
tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore .
tok...tok...tok...
ibu Sasa mengetuk kamar Sasa .
"Sasa ..... " ucap ibunya memanggil Sasa dari luar . Sasa masih tertidur pulas di pelukan fang Lee . ibu Sasa mengetuk pintu untuk yang kedua kali dan di dengar oleh fang Lee.
"Sasa.... ayo bangun " ucap ibu Sasa lagi . lalu fang Lee membukakan pintu .
"eh nak fang Lee.apakah Sasa sudah bangun ?" ucap ibu Sasa sambil tersenyum.
"belum bi . akan saya bangun kan dia " ucap fang Lee sambil membalas tersenyuman ibu Sasa .
"iya ,tolong bangun kan dia . dan kalian lekas mandi lah. setelah itu mari makan .bibi sudah memasak kepiting bumbu merah" ucap ibu Sasa dengan bersemangat.
"baiklah bi " ucap fang Lee dengan menganggukan kepala nya,lalu ibu Sasa pergi menuju dapur dan fang Lee menutup pintu lagi.
"sayang bangun " ucap fang Lee membangunkan Sasa dengan mencium pipi nya .
"hmmmmm ,masih ngantuk" ucap Sasa dengan menggeliatkan badan nya.
"hari sudah hampir gelap .ayo bangun ,apa kamu tidak lapar" ucap fang Lee lagi .
"hmmm iya nanti saja" ucap sasa.
"jika kamu tidak bangun aku akan melakukan itu" ucap fang Lee berbisik pada Sasa dengan nada sensual.lalu Sasa yang awalnya masih terpejam seketika langsung terbangun duduk dari tidur nya.
"baiklah-baiklah aku bangun " ucap Sasa kesal .
"bagus . sana mandi " ucap fang Lee mengacak rambut Sasa.
"sebentar saja aku mengumpulkan nyawaku dulu" ucap Sasa pada fang Lee .
"baiklah" ucap fang Lee sambil pergi ke pojok untuk melihat ponsel nya yang sudah terisi penuh.
"sayang ,apa kamu ingin menantang ku ?" ucap fang Lee yang menyadari Sasa kembali terbaring di kasur dengan telungkup .
"aku memperingatkan mu sekali lagi ,jika tidak bangun aku akan ...." ucap fang Lee menggantung .
"ck....iya iya aku bangun " ucap Sasa, bangun dan mengambil handuk nya lalu pergi ke kamar mandi .
setelah itu fang Lee mencabut kabel chargernya dan meletak kan ponselnya di samping ranjang .
tidak lama kemudian , fang Lee menerima sebuah pesan dari nomor tak di kenal yang berisi "BERHATI-HATILAH" . sontak wajah fang Lee menjadi geram dengan pesan itu.
__ADS_1
"siapa dia . berani-beraninya mengancam ku" lalu fang Lee mencoba menghubungi nomor tak di kenal itu ,tetapi tidak berhasil karena nomor itu telah tidak di aktifkan
"bangs*t.....jika aku mengetahui pengirim pesan ini.akan ku habisi dengan tangan ku sendiri" ucap fang Lee .lalu fang Lee mencoba menghubungi detektif Ding untuk memberikan nomor telfon yang menerornya itu .
" halo .....tolong kau temukan siapa pemilik dari nomor telefon itu secepat yang kau bisa " ucap fang Lee
"baik tuan " ucap detektif Ding dengan tegas dan fang Lee menutup telfonnya.
"kak aku sudah selesai " ucap Sasa dengan mengusap rambutnya yang basah . fang Lee tetap terdiam dengan pandangan yang tajam . lalu Sasa mendekat ke arah fang Lee dan menepuk pundak fang Lee .
"kak apa yang kamu pikirkan ? " ucap Sasa sambil melihat wajah fang Lee .
"tidak apa-apa . aku mandi dulu " fang Lee memandang wajah Sasa dengan tersenyum . agar peri kecil nya tidak gelisah. lalu Sasa hanya mengangguk anggukan kepalanya .
.
.
.
"ibu kenapa memasak sendiri . kenapa tidak membangunkan ku ? " ucap Sasa menuju ibu nya di dapur .
"sudah nak . kamu baru pulang,pastinya kamu lelah " ucap ibu Sasa dengan tersenyum
"maaf ya Bu" ucap Sasa memeluk ibu nya
"biar aku yang membawa Bu " ucap Sasa mengangkat masakan yang sudah di tuang di wadah untuk di hidangkan di meja makan .
setelah meletakan masakan di atas meja makan ,Sasa berniat untuk memanggil fang Lee tetapi saat ingin melangkahkan kaki ,fang Lee sudah membuka pintu kamar Sasa .
"duduk lah kak " ucap Sasa
"paman dimana ? " tanya fang Lee pada Sasa .
"masih di kamar mungkin " ucap Sasa .
"aku disini nak . mari makan " ucap ayah Sasa yang muncul dari balik pintu kamarnya .lalu mereka makan dengan tenang dan lahap seperti biasa . setelah suapan terakhir ,ayah Sasa bertanya pada fang Lee.
"kau bekerja dimana nak ? apa bosmu tidak masalah jika kau tidak masuk kerja "
"saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan periklanan paman " ucap fang Lee .
"hei kenapa masih memanggilku dengan sebutan itu " ucap ayah Sasa mengerutkan dahinya .
"eeee iya ayah . maaf saya belum terbiasa. " ucap fang Lee
__ADS_1
"kalau begitu ,biasakan lah " ucap ayah Sasa,lalu melanjutkan ucapan nya pada fang Lee.
"maaf nak jika pertanyaanku menyinggung mu . apa jabatan mu di perusahaan itu ? " ucap ayah Sasa .
"saya adalah pemilik utama dari perusahaan itu ayah " ucap fang Lee . lalu ayah dan ibu Sasa saling melempar pandang ,terkejut dengan ucapan fang Lee .
"maafkan kami hanya menyuguhkan mu makanan sederhana seperti ini nak . mungkin kurang cocok dengan lidah mu " ucap ibu Sasa.
"tidak ibu. masakan ibu sangat enak . saya menyukainya " ucap fang Lee tersenyum .
"apakah orang tua mu tau kalau kau mempunyai hubungan dengan anak kami " ucap ayah Sasa.
"orang tua saya sudah meninggal ayah , mama saya pergi meninggalkan saya dan papa waktu saya berumur 2 tahun ,karena sakit. dan disusul papa saya meninggal di usia saya 20 tahun . maka dari itu dulu saya sangat suka dengan hura-hura ,menghamburkan uang perusahaan hingga terjadi bangkrut dan saya berhutang pada lintah darat karena pikiran saya setelah papa tidak ada saya menjadi bebas" ucap fang lee menceritakan masa lalu nya . mereka yang di meja makan hanya mendengarkan cerita fang Lee .
"hingga saya di kejar-kejar hutang karena tidak sanggup membayarnya . dan dari situ saya bertemu dengan Sasa (sambil memegang tangan Sasa) dulu saat saya sudah sadar ,saya berjanji padanya , jika dia sudah dewasa saya akan menikahinya ,karena dia alasan saya untuk bangkit seperti sekarang ayah " ucap fang Lee lagi .
lalu ayah Sasa mengangguk dengan mantap mendengar penjelasan fang Lee.
"aku dan ibu mu merestui hubungan kalian nak . " ucap ayah Sasa . menghampiri fang Lee dan merangkul bahu nya dari samping .
"kau pemuda yang hebat " ucap ayah Sasa
"kesuksesan saya mempunyai alasan untuk membahagiakan orang yang ku cinta ayah " ucap fang Lee mencium tangan Sasa. Sasa hanya tertegun melihat ulah fang Lee .
"kapan kalian akan melangsungkan pernikahan ?" tanya ibu Sasa .
"Sasa menurut saja Bu" ucap Sasa
"Minggu depan . kami akan melangsung kan pernikahan " ucap fang Lee dengan yakin .
"wah bagus . lebih cepat ,lebih baik agar kita bisa menimang cucu dengan cepat ya Bu " ucap ayah Sasa.
"benar ayah . ibu ingin punya cucu laki-laki " ucap ibu Sasa.
"perempuan saja Bu . agar tumbuh menjadi perempuan yang cantik seperti anak kita " ucap ayah Sasa .
"lebih baik laki-laki dulu .agar bisa melindungi adik nya kelak " ucap ibu Sasa .
"tapi ..." ucap ayah Sasa terhenti saat Sasa menengahi mereka .
"ah sudah sudah . nikah aja belum sudah sibuk memikirkan hal yang jauh " ucap Sasa .
lalu mereka tertawa bersama .di sela-sela tertawa fang Lee berbisik pada sasa.
"kamu dengarkan ,ayah dan ibu sudah meminta cucu. ayo kita buatkan malam ini "
__ADS_1
"jangan ngawur" ucap Sasa sambil menyenggol perut fang Lee dengan siku nya lalu bangun dari duduk nya dan membereskan piring kotor yang ada di meja makan.