SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
BERTEMU ORANG TUA SASA


__ADS_3

"terimakasih nak . lain kali kau tidak perlu membawakan seperti ini . dengan kau mengunjungi kami seperti ini ,kami sudah sangat senang " ucap ayah Sasa .


"baik paman "jawab fang Lee sambil menganggukan kepalanya sekali .


" ayah , kak aku mau membantu ibu di dapur dulu ya " ucap Sasa berpamitan pada ayahnya dan fang Lee dengan tersenyum . ayah Sasa menganggukan ucapan putrinya .


"bisakah kau bermain catur ? " tanya ayah Sasa pada fang lee


" bisa paman " jawab fang Lee


"mau melawan ku ?" ucap ayah Sasa tersenyum .


"boleh paman" ucap fang Lee tersenyum antusias .lalu ayah Sasa berjalan sambil merangkul pundak fang Lee seperti sudah akrab.


*di dapur*


"ibu ....aku membantu apa?" ucap Sasa menawarkan bantuan


"potong daging itu dan iris tipis bawang merah nya ya" ucap ibu Sasa.


"baik Bu" ucap Sasa lalu menguncir asal-asalan rambutnya.


"sejak kapan kau memiliki hubungan dengan nya ? dan tidak memberitahu ibu" ucap ibu Sasa . Sasa yang sadar dengan pertanyaan ibu nya menjawab " baru-baru ini bu " ucap Sasa sambil tersenyum.


"ibu lihat dari matanya ,dia sangat mencintaimu " ucap ibu Sasa


"ya begitulah" ucap Sasa sambil tersenyum .


.


.


.


kembali lagi pada ayah Sasa dan fang Lee yang bermain catur di teras .


"apa kau yakin akan mengalahkan ku?" ucap ayah Sasa dengan nada mengejek .dengan memajukan pion nya


"kita buktikan saja paman " ucap fang Lee santai sambil memajukan pion nya .


"nak ,apa kau tau catur di ibaratkan seperti cinta " ucap ayah Sasa dengan memajukan pion nya lagi


"maksud paman ?" tanya fang Lee bingung .sambil memajukan Rook nya.


"jika kau tidak bisa memahami , maka kau akan kehilangan" ucap ayah Sasa sambil menjalankan pion nya dan mengambil pion fang Lee.


"menurut saya cinta bukan hanya memahami ,tetapi juga berani berkorban dan mempertahan kan " ucap fang Lee memajukan knightnya(kuda) untuk melindungi king .


"sebentar nak . aku ingin tanya padamu " ucap ayah Sasa dengan menatap fang lee


"iya paman?" ucap fang Lee juga menatap ayah Sasa.


"apa kau menyukai anak ku .......ku lihat saat kau memandangnya sungguh tidak biasa" ucap ayah Sasa.


"saya bukan hanya menyukai Sasa paman , tetapi saya sangat mencintainya . kedatangan saya kesini ingin meminta izin pada paman dan bibi untuk merestui hubungan saya dengan Sasa" ucap fang Lee. ayah Sasa hanya tersenyum tipis melihat keberanian fang Lee dan cinta yang ada di matanya sangat jelas.


"jika kamu bisa mengalahkan permainan catur ini . maka aku akan merestui mu untuk menikah dengan anak ku . bagaimana ? " ucap ayah Sasa memberi syarat pada fang Lee ."tidak masalah paman " ucap fang Lee tersenyum .


"giliran ku ya ini" ucap ayah sasa lalu memajukan pion nya lagi . dan fang Lee juga memajukan pion nya .


"nak hati perempuan adalah hal yang paling rumit . apa kau yakin dengan mencintai Sasa ...... dia masih kekanak-kanakan " ucap ayah Sasa dengan memajukan pion nya


"aku tidak masalah paman . dia adalah tujuan ku selama bertahun-tahun " ucap fang Lee memajukan knight nya lagi .


"apa kau akan menerima semua kekurangan nya dan jika dia ada dalam bahaya apa yang kau lakukan " ucap ayah Sasa dengan memajukan bishopnya (menteri) untuk mengincar Queen fang Lee.


"aku akan menerima dan menjaganya paman .tidak akan ku biarkan orang lain menyentuhnya bahkan menyakitinya" ucap fang Lee memajukan pionnya untuk melindungi queen nya.

__ADS_1


"apa kau akan terus bertahan dan tidak melakukan apapun ? " ucap ayah Sasa memajukan knight nya dan memakan pion fang Lee lagi.


"tidak paman aku akan menghilangkan inti dari orang yang membuat Sasa dalam bahaya secara perlahan dengan caraku (lalu fang Lee memajukan rook nya untuk mendekati king ayah Sasa ) SKAK" ucap fang Lee tersenyum puas .


"hah ? " ucap ayah Sasa termenung


"aku menang paman (ucap fang Lee dengan gelak tertawa ringan ) ......itu artinya ,paman merestui ku dengan Sasa bukan . paman sudah berjanji " ucap fang Lee tersenyum puas .


"ya nak kau menang . kau memang hebat " ucap ayah Sasa .


"pesan ku untuk mu . jagalah anak ku dengan sebaik-baiknya . dia adalah permata yang ku jaga hingga dia dewasa seperti sekarang ini . dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya kelak " ucap ayah Sasa .


"baik paman akan ku ingat pesan mu ini " ucap fang Lee antusias . wajah nya sangat senang dan lega setelah mendapatkan restu dari ayah Sasa .


"ayah , kak Lee ayo makan siang dulu" ucap Sasa memanggil mereka di teras . lalu mereka mengangguk .


"kalau begitu kau jangan memanggilku paman . panggil aku ayah . paham " ucap ayah Sasa menepuk pundak fang Lee dan mengajak nya masuk kedalam rumah .


"baik ayah" ucap fang Lee tersenyum .


*di meja makan*


"silahkan duduk nak " ucap ibu sasa mempersilahkan fang Lee duduk.lalu Sasa mengambil kan fang Lee sepiring nasi dan lauk nya. lalu mereka makan dengan tenang .


setelah mereka selesai makan. ibu Sasa ingin membereskan meja makan ,tetapi Sasa melarang nya


"biar aku saja Bu " ucap Sasa


"baiklah . ibu tinggal kedepan Dulu ya" ucap ibu Sasa sambil memberi kode pada ayah Sasa untuk meninggalkan Sasa dan fang Lee saja.


"sini ku bantu" ucap fang Lee


"gak usah kak . kakak ke ruang tamu saja. sambil menonton tv" ucap Sasa


"sudah menurutlah aku akan membantumu mencuci ini" ucap fang Lee


"aku tadi sudah berbicara dengan paman " ucap fang Lee belum terbiasa memanggil dengan sebutan (ayah) .


"bicara apa ? " ucap Sasa mengelap meja makan nya.


"aku meminta restu padanya " ucap fang Lee


"benarkah ,lalu bagaimana respon ayah?" ucap Sasa dengan wajah yang penuh harap sambil menghampiri fang lee


"paman bilang ..........dia merestui hubungan kita" ucap fang Lee dengan tersenyum pada Sasa.


"waaahhh asiiikkk " ucap Sasa memeluk fang Lee.


"lega rasanya kalau sudah mendapat restu seperti ini" ucap Sasa masih dengan memeluk fang Lee


"ehemmmm" ayah Sasa berdehem untuk membuyarkan adegan pelukan Sasa dan fang Lee


"ayah....eeee tadi aku ,ini eee apa " ucap Sasa yang kebingungan cari alasan .


"sudah ,tidak perlu malu . ayah sudah mengetahuinya. ayah kesini hanya ingin mengambil asbak....lanjutkan " ucap ayah Sasa dengan tersenyum memberi kode pada fang lee lalu pergi lagi.setelah itu Sasa dan fang Lee berpandangan sejenak .


Sasa menutupi wajah nya karena malu,


"hahaha kamu kenapa sayang ?" ucap fang Lee


"aku malu . di lihat ayah tadi. " ucap Sasa .


"kamu tadi dengarkan kata paman . tidak perlu malu . " ucap fang Lee dengan menahan tawa geli nya melihat Sasa.


"ah sudah lah . teruskan nyuci piring nya. aku mau kekamar dulu" ucap Sasa dengan nada kesal karena di ejek fang Lee . lalu fang Lee melanjutkan mencuci piring .


"yah tidak terasa , Sasa kini sudah besar dan dia sekarang sudah mendapatkan jodohnya "

__ADS_1


"iya Bu. ayah juga tidak menyangka . padahal baru kemarin aku menimangnya dan sekarang dia sudah tumbuh dewasa . waktu memang sangat cepat" ucap ayah Sasa menyesap kopinya .


"o iya yah ,apakah ayah sudah membahas langkah kedepan nya dengan nak fang Lee " ucap ibu Sasa.


"belum Bu . nanti malam saja kita bicarakan dengan mereka " ucap ayah Sasa dengan membuka koran di depan nya. lalu ibu Sasa tersenyum dan duduk di samping ayah Sasa.


.


.


.


"sayang" ucap fang Lee memanggil Sasa dari balik pintu kamar .


"ya sebentar" ucap Sasa dari dalam kamar nya .


"ada apa kak " ucap Sasa membuka pintu .


"aku ingin mengambil charger ku di tasmu" ucap fang Lee.


"sebentar aku ambilkan " lalu Sasa mengambil charger fang Lee di tas nya .


"ini" ucap Sasa sambil memberikan charger pada fang Lee . lalu ingin menutup pintunya tetapi di tahan oleh fang lee


"apa kamu tidak merindukan ku ? " ucap fang Lee


"hah ? " tanya Sasa tidak mengerti dengan ucapan fang Lee.


" ah lupakan saja " lalu fang Lee pergi dari depan kamar Sasa.dan Sasa pun menutup mintu kamar nya lagi dengan memikirkan ucapan fang Lee tadi .saat ingin menancapkan chargernya , fang Lee bingung harus menancapkan charger nya dimana. karena semua sudah terisi oleh colokan kabel lain .


"kau mencari apa nak ? " ucap ayah Sasa .


"maaf pa....ayah ,saya ingin mengisi daya ponsel " ucap fang Lee


"pergilah ke kamar Sasa nak . mengisi daya di sana saja . sambil kau beristirahat" ucap ayah Sasa .


"maksud ayah . saya tidur di kamar Sasa ? " ucap fang Lee mencoba meyakin kan dirinya dengan ucapan ayah Sasa tadi .


"iya nak . kau tidur di kamar Sasa saja . karena tidak ada lagi kamar disini . tidak lama lagi kalian akan menikah bukan ? " ucap ayah Sasa . batin fang Lee merasa senang ,karena akan satu kamar dengan Sasa tanpa terpisah .


"baiklah ayah" ucap fang Lee tersenyum


"Sasa" panggil ayah nya di depan pintu kamar Sasa.


"iya yah " saut Sasa .lalu Sasa membuka kamar nya .


"ada apa yah ? "tanya Sasa pada ayahnya


"biarkan nak Lee tidur di kamar mu . karena di sini tidak ada kamar lain " ucap ayah Sasa .


"baik yah " ucap Sasa . lalu mempersilahkan fang Lee untuk masuk kamarnya lalu menutup pintu kamar nya lagi.


"dimana tempat mengisi daya nya ? "


" itu di pojok kak " ucap Sasa sambil kembali ke ranjang nya . saat fang Lee ingin naik ke ranjang Sasa ,tiba-tiba Sasa memprotes fang Lee


"e e e stop . kenapa kakak naik ke tempat tidurku." ucap Sasa.


"ingin istirahat lah . perjalanan 2 jam lebih aku capek sayang " ucap fang Lee .


"baiklah" lalu Sasa sedikit menggeser tidurnya untuk menjauhi fang Lee .


"kamu kenapa menjauhi ku seperti itu . sini " ucap fang Lee


"enggak . aku di sini saja " ucap Sasa . lalu fang lee menarik tangan Sasa .hingga Sasa menghadap ke arah fang Lee dan fang Lee memeluknya.


"kak jangan begini" ucap Sasa mencoba melepas pelukan fang Lee.

__ADS_1


"aku hanya ingin memelukmu dalam tidur . aku tidak akan macam macam dengan mu " ucap fang Lee . lalu Sasa menurut dalam dekapan fang Lee yang mulai terlelap dan tidak terasa kini Sasa juga ikut terlelap.


__ADS_2