SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
WAJAH KESAL RENDY


__ADS_3

"halo...kau sedang apa ? " ucap David .


"sedang olahraga " ucap fang Lee .


"******* kau. siapa itu yang mendesah" ucap David


"kau sudah tau kenapa bertanya.nanti sore datang lah kerumah bersama rendy"ucap fang Lee lalu mematikan telfon nya lalu meneruskan aksinya dengan Sasa.


.


.


.


*di ruang kerja David*


"bisa-bisa nya dia mengangkat telfon ku dalam keadaan begitu" ucap David menggerutu dengan ponsel nya . lalu David mencoba menelfon Rendy sesuai permintaan fang Lee.


"halo ...kau dimana ?" ucap David


"aku sedang berada di perjalanan menuju kota . ada apa ?" ucap Rendy


"datang lah ke rumah ku " ucap David


"ada apa ? " ucap Rendy


"sudah lah datang saja . nanti akan ku beri tahu jika kau sudah sampai" ucap David .


"ok" ucap Rendy menutup telfon nya . tiba-tiba bel rumah David pun berbunyi lalu David melihat dari layar monitor di kamar nya. ada seorang perempuan yang tidak asing baginya .


"Yoona" ucap David kaget . lalu David merapikan rambut nya dan menyemprotkan parfum di baju nya setelah itu dia keluar menemui Yoona.


"hai" ucap Yoona


"eeee hai " ucap David


"boleh aku masuk" ucap Yoona tersenyum .


"oh ya silahkan " ucap David membuka pintu nya dengan lebar . tibalah mereka di ruang tamu milik David .


"mau minum apa ?" ucap David


"air putih saja " ucap Yoona.


"baiklah tunggu sebentar " ucap David pergi mengambilkan Yoona segelas air putih . maklum saja David dari dulu memang tidak mempunyai pelayan / pun tukang kebun ,dia lebih nyaman melakukan pekerjaan rumah sendiri daripada menyuruh orang lain .


"ini" ucap David memberikan air putih pada Yoona .


"ada hal apa kamu kemari Yoon?" ucap David .


"haruskah ada alasan untuk mengunjungi seorang pacar?" ucap Yoona


"sial kenapa aku bisa lupa" ucap David dalam hati nya karena dia merasa lupa bahwa mereka sudah pacaran .


"maksud ku bukan begitu .eeee begini kamu ingin pergi jalan jalan dengan ku ?" ucap David


"tidak ...aku hanya ingin melihat mu " ucap Yoona tersenyum manis .


"kenapa kamu masih gugup seperti itu ?" ucap Yoona memegang pundak David .


"aku gugup ? mana mungkin . hanya perasaan mu saja " ucap David mengelak .


"baiklah-baiklah ....orang tua mu kemana ?kenapa sepi sekali" ucap Yoona.


"mereka ada di rumah nya sendiri . ini rumahku . hanya aku yang tinggal di sini" ucap David tersenyum .


"apa kamu sudah makan ?" ucap David . Yoona pun menggelengkan kepala nya.


"kalau begitu ayo kita pergi . sebentar aku akan mengambil jaket " ucap David berlari mengambil jaket di kamar nya lalu kembali menghampiri Yoona .


"ayo " ucap David menggandeng Yoona . saat membuka pintu ternyata di depan sudah ada Rendy yang hendak membunyikan bel .


"kau mau kemana ?" ucap Rendy


"mau makan" ucap David berjalan menjauhi rendy


"kalau begitu aku ikut " ucap Rendy berjalan di belakang David .


"ck....kau tidak usah ikut .apa kau mau melihat ku berkencan ?" ucap david.


"jika kau berkencan kenapa kau menyuruh ku kemari?" ucap Rendy mengeryitkan dahinya

__ADS_1


"siapa yang menyuruhmu kemari " ucap David.


"bukan kah tadi kau MMM...." ucap Rendy terputus karena di bungkam oleh David dan dia menyeret Rendy untuk menjauhi Yoona.


"kau ingin membunuhku! . aku tidak bisa bernafas!" ucap Rendy


"sssttt pelankan suaramu.kau sekarang datang dulu saja ke rumah fang Lee .nanti aku menyusul" ucap David lirih karena tidak ingin Yoona mendengar percakapan mereka.


"jika tau begini ,bilang saja langsung kalau aku di suruh ke rumah fang Lee . kalau seperti ini kan jadi putar balik lagi " ucap Rendy membuat raut wajah kesal.


"sudahlah jangan protes. apa kau tidak kasihan dengan ku . aku baru saja mempunyai pacar . dan sekarang aku ingin bersenang-senang dengan pacarku dulu " ucap David .


Rendy pun tidak membalas ucapan David tetapi dia langsung pergi dari hadapan David dan memasuki mobil nya lagi untuk menuju ke rumah fang Lee .


.


.


.


"yah Sasa dan Lee kemana ya kok tidak kelihatan " ucap ibu sasa


"mungkin mereka sedang di ruang kerja Lee Bu. biarkan saja " ucap ayah Sasa memberi makan ikan di belakang rumah fang Lee . lalu tidak lama bel rumah fang Lee pun berbunyi .


"siapa ya yah yang datang " ucap ibu Sasa .


"coba ibu lihat " ucap ayah Sasa meletak an makanan ikan di meja dan berjalan ke ruang tamu .


"eh nak Rendy " ucap ibu Sasa


"selamat sore bibi maria" ucap Rendy pada ibu sasa


"silahkan masuk nak" ucap ibu Sasa . Rendy pun masuk mendahului ibu Sasa .


"fang Lee dimana ya Bi ? "ucap Rendy


"dari tadi siang bibi juga tidak tau nak . coba kau telfon " ucap ibu Sasa . lalu Rendy pun menelfon fang Lee.


"sial tidak di angkat " ucap Rendy dalam hati ,lalu dia mencoba menelfon fang Lee lagi.


"halo ,kau dimana ?" ucap Rendy


"tapi....halo...halo " ucap Rendy sedikit berteriak .


"sial" ucap Rendy


"kenapa nak ?" tanya ibu Sasa .


"tidak apa-apa bi . aku hanya sedikit kesal dengan seseorang . hingga membuatku ingin memukul nya sekarang " ucap Rendy tersenyum gemas dengan tingkah fang Lee dan David .


"mentang-mentang aku yang paling muda di antara kalian .kalian bersikap seenak nya denganku . awas saja " ucap Rendy dalam hati


"duduk lah dulu . akan bibi buatkan minuman untuk mu" ucap ibu Sasa .


"tidak perlu repot-repot bibi maria . duduk lah bersama paman disini " ucap Rendy tersenyum .


"kalau begitu sebentar . biar di buatkan pelayan di rumah ini" ucap ibu Sasa .


"bi tolong buatkan es sirup untuk Rendy ya" ucap ibu Sasa.


"baik nyonya" ucap pelayan fang Lee .


"kau ini dari mana nak ? " tanya ayah Sasa


"saya dari rumah , paman " ucap Rendy


"ooooo sambil menunggu fang Lee datang bagaimana jika kita bermain catur " ucap ayah Sasa .


"boleh paman " ucap Rendy tersenyum . lalu ayah Sasa mengajak Rendy untuk ke teras .


.


.


.


*Di kamar fang lee*


ponsel fang Lee lagi-lagi berdering ,fang Lee pun mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengambil ponsel nya di meja samping ranjang nya .


"halo.." ucap fang Lee

__ADS_1


" halo..kau dimana ?" ucap Rendy


"aku kamar .ada apa ? " ucap fang Lee lagi


"apa ? cepat turunlah . aku sudah ada di bawah " ucap Rendy


"5 menit lagi aku masih malas " ucap fang lee lalu fang Lee mengakhiri telfon mereka .


"siapa kak ?" ucap Sasa terbangun dan memeluk fang Lee


"orang tidak penting .apakah kamu ingin membersihkan badan terlebih dahulu ?" ucap fang Lee mengelus rambut Sasa .


"nanti saja . aku masih capek" ucap Sasa membenamkan wajah nya di dada bidang fang Lee.


"baiklah kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu" ucap fang Lee


"kenapa buru-buru kak ?" tanya Sasa pada fang Lee .


"kenapa ? apa kamu menginginkan nya lagi" ucap fang Lee memandang wajah Sasa dengan tatapan menggoda .tentu saja tatapan itu membuat pipi Sasa bersemu merah karena malu.


"bukan seperti itu yang ku maksud " ucap Sasa memukul lengan fang lee.fang Lee pun tertawa melihat tingkah gemas Sasa .


"di bawah ada Rendy sayang . toh ini juga sudah sore . mungkin sebentar lagi Joe akan datang " ucap fang Lee


"astaga ...ini sudah pukul 6 sore " ucap Sasa yang meraih ponsel nya di meja .


"ya sudah kakak mandi dulu saja . setelah itu giliran ku " ucap Sasa . fang Lee pun mengangguk dan mencium kening Sasa sekilas .


*teras depan*


plak...plak ..!


"kenapa kau menepuk kaki dan lengan mu nak ?" ucap ayah Sasa


"banyak nyamuk paman " ucap Rendy


"benarkah ? tapi paman dari tadi tidak di gigit mungkin darah ku sudah tidak segar seperti mu . jadi nyamuk tidak ada yang suka " ucap ayah Sasa tertawa


"paman bisa saja " ucap Rendy .


"kalau begitu ayo kita masuk saja " ucap ayah Sasa .


"baik paman" ucap Rendy . mereka pun masuk dan membawa papan catur di ruang tamu . ibu Sasa pun memberi tahu jika makanan sudah siap .


"ayah , Rendy ayo kemari makan dulu " ucap ibu Sasa sambil tersenyum


"baik bibi" ucap Rendy yang menghampiri ibu Sasa di meja makan .


"nak Lee dan Sasa kemana ya . kok mereka belum terlihat lagi setelah makan siang " ucap ibu Sasa .


"tenang lah bibi .fang Lee sedang ada di lantai atas . tadi aku menelfon nya " ucap Rendy


"bisakah kau memanggil nya keluar untuk makan bersama " ucap ibu Sasa .


"tentu bisa bibi " ucap Rendy tersenyum dan melangkah pergi menuju anak tangga.


tok..tok...tok!


"siapa?" ucap fang Lee


"Rendy . buka pintu nya" ucap Rendy. beberapa detik kemudian fang Lee membuka pintu kamar nya .


"ada apa?" ucap fang Lee yang masih mengusap usap rambutnya yang basah


"kau di suruh turun oleh bibi " ucap Rendy


"baiklah setelah ganti baju aku akan turun" ucap fang Lee .


"ok . kamar Sasa yang mana ? " ucap Rendy menoleh kamar yang ada di samping fang Lee berjejer .


"untuk apa kau mencari istriku ?" ucap fang Lee sinis .


"bibi menyuruhku untuk mencari Sasa juga" ucap Rendy


"dia ada di kamar .nanti akan ku beri tahu " ucap fang Lee


"hah !apa yang kalian lakukan di kamar berdua " ucap Rendy terkejut


"ah sudah sudah turun sana . anak kecil mana tau urusan orang dewasa" ucap fang Lee mengejek Rendy sambil menutup pintu kamar nya lagi .


"hei aku tidak kecil tau . tinggi kita hampir sama . cuma berbeda memerapa Senti saja" ucap Rendy menghadap pintu kamar fang Lee . Rendy pun pergi ke bawah dengan wajah yang kesal dan menebak-nebak apa yang di lakukan fang Lee pada sasa di kamar .

__ADS_1


__ADS_2