisakah kita berbincang -bincang di sana ? " ucapnya dengan menunjuk ke sofa berwarna merah .
"Baiklah" kini mata Fang lee terus mengawasi wanita ini dengan di bantu oleh asisten Han yang mengawasinya dari kejauhan .
"Apa kau mau menemani ku minum? " tanya Kim Hanna.
"Siasat apa yang sebenarnya kau rencanakan" ucap Fang Lee dalam hati dengan mengeryitkan mata.
"Boleh" ucap Fang Lee .
lalu Kim Hanna mengambil sirup berwarna merah yang di bawakan pelayan 2 gelas .
"Silahkan " ucap Kim Hanna .
Saat Fang Lee ingin meminumnya wajah Kim hanna menampakan rasa bahagia seperti bergumam "Ya ayo minum dan habiskan . setelah ini kau akan menjadi milik ku " . tetapi belum sempat meminum . Ada seorang pria yang menyapa Kim Hanna.
"Nona Kim ?" ucap salah satu tamu dari Fang Lee .
"Tuan wang .Lama tak bertemu " ucap Kim Hanna sambil mencium pipi kanan dan kiri .Lalu Kim Hanna dan tuan wang sibuk dengan percakapan mereka ,datanglah asisten Han yang pelan pelan menukar minuman Fang Lee dengan Kim Hanna.
Fang Lee yang tau akan rencana buruk yang di miliki Kim Hanna hanya diam memperhatikan gerak gerik asisten Han.
Lalu saat Kim Hanna selesai berbicara dengan tuan wang dia membalikan tubuh nya menghadap ke Fang Lee lagi ,lantas asisten Han berpura pura membicarakan sesuatu hal untuk membuat Kim Hanna tidak curiga .
Lalu asisten Han berpamitan untuk pergi .
"Mari kita lanjutkan pembicaraan kita " ucap Kim Hanna sambil bersulang meminum minuman yang sudah di tukar tadi .
Fang Lee hanya melihat dengan tatapan menunggu. dia menunggu reaksi Kim Hanna setelah meminum cairan itu .
setelah beberapa saat Kim Hanna merasakan badan nya tidak terkendali ,terasa panas ,dia merasa tidak nyaman dengan tubuh nya.
lalu Kim Hanna melirik ke arah Fang Lee "Tolong aku" lalu dia melompat ke pangkuan Fang Lee . Fang Lee yang mengerti obat apa yang di masukan dalam minuman tadi yaitu obat perangsang.
"Apa yang kau lakukan turun sekarang " ucap Fang Lee datar .
" Ciumlah aku " ucap Kim Hanna dia semakin berani berbicara frontal dengan Fang Lee .
tidak segan , dia ingin melepas gaun pestanya saat acara berlangsung karena merasa kepanasan . Fang Lee terus menolak paksaan Kim Hanna .
"Pengawal ,bawa wanita ini ke gudang " ucap Fang Lee dingin ditambah nada nya menjadi seram . Pengawal akhirnya menyeret Kim Hanna ke gudang dan mengunci nya di sana .
Semua tamu undangan melihat kejadian itu ,tidak terkecuali Sasa .
__ADS_1
"Ada apa kak ? kenapa mereka menyeret dia" tanya Sasa sambil melihat adegan penyeretan Kim Hanna .
"Dia berencana untuk membuatku terangsang dengan bantuan obat " ucap Fang Lee yang masih terbawa suasana geram dengan Kim Hanna .
"Tapi kenapa dia yang seperti itu ? " tanya Sasa heran .
"Karena gelas ku sudah di tukar dengan gelas nya oleh asisten Han " . jawab Fang Lee.
"Syukurlah kakak tidak papa . " sambil memegang lengan Fang Lee . lalu Fang Lee mengambil ponsel nya di saku dan menelfon asisten Han .
"Apa kau tau siapa yang membantunya ?" tanya Fang Lee pada asisten Han.
"Seorang pria yang menyamar sebagai pelayan tuan . sekarang saya sudah dengan pelayan itu " ucap asisten Han .
"Ok bawa dia ke gudang . tahan , jangan sampai dia terlepas . aku akan kesana " ucap Fang Lee lalu menutup telfon nya .
"Kak mau kemana ? " tanya Sasa.
"Sebentar sayang . aku akan kembali " sambil mencium kening Sasa.
*D**i Gudang*
Fang Lee membuka pintu gudang dengan pelan dan terlihat aura kejam di wajah nya .
"Siapa kau berani-beraninya ingin menjebak ku " ucap Fang Lee .
"Saya hanya di suruh tuan " ucap lelaki itu .
"Apakah kau sudah tidak sayang dengan nyawamu hingga berani menjebak ku ? " ucap Fang Lee dengan nada yang seram . tiba-tiba bulu kuduk lelaki itu berdiri.
"Jika kau ingin ku ampuni . ikutilah perintah ku " ucap Fang Lee.
"Baik tuan . apapun itu akan saya lakukan " ucap lelaki itu .
"Bagus.....buka ikatan nya " perintah Fang Lee pada pengawal nya untuk membuka ikatan tangan lelaki itu.
"Sekarang buka seluruh pakaian mu" ucap Fang Lee .
"Tapi tuan "
"BUKA SEKARANG!!! . atau kau ingin di lucuti dengan kasar " ucap Fang Lee.
"Baik tuan .akan ku buka " ucap pria itu .
"Buka pakaian nya tinggalkan pakaian dalam nya saja " perintah Fang lee pada lelaki itu untuk membuka pakaian Kim Hanna. tetapi lelaki itu ragu untuk melakukan nya .
"CEPAT! " bentak Fang Lee dengan mata yang tajam.
"Baik tuan .baik" dengan cepat lelaki itu membuka pakaian Kim Hanna hingga tersisa pakaian dalam saja . Gang Lee hanya menyaksikan dua orang yang ingin menjebaknya ini dengan tatapan puas .
"Ambil foto sebanyak banyak nya "ucap Fang Lee memberi perintah pada lelaki itu .dengan di berikan ponsel dari asisten Han .
"Rasakan kau . setelah ini apakah kau masih berani menampak kan batang hidung mu di depan ku " ucap Fang Lee dalam hati untuk Kim Hanna .
"stop . berikan padaku " ucap fang Lee untuk menghentikan aksi foto Kim Hanna dan lelaki itu .
__ADS_1
"bagus " sambil melihat hasil foto-fotonya .
"pakai lah busana mu lagi" perintah Fang Lee .
" usir dia dari pesta ku ,aku muak melihat penghianat . untuk perempuan ini , biarkan dia di sini dengan kondisinya yang seperti ini" Fang Lee beranjak pergi dari gudang untuk kembali ke pestanya yang di gelar dan dia menemui Sasa lagi.
"Kemana saja kak ? " tanya sasa.
"Hanya menyelesaikan urusan yang harus ku selesaikan " ucap Fang Lee tersenyum manis .
"Ya sudah ayo kita temui tamu-tamu yang lain " ucap Sasa . lalu Fang Lee memeluk pinggang Sasa saat berjalan .
.
.
.
kemudian acara yang di nanti - nanti telah tiba yaitu berdansa . semua tamu sedang berdansa . di sofa tanpa ditemani oleh Fang Lee ,karena Fang Lee meminta izin untuk pergi ke toilet, Sasa memperhatikan para tamu berdansa dengan gerakan yang mendayu-dayu. Dari arah samping sasa ada seorang pria yang mengajaknya berdansa.
"Mau kah kau berdansa dengan ku?" tawar Rendy menyodorkan tangan nya.
"Dengan senang ..." belum sampai melanjutkan ucapan nya. munculah Fang Lee dari arah belakang Sasa .
"Tentu tidak mau , dia wanita ku " ucap Fang Lee tegas dengan merapatkan badannya pada Sasa .
"Oh maaf Mr . Saya kira Mr tidak ingin mengajak nya berdansa , jadi saya menawarkan diri " ucap Rendy dengan tersenyum .
"Jika aku tidak mau berdansa pun . aku tidak akan membiarkan mu menari dengan wanitaku " ucap fLFang Lee menatap mata Rendy . lalu Sasa menyikut perut Fang Lee untuk kode "sudahlah" .
"Mari berdansa dengan ku sayang" ucap Fang Lee .
Sasa pun menerima ajakan dari Fang Lee dan meninggalkan Rendy sendiri . Saat berdansa Sasa hanya diam dan tidak ingin memandang Fang Lee.
"Kamu kenapa ?" tanya Fang Lee.
"Pikir sendiri" jawab sasa ketus.
"Aku hanya mempertahankan yang ku miliki " ucap Fang Lee dengan santai .
"Tidak seharusnya kan galak begitu . kan dia baik " ucap Sasa
"Dia baik karena ada maksud untuk mu sayang, aku tidak suka " ucap Fang Lee.
"Lalu bagaimana dengan Tante Tante itu . bukan kah dia juga suka dengan kakak . kenapa kakak diam saja saat dia mencoba menggoda?" tanya Sasa .
Lalu Fang Lee memutar tubuh Sasa dan menangkap pinggang Sasa
"Karena kamu di saat itu ada dan mencoba mempertahankan ku. aku senang karena orang yang kucintai bisa mempertahankan ku" ucap Fang lee tersenyum manis dengan jarak yang sangat dekat pada Sasa hampir menciumnya .
Kini Fang Lee melepaskan tangan nya dari pinggang Sasa dan merogoh saku nya .lalu Fang Lee membuka kotak merah kecil berbentuk hati.
"Will you Merry me ? " ucap Fang Lee dengan tersenyum . Sasa hanya terdiam terpaku melihat Fang Lee . semua tamu kini berhenti berdansa dan minggir dari tengah tengah pesta . menyisakan Sasa dan Fang Lee .
Fang Lee yang belum mendengar jawaban Sasa berfikir lagi . kini dia berganti posisi dengan berlutut di depan Sasa .
__ADS_1
"Sasa , Will you Merry me ?" ucap Fang Lee lagi dengan lebih keras . semua tamu gaduh meneriakan kata-kata terima ada juga yang bertemuk tangan untuk memberi dukungan pada Fang Lee .