
"yang makan kau . yang membujuk dia aku (sambil menunjuk David lalu menunjuk arah fang Lee pergi) pintar sekali otak mu " ucap Rendy merdacak pinggang ,lalu pergi ke kamar .
"heh kau mau kemana ,temani aku makan ramen dulu " ucap David sedikit berteriak karena Rendy sudah berjalan jauh di depan David .
"kenapa aku jadi sendirian disini " ucap David pada dirinya sendiri lalu dia pergi ke meja makan.
.
.
.
fang Lee terus menggandeng Sasa sampai ke kamar nya dan baru melepas tangan sasa.
"kenapa kakak membawaku kemari . nanti ayah dan ibu tau bagaimana ? " ucap Sasa
"ayah dan ibu sudah tau " ucap fang Lee
"hah ! sudah tau apa ?" ucap Sasa kaget
"sudah tau kalau David dan Rendy menginap di sini jadi aku meminta izin pada ayah untuk tidur dengan mu " ucap fang Lee
"lalu ayah bilang apa ? " ucap Sasa penasaran
"ayah membolehkan kita tidur bersama" ucap fang Lee
"yang benar ayah bilang begitu ?" ucap Sasa tidak percaya .
"benar.kalau tidak percaya bisa kamu tanyakan pada ayah" ucap fang Lee dengan percaya diri.
"ok . kalo ayah sudah memberi izin ,aku mau tidur disini" ucap Sasa tersenyum masuk ke kamar mandi untuk berganti piyama .
"padahal masih ada kelanjutan nya . asal aku tidur di sofa . biarkan saja lah toh dia sudah percaya"ucap fang Lee dengan senyum jail nya .
tok...tok..tok...
"masuk" ucap Rendy dari dalam kamar .
"apa kau tidak mau mencoba ramenku? " ucap David membawa ramen nya ke dalam kamar .
"tidak , kenapa kau membawa ramen mu ke kamarku " ucap Rendy
"memang nya kenapa ? " ucap David yang heran dengan pertanyaan Rendy .
"ini kamar ,bukan meja makan . sana keluar " ucap Rendy
"alah tidak apa-apa . tenang saja Lee tidak akan marah . toh aku sudah biasa di rumah nya seperti ini " ucap David.rendy pun diam setelah David berbicara seperti itu .
"ren" panggil David
"apa ? " ucap Rendy dengan berbaring di ranjang .
"apa alasan mu menyukai Sasa ? " ucap David yang tiba-tiba membahas hal itu .
"maksud mu ? " ucap Rendy yang tidak mengerti .
"ya maksud ku . kenapa kau bisa menyukai Sasa. apa yang membuat mu tertarik padanya ? " ucap David
"kenapa kau bertanya seperti itu ? " ucap Rendy
"tidak apa-apa . aku hanya ingin tau saja" ucap David.
"begini , aku menyukai Sasa bukan atas dasar dia cantik . cantik adalah bonus ku untuk menyukainya . dia wanita yang tidak pantang menyerah dan murah senyum terlebih lagi dia pintar " ucap Rendy dengan membayangkan Sasa .
David pun mengangguk-agukan kepalanya .
__ADS_1
"tapi terlepas dari sikap nya yang seperti itu , ada sisi yang membuat ku tertarik pada nya " ucap Rendy
"maksud mu sisi seperti apa ?" ucap David .
"entahlah sampai sekarang aku belum bisa mengetahui sisi apa yang membuat ku tergila-gila dengan dia" ucap Rendy sambil terbangun dari tidur nya.
"sebentar lagi fang Lee akan menikah dengan Sasa . kau tau itu , apa kau tetap akan menyukai Sasa ? " ucap David . Rendy pun terdiam dan menatap kosong ke segala arah
"entah lah . aku sendiri bingung (diam sejenak) tapi walaupun aku tetap menyukai Sasa ,bukan berarti aku akan mengganggu hubungan orang yang ku sukai . dulu aku sempat egois , ku pikir cinta itu harus terus di perjuangkan tanpa mengenal kata merelakan dan aku selalu meyakinkan diriku bahwa Sasa lambat laun akan jatuh ke pelukan ku. tetapi setelah tau akhir cinta ku seperti ini . aku mulai membenarkan jika ada istilah cinta tidak harus memiliki . akan cukup ku kenang saja ,setidaknya dengan keberadaan Sasa yang pernah menghiasi hari ku , aku pernah merasakan cinta " ucap Rendy
"kau puitis sekali " ucap David .Rendy pun tersenyum masam melirik ke arah david
"dulu aku sangat dekat dengan Sasa sama hal nya Sasa dekat dengan putra . tetapi bedanya aku hanya di anggap Sasa sebagai teman ,tidak lebih . takdir memang tidak berubah sampai saat ini" ucap Rendy lagi .
"aku hanya ingin berpesan padamu . kau harus menemukan pasangan . jangan menutup hati mu untuk orang yang ingin masuk......bagaimana kalau aku mengenalkan mu dengan ini" ucap David sambil menunjukan foto perempuan yang ada di ponselnya . . Rendy pun hanya tersenyum.
"aku tau . tapi tidak untuk sekarang aku masih belum ingin berkenalan dengan perempuan mana pun " ucap Rendy .
"lihat lah dulu . dia juga baik ,imut dan cantik" ucap David .
"tidak mau" ucap Rendy menatap David
"ok....bagaimana kalau yang ini" ucap David menggeser layar ponsel nya .
"tidak" ucap Rendy kembali berbaring dengan menutup wajah nya dengan bantal .
"hei jangan tidur dulu . aku masih bicara dengan mu " ucap David .
"sudah lah David . habiskan ramen mu dan pergi tidur" ucap Rendy masih dengan bantal yang menutupi wajah nya .
.
.
.
"ada apa kak?" ucap Sasa yang menyisir rambutnya di depan meja rias .
"besok aku mau ke lapas " ucap fang Lee
"untuk apa kak ? " ucap Sasa kaget .
"putra ingin berbicara dengan ku " ucap fang Lee
"kakak kesana dengan siapa ? " ucap Sasa.
"aku dengan David dan Rendy sayang" ucap fang Lee .
"ohh ya sudah kalau begitu . tapi setelah ke lapas kakak kembali ke rumah atau langsung ke kantor ?" ucap Sasa
"aku langsung pulang ke rumah sayang . kenapa ? " ucap fang Lee .
"bukan kah nanti sore acara resepsi Kim Hanna kakak ingat kan " ucap Sasa .
"iya aku ingat sayang " ucap fang Lee mencubit pipi Sasa.
"duuhhh kebiasaan selalu mencubit pipi ku " ucap Sasa pura-pura merajuk .
"hahaha kamu itu lucu sayang . jadi aku gemas dengan kamu " ucap fang Lee tertawa sambil memeluk Sasa
"o iya sayang, apa kamu tau kalau Rendy mau ke Taiwan ?" ucap fang Lee .
"aku tidak tau kak . mungkin dia kesana ingin holiday " ucap Sasa
"tidak sayang , Rendy ke Taiwan itu untuk bekerja . dia di terima di sana" ucap fang Lee
__ADS_1
"apa . kenapa dia tidak bilang pada ku ? " ucap Sasa yang kaget .
"kenapa respon mu seperti mau di tinggal kekasih ? " ucap fang Lee yang memperlihatkan rasa cemburu nya .
"bukan begitu kak . kakak tau sendiri Rendy adalah teman ku sejak aku SMA . kami sudah dekat dari 5 tahun yang lalu . jadi aku tersinggung bila dia tidak bilang padaku ." ucap Sasa .
"lebih gila nya lagi. dia pergi waktu acara pernikahan kita " ucap fang Lee menyenderkan punggung nya di senderan ranjang .
"aku harus menemui dia " ucap Sasa meletak an sisir di meja rias dan hendak pergi ke kamar Rendy .
"kamu mau kemana sayang?" ucap fang Lee
"aku ingin menemui Rendy kak " ucap Sasa
"ini sudah malam sebaiknya besok saja ,mungkin Rendy juga sudah tidur ." ucap fang Lee .Sasa pun membenarkan ucapan fang Lee .
"mungkin benar kata kak Lee . besok saja lah aku menegur nya . toh dia besok juga masih di sini" gumam Sasa dalam hati .
"baiklah . besok saja aku akan memarahi nya . enak saja dia tiba-tiba pergi tanpa berpamitan dengan ku" ucap Sasa yang tetap kesal dengan Rendy .
"sudah sini naik lah ke tempat tidur " ucap fang Lee yang menepuk nepuk kasur . Sasa pun datang ke arah fang Lee lalu fang Lee memeluk Sasa dengan sayang dan menjadikan lengan fang Lee sebagai bantal Sasa . tiba-tiba Sasa teringat bila belum mengobati dan mengganti perban fang Lee
"astaga kak . luka mu ! . aku belum mengobati nya lagi" ucap Sasa terkejut lalu terbangun lagi .
"sudah lah sayang ,besok saja . luka ku sudah tidak apa apa" ucap fang Lee pada Sasa tetapi Sasa terus berjalan dan mengambil kotak P3k.
"sini bangun dulu" ucap Sasa dengan membawa kotak P3k di tangan nya .fang Lee pun menurut saja . saat Sasa hendak membuka perban fang Lee ,fang Lee terus memandang nya dengan tersenyum .
"kakak kenapa melihat ku seperti itu ? " ucap Sasa menatap fang Lee
"apa kamu tau . aku tidak pernah di khawatirkan oleh seseorang seperti ini . aku baru saja mendapatkan nya darimu " ucap fang Lee tersenyum .
"jangan gombal" ucap Sasa dengan memajukan bibir nya .
"sungguh sayang . kenapa kamu tidak percaya" ucap fang Lee
"jelas-jelas dulu kakak di kejar-kejar oleh Kim Hanna di tambah lagi kakak kan tampan . apa benar tidak ada yang seperhatian ini hmmm?" ucap Sasa dengan sedikit melotot pada fang Lee.
"aku tidak merasa dia perhatian padaku . malah aku berfikir kalau dia mencoba menggangguku. tunggu sebentar ,tadi kamu bilang aku apa ? tampan ? " ucap fang Lee dengan wajah yang tersenyum menggoda Sasa.
"ah sudah lah . tadi aku hanya salah bicara saja " ucap Sasa yang sibuk menunduk untuk memasang perban baru ke tangan fang Lee .fang Lee pun tersenyum puas mendengar Sasa memuji nya ,di saat Sasa memujinya dan orang lain memujinya ,fang Lee merasa berbeda seperti ada kebahagiaan tersendiri bila Sasa yang memujinya.
"sudah ayo tidur" ucap Sasa lalu meletak an P3k di meja .
"kamu ulangi dulu perkataan mu tadi . kamu bilang aku tampan ? " ucap fang Lee
"tidak . kakak itu jelek " ucap Sasa menjulurkan lidah nya .
"kalau kamu tidak mau bilang aku akan tidur di luar " ucap fang Lee . pikir nya kalau dia tidur di luar pasti Sasa tidak tega dan ternyata benar Sasa menghalangi fang Lee saat hendak pergi meninggalkan ranjang .
"iya - iya kakak tampan ,sangat tampan " ucap Sasa dengan tersenyum .
"benarkah ? " ucap fang Lee . Sasa pun mengangguk .
"sudah sini tidur .aku butuh lengan mu " ucap Sasa . fang Lee pun kembali berbaring di samping Sasa dan mereka pun mulai terpejam .
BONUS PUISI SEDIKIT
cinta...
ku relakan engkau pergi
mencari pasangan mu yang sejati
tapi ku mohon padamu,
__ADS_1
jangan memaksaku untuk melupakan rasa ini...
kau tak usah peduli,biarlah ku simpan hingga matahari tak kan terbit lagi ...