
"berhentilah bersikap seperti anak kecil" ucap Yoona.
"tapi dia..." ucap David terpotong
"sudah...sudah ....ayo masuk . kita jaga Sasa lagi " ucap Yoona menggandeng lengan david.
.
.
.
"apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ? " tanya fang Lee pada Rendy .
"kau pasti tau . aku sangat menyukai Sasa , aku tidak ingin dia sedih ataupun menderita . tapi bagaimana tanggung jawabmu sebagai orang yang di cintainya " ucap Rendy dengan menunjuk-nunjuk fang lee .
"jika aku bisa mencegah ini semua ,mungkin tidak akan terjadi padanya . ini memang salahku " ucap fang Lee.
"maksudmu?" ucap Rendy bingung .
"ya kecelakaan ini sudah di rencanakan oleh mantan Sasa . aku masih belum mengetahui motif dari rencana itu apa " ucap fang Lee
"maksudmu putra ? " ucap rendy kaget.
"ya .dia yang membuat Sasa seperti ini " ucap fang Lee menatap mata Rendy .
"kurang ajar. tidak ku sangka dia sepengecut itu akan ku buat perhitungan dengan nya" ucap Rendy ingin melangkah pergi menemui putra.
"ku saran kan jangan " ucap fang Lee.
"kenapa kau menghalangiku ?" ucap Rendy .
"kau jangan terburu-buru . dia adalah rubah yang licik . di satu sisi dia terlihat baik ,tetapi di sisi lain dia akan menerkam mu " ucap fang Lee.
"lalu apa rencana mu untuk membalasnya " tanya Rendy.
"aku sudah mengatur rencana ku dengan matang " ucap fang Lee.
"boleh aku ikut masuk ke dalam rencana mu kita bergabung untuk menangkap putra" ucap Rendy mengulurkan tangan nya ,lalu fang Lee menerima uluran tangan Rendy .
.
.
.
*di dalam kamar Sasa*
"air....air" ucap Sasa dengan lirih .
"David ...David Sasa siuman " ucap Yoona yang ada di samping Sasa .
"benarkah" ucap David yang tadi fokus pada game nya lalu berdiri untuk melihat keadaan Sasa.
"kamu panggil dokter" ucap David ,lalu Yoona memencet bel yang ada di dinding .
"ini minum pelan...pelan " ucap Yoona menopang kepala Sasa.
"aku dimana ?" ucap Sasa
"kamu di rumah sakit sa " ucap Yoona
"kalian siapa ? dimana putra ?" ucap Sasa
__ADS_1
"putra ? putra siapa ? " ucap David berbisik pada Yoona . Yoona hanya mengangkat bahunya karena tidak tau nama yang di sebut oleh Sasa .
"aduh kepalaku sakit sekali " ucap Sasa lagi .
"sebaiknya kamu berbaring dulu dokter akan segera datang " ucap Yoona . tidak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa Sasa.
"dok tolong periksa dia dok . dia mengeluh sakit di kepalanya " ucap David .
"Anda tenang dulu.silahkan kalian menunggu di sofa saja" ucap dokter untuk mempersilahkan mereka menunggu di sofa.
"bagaimana dok ? " tanya David
"pasien sudah membaik . kini tidak perlu memakai bantuan oksigen lagi . tetapi pasien mengalami amnesia . jangan terlalu memaksa nya untuk mengingat , jika terlalu di paksa dia akan merasa tidak nyaman dan merasakan sakit kepala lagi . kemungkinan akan lebih lama untuk mengingat semua ingatan nya jika terlalu di paksakan . " ucap dokter dengan rinci .
"baik dok . terimakasih " ucap David lalu membukakan pintu untuk dokter .
"David . kamu telfon fang Lee sekarang " ucap Yoona
"baiklah" ucap David lalu keluar untuk menelfon fang Lee. saat ingin di telfon ,fang Lee muncul bersama Rendy dari lorong .
"telepati ku berhasil.yang ku tunggu tunggu akhirnya muncul " ucap David lirih .
"Lee!!!!" panggil David sambil melambaikan tangan nya . lalu fang Lee berlari agar cepat sampai di depan David .
"ada apa ?" ucap fang Lee
"apa yang terjadi" ucap Rendy
"Sasa sudah sadar" ucap David . lalu fang Lee dan rendy berlari ke dalam . sampai di pintu mereka berdesak desakan .
"aku dulu . kau mundurlah " ucap fang Lee pada Rendy .
"kau saja . kaki ku sudah masuk terlebih dahulu" ucap Rendy
"ah kalian terlalu lama " ucap David lalu mendorong paksa mereka berdua dan menimbul kan suara yang keras.
"apa itu" ucap Yoona lalu melihat ke arah pintu .
"astaga apa yang kalian lakukan" ucap Yoona
"sepertinya mereka saling menyukai"ucap David menahan senyum nya. fang Lee dan Rendy yang menyadari posisi Mereka lalu cepat cepat bangun .
"bangun ...aku tergencet badanmu" ucap Rendy
"kenapa kau ada di bawah ku" ucap fang Lee saat bangun.
"Sasa" ucap fang Lee yang teringat peri kecilnya.
"sayang ....apa kau baik-baik saja ? " ucap fang Lee melihat keadaan Sasa .
"kamu siapa?" ucap Sasa merasa tidak nyaman dengan kehadiran fang Lee
"aku calon suami mu sayang" ucap fang Lee
"bukan . kau salah orang . aku bukan calon istrimu .putra ....mana putra ?" ucap Sasa pada semua orang .
"Lee dia terus memanggil manggil putra . sebenarny putra itu siapa ? " ucap David pada fang Lee .
"dia mantan dari Sasa .yang membuatnya celaka" ucap fang Lee
"sa apa kamu mengingatku . aku Rendy teman mu waktu SMA " ucap Rendy .
"Rendy ? bawa aku menemui putra ren " ucap Sasa memegang tangan Rendy . fang Lee yamg melihat itu tersulut cemburu dan ingin melepaskan tangan mereka tetapi di halangi oleh Yoona .
__ADS_1
"biarkan ....dia butuh orang yang dia kenal disini . sementara kau bersabar dulu . ayo ikut aku ,ada yang ingin ku bicarakan dengan mu " ucap Yoona . lalu fang Lee menurut dan mengikuti Yoona.
"ren bawa aku menemui putra ren " ucap Sasa lagi.
"tenang lah sa . kamu masih butuh istirahat . putra akan kemari . dia masih membeli makan " ucap Rendy berbohong.
"benarkah ?" ucap Sasa meyakinkan
"benar . makanya kamu istirahat dulu lagi ya .sebentar lagi dia akan datang " ucap rendy. dan sasa mengangguk patuh oleh ucapan Rendy.
.
.
.
"hal apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ?" ucap fang Lee pada Yoona saat di luar kamar Sasa.
"begini ...Sasa mengalami amnesia jangka pendek . dia jangan terlalu di paksa untuk mengingat kejadian apapun . kau harus pelan-pelan membuatnya ingat dengan kenangan kalian. ingat jangan terlalu memaksa ,jika kau terlalu memaksa dia akan merasa sakit kepala dan memungkinkan untuk amnesianya bertambah parah " ucap Yoona .
"tapi bagaimana bisa aku tahan dengan ini semua ....kejadian apa tadi....mereka berpegangan tangan di depanku" ucap fang Lee
"Sasa masih lupa ingatan .ku harap kau bisa memaklumi . Dengan begini kau harus berusaha sabar" ucap Yoona mengelus pundak fang Lee.
"aku tau kau bisa melewati ini " ucap Yoona lagi . lalu mereka masuk ke dalam ruangan lagi .
"SsssStttt Sasa tidur" ucap Rendy berbisik. lalu mereka berpindah di sofa untuk berbincang bincang .
"apa saja yang dia bicarakan dengan mu?" ucap fang Lee pada Rendy .
"dia terus menerus menanyakan putra " ucap Rendy.
"lalu ? " tanya fang Lee lagi .
"oh ya ...tadi dia mencari ponselnya " ucap Rendy .
"ponsel ....oh ya pasti di sana ada nomor putra " gumam fang Lee dalam hati .
"ponsel nya ada padaku .aku tidak akan memberikan ponsel itu padanya jika tidak ,dia akan menghubungi putra" ucap fang Lee.
"bukan kah itu bagus . kau bisa menjebaknya lebih mudah" ucap David .
"maksud mu menjebak musuh ,dengan menggunakan orang yang ku cintai . aku tidak sebodoh itu" ucap fang Lee.
"lalu apa rencana mu ? " tanya Rendy
"detektif Ding sedang melacak keberadaan putra di saat yang tepat dia akan menelfon ku dan aku akan datang kesana untuk memberinya hadiah " ucap fang Lee .
"bukan kah itu terlalu enak untuk nya ?" ucap Rendy .
"tidak ,itu sudah lebih dari cukup . mengingat perusahaan nya sudah hampir gulung tikar dan dia akan ku habisi nanti nya . itu sudah menjadi karma yang sepadan dengan mengusik kehidupan ku dan Sasa . lagipula ,kini peri kecilku sudah terbangun dari masa sulit nya. walaupun dia tidak mengingatku " ucap fang Lee tersenyum kecut .
"sabar lah " ucap Yoona .
"kalau begitu kalian pulang lah " ucap fang Lee
"aku disini saja" ucap Rendy .
"tidak usah . pulanglah . aku saja yang menjaganya " ucap fang Lee.
"apa kau yakin ? disini yang dia kenal hanya aku . aku tidak yakin kau akan bisa menenangkan nya" ucap Rendy .
"ck....dasar licik . baiklah kau tinggal disini bersama ku" ucap fang Lee.
__ADS_1
"kalian pulang lah dan beristirahat " ucap fang Lee pada David dan Yoona.
"kita pergi dulu ya " ucap David berpamitan .