
"Ren kau dan Han membawa mobil Fang lee .aku ,Lee dan Sasa akan satu mobil memakai punya ku " ucap David.
"Baiklah.aku akan di belakang kalian" ucap Rendy mengerti .
Saat di mobil David yang menyetir mobil ,Fang Lee dan Sasa yang lemas berada di kursi penumpang .
"Tekan terus kain itu agar darah nya tidak keluar " ucap David pada Fang lee.
"Sayang kamu tetap terjaga .ok ?" ucap Fang Lee pada Sasa sambil memeluk membawa Sasa ke dada nya yang bidang .
"Aku tidak apa-apa kak . Aku lebih khawatir padamu . Maaf aku menyusahkan mu lagi" ucap Sasa lemas.
"Kamu tidak pernah menyusahkan ku sayang . jangan bicara seperti itu.Kamu satu satu nya yang ku miliki " ucap fang Lee memeluk Sasa .
"Gara-gara aku . Nyawamu hampir terkorbankan " ucap Sasa yang mulai menutup matanya .
"Bukan .....sa Sasa " ucap fang Lee yang terputus, melihat Sasa tiba-tiba terpejam.
"Sa bangun lah....apa kamu mendengarku " ucap fang Lee kebingungan memegang pipi Sasa .
"David . lebih cepat " ucap fang Lee
"baiklah" ucap David menambah kecepatan mobil itu.
setelah sekian lama menempuh perjalanan ,sampailah mereka di rumah sakit
David pun keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang .
"Biar aku saja .tangan mu terluka " ucap David.
"Tidak usah .aku bisa " ucap Fang Lee yang mencoba membopong Sasa .
"Seharusnya kau pergi mengobati luka mu dulu " ucap David yang berjalan di belakang Fang Lee.
"bisakah kau membantuku untuk memanggil dokter saja" ucap Fang Lee menatap David .
"ok .baiklah" ucap David menyerah .tidak lama kemudian perawat muncul mendorong dipan pasien untuk Sasa lalu Fang Lee meletakan Sasa di tempat tersebut .
"Sayang...sadarlah " ucap Fang Lee yang ikut mengantar Sasa ke ruang pemeriksaan .
"Tuan saya mohon anda tenang . dokter akan memeriksa keadaan pasien " ucap perawat tersebut dan menutup tirai .
"Tenang lah dulu .sekarang Sasa sudah di tangani . bisakah kau sekarang memikirkan dirimu sediri " ucap David menunjuk luka terbuka yang ada di tangan Fang Lee tetapi tidak di gubris olehnya.
"Aku tidak yakin Sasa mau di sentuh oleh mu jika tanganmu sangat mengerikan seperti ini " tambah David lagi.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan " lalu Fang Lee pergi sesuai intruksi David untuk mengobati lukanya.
"hei ! siapa yang di dalam ?" ucap Rendy yang baru datang bertanya pada David .
"sasa.kau kemana saja baru datang" ucap David
"fang Lee kemana ....sialan , bahan bakar habis kenapa dia tidak bilang " ucap Rendy .
"dia mengobati luka nya .apa kau baru saja lari maraton " ucap David pada Rendy dengan tertawa geli .
" diam kau .ini juga karena mu" ucap Rendy .
"kenapa kau menyalahkan aku" ucap David heran .
__ADS_1
"kalau saja aku yang berada satu mobil dengan Sasa . tidak akan seperti ini" ucap Rendy.
"itu sudah menjadi nasibmu . jadi terima saja" ucap David santai .
"kau!" ucap Rendy menunjuk David .
"apa ! kau mau menantang ku . ayo!" ucap David tak ingin kalah dengan Rendy.
"sudah...sudah ini rumah sakit kalian selalu ribut masalah yang tidak penting " ucap asisten Han yang menjadi penengah mereka .
"dia yang mulai" ucap Rendy
"kau dulu" ucap David .
"sudah...sudah" ucap asisten Han .
tidak lama kemudian keluar lah dokter dan perawat dari balik tirai .
"dok bagaimana keadaan nya?" ucap Rendy.
"pasien mengalami trauma dan dehidrasi ,kami sudah memberinya infus untuk mengembalikan tenaga nya dan kami juga sudah mengobati luka-luka nya setelah infus habis pasien bisa pulang" ucap dokter .
"terimakasih dokter" ucap Rendy lalu dokter pun pergi .
"kak Lee" ucap sasa memanggil Fang Lee.
"Sasa sudah sadar " ucap Rendy memanggil mereka dan berlari masuk .
"sa kamu sudah sadar . bagaimana keadaan mu . apa yang kamu rasakan" ucap David .
"aku tidak apa - apa.kak Lee mana ?" Sasa bertanya pada David.
"apa terjadi sesuatu yang serius padanya " ucap Sasa khawatir .
"aku harus melihat keadaan nya " ucap Sasa yang mencabut infus nya dan berlari mencari fang Lee.
"sa kembali . kau harus di infus dulu" ucap David mengejar Sasa .
lalu Sasa mencari fang Lee di semua ruangan hingga dia melihat fang Lee dari jendela kaca.dia terbaring memejamkan mata di ranjang pasien .
"kakak" panggil Sasa dengan kaki yang gemetar . Sasa langsung berlari ke ruangan itu dan menghambur ke pelukan fang Lee.
"kak bangun kak .... apa yang terjadi padamu " ucap Sasa menangis . di susul oleh David Rendy dan asisten Han di belakang nya .
"ssstt heh!(mencolek David)katamu fang Lee tidak apa-apa kenapa dia tidak sadarkan diri seperti ini " ucap Rendy berbisik.
"aku juga bingung . tadi dia benar-benar tidak apa apa . tadi dia kesini juga sempat menggendong Sasa" ucap David berbisik.
"maafkan aku yang membuat mu susah hingga seperti ini.
jujur aku juga sangat merindukan mu aku juga mencintaimu kak, sungguh" ucap Sasa di sela Isak tangis nya di dada fang lee.
"benarkah?" ucap fang Lee yang membuat Sasa tertegun dan berhenti menangis sesaat lalu melihat ke arah wajah fang lee.
"aku ingin kamu mengulangi ucapan mu " ucap fang Lee .
"jadi kakak pura-pura" ucap Sasa.
"tidak .aku benar benar sakit . lihatlah" ucap fang Lee yang membenarkan posisi duduk nya memperlihatkan infus darah yang mengalir di tangan nya .
__ADS_1
"tapi kakak tadi pura-pura terpejam?" ucap Sasa.
"aku tidak pura-pura . tadi aku terlelap sebentar dan kamu datang. maafkan aku membuat mu menangis" ucap Fang Lee menarik tangan Sasa perlahan untuk di peluknya .
"bodoh....aku sangat mengkhawatirkan mu.tau" ucap Sasa memukul perlahan dada fang Lee.
"aduh jangan memukul lagi atau aku benar-benar akan pingsan" ucap fang Lee memeluk Sasa dengan sayang.
"maafkan aku telah membuat mu seperti ini kak " ucap Sasa.
"ini bukan kesalahan mu sayang . berhentilah meminta maaf " ucap fang Lee .
"jika saja aku bisa mengatasi ini sendiri . pasti kakak tidak akan terluka seperti sekarang " ucap Sasa.
"hei siapa yang membuatmu berfikir seperti ini . kamu adalah bagian dari hidup ku. kedepan nya kau harus berjanji untuk menurut padaku dan mengatakan semua masalah yang kamu hadapi .paham" ucap Fang lee memegang pipi Sasa untuk menghadap ke wajah nya.
"paham. tapi kakak juga begitu , jika ada masalah berbagilah dengan ku . bukan kah aku juga memiliki hak untuk tau keadaan dan masalah yang sedang kamu hadapi" ucap Sasa .
"baiklah aku berjanji padamu sayang" ucap fang Lee lalu mencium Sasa cukup lama.
"Wow...sepertinya kau harus keluar agar hati mu tidak retak" ucap David pada Rendy .
"tidak . hati ku memang sakit ,tetapi aku lebih bahagia melihat nya seperti ini . aku sudah merelakan nya" ucap Rendy tersenyum melihat Sasa dan fang Lee bermesraan .
"kau memang baik kawan .semoga kau mendapatkan penggantinya" ucap David menepuk pundak Rendy .
"dia tidak ada ganti nya (memandang ke arah Sasa) tetapi aku yakin akan menemukan perempuan yang lebih baik dari nya walaupun hanya seujung kuku jari" ucap Rendy dalam hati.
lalu david menepuk pundak Rendy sekali lagi dan merangkul nya dari samping .
"hei kalian . apakah tidak tau malu " ucap David yang menyadarkan fang Lee dan Sasa karena di sekitar mereka ada 3 orang yang sedang melihat kemesraan mereka .
"sepertinya keberadaan kita tidak di anggap di sini " ucap Rendy.
"hei apa kau sekarang sedang iri padaku" ucap fang Lee.
Rendy hanya tersenyum mendengar ucapan fang Lee.
"ayo kita pergi saja dari sini . aku muak melihat mereka" ucap David tersenyum lalu berjalan keluar di ikuti Rendy dan asisten Han .
"sepertinya kita harus melanjutkan nanti malam . disini tidak aman" ucap fang Lee berbisik ke telinga Sasa .
"sembuhkan dulu luka mu" ucap Sasa memukul lengan fang Lee .
"hei kenapa pipimu merah sayang" ucap fang Lee yang mencoba melihat Sasa .
"berhenti menggoda ku " ucap Sasa menutup wajah nya .
"sebentar aku ingin melihat wajahmu " ucap fang Lee yang membuka tangan Sasa yang menutupi wajah .
"pasti ini sangat sakit " ucap fang Lee mengelus pipi Sasa yang memar.
"tidak . ini tidak sebanding dengan luka mu kak " ucap Sasa .
"maafkan aku . aku datang terlambat" ucap fang Lee .
"sudah lah jangan di bahas lagi . aku sungguh tidak apa apa" ucap Sasa tersenyum pada Fang Lee.
"kemari lah aku ingin memeluk mu lagi" ucap fang Lee memeluk dan mengusap rambut Sasa .
__ADS_1