SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
BEKERJASAMA SEMENTARA


__ADS_3

"berhentilah bersikap seperti anak kecil" ucap Yoona.


"tapi dia..." ucap David terpotong


"sudah...sudah ....ayo masuk . kita jaga Sasa lagi " ucap Yoona menggandeng lengan david.


.


.


.


"apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ? " tanya fang Lee pada Rendy .


"kau pasti tau . aku sangat menyukai Sasa , aku tidak ingin dia sedih ataupun menderita . tapi bagaimana tanggung jawabmu sebagai orang yang di cintainya " ucap Rendy dengan menunjuk-nunjuk fang lee .


"jika aku bisa mencegah ini semua ,mungkin tidak akan terjadi padanya . ini memang salahku " ucap fang Lee.


"maksudmu?" ucap Rendy bingung .


"ya kecelakaan ini sudah di rencanakan oleh mantan Sasa . aku masih belum mengetahui motif dari rencana itu apa " ucap fang Lee


"maksudmu putra ? " ucap rendy kaget.


"ya .dia yang membuat Sasa seperti ini " ucap fang Lee menatap mata Rendy .


"kurang ajar. tidak ku sangka dia sepengecut itu akan ku buat perhitungan dengan nya" ucap Rendy ingin melangkah pergi menemui putra.


"ku saran kan jangan " ucap fang Lee.


"kenapa kau menghalangiku ?" ucap Rendy .


"kau jangan terburu-buru . dia adalah rubah yang licik . di satu sisi dia terlihat baik ,tetapi di sisi lain dia akan menerkam mu " ucap fang Lee.


"lalu apa rencana mu untuk membalasnya " tanya Rendy.


"aku sudah mengatur rencana ku dengan matang " ucap fang Lee.


"boleh aku ikut masuk ke dalam rencana mu kita bergabung untuk menangkap putra" ucap Rendy mengulurkan tangan nya ,lalu fang Lee menerima uluran tangan Rendy .


.


.


.


*di dalam kamar Sasa*


"air....air" ucap Sasa dengan lirih .


"David ...David Sasa siuman " ucap Yoona yang ada di samping Sasa .


"benarkah" ucap David yang tadi fokus pada game nya lalu berdiri untuk melihat keadaan Sasa.


"kamu panggil dokter" ucap David ,lalu Yoona memencet bel yang ada di dinding .


"ini minum pelan...pelan " ucap Yoona menopang kepala Sasa.


"aku dimana ?" ucap Sasa


"kamu di rumah sakit sa " ucap Yoona


"kalian siapa ? dimana putra ?" ucap Sasa

__ADS_1


"putra ? putra siapa ? " ucap David berbisik pada Yoona . Yoona hanya mengangkat bahunya karena tidak tau nama yang di sebut oleh Sasa .


"aduh kepalaku sakit sekali " ucap Sasa lagi .


"sebaiknya kamu berbaring dulu dokter akan segera datang " ucap Yoona . tidak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa Sasa.


"dok tolong periksa dia dok . dia mengeluh sakit di kepalanya " ucap David .


"Anda tenang dulu.silahkan kalian menunggu di sofa saja" ucap dokter untuk mempersilahkan mereka menunggu di sofa.


"bagaimana dok ? " tanya David


"pasien sudah membaik . kini tidak perlu memakai bantuan oksigen lagi . tetapi pasien mengalami amnesia . jangan terlalu memaksa nya untuk mengingat , jika terlalu di paksa dia akan merasa tidak nyaman dan merasakan sakit kepala lagi . kemungkinan akan lebih lama untuk mengingat semua ingatan nya jika terlalu di paksakan . " ucap dokter dengan rinci .


"baik dok . terimakasih " ucap David lalu membukakan pintu untuk dokter .


"David . kamu telfon fang Lee sekarang " ucap Yoona


"baiklah" ucap David lalu keluar untuk menelfon fang Lee. saat ingin di telfon ,fang Lee muncul bersama Rendy dari lorong .


"telepati ku berhasil.yang ku tunggu tunggu akhirnya muncul " ucap David lirih .


"Lee!!!!" panggil David sambil melambaikan tangan nya . lalu fang Lee berlari agar cepat sampai di depan David .


"ada apa ?" ucap fang Lee


"apa yang terjadi" ucap Rendy


"Sasa sudah sadar" ucap David . lalu fang Lee dan rendy berlari ke dalam . sampai di pintu mereka berdesak desakan .


"aku dulu . kau mundurlah " ucap fang Lee pada Rendy .


"kau saja . kaki ku sudah masuk terlebih dahulu" ucap Rendy


"ah kalian terlalu lama " ucap David lalu mendorong paksa mereka berdua dan menimbul kan suara yang keras.


"apa itu" ucap Yoona lalu melihat ke arah pintu .


"astaga apa yang kalian lakukan" ucap Yoona


"sepertinya mereka saling menyukai"ucap David menahan senyum nya. fang Lee dan Rendy yang menyadari posisi Mereka lalu cepat cepat bangun .


"bangun ...aku tergencet badanmu" ucap Rendy


"kenapa kau ada di bawah ku" ucap fang Lee saat bangun.


"Sasa" ucap fang Lee yang teringat peri kecilnya.


"sayang ....apa kau baik-baik saja ? " ucap fang Lee melihat keadaan Sasa .


"kamu siapa?" ucap Sasa merasa tidak nyaman dengan kehadiran fang Lee


"aku calon suami mu sayang" ucap fang Lee


"bukan . kau salah orang . aku bukan calon istrimu .putra ....mana putra ?" ucap Sasa pada semua orang .


"Lee dia terus memanggil manggil putra . sebenarny putra itu siapa ? " ucap David pada fang Lee .


"dia mantan dari Sasa .yang membuatnya celaka" ucap fang Lee


"sa apa kamu mengingatku . aku Rendy teman mu waktu SMA " ucap Rendy .


"Rendy ? bawa aku menemui putra ren " ucap Sasa memegang tangan Rendy . fang Lee yamg melihat itu tersulut cemburu dan ingin melepaskan tangan mereka tetapi di halangi oleh Yoona .

__ADS_1


"biarkan ....dia butuh orang yang dia kenal disini . sementara kau bersabar dulu . ayo ikut aku ,ada yang ingin ku bicarakan dengan mu " ucap Yoona . lalu fang Lee menurut dan mengikuti Yoona.


"ren bawa aku menemui putra ren " ucap Sasa lagi.


"tenang lah sa . kamu masih butuh istirahat . putra akan kemari . dia masih membeli makan " ucap Rendy berbohong.


"benarkah ?" ucap Sasa meyakinkan


"benar . makanya kamu istirahat dulu lagi ya .sebentar lagi dia akan datang " ucap rendy. dan sasa mengangguk patuh oleh ucapan Rendy.


.


.


.


"hal apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ?" ucap fang Lee pada Yoona saat di luar kamar Sasa.


"begini ...Sasa mengalami amnesia jangka pendek . dia jangan terlalu di paksa untuk mengingat kejadian apapun . kau harus pelan-pelan membuatnya ingat dengan kenangan kalian. ingat jangan terlalu memaksa ,jika kau terlalu memaksa dia akan merasa sakit kepala dan memungkinkan untuk amnesianya bertambah parah " ucap Yoona .


"tapi bagaimana bisa aku tahan dengan ini semua ....kejadian apa tadi....mereka berpegangan tangan di depanku" ucap fang Lee


"Sasa masih lupa ingatan .ku harap kau bisa memaklumi . Dengan begini kau harus berusaha sabar" ucap Yoona mengelus pundak fang Lee.


"aku tau kau bisa melewati ini " ucap Yoona lagi . lalu mereka masuk ke dalam ruangan lagi .


"SsssStttt Sasa tidur" ucap Rendy berbisik. lalu mereka berpindah di sofa untuk berbincang bincang .


"apa saja yang dia bicarakan dengan mu?" ucap fang Lee pada Rendy .


"dia terus menerus menanyakan putra " ucap Rendy.


"lalu ? " tanya fang Lee lagi .


"oh ya ...tadi dia mencari ponselnya " ucap Rendy .


"ponsel ....oh ya pasti di sana ada nomor putra " gumam fang Lee dalam hati .


"ponsel nya ada padaku .aku tidak akan memberikan ponsel itu padanya jika tidak ,dia akan menghubungi putra" ucap fang Lee.


"bukan kah itu bagus . kau bisa menjebaknya lebih mudah" ucap David .


"maksud mu menjebak musuh ,dengan menggunakan orang yang ku cintai . aku tidak sebodoh itu" ucap fang Lee.


"lalu apa rencana mu ? " tanya Rendy


"detektif Ding sedang melacak keberadaan putra di saat yang tepat dia akan menelfon ku dan aku akan datang kesana untuk memberinya hadiah " ucap fang Lee .


"bukan kah itu terlalu enak untuk nya ?" ucap Rendy .


"tidak ,itu sudah lebih dari cukup . mengingat perusahaan nya sudah hampir gulung tikar dan dia akan ku habisi nanti nya . itu sudah menjadi karma yang sepadan dengan mengusik kehidupan ku dan Sasa . lagipula ,kini peri kecilku sudah terbangun dari masa sulit nya. walaupun dia tidak mengingatku " ucap fang Lee tersenyum kecut .


"sabar lah " ucap Yoona .


"kalau begitu kalian pulang lah " ucap fang Lee


"aku disini saja" ucap Rendy .


"tidak usah . pulanglah . aku saja yang menjaganya " ucap fang Lee.


"apa kau yakin ? disini yang dia kenal hanya aku . aku tidak yakin kau akan bisa menenangkan nya" ucap Rendy .


"ck....dasar licik . baiklah kau tinggal disini bersama ku" ucap fang Lee.

__ADS_1


"kalian pulang lah dan beristirahat " ucap fang Lee pada David dan Yoona.


"kita pergi dulu ya " ucap David berpamitan .


__ADS_2