
*didalam kamar pasien*
"sayang ,bangunlah ....kenapa kau mendorongku waktu itu.seharusnya yang terbaring di sini adalah aku" ucap fang Lee .
"aku mencintaimu sayang.kamu ingatkan ,sebentar lagi kita akan menikah . kita akan membuatkan ayah dan ibu cucu yang sangat lucu dan menggemaskan seperti mu. bangunlah sayang. bangunlah peri kecil ku" ucap fang Lee dengan mencium tangan Sasa .
"aku berjanji padamu akan menemukan orang yang membuatmu seperti ini. kamu harus segera sadar . berjanjilah untuk bangun secepatnya . aku merindukanmu " ucap fang Lee yang menangis .tidak lama kemudian pintu kamar Sasa di ketuk oleh seseorang ,dan muncul lah detektif Ding disana .
"tuan saya sudah menemukan orang yang menabrak nyonya Sasa " ucap detektif Ding
"siapa orang nya ?" ucap fang Lee dengan lirih.
"orang ini berhubungan dengan pengirim kode itu .dia adalah putra . mantan dari nyonya Sasa" ucap detektif Ding
"sial ...tunggu pembalasanku " ucap fang Lee lirih .
"dan saya juga sudah memecahkan kode dari pesan itu tuan " ucap detektif Ding.
"apa maksud dari pesan nya ?" ucap fang Lee lagi dengan menatap ke arah detektif Ding
"yang di maksud nya R1520 adalah tanggal 12 pukul 15.20 pm. yaitu pada hari ini dimana nyonya Sasa di tabrak " ucap detektif Ding .
"bedebah. apa yang sebenarnya dia mau." ucap fang Lee dengan berdiri karena tersulut emosi .
"detektif Ding kau boleh pergi dan tolong panggilkan asisten Han kemari . terimakasih atas kerja keras mu. " ucap fang Lee.
"baik tuan " lalu detektif Ding membungkukan badan dan pergi meninggalkan fang Lee dan Sasa di ruangan .
.
.
.
"hei kawan duduk lah kemari. jangan berjalan mondar mandir terus menerus .aku pusing melihat mu seperti itu" ucap David pada asisten Han . ya...asisten Han umur nya tidak jauh beda dengan fang Lee dan David jadi David memanggilnya seperti itu.
"maaf tuan ,saya cemas " ucap asisten Han lalu berhenti berjalan dan duduk di samping David .
"minum lah ini dulu " ucap David menyodorkan kopi nya .
"tapi itu milik tuan " ucap asisten Han
"tidak apa apa . kau minum saja " ucap David lagi .
"terimakasih tuan " ucap asisten Han dan menerima segelas kopi dari David. lalu asisten Han meminum kopinya sedikit .
"pak Han .anda di panggil oleh tuan fang Lee" ucap detektif Ding saat bertemu asisten Han di depan . lalu asisten Han mengangguk pada detektif Ding "terimakasih" ucap asisten Han dan masuk ke dalam ruangan Sasa untuk menemui fang Lee.
"tuan anda memanggil saya" ucap asisten Han .
"ya aku memanggilmu . aku sudah mengetahui orang yang menerorku selama ini dan orang itu adalah orang yang sama menabrak Sasa" ucap fang lee berdiri di depan jendela kaca.
__ADS_1
"siapa tuan orang nya" tanya asisten Han .
"putra, mantan dari calon istriku " ucap fang Lee.
"apakah kau mau aku membereskan nya ? " ucap asisten Han menawarkan diri.
"tidak . aku tidak ingin kau menyentuhnya ....biar aku saja yang membereskan tikus kecil itu " ucap fang Lee bernada seram dan mata yang tajam seperti ingin menerkam .
"lalu saya harus berbuat apa tuan " ucap asisten Han .
"hancurkan bisnis keluarganya.buat isu tentang kejadian ini , agar goyah semua klien mereka . dan mereka akan bangkrut secara perlahan. dan jangan lupa panggil para wartawan untuk menghadapku ,aku akan memberikan mereka keuntungan besar " ucap fang Lee .
"baik tuan" ucap asisten Han .
"kau pergi lah sekarang . istirahat dan besok bereskan yang ku perintahkan tadi " ucap fang Lee.
"tidak tuan . saya di sini saja menunggu nona Sasa . tuan segeralah istirahat ,agar luka tuan cepat pulih " ucap asisten Han .
"terimakasih kau selalu mengerti aku . tapi ini adalah malam Minggu ,apa kau tidak ingin keluar dengan kekasih mu" ucap fang Lee menatap ke arah asisten Han . lalu raut wajah asisten Han seperti orang yang kebingungan ,antara tinggal di rumah sakit menemani atasan nya atau pulang untuk meneruskan janji nya dengan kekasihnya . fang Lee tersenyum samar dan menepuk pundak asisten Han ."pulanglah . di sini masih ada David yang menemaniku " ucap fang Lee tenang . asisten Han menyadari tuan nya yang ada di depan nya ini adalah tuan yang di kenal oleh Sasa . sangat lembut dan penuh pengertian bukan fang Lee yang pemaksa dan selalu terlihat dingin .
"baik tuan ,terimakasih . besok saya akan datang berkunjung kembali " ucap asisten Han tersenyum dan meninggalkan fang Lee.
saat asisten Han keluar dia berpamitan pada David .
"tuan saya pamit undur diri dulu " ucap asisten Han .
"ya hati-hati " ucap David tersenyum .
lalu David masuk ke ruangan menemani fang Lee .
" tidurlah . peri kecilmu akan ku jaga" ucap David .
"aku tidak mengantuk dan jangan memanggil istri ku dengan sebutan itu . itu khusus untuk ku saja " ucap fang Lee.
"baiklah...baiklah . tapi kau istirahat lah . jika kau tidak istirahat . aku tidak yakin kau akan tetap tampan dengan sikap mu yang dingin ini " ucap David .
"aku akan tetap terlihat tampan di hadapan istriku " ucap fang Lee memandang wajah Sasa .lalu David menghembuskan nafas secara perlahan.
"aku tau kau mencintai nya . tapi jangan melupakan kesehatan mu . aku yakin jika peri eee...maksudku istrimu tau kau seperti ini pasti dia juga akan sedih . jadi tidurlah aku akan menjaga nya " ucap David membujuk fang Lee.
"jika kau lelah tidurlah dahulu . aku ingin menjaganya dalam genggaman tangan ku" ucap fang Lee tetap bersikeras tidak ingin istirahat.
"baiklah . aku akan tidur di sofa . jika kau tidak tampan lagi karena kurang tidur jangan salahkan aku . selamat begadang " ucap david. lalu suasana menjadi hening dan hanya ada suara mesin yang berasal dari alat bantu Sasa .
"sayang jika kau mendengarkan suaraku ,bangunlah.... lekas sadar sayang . disini aku menunggu mu " ucap fang Lee yang menggenggam tangan Sasa dan mengelus elus nya.
David yang masih terjaga saat tidur mendengar ucapan fang Lee seperti itu dia merasa kasihan pada sahabatnya ini .
"aku tidak tau bagaimana sifat dari Sasa . tapi aku yakin dia adalah gadis yang baik .tidak heran jika Lee sangat mencintainya seperti ini " lalu David kembali terpejam hingga pagi datang .
.
__ADS_1
.
.
David terbangun dan menguap .
"ya aku akan kesana....hmmm...ya..." lalu fang Lee menutup telfon nya .
"hei apa kau benar-benar tidak tidur semalaman ?" ucap David kaget melihat raut wajah fang Lee yang kusut.fang Lee tidak menjawab pertanyaan David.
"astaga ,lalu apa yang kau perbuat ? telfon dari siapa sepagi ini ?" ucap David menghujani fang Lee dengan pertanyaan lagi
"bukan urusanmu ..... bisakah kau menjaga Sasa saat aku pergi" ucap fang Lee
"kebetulan hari ini aku tidak ingin kemana-mana" ucap David .
"bagus . kalau begitu tolong jaga dia . nanti akan ku telfon Yoona untuk menemani mu " ucap fang Lee.
"yes! " ucap David bersemangat .
"bukan berarti kau dan Yoona sibuk dengan perasaan kalian . aku menyuruh mu untuk menjaga istriku" ucap fang Lee memasukan kedua tangan nya pada saku celana.
"iya aku tau . toh Yoona juga akan menjaga istri mu dengan baik . mereka kan rekan kerja" ucap David .
"yang ku khawatirkan bukan Yoona ,tapi dirimu " ucap fang Lee. David yang tau arah pembicaraan fang Lee langsung menyangkal
"aku bisa menahan diri . jangan menyepelekan ku " ucap David kesal .
"oh ya...bagus kalau begitu " ucap fang Lee .
"aku mau pulang dulu .karena pukul 10 ada pertemuan klien.setelah itu aku langsung kesini menggantikan mu " ucap fang Lee.
"baiklah . jam berapa kau menyuruh Yoona kesini " tanya David.
"itu semauku . bisa sekarang , bisa nanti " ucap fang Lee cuek.
"ah kau ini selalu begitu . tidak seru " ucap David .
"sudah kau mandi sana . aku akan menjaga Sasa sebentar . lalu pergi " ucap fang Lee .
"kau kapan menyuruh Yoona datang kemari" tanya David lagi .
"masih bertanya lagi " ucap fang Lee menatap David dengan tajam .
"ok ok ...aku mandi " ucap David masuk ke kamar mandi. lalu fang Lee mengeluarkan ponsel nya dan menelfon asisten Han .
"bagaimana ? sudah kau atur ?" ucap fang Lee.
"sudah tuan . awak media sedang menyerang perusahaan Aditama dan skandal putra sudah tercetak di berbagai majalah . Anda tunggu saja " ucap asisten Han .
"bagus" ucap fang Lee puas lalu menutup telfon nya .
__ADS_1
"sekarang giliran ku untuk menyelesaikan permainan ini " gumam fang Lee lirih dengan mengepalkan tangan .