
"Rahasia" ucap Fang Lee mencoba menggoda Sasa.
"Eh mau kemana ...jawab dulu" ucap Sasa mengikuti jalan Fang Lee.
"Kak beritahu aku" ucap Sasa disela sela Fang Lee berjalan.
"Mau tau ?" tawar Fang Lee . Sasa pun tersenyum dan mengangguk .
"Tangkap aku dulu" ucap Fang Lee terus berlari menghindari Sasa .
"Awas ya kalau kena" ucap Sasa yang mencoba mengejar Fang Lee hingga sampai berlari di ruang tamu memutari sofa dan meja yang ada di sana .
"Kalian ini sedang apa ?" ucap ibu Sasa.
"Bu bantu aku menangkap kak Lee" ucap Sasa yang ada di seberang sofa .
"No no no ...kamu tidak boleh curang sayang" ucap Fang Lee tertawa.lalu Sasa mencoba memikirkan cara agar Fang Lee mendekat padanya .
Tiba-tiba saat Sasa berlari....
BRUUUKK...!
"Aduh" ucap Sasa memegang kaki nya.
"Dayang" ucap Fang Lee menghampiri sasa.
"Mana yang sakit...hmmm" ucap Fang Lee mencoba melihat letak kaki yang di pegangi oleh Sasa .
"Haaaa kena" ucap Sasa merangkul Fang Lee .
"Aku tanya serius sayang . mana yang sakit?" ucap Fang Lee yang tetap serius memandang Sasa . Sasa pun tertawa melihat wajah fang Lee yang kebingungan .
"Aku hanya bercanda kak . aku baik-baik saja " ucap Sasa .
"Jadi kamu pura-pura"ucap Fang Lee mengerutkan dahinya .
"Hmmm . Ayo cepat kasih tau aku .apa yang dia katakan padamu" ucap Sasa mengangguk .
"Kamu sudah curang dan membuat ku khawatir . ini balasan untuk mu " ucap Fang Lee yang menggelitik pinggang sasa .
"Kak geli...ampun...ampun" ucap Sasa . Fang Lee terus menggelitik Sasa sesekali berhenti lalu melanjutkan menggelitiki nya lagi .
"n
Nak ayo makan siang . makanannya sudah siap" ucap ibu Sasa .
"Baik Bu"ucap Fang Lee .
"Ok ayo kita makan siang dulu . hukuman selanjutnya akan kamu terima nanti " ucap Fang Lee meninggalkan Sasa yang nafasnya tidak teratur akibat gelitikan Fang lee.
"Hah masih ada lagi ?" ucap Sasa yang masih mengatur nafas nya .
"Bibi" Fang Lee memanggil pelayan nya .
"Iya tuan" ucap pelayan Fang lee.
"Panggil pak mat . kita makan sama sama " ucap Fang Lee datar.
"Tapi suami saya masih mencuci mobil tuan " ucap pelayan Fang Lee.
"Tinggalkan saja dulu . kita makan bersama " ucap Fang Lee tersenyum tipis memandang pelayan nya.
"Baik tuan" ucap pelayan itu dengan mengangguk pergi memanggil suaminya .
"Nak berapa kali kau tersenyum setiap hari ?" tanya ayah Sasa .
"Maksud ayah ?" ucap Fang Lee sedikit bingung .
"Maksud ayah , wajah mu itu terlalu kaku . orang yang melihat mu bukan karena dia menghormati mu tetapi yang ada dia akan takut padamu " ucap ayah Sasa.
__ADS_1
"Maaf ayah . Dari dulu wajah saya memang seperti ini . itu hanya ketakutan mereka saja " ucap Fang Lee .
"Aku yakin jika kau tersenyum lebih lebar lagi , pesona mu akan keluar . coba lah tersenyum sekarang " ucap ayah Sasa . Fang Lee pun mulai melebarkan sudut bibir nya membingkai senyuman yang sangat tampan dan mempesona dengan pelan pelan .
"Nah begitu . kau sangat tampan jika tersenyum nak . Mulai sekarang biasakan untuk tersenyum pada setiap orang " ucap ayah Sasa.
"Baik ayah" ucap Fang Lee sembari tersenyum .
"Tuan" ucap sopir Fang Lee yaitu suami dari pelayan fang Lee .
"Silahkan duduk pak " ucap Fang Lee tersenyum .
Sopir Fang Lee pun merasa heran dengan sikap Fang Lee ,lalu dia duduk di sebelah pelayan Fang Lee .
"Bu ,tuan kenapa ?" ucap sopir Fang Lee .
"Kenapa apanya pak ?" ucap pelayan Fang Lee.
"Kok senyum senyum seperti itu .tidak biasanya tuan ramah " ucap sopir itu .
"Huuss...mulut nya di jaga pak . nanti tuan dengar" ucap pelayan Fang Lee.
"Bibi ,pak mat ayo silahkan ambil nasi dan lauk nya" ucap Sasa.
"Eh iya non " ucap pelayan itu . makan siang pun berjalan dengan normal seperti biasa.
.
.
.
Rendy terus mencari keberadaan seseorang . dia menyisir kota sampai daerah pinggiran dan akhir nya orang itu pun ketemu .
"Jadi mereka tinggal di sini" ucap Rendy mengintai dari samping pagar yang setinggi 2 meter . lalu Rendy mengeluarkan ponselnya nada tersambung pun berbunyi .
"Halo ,aku sudah menemukannya " ucap Rendy.
lalu Rendy berjalan mendekati rumah sederhana jauh dari kata mewah .
"Permisi" ucap Rendy
"Iya,sebentar" ucap seseorang bersuara besar dari dalam rumah
"Anda siapa ?" ucap seorang pria yang membukakan pintu untuk Rendy .
"Perkenalkan om saya Rendy, teman putra waktu SMA" ucap Rendy mengulurkan tangan nya .
"Saya kemari atas permintaan putra anak om.saya ingin membawa om dan Tante untuk pindah di rumah yang lebih layak " ucap Rendy .
"Maaf nak . Untuk sekarang saya dan mama nya putra sudah tidak punya apa-apa . di tambah lagi keadaan ibu putra yang terkena stroke " ucap papa putra dengan menitihkan air mata .
"Ini gratis om . om tidak perlu khawatir .....maaf om ,boleh saya melihat keadaan Tante " ucap Rendy .
"Silahkan nak ...silahkan masuk " ucap papa putra mempersilahkan Rendy untuk masuk .
Setelah melihat keadaan mama nya putra Rendy pun di persilahkan duduk di ruang tamu yang sempit .
"Tante kenapa seperti itu om ?" tanya Rendy pada papa putra .
"Dia terkejut dan tertekan dengan keadaan kami yang jatuh ini nak. Memang ini hukuman yang pantas untuk kami karena perbuatan kami dulu" ucap papa putra .
"Apa om menyesal ?" tanya rendy pada papa putra .
"Sangat menyesal . seharusnya om tidak merendahkan orang lain ." ucap papa putra.
"Apa om dendam dengan orang yang membuat bisnis om hancur ?" tanya Rendy lagi . lalu papa putra diam sejenak dan berfikir .
"Tidak nak . Untuk apa om dendam,memang ini murni kebodohan putra yang mengusik orang itu terutama aku yang tidak bisa membimbing keluarga ku dengan baik " ucap papa putra.
__ADS_1
Rendy langsung tau yang di maksud orang itu adalah Fang Lee .
"Maaf nak .om malah bercerita yang menyedihkan padamu . Lantas apa yang membuat mu datang kemari nak ?" ucap papa putra .
"Seperti yang saya bilang tadi om . Saya memenuhi permintaan putra untuk mencarikan rumah yang layak untuk om dan Tante tinggal " ucap Rendy .
"Benarkah . Kapan nak ?" ucap papa putra .
"Kalau bisa secepat nya om . nanti saya akan mencari bantuan untuk memindahkan barang barang om dan Tante " ucap Rendy.
"Terimakasih nak . Maaf merepotkan mu " ucap papa putra memegang tangan Rendy untuk di cium nya.
"Om ...jangan seperti ini" ucap Rendy menolak tangan nya di cium oleh papa putra.
.
.
.
*Di kamar Fang Lee*
"Kak" Sasa memanggil Fang Lee .
"Ada apa sayang?" ucap fang Lee yang fokus memandang ke luar jendela .
"Berhubung ayah dan ibu menginap di sini kita tidur terpisah saja . Bagaimana ? " ucap Sasa
"Aku tidak mau " ucap Fang Lee
"Tapi nanti akan menimbulkan pikiran pikiran buruk pada mereka kak " ucap Sasa .
"Aku tidak mau toh kita akan menikah . Saat dirumah ayah dan ibu ,kita juga sekamar kan " ucap Fang Lee .
"Tapi ini berbeda . disini kan banyak kamar yang masih kosong " ucap Sasa .
lalu Fang Lee berfikir agar kamar tamu nya tidak kosong .
"Ok aku punya rencana " ucap Fang Lee .
"Rencana apa lagi . jangan macam-macam ya" ucap Sasa .
"Tunggu saja nanti . yang terpenting kita tidak akan tidur terpisah" ucap Fang Lee mengedipkan matanya sebelah .
"Kak ....kakak mau apa " ucap Sasa yang berjalan mundur karena Fang Lee maju perlahan-lahan .
"Kak jangan ngawur .ayah dan ibu ada di depan" ucap Sasa dengan memejamkan mata karena Fang Lee sudah ada di depan wajah nya . lalu Fang Lee mencium kening dan bibir Sasa sekilas .
"Aku sudah tidak tahan sayang" ucap Fang Lee berbisik di telinga Sasa.
"Tapi di luar ada ayah dan ibu" ucap Sasa .
"Sstttt kita gerak pelan saja .tidak akan menimbulkan suara " ucap Fang Lee .
lalu Sasa pun terdiam menempel di dinding.
Fang Lee mulai melancarkan aksinya dengan lembut lalu berpindah ke atas ranjang.
di sela sela aksi nya , fang Lee terus menghujani Sasa dengan pujian manis untuk wanita yang di cintai nya itu .
Saat terbius dengan keadaan , ponsel Fang Lee berdering dengan keras di dekat bantal .tak berfikir panjang , dia mengangkat telfon dan di dekat kan pada telinga nya .
" ada apa ? " ucap Fang Lee.
"halo...kau sedang apa ? " ucap David yang mendengar deru nafas seperti orang yang sedang kelelahan .
"Sedang olahraga " ucap Fang Lee .
"sial ! apa itu suara sasa ?" ucap David berteriak di telfon .
__ADS_1
"Kau sudah tau kenapa bertanya. nanti sore datanglah kerumah ku . ajak Rendy juga "ucap Fang Lee lalu mematikan telfon nya lalu meneruskan aksinya dengan Sasa.