
"Apa aku tidak salah dengar?" kata Sasa
"Tidak" ucap Fang Lee singkat.
"Tapi kenapa terburu-buru kita kan belum menikah" ucap Sasa masih tidak percaya .
"Kita akan menikah setelah aku keluar dari rumah sakit" ucap Fang Lee menghadap ke arah Sasa dengan tegas.
"Aku belum berbicara dengan ayah dan ibuku kak ,dan aku..." Sasa belum sempat menyelesaikan ucapan nya dan di sambung oleh Fang Lee.
"Setelah aku keluar dari rumah sakit kita pergi menemui paman dan bibi meminta restu pada mereka "lalu Fang Lee kembali tidur di ranjang pasien untuk meredam amarahnya ,dia tidak mau membentak Sasa dan membuatnya menangis .Sasa yang tidak ingin berdebat dengan Fang Lee mengiyakan kemauanya .
"Baiklah aku akan pindah ke rumahmu ,izinkan aku mengemasi barang barangku di kamar kos "
"Tidak ,biar asisten ku saja yang mengurus nya kamu hanya perlu mengurusku" ucap Fang Lee masih dengan posisi tidur membelakangi Sasa.
"Baiklah aku akan disini saja menungguimu hingga kamu pulih dan ...(Sasa yang awalnya berbicara sedikit emosi tiba-tiba merendahkan suaranya )
"Dan apa ?" tanya Fang Lee tersenyum yang mengetahui arah ucapan Sasa.
"Dan istirahat lah sekarang aku akan membaca majalah disini " Sasa membuka majalah yang ada di depan nya tetapi tidak membacanya melainkan untuk menutupi wajahnya yang bersemu pink akibat perkataan nya.
"Sasa" Fang Lee memanggil Sasa dengan menahan tawanya.
"Hmmmm" respon Sasa.
"Peri kecil?" Fang Lee memanggil lagi.
"Apa ? " jawab Sasa ketus .
"Jika kamu benar benar sedang membaca ,lihatlah posisi majalah itu .apa kau tidak pusing dengan posisi membaca seperti itu ? " ucap Fang Lee yang menyadarkan Sasa jika majalah yang di bacanya terbalik dan itu semakin membuat Sasa malu .
"Ah bodohnya aku kenapa sampai terbalik ,jadi malu kan sekarang " gumam Sasa lirih sambil memutar posisi majalahnya .
"Memang sengaja aku membacanya terbalik , itu kelebihan ku . Aku sudah terbiasa membaca seperti itu " Sasa mengelak untuk menutupi rasa malu nya . Fang Lee hanya menggeleng geleng kan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah Sasa .
Waktu makan siang pun datang,seperti biasa perawat mengantarkan makanan untuk Fang Lee .Sasa menyuapi Fang Lee dan menyiapkan obat yang akan di minum .
Tok.. Tok...Tok ...
"Masuk" ucap Fang lee sedikit keras untuk memberi izin orang yang di balik pintu untuk masuk .
"Ada apa ?" tanya Fang Lee pada asisten pribadi nya . Sasa mengetahui yang datang adalah asisten pribadi Fang Lee ,dia memutuskan untuk keluar dari kamar Fang Lee .
"Tuan saya sudah menyuruh orang untuk mengemasi barang barang nona Sasa untuk di pindahkan di rumah " Fang Lee hanya mengangguk saja.
"Asisten Han ,tolong kau cari tau siapa teman Sasa yang baru saja dia temui di supermarket"
"Baik tuan " asisten Han menunduk kan kepalanya lalu pergi meninggalkan Fang Lee
.
__ADS_1
.
.
Di luar kamar Fang Lee, Sasa menunggunya sambil berjalan mondar mandir kadang melihat tulisan yang ada di dinding rumah sakit ...Sasa merasa disakunya ada yang bergetar ,ternyata itu adalah ponselnya yang mempunyai pesan singkat untuk nya dari Rendy.
"Hai sa . bisakah kita besok bertemu di cafe yang kita kunjungi dulu "
"Maaf ren besok aku bekerja dan jarak cafe dari tempat kerjaku lumayan jauh " balas Sasa.
"Kita bertemu di dekat tempat kerja mu saja . bagaimana? " balas Rendy
"Baiklah" balas Sasa dan menutup pesan singkat nya .
Beberapa menit asisten Han sudah keluar dari kamar Fang Lee, Sasa masuk kembali menemani Fang Lee.
"Ada apa tuan Han datang kemari ? " tanya Sasa
"Ada tugas penting untuk nya " ucap Fang Lee .
Sasa pun tidak bertanya lagi karena mengerti itu bersifat rahasia . Hingga malam datang dan mereka tidur seperti biasanya . Sasa berada di samping Fang Lee dan Fang Lee memeluk Sasa dari belakang .
Keesokan harinya Sasa bangun terlebih dahulu dan memandang wajah Fang Lee sejenak ,beberapa detik Fang Lee juga terbangun karena nafas Sasa yang terasa di leher Fang lee . Mata Fang Lee bertemu dengan mata Sasa ,mereka saling pandang dan tersenyum .
"Selamat pagi " ucap Fang Lee.
"Pagi " jawab Sasa . Lalu Sasa bangun dan menggeliat dengan posisi berdiri di depan jendela kaca yang lebar . Saat Sasa menggeliat baju yang di kenakan terangkat hingga pusar dan memperlihatkan perutnya yang ramping dan putih .
"Apa ? " Sasa yang mendengar ucapan Fang Lee menurunkan tangan nya.
"Tidak jadi" jawab Fang Lee sambil menoleh ke arah lain .
ceklek ...pintu kamar terbuka .
Disana berdiri seorang wanita yang tidak asing Di mata mereka.
"Hai sayang" Kim Hanna semakin berani memanggil Fang Lee dengan sebutan seperti itu . Sasa menatapnya dengan menaikan satu alis dan mencibir menirukan perkataan Kim Hanna.
"Bagaimana keadaanmu ? kenapa tidak memberitahu ku . Aku bisa merawatmu lebih baik dari dia" ucap Kim Hanna sambil mendekat ke arah Fang Lee.
"Aku baik-baik saja. " kata Fang Lee dengan senyum manis nya untuk membuat Sasa cemburu .
Sasa yang tadinya berdiri di dekat jendela ,sekarang berpindah duduk di sofa memperhatikan Fang Lee dan Kim Hanna .
Tidak lama dokter datang dan memeriksa Fang Lee .
"Tuan ,anda sudah membaik dan di perbolehkan untuk pulang hari ini " kata dokter sambil tersenyum pergi .
"Terimakasih dokter" ucap Sasa.
"Wah hari ini kau akan pulang .....jika kau mau aku bisa mengantarmu " dengan sedikit mendekat lagi ke arah Fang Lee .
__ADS_1
"Tidak!!! kak Lee akan pulang bersama ku . Dia mempunyai supir pribadi yang nanti akan menjemput kami " saut Sasa sambil menjadi penengah agar Kim Hanna tidak bisa mendekatkan tubuhnya lagi ke Fang Lee.
"Aku tidak berbicara denganmu anak kecil pergilah" ucap Kim Hanna sambil menyuruh Sasa pergi .
"Enak saja ,disini yang orang lain itu Tante , kenapa aku yang di suruh pergi . Kalau tidak ingin melihat ku ya pergi aja sendiri " ucap Sasa sambil menunjuk nunjuk Kim Hanna .Fang Lee yang mendengarkan Sasa berargumen dengan Kim Hanna hanya menahan tawanya saja.
"Apa kamu bilang ? tidak sopan sekali kamu dengan orang yang lebih dewasa " ucap Kim Hanna .
"Maaf ya . kalau anda bisa sopan menjaga perilaku anda dengan calon suami saya ,pasti saya akan segan dengan anda " ucap Sasa dengan nada tegas dan memeluk Fang Lee dengan rasa kepemilikan.
Fang Lee sangat senang Sasa bisa mempertahan kan nya dan memeluknya seperti ini . Kim Hanna yang tau itu tersulut amarah dan pergi meninggalkan mereka . Dia membuka dan menutup pintu dengan kasar sampai menimbulkan bunyi yang keras .
Saat Sasa menyadari Kim Hanna sudah pergi ,dia cepat cepat melepaskan pelukan nya dari Fang Lee .
"Apa kamu !!! senyum senyum gak jelas . Pake ngasih senyum manis lagi ke dia " ucap Sasa jengkel sambil melirik ke pintu .
"Apa aku terlihat manis ? " tanya Fang Lee sambil membingkai senyum nya menghadap ke sasa.
"Tidak ,kau jelek . sangat jelek . Aku kesal dengan mu . sudah lah aku mau mandi dan berangkat kerja . Nanti sore aku akan kesini lagi untuk menjemput kakak pulang " lalu Sasa masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
Saat Sasa masuk dalam kamar mandi dia lupa memasukan ponsel nya kedalam tas nya . tiba tiba ada pesan masuk dari Rendy sebanyak 3 kali . Fang Lee yang penasaran dengan siapa yang mengirim pesan sepagi ini langsung membuka ponsel sasa.
"Selamat pagi sa" (pesan pertama)
"Jangan lupa nanti kita bertemu ya " (pesan kedua)
"Aku tunggu pukul 12 siang .semangat bekerja" (pesan ketiga)
Tiba-tiba rahang Fang Lee mengeras . Lalu dia menelfon asisten Han .
" Halo, tolong kau awasi gerakan Sasa hari ini . dan laporkan padaku . Carilah mata mata untuk mengintai nya dari jarak dekat " Fang Lee langsung menutup telfon nya . Tidak lupa dia juga menghapus pesan yang di kirim Rendy tadi .
"Siapa laki-laki ini ,apa ini teman Sasa waktu SMA ? tapi kenapa begitu perhatian " gumam Fang Lee .
Tidak lama keluarlah Sasa dari kamar mandi dan segera berdandan ,Sasa tidak memperhatikan ekspresi Fang Lee yang rahang nya sedang mengeras karena marah .
.
.
"Kak kamu kenapa ? " saat sudah selesai berdandan ,Sasa menyadari bahwa Fang Lee sedang marah tapi tidak tau marah karena apa .
"Tidak apa-apa . berangkat lah ini hampir siang " ucap Fang Lee mencoba mengontrol emosinya .
"Oh iya . Aku berangkat dulu ya kak . jaga dirimu" dan pergi meninggalkan Fang Lee ,tiba tiba Sasa kembali membuka pintu kamar Fang Lee tetapi hanya memunculkan kepalanya saja.
" Aku akan kembali sore nanti .bye" dan menutup pintunya lagi .
__ADS_1