
"terimakasih tuan . saya kemari membawa berita duka . putra bunuh diri tuan " ucap asisten han.sontak semua yang ada di ruangan itu pun menjadi kaget .
"putra menitipkan surat ini untuk tuan " ucap asisten Han memberikan selembar kertas yang sudah di lipat rapi oleh putra . kertas itu pun di terima oleh fang lee.isi dari kertas itu adalah
***(***Saat kau membaca surat ini,ku pastikan aku telah mati . sampaikan pada sasa bahwa aku masih mencintainya ,menyimpan namanya di hati kecilku dan aku meminta maaf karena telah banyak salah padanya . aku dulu tidak berjuang untuknya dan malah meninggalkan sasa . seharusnya aku bersyukur Sasa bisa mendapatkan orang yang tepat tetapi betapa bodoh nya aku ,aku malah ingin menghancurkan nya . tolong maafkan aku dan ku mohon jaga lah orang tua ku . aku menitipkan mereka padamu . sekali lagi tolong maafkan kesalahan ku )
setelah membaca surat terakhir putra hingga selesai fang Lee melipat nya dengan rapi dan di letakan di meja .
"dibawa kemana dia sekarang ?" ucap fang Lee
"dia di rumah sakit kasih untuk di periksa karena di badan nya tidak ada sayatan atau goresan sama sekali " ucap asisten Han
"kalau begitu cepat kita kesana " ucap fang Lee .David dan Rendy pun bergegas untuk ikut dengan mereka .
"kak aku ikut " ucap Sasa .
"tidak usah ya sayang . kamu di rumah saja . biarkan aku yang menyelesaikan ini " ucap fang Lee mengelus kepala Sasa lalu beringkut pergi .
.
.
.
"aku dengan Han langsung menuju rumah sakit. kau dengan David menjemput orang tua putra " ucap fang Lee membagi tugas .
"ok" ucap Rendy .
"david, aku saja yang menyetir " ucap Rendy . lalu David pun melempar kunci mobil nya pada Rendy . mobil fang Lee melesat terlebih dahulu dan di ikuti oleh mobil David di belakang nya .
"ren jangan kencang-kencang" ucap David
"sudah diam lah , ini darurat " ucap Rendy lalu matanya terfokus lagi pada jalan . setelah beberapa lama ada di perjalanan ,tibalah David dan Rendy di rumah yang di berikan fang Lee pada orang tua putra .
Ting tung Ting tung ...
"oh kau rupa nya . ayo masuk " ucap papa putra .
"maaf om saya kesini ingin memberitahu " ucap Rendy yang tiba-tiba gagap ingin berbicara .
"aku tidak tega kau saja yang bilang" ucap Rendy pada David . David pun menggeleng dan terus memajukan Rendy .
"kau ingin bicara apa nak ? bicara saja tidak apa-apa" ucap papa putra .
"putra meninggal om " ucap Rendy .
"apa kau bilang!!!.... aaahhh dada ku " ucap papa putra yang kaget serta kesakitan di bagian dada nya lalu terjatuh tidak sadarkan diri.
"om ....om sadar om " ucap Rendy saat papa putra pingsan.
__ADS_1
"dav buka mobil mu . kita larikan papanya ke rumah sakit sekalian " ucap Rendy .
"ok" ucap David lalu bergegas membuka pintu penumpang dan menidurkan papa putra .
"ayo dav jalan . jangan melamun" ucap Rendy menyadarkan David karena dia termenung melihat papa putra .
"ren bagaimana kalau papanya juga ikut mati " ucap David sambil berkendara .
"mulut mu itu bisa di jaga tidak . sebaik nya kau diam dan menyetir dengan benar " ucap Rendy kesal . Rendy tidak habis fikir dengan ucapan David . bisa-bisa nya keadaan seperti ini David masih bisa berbicara sembarangan seperti itu. Rendy pun menghubungi fang Lee .
"aku sekarang sedang menuju ke rumah sakit dengan papa putra " ucap Rendy
"kalau begitu datang lah ke ruang otopsi sekarang . kita membutuhkan tanda tangan papanya " ucap fang Lee .
"masalahnya papa nya juga terkena serangan jantung . beliau sedang tidak sadarkan diri" ucap Rendy .
"apa! kau sekarang dimana ?" ucap fang Lee ikut kebingungan .
"aku sekarang sudah di perjalanan . mungkin 5 menit lagi akan sampai . dav tambah kecepatan " ucap Rendy .
"baiklah kalau begitu aku akan menghubungi dokter spesialis jantung dulu . agar cepat di tangani" ucap fang Lee lalu menutup telfon nya .
"dav kenapa berhenti . ayo jalan" ucap Rendy
"kau tidak lihat . lampu masih merah " ucap David .
"sudah trobos saja ....ini darurat " ucap Rendy lalu membuka jendela kaca mobil dan mengeluarkan setengah dari tubuh nya dan berteriak
"om sadar om " ucap Rendy terus mencoba membangunkan papa putra . setelah beberapa menit sampai lah mereka di rumah sakit kasih . disana sudah ada fang Lee yang menunggu mereka .
"Lee sebelah sini" ucap David berteriak .lalu fang Lee menyuruh perawat untuk segera memindahkan papa putra pada ranjang dorong pasien.
"ren mana mamanya putra ? " ucap fang Lee
"astaga aku lupa membawanya .aku tadi terlalu kalut memikirkan papanya " ucap Rendy
"sudah lah .tak apa yang terpenting sekarang kita masuk dulu untuk mengetahui keadaan papa nya " ucap David . mereka pun akhir nya masuk untuk menunggu kabar dari dokter yang menyelamatkan nyawa papa putra .
"Lee jika kau disini yang menjaga di ruang otopsi siapa ? " ucap David
"sudah ada Han . nanti jika ada apa-apa dia bisa menelfon ku" ucap fang Lee .Rendy pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya .
setelah begitu lama menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruang gawat darurat .
"bagaimana keadaan papa teman saya dok" ucap fang Lee .
"dimana keluarganya ?" ucap dokter
"teman saya yang lebih tepatnya anak dari orang di dalam itu baru saja meninggal dok . kita yang membawanya kemari" ucap Rendy .
__ADS_1
"keadaan beliau cukup baik . beliau sempat sadar dan kini masih harus memakai alat bantu pernafasan.untung saja kalian membawanya tepat waktu . jika telat 1 menit saja cerita nya akan berbeda "ucap dokter
"syukurlah kalau begitu . terimakasih dok" ucap Rendy
"ternyata kau sangat hebat kawan . kau bisa di andalkan juga dalam masa sulit seperti ini " ucap David .
"bicara apa kau itu " ucap Rendy dengan sedikit senyum di wajah nya .
tiba-tiba Sasa menelfon ponsel fang Lee
"halo . ada apa sayang?" ucap fang Lee
"kakak di ruang apa ? aku sekarang sedang ada di luar " ucap Sasa
"baiklah tunggu disana saja . aku akan menjemputmu mu " ucap fang Lee lalu mematikan telfon nya . setelah fang Lee bertemu dengan Sasa dia menatap Sasa dengan tatapan cemas .
"sayang ....sudah ku bilang kamu di rumah saja . kenapa nekad datang kemari" ucap fang Lee
"bagaimana putra kak ? " ucap Sasa
"kamu sudah berani mengabaikan perintah ku dan sekarang tidak menggubris ucapan ku " ucap fang Lee melipat tangan nya di depan .
"bukan begitu . aku hanya ingin melihat dia untuk terakhir kali . ku mohon" ucap Sasa
"ok baik lah . ayo ikut dengan ku " ucap fang Lee .sesampainya di ruang otopsi asisten Han bertanya pada fang Lee
"maaf tuan . untuk kelanjutan otopsi putra ini bagaimana ? " ucap asisten Han
"tahan dulu . papa nya masih shock dan terkena serangam jantung " ucap fang Lee
"papa nya putra juga masuk di rumah sakit ini ? astaga ,kasian sekali hidup mereka kak " ucap Sasa .
"Han aku ingin membawanya masuk untuk melihat putra " ucap fang Lee
"silahkan tuan . polisi masih di dalam" ucap asisten Han dengan mempersilahkan masuk .
"dengan mr.fang " ucap polisi saat di dalam ruang otopsi .
"benar ,dengan saya sendiri " ucap fang Lee
"kelanjutan untuk otopsi ini bagaimana ?"ucap salah satu polisi yang ada di ruangan tersebut.
"kita undur saja dulu karena orang tua dari putra terkena serangan jantung pak " ucap fang Lee .
"baiklah kalau begitu " ucap polisi itu lalu diam untuk menjaga mereka saat di dalam ruangan .
"kak kenapa bibir putra membiru seperti itu ?" ucap Sasa .
"maka dari itulah pihak kepolisian mengadakan otopsi untuk mengetahui sebab kematian putra " ucap fang Lee datar .
__ADS_1
"jika kamu sudah selesai melihat . keluar lah aku tunggu di sana " ucap fang Lee pada Sasa . Sasa pun akhir nya tetap tinggal di ruang otopsi dengan di temani 2 polisi .