
"Ini bagaimana ?" ucap Rendy sambil menunjuk bekas kantong makan dan box makanan .
"Kau yang terakhir jadi kau yang membersihkan " ucap David .
"Apa-apa an ini kenapa aku lagi. ah sial" ucap Rendy kesal dengan tetap menghabiskan makanannya yang ada di meja .
.
.
.
Keesokan pagi nya Sasa terbangun dengan mencari keberadaan Fang Lee di samping nya ,tetapi Fang Lee tidak ada disana.
"Kak Lee kemana ? masih jam 6 kenapa sudah bangun " ucap Sasa yang mengerjapkan matanya sambil melihat layar ponsel nya . Lalu saat meletakan ponsel nya Nesya melihat ada selembar kertas yang di tumpangi oleh susu strawberry kesukaan Sasa .
"Ini surat apa ? " ucap Sasa yang mengerutkan dahinya lalu dia membuka surat itu .
(dear peri kecil ku .maaf aku harus pergi ke korea tanpa berpamitan dengan mu, ada pekerjaan sangat penting yang harus ku selesaikan ,ku harap kamu bisa mengerti sayang. aku akan kembali saat pernikahan kita di gelar . o ya jika kamu sudah bangun tolong telfon aku . love you my sweet girl)
"Ah orang ini selalu semau nya saja " ucap Sasa menggerutu sambil menekan nomor telfon Fang Lee .nada terhubung pun berbunyi.
"Morning sayang" ucap Fang Lee di telfon .
"Kakak kenapa tidak bilang tadi malam kalau ingin berangkat ke Korea? " ucap Sasa yang sedikit marah .
"Sayang tenang dulu . jangan marah , jam 3 pagi tadi Han menelfon ku karena ada kendala pada proyek pembangunan hotel di Korea . Jadi aku cepat-cepat kemari " ucap Fang Lee
"Kenapa tidak membangunkan ku ? aku kan bisa menyiapkan keperluan kakak" ucap Sasa yang masih protes.
"Kamu tidur sangat lelap sayang . Aku tidak tega untuk membangunkan mu . Lagi pula keperluan ku sudah di urus oleh Han . jadi tidak perlu membangunkan mu " ucap Fang Lee .
"Kakak benar akan pulang saat pernikahan kita nanti ? kak ,kakak mikir gak kalau pernikahan kita kurang 3 hari lagi " ucap Sasa
"Aku tau sayang . tapi proyek ini juga penting , begini saja akan ku usahakan pulang sebelum hari pernikahan kita . bagaimana ? " ucap Fang Lee
"Ah sudah lah .aku marah sama kakak" ucap Sasa mematikan telfon nya kini mood Sasa pagi itu yang awalnya baik menjadi buruk .
tok...tok..tok...
"Siapa?" ucap Sasa dari dalam
"Saya non" ucap pelayan Fang Lee
"Sebentar bi" ucap Sasa sambil membukakan pintu.
"Ada apa bi ? " ucap Sasa
"Sarapan sudah siap non "ucap pelayan Fang Lee
"Baik Bi . Saya mau mandi dulu ya " ucap Sasa tersenyum ingin menutup pintu nya lagi .
"Sebentar Non . Non Sasa tidak apa-apa kan ?" ucap pelayan itu yang khawatir melihat wajah Sasa yang tidak bersemangat itu .
"Tidak apa-apa kok bi " ucap Sasa tersenyum .
"Ya sudah kalau begitu bibi turun dulu ya non" ucap pelayan itu .
"Iya Bi" ucap Sasa tersenyum lalu menutup pintunya saat pelayan itu sudah berbalik badan .
Di ruang makan
"pagi paman , bibi " ucap Rendy menyapa orang tua Sasa .
"pagi nak , ayo sini duduk" ucap ibu Sasa .
"Fang Lee dan Sasa belum turun bi ?" ucap Rendy
"belum. tapi sudah di panggil sama bibi tadi " ucap ibu Sasa .
"ooooo" ucap Rendy menganggukan kepalanya .
"itu Sasa...tapi kenapa dia sendirian" ucap David yang menengok ke arah belakang .
"Pagi Sa" ucap Rendy .
"Pagi" ucap Sasa tersenyum
"Kamu turun sendiri . Fang Lee mana ? " ucap Rendy mencari keberadaan Fang Lee
"kak Lee sudah berangkat ke Korea pukul 5 tadi" ucap Sasa .
"kenapa mendadak sekali ? " ucap David
__ADS_1
"entahlah . kak Lee bilang ada urusan penting yang harus dia selesaikan sebelum pernikahan di gelar" usap Sasa .
"lalu kapan dia kembali ? " ucap ayah Sasa .
"dia akan berusaha untuk kembali sebelum hari H ayah" ucap Sasa.
"ya kita doakan saja semoga semua akan berjalan lancar dengan semestinya "ucap ayah Sasa yang cemas .
"udah jangan melamun . kamu percaya kan dengan calon suami mu . tenang sayang" ucap ibu Sasa menenangkan sasa yang melamun .
"apa dia bodoh pergi di saat acara pernikahan nya kurang beberapa hari lagi . jika dia tidak menepati ucapan nya . awas saja akan ku buat perhitungan dengan nya" gumam Rendy dalam hati .
"woy kenapa kau ikut-ikut an melamun?" ucap David menepuk pundak Rendy
"tidak . aku tidak melamun kok . sudah ayo makan " ucap Rendy yang menyembunyikan pikiran nya dari David . makan siang sudah selesai dan Sasa pamit untuk pergi ke luar rumah pada ayah dan ibu nya .
"ibu, ayah Sasa mau ke taman dulu " ucap Sasa dengan sedikit senyum nya .
"baiklah nak . hati-hati ya" ucap ibu Sasa .saat melihat Sasa berjalan ke taman ,Rendy mempunyai maksud untuk menemani nya disana .
"dav aku nyusul Sasa dulu ya . kasian dia seperti nya sedang badmood" ucap Rendy
"kau jangan coba-coba mencari kesempatan dalam kesempitan ya" ucap David menunjuk-nunjuk Rendy.
"ah kau ini bicara apa sih . aku hanya ingin menghibur nya saja , aku tidak tega melihat Sasa sedih begitu " ucap Rendy .
"ya sudah sana " ucap David .lalu Rendy menghambur pergi menyusul Sasa di taman .
"paman , bibi saya mau berangkat ke kantor dulu . sudah 2 hari saya meliburkan diri . tidak enak dengan pegawai saya " ucap David .
"oooo ternyata kau pembisnis juga . baiklah ,hati-hati di jalan ya nak" ucap ayah Sasa.
"loh kenapa tidak bilang . tunggu sebentar " ucap ibu Sasa pada David . tak lama kemudian ibu Sasa memberikan sekotak bekal pada David .
"ini apa bi?" ucap David .
"itu bekal untuk makan siang nanti . jangan lupa di makan ya" ucap ibu Sasa .
"astaga bibi tidak perlu repot-repot seperti ini . aku sangat berterima kasih pada bibi . " ucap David membungkukan badan nya .
"ya sudah sana jalan " ucap ibu Sasa dengan tersenyum
"baiklah paman bibi . aku pergi dulu . permisi" ucap David dengan tersenyum ramah .
Di taman rumah Fang lee
"jangan sedih begitu" ucap Rendy yang berada di belakang Sasa .
"Rendy , kenapa kamu kemari " ucap Sasa berdiri menengok ke arah Rendy .
"kenapa kamu kaget begitu . duduk lah aku akan menemani mu disini" ucap Rendy tersenyum .
"kamu kenapa sa ? " tanya Rendy .
"aku hanya sedih saja " ucap Sasa dengan mencabuti kelopak bunga yang ada di tangan nya .
"kamu sedih kenapa ? masalah Fang Lee ? ....Sa kamu kan tau dia seorang pembisnis . jadi ya sudah sewajar nya kalau dia tiba-tiba ada jam terbang aku dulu sering mendapat tugas dadakan seperti itu" ucap Rendy yang mencoba menenangkan Sasa .
"tapi ini berbeda . kita sudah akan menikah tetapi kenapa kak Lee malah pergi " ucap Sasa
"Sa, apa kamu tau bagaimana Fang Lee mengorbankan waktu nya sedemikian lama nya untuk mu. apa kamu lupa saat kamu sakit , kamu koma , kamu di culik . semua pekerjaan dia tinggalkan demi kamu . mungkin pekerjaan itu mempunyai pengaruh yang sangat serius bagi perusahaan nya. sekarang tugasmu yang harus memberikan dia kepercayaan. berilah dia kesempatan untuk menyelesaikan masalah proyek nya . ok? " ucap Rendy memberi pengertian pada Sasa .
"kamu benar . sudah seharusnya aku mendukung dia , bukan malah marah seperti ini" ucap Sasa sedikit tersenyum .
"nah maka dari itu . kamu jangan cemberut begitu . masa calon pengantin jadi jelek" ucap Rendy mencubit hidung Sasa.
"Rendy hentikan " ucap Sasa memukul tangan Rendy . Rendy akhirnya melepaskan cubitan di hidung Sasa yang memberikan bekas merah di sana .
"hahahaha hidung mu jadi seperti tomat sa" ucap Rendy tertawa .
"dasar kamu ya . usil! " ucap Sasa memukul lengan Rendy .
"ok...ok sudah jangan memukulku lagi . bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan" ucap Rendy
"aku ijin ke kak Lee dulu ya . takut dia marah " ucap Sasa .
"tidak masalah" ucap Rendy lalu Sasa mencoba menghubungi Fang Lee tetapi tidak di angkat oleh nya .
"gimana ? " ucap Rendy
"tidak di angkat" ucap Sasa .
"mungkin dia masih meeting " ucap Rendy .
__ADS_1
"mungkin" ucap Sasa mengangkat bahu nya .
"ya sudah ayo pergi sekarang.kamu kirim saja pesan singkat pada nya . pasti nanti dia akan membaca " ucap Rendy memberi saran .
"benar juga . ucap Sasa lalu mengetik pesan singkat untuk Fang Lee .
"ayo" ucap Sasa pada Rendy , lalu Rendy berjalan terlebih dahulu dan di susul Sasa di belakang nya .
mereka akhirnya pergi jalan-jalan menuju Timezone yang ada di sebuah mall . disana mereka bermain seperti anak kecil .
"Ren ayo main itu" ucap Sasa menunjuk game tembak-tembak an .
"Lk " ucap Rendy menyanggupi permintaan Sasa . setelah permainan itu selesai Sasa menunjuk suatu permainan lagi .
"Ren ayo main itu" ucap Sasa
"Sa kamu gak capek ?" ucap Rendy yang heran.
"Enggak kok. ayo " ucap Sasa .
"Ok lah " ucap Rendy menuruti Sasa lagi .
setelah permainan itu selesai ,Rendy mengajak Sasa untuk mencari camilan dan minuman .
"Sa ,aku capek . ayo cari makan dulu ,aku ingin mengisi tenaga" ucap Rendy
"Huuu gitu aja capek . kalah kamu sama aku" ucap Sasa.
"Iya deh iya aku kalah sama kamu . sudah ayo cari makan dulu " ucap Rendy
"Ya udah ayo" ucap Sasa
"eh tunggu dulu . kamu mau makan apa ? " ucap Rendy
"kamu mau makan apa ?" ucap Sasa balik bertanya pada Rendy .
"aku tanya ke kamu sa . kenapa malah balik tanya " ucap Rendy
"aku ingin makan nasi goreng cumi " ucap Sasa
"ok aku tau tempat nasi goreng yang enak di mall ini" ucap Rendy menarik tangan Sasa .
"eh Rendy jangan buru-buru" ucap Sasa sedikit berlari untuk mengikuti langkah Rendy . setelah beberapa menit mereka berjalan dan menaiki lift akhirnya sampai di restoran yang rendy maksud .
"Ini restoran yang aku maksud sa . disini makanan nya enak" ucap Rendy sambil mengangkat jempol nya.
"Kamu tau darimana ?" ucap Sasa
"Dulu aku pernah kesini dengan kak Han " ucap Rendy . kak Han yang di maksud Rendy adalah asisten Fang Lee .
"Hmmmm jadi kamu tau tempat ini dari asisten kak Lee" ucap Sasa
"betul" ucap Rendy menjentikan jari nya .
"waiter" ucap Rendy memanggil pelayan untuk datang memberikan buku menu nya .
"silahkan tuan " ucap pelayan itu dengan memegang buku di tangan nya .
"saya pesan nasi goreng cumi 2 dan jus strawberry 2 " ucap Rendy
"ada tambahan lain tuan ? " ucap pelayan itu
"tidak ,itu saja cukup " ucap Rendy
"mohon di tunggu .makanan akan segera di siapkan" ucap pelayan itu .
"terimakasih" ucap Rendy tersenyum pada di pelayan .
"ssstttt...ren" ucap Sasa menyenggol kaki Rendy
"apa Sa ? " ucap Rendy
"kamu tidak lihat tadi ? sepertinya waiter itu suka kamu deh" ucap Sasa .
"yang benar . ah jangan ngarang kamu" ucap Rendy
"benar . aku gak ngarang kok . coba saja nanti kalau kesini ,kamu perhatikan dia" ucap Sasa
tiba-tiba ponsel Sasa berbunyi ,saat di lihat itu adalah telfon dari Fang Lee berbentuk video call .
"Ren kak Lee ren" ucap Sasa menunjukan ponselnya pada Rendy
"Mana biar aku saja . aku mau menggoda dia" ucap Rendy ,lalu Sasa pun memberikan ponsel nya pada Rendy .
__ADS_1