
"Sial kenapa aku menamparnya dengan keras" ucap Putra menyesali tindakan nya . Hati Putra sebenarnya masih tersimpan nama Sasa tetapi dia juga bimbang antara membalas dendam nya dengan apa yang dilakukan Fang Lee pada keluarganya .Lalu Putra mendekatkan diri kepada sasa ,tiba-tiba Sasa meludahi putra lagi .
"Apa ini kebiasaan mu yang sebenarnya?" ucap Putra dengan mata tajam.
"Jangan dekat-dekat dengan ku " ucap Sasa tidak kalah garang dengan putra.
"Kau" ucap putra ingin memukul Sasa.
"Apa ? mau memukul ku . pukul saja ,Pukul!!! " ucap Sasa berteriak .
Lalu Putra menurunkan tangan nya kembali dan pergi meninggalkan Sasa . Sasa yang melihat kepergian Putra mencoba untuk melepas tali yang mengikat tangan nya .
"Ah susah sekali" ucap Sasa .
"Aku harus keluar dari sini .ayo Sasa kamu bisa " ucap Sasa menggesek gesek kan tangan nya agar tali nya mengendor , setelah lama mencoba akhirnya tali yang mengikat Sasa terlepas. Dengan segera Sasa membuka tali di kaki nya juga .
"Aku harus pergi sekarang " ucap Sasa mencari jalan keluar .
Mendengar ada suara decitan pintu Sasa mencoba bersembunyi.
"Ah kenapa dia cepat sekali" ucap Sasa lalu menemukan persembunyian .
"Sa..." ucap Putra.
"Kamu dimana ?....jangan coba-coba dengan ku " ucap Putra .
"Aku hitung Sampe tiga kalo kamu gak keluar . aku akan berbuat kasar dengan mu 1.....2...." ucap Putra
"Mati aku .. Aku harus bagaimana?" ucap Sasa gemetaran.
"Jangan sampai aku menghitung hingga akhir " ucap Putra tetapi tetap tidak ada pergerakan sama sekali.
"Tiga" ucap Putra ,tiba-tiba Sasa langsung berlari melewati pintu yang terbuka .
"Hei kembali kau ...sial ! " ucap Putra yang mencoba mengejar Sasa .
.
.
.
Fang Lee sudah mencapai lebih dari setengah perjalanan yang dia tempuh .
"Masih jauh ?" tanya Fang Lee.
"Sebentar lagi kita akan sampai " ucap Rendy .
lalu mobil tiba-tiba berhenti.
"Kenapa ?" tanya Rendy.
"Sepertinya mogok ,sebentar aku lihat" ucap Fang Lee.
"Sial sekali .Dalam keadaan genting mobil mu bisa-bisa nya mogok " ucap Rendy .
"Jangan banyak bicara . Turun ,dan bantu aku" ucap Fang Lee lalu mereka turun .
"Kenapa David belum sampai ?" tanya Fang Lee yang membuka bagian depan mobil .
"Dia akan menyusul . Masih lama ?" ucap Rendy sambil melihat jam di tangan nya .
"Mungkin akan memakan waktu yang sedikit lebih lama untuk membenahi mobilku. begini saja , kau disini menunggu David datang dan aku jalan kaki , toh kurang sedikit lagi " ucap Fang Lee.
"Baiklah, kau hati-hati " ucap Rendy menepuk pundak Fang Lee .
.
.
__ADS_1
.
"Kena kau" ucap putra menangkap Sasa
"Lepaskan aku ...lepaskan " ucap Sasa meronta.
"Diam atau ku bunuh kau disini" tangan Putra menekan leher sasa lalu Sasa pun diam .
"Ayo ikut aku" ucap Putra menggeret Sasa kembali ke rumah tua itu.
*di rumah tua*
"Berdiri disini " ucap Putra memberi perintah pada Sasa lalu tangan Sasa di tali di tiang yang terlentang di atas sepertinya tiang itu bekas ayunan .
"Apa salah ku padamu " ucap Sasa.
"Sebenar nya bukan kau yang salah ,tetapi calon suami mu " ucap Putra .
"Kau menjebak nya melalui aku ?" ucap Sasa.
"Awal rencana ku bukan lah seperti ini tapi kau yang merusak nya " ucap Putra .
"Ku mohon lepaskan aku " ucap Sasa sambil menangis .
"Kau ingin ku lepaskan ? " tanya Putra pada Sasa . Sasa pun menganggukan kepalanya .
"Ada satu syarat . Kita bersenang-senang dulu" ucap Putra mendekat ke arah Sasa sambil memegang dagunha ingin mencium bibir Sasa . Tiba-tiba kaki Sasa menendang alat vital putra . Lalu Putra merasa kesakitan yang teramat sangat sambil memegang pusaka nya .
"Jangan mimpi kau " ucap Sasa.
"Kurang ajar" ucap putra menampar Sasa hingga kepalanya terhuyung ke samping kanan .
"Berani-berani nya kau menendang ku " ucap Putra.
"Kau mau melayani ku atau tidak ?" ucap Putra
"Sekarang ku tanya lagi ,kau mau melayani ku atau tidak ?" tanya Putra dengan lebih keras.
"Tidak.... tidak akan . aku memilih mati di banding melayani mu " ucap Sasa yang sudah lemas karena tamparan Putra .
"Dasar keras kepala" ucap putra lalu mengikat kaki Sasa dengan posisi melebar .
"Jika kau tidak ingin melayaniku dengan tulus . Jangan salah kan aku untuk memaksamu kali ini" ucap Putra mendekat pada Sasa.
"Jangan...jangan " ucap Sasa yang menggeleng-gelengkan kepalanya . Putra pun mulai meraba-raba kulit Sasa .
"Jangan . ku mohon" ucap Sasa menangis .
"Hei kenapa kau menangis . Ini tidak akan sakit , percayalah " ucap Putra mengelus pipi Sasa yang merah bekas tamparan .Sasa sudah tidak karu-karuan wajah nya yang memar dan penuh luka akibat kekerasan Putra di tambah lagi matanya yang terus meneteskan air mata menjadikan nya sembab .
"Sebentar ,apakah kau masih suci ? " ucap putra dengan nada mengintimidasi .Sasa terus menangis karena kehabisan tenaga untuk melawan .
"Mari ku coba" ucap Putra menurunkan resliting nya dan ingin menyingkap rok yang di kenakan Sasa .
"Ku mohon jangan " ucap Sasa menangis histeris.
"Tuhan tolong aku .... kak Lee tolong... aku takut" ucap Sasa dalam hati . Tiba-tiba pintu pun di dobrak oleh seseorang menimbulkan suara yang keras .
"Berhenti"ucap seseorang yang mendobrak pintu . Sontak putra pun mengurungkan niat nya untuk menyingkap rok Sasa ,dari kegelapan Putra tidak bisa mengenali orang yang mendobrak pintu ,lalu dia mencoba mendekati orang itu .
"Kurang ajar bagaimana dia bisa tau tempat ini" gumam Putra.
"Wah wah wah ...pahlawan sudah datang rupanya " ucap Putra .
"Lepaskan wanitaku" ucap Fang Lee geram.
"Baiklah-baiklah , akan ku lepas kan toh aku sudah menikmatinya " ucap Putra berbohong dengan menutup resliting celananya kembali.
"Bohong . Jangan percaya ucapan nya " ucap Sasa pada Fang Lee.
__ADS_1
"Kau tadi sudah lihat sendiri aku merapikan celanaku. Kau datang sangat telat kali ini " ucap putra tertawa .
"Ku mohon kak . jangan mempercayainya . aku tidak melakukan hal itu" ucap Sasa menangis memohon agar Fang Lee tidak termakan ucapan Putra .
"Hei gadis ku. Apa kau sudah lupa rasanya . bukan kah tadi katamu sangat enak ?" ucap Putra mendekat hendak memegang pipi Sasa.
"HENTIKAN ! jangan kau sentuh wanitaku . jika kau masih ingin mempunyai tangan yang lengkap " ucap Fang Lee yang berlari menuju putra dan menendang nya sampai Putra membentur kayu-kayu di belakang nya .
"Sialan" ucap Putra lalu maju dengan senjata kayu .
"Stop ...tolong berhenti " ucap Sasa menangis.
Tidak berhenti di situ Sasa terkadang juga menjerit saat salah satu dari mereka terjatuh .
Hingga akhirnya Fang Lee di atas badan putra dan menghajar nya tak pandang buluh.
"B*debah kotor ! " pukulan mendarat di pipi Putra .
"Terimalah ini....ini untuk kau yang menculik wanitaku . Ini untuk kau yang menyentuh wanitaku . Ini untuk kau yang membuatnya menderita dan terakhir ini untuk kau yang mencoba menghasut ku" ucap Fang Lee dengan pukulan terakhirnya yang membuat putra lemas tak berdaya .
Saat Fang Lee ingin menambahi pukulan nya lagi tiba-tiba Sasa menjerit.
"Sudah kak . Cukup ....cukup" ucap Sasa berteriak .
"Sayang , kau sudah mengingat ku " ucap Fang Lee mendekat ke arah Sasa.
"Iya kak ,iya aku sudah mengingat semua nya" ucap Sasa lalu di peluk oleh Fang Lee.
"Aku merindukan mu sayang . Sungguh" ucap Fang Lee . Lalu dari belakang diam-diam putra terbangun dengan pisau yang ada di tangan nya.
"Kak awas" ucap Sasa terbelalak kaget . dengan siaga Fang Lee langsung memutar badan sangat cepat dan menahan pisau yang tajam itu dengan tangan kosong . Sontak wajah putra menjadi kaget dengan tindakan Fang Lee tersebut.
" Pergi lah ke neraka " ucap putra sambil menekan pisau itu .
DOR....!
" Letakan senjata ....Angkat tangan" ucap polisi yang muncul dari pintu .
Satu kali tembakan mengenai kaki Putra dan dia jatuh tersungkur kebawah meninggal kan pisau menancap di tangan Fang Lee yang masih di genggamnya .
"******** kau ....kenapa kau menelfon polisi" ucap Putra geram.
"Bukan dia .Aku yang memanggil mereka" ucap David .
"Tolong bawa dia pergi dan hukum dengan seadil-adilnya pak" ucap Fang Lee.
"Terimakasih sudah membantu kami pak"ucap polisi itu.
"Sama-sama . Saya juga mengucapkan terimakasih" ucap David .
"Kau" ucap Putra geram dan di borgol oleh polisi .
"Ayo jalan" ucap polisi itu memegangi Putra dari samping kiri dan kanan serta belakang.
"Dadah" ucap David melambaikan tangan ke putra.
"Terimakasih Dav" ucap Fang Lee.
"Tidak masalah . Hei ,tangan mu berdarah" ucap David kebingungan .
"Jangan kau urusi aku . Bantu aku membuka ikatan Sasa" ucap Fang Lee lalu sibuk membuka tali Sasa.
"Kakak" ucap Sasa memeluk Fang Lee setelah ikatan nya di buka . Lalu David membuka kaos yang dia pakai untuk membungkam darah yang terus menerus keluar .
"Ayo kita bawa ke rumah sakit " ucap Rendy .
"Ren kau dan Han membawa mobil fang Lee .Aku ,Lee dan Sasa akan satu mobil memakai punya ku " ucap David.
"Baiklah.Aku akan di belakang kalian" ucap Rendy mengerti .
__ADS_1