
lalu fang Lee berjalan masuk ke toko kue itu dengan di sambut pelayan toko .
"selamat pagi tuan . mau kue apa ? . di sini ada kue slice dengan toping coklat dan Almon , dan di sini ada kue ....." sebelum pelayan itu meneruskan ucapan nya fang Lee berucap " berikan saya kue yang paling enak disini . terserah itu kue apa " ucap fang Lee datar.
"disini kue semua paling enak dan paling di minati tuan " ucap pelayan itu
"ya sudah bungkus semua " ucap fang lee
"baik tuan " ucap pelayan lalu mengambilkan pesanan fang Lee .
pelayan yang mengambilkan pesanan fang Lee tadi ,berbisik bisik dengan teman sebelahnya
"wah hari ini kita akan pulang lebih awal " ucap pelayan itu
"iya" teman nya menyauti
"lihat lah laki-laki itu ,dia seperti nya sangat kaya . tidak mungkin jika dia tidak kaya membeli kue di tempat ini " ucap pelayan yang melayani fang Lee tadi
"mana ku tau ,sudah cepat bungkus lah "ucap teman nya lagi
"sebentar aku akan memberikan nota pada lelaki itu " ucap pelayan itu . dia berjalan sambil melapas kunciran rambut nya untuk mencari perhatian pada fang lee . kini rambut nya tergerai se punggung.
"ini tuan bill nya " ucap pelayan itu sambil memandangi fang Lee terus .
"pakai ini " ucap fang Lee sambil menyodorkan kartu debit nya .
"baik tuan,mohon di tunggu" lalu pelayan itu memproses pembayaran fang Lee . setelah selesai dia mengembalikan pada fang Lee lagi.
di sisi lain , Sasa menunggu fang Lee cukup lama .
"kak Lee kok lama sekali ya " ucap Sasa .berfikir beberapa menit .
"apa aku susul saja ?...ya aku susul saja " ucap Sasa sambil berjalan keluar . dia berjalan berusaha untuk biasa saja walaupun kaki nya masih terasa sakit .
saat membuka pintu toko kue , Sasa melihat fang Lee dan pelayan yang di depan nya ini . fang Lee memandang ponsel nya dan wanita ini memandangi fang Lee terus dengan mengelus rambut nya bila di perlukan .
"kak kenapa lama sekali " ucap Sasa
"sayang , kenapa kamu keluar . kan aku sudah bilang . aku yang akan membeli " ucap fang Lee menghampiri Sasa
"aku sudah tidak apa-apa kak . masih belum selesai membungkus kue nya? "
"sebentar aku tanyakan "
"permisi ,bisakah kau melihat kue pesanan ku sudah selesai di kemas atau belum " ucap fang Lee pada pelayan yang dari tadi bersamanya.
"halooo" ucap fang Lee menjentikan jarinya karena si pelayan melamun
"eh ....iya maaf tuan ada yang saya bantu " ucap pelayan lagi .sasa yang menyadari pelayan ini terkesima dengan fang Lee masih tetap diam dan memperhatikan saja .
"saya bilang bisakah kau melihat kue pesanan saya, sudah selesai di kemas atau belum?" ucap fang Lee mengulangi ucapannya yang tadi .
"baik tuan " lalu pelayan itu beranjak pergi . setelah beberapa saat dia kembali lagi .
"sudah tuan " ucap pelayan itu
__ADS_1
"bantu saya meletak an kue kue itu di mobil ku " ucap fang Lee berbalik untuk menggandeng Sasa keluar dari toko.
"sebentar tuan . boleh kah saya meminta nomor telefon tuan . akan saya masukan pada daftar langganan " ucap pelayan itu sambil memberikan secarik kertas pada fang Lee dengan matanya yang berkedip sebelah memandang fang Lee .
Sasa yang mengetahui itu sudah tidak sabar lagi . lalu Sasa menahan tangan fang Lee untuk menuliskan nomor nya .
"kami tidak usah di masukan ke daftar langganan . karena ini yang terakhir kami kesini . tolong ya mbak jaga pandangan mu . kenapa kamu memandang suami ku seperti itu" ucap Sasa
"suami?" ucap fang Lee dalam hati dengan tersenyum .
"maaf nona mungkin anda salah paham " ucap pelayan itu
"salah paham apanya orang dari tadi kamu berusaha mendekat terus ke dia . saya dari tadi memperhatikan sikap kamu ya" ucap Sasa yang sudah kesal . fang Lee tersenyum melihat sikap Sasa yang seperti ini.
"sudah,ayo kembali ke mobil" ucap fang Lee
"sebentar aku belum selesai bicara" ucap Sasa mengibaskan tangan fang Lee .
saat Sasa ingin memarahi pelayan itu lagi , fang Lee dengan cepat menggendongnya ala pengantin baru .
"kak turunkan aku" ucap Sasa
"diam " (cup) fang lee mencium bibir Sasa . lalu Sasa terdiam dan tidak meledak ,ledak seperti tadi .
"bagus ,diam seperti ini . untuk kau dan teman mu , masuk an kue kue itu ke dalam mobil ku " ucap fang Lee datar dan pergi memasuki mobil
"kakak kenapa sih membela mbak - mbak yang tadi ? kakak suka di godain seperti itu ? iya ? " ucap Sasa .
ucap fang Lee .
tok...tok...tok...
"tuan kue nya kami letak an dimana ? " ucap pelayan itu
"buka pintu belakang " ucap fang Lee memberi intruksi dari dalam mobil sambil kaca mobil nya di turunkan sedikit agar suaranya terdengar oleh pelayan toko itu . lalu saat pelayan itu selesai memasukan semua kue nya mereka masuk ke dalam toko lagi . setelah itu fang Lee melanjutkan ucapan nya
"sayang , dengarkan aku . aku sangat mencintaimu ,aku bersungguh-sungguh dengan mu . aku tidak akan semudah itu untuk tergoda dengan wanita lain . tenang lah . " ucap fang Lee memegang pipi Sasa untuk meredakan rasa cemburunya .
"aku percaya tapi ...." ucap Sasa
"sudah tidak ada tapi..... percayalah , seperti apapun godaan nya aku akan tetap bersamamu . karena selama bertahun-tahun ini aku hanya mencari keberadaan mu dan kini aku sudah menemukan mu. mana mungkin aku menyia-nyiakan mu" ucap fang Lee meyakinkan Sasa . lalu Sasa mengangguk dan tersenyum
" nah seperti ini kan cantik . jangan marah lagi " ucap fang Lee . mencium kening Sasa . kini fang Lee menyalakan mobil dan menginjak gas nya untuk menuju ke rumah orang tua Sasa . di perjalanan sesekali sasa menyalakan musik di mobil fang Lee dan bersenandung lirih , kadang juga dia melihat-lihat ponselnya dan akhirnya tertidur . mungkin Sasa merasa bosan saat di perjalanan . karena fang Lee terus diam hanya memperhatikan jalan .sudah hampir 2 jam fang Lee melajukan mobilnya dan Sasa baru bangun dari tidurnya.
"sudah bangun ?" ucap fang Lee yang menyadari Sasa mengerjapkan matanya .
"hmmmm(Sasa mengangguk)sudah sampai mana kak ? " tanya Sasa
"sebentar lagi akan masuk gang rumah mu " ucap fang Lee. dan benar yang di katakan fang Lee ,kini mereka sudah berada tepat di depan rumah orang tua Sasa .
"ayo turun " ucap Sasa. lalu fang Lee dan Sasa membuka pintu nya masing-masing .
dari dalam rumah ayah Sasa mendengar ada suara mobil yang berhenti di depan pelataran rumah nya
__ADS_1
"Bu itu coba lihat siapa yang datang ke rumah kita ?" ucap ayah Sasa sambil mengintip dari balik jendela.
"iya sebentar yah " ucap ibu Sasa sambil berjalan menuju pintu depan . saat melihat ibu nya keluar Sasa segera menghambur kepelukan nya .
"ibu " sapa Sasa ,ibu Sasa terkejut karena Sasa datang dengan seorang laki-laki . tetapi mata ibu Sasa terus mengingat - ingat siapa lelaki ini . seperti tidak asing di ingatan nya .
"kenapa kamu datang ,tidak menelfon ibu. sekarang kamu membawa tamu juga . ibu tidak mempersiapkan apa-apa" ucap ibu Sasa tidak enak hati .
"tidak usah repot-repot bibi . saya kesini ingin mengunjungi bibi dan paman untuk berbicara suatu hal " ucap fang Lee yang tersenyum manis .
"mari masuk nak . seperti inilah kediaman kami " ucap ibu Sasa mempersilahkan masuk .
"yah ....ayah...Sasa datang " ucap ibu nya memanggil ayah nya yang ada di kamar .
" wah ada tamu ternyata " ucap ayah Sasa muncul dari balik pintu dan menyalami fang Lee dengan ramah.
"kenapa datang bersama tamu tidak menelfon kami dulu nak ? setidak nya ibumu akan memasak untuk menyambut tamu kita" ucap ayah Sasa .
"tidak perlu repot-repot paman " ucap fang Lee tersenyum.
"namamu siapa nak ? seperti nya saya tidak asing dengan wajahmu" ucap ayah Sasa yang mendahului rasa penasaran ibu nya .
"nama saya Lee paman " ucap fang Lee
"apakah kita pernah bertemu ?" ucap ibu Sasa .Sasa dan fang Lee hanya berpandangan dengan senyum .
"apakah paman dan bibi masih ingat dengan anak 10 tahun lalu yang tinggal di sini ?" tanya fang Lee mengingatkan mereka
"ya kami ingat " ucap ayah Sasa
"ini saya paman ,bibi " ucap fang Lee dengan senyuman .
"waaaahhhh kau tampan sekarang nak . aku hampir tidak mengenalimu . bagus- bagus" ucap ayah Sasa .
"lalu bagaimana caranya kamu bertemu dengan putri kami nak ? " ucap ayah Sasa .
"kebetulan Sasa bekerja di perusahaan teman saya dan saya sedang ada proyek dengan perusahaan dimana sasa bekerja paman " ucap fang Lee dengan tetap tersenyum .
"begitu" ucap ayah Sasa sambil mengangguk-anggukan kepala .
"ini teh nya silahkan di minum nak" ucap ibu Sasa yang menyodorkan teh di depan fang Lee
"ah bibi . tidak perlu repot seperti ini " ucap fang Lee.
"tidak repot nak " ucap ibu Sasa lalu kembali ke dapur .
"oh iya paman saya ada oleh-oleh untuk paman dan bibi" ucap fang Lee ,lalu keluar untuk membuka pintu mobil nya . dia mengeluarkan kue -kue yang dia beli di toko tadi dan meletakan di meja ruang tamu Sasa.
"apa-apaan ini kak ? kue sebanyak ini untuk apa ? " ucap Sasa sambil tercengang kaget melihat banyak nya kue yang di beli fang Lee
"untuk oleh -oleh paman dan bibi" ucap fang Lee santai.
"di rumah ini hanya ada orang tua ku kenapa kakak membeli seakan akan ada acara hajatan" ucap Sasa
"aku bingung kue mana yang di suka oleh paman dan bibi jadi ku beli semua jenis yang ada di toko kue tadi" ucap fang lee tetap santai . lalu Sasa hanya menepuk kening nya dan ayahnya hanya tersenyum melihat kelakuan fang Lee.
__ADS_1