SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
KAU LEBIH BERHARGA DI BANDING NYAWAKU


__ADS_3

"hah dia masih malu-malu juga" ucap fang Lee dalam hati dengan senyum yang membingkai di wajah tampan nya


"hei aku bicara serius sayang" ucap fang Lee menyusul Sasa dari belakang.


.


.


.


"selamat malam bi" ucap Sasa .


"selamat malam juga non . non gimana keadaan nya ? " ucap pelayan itu


"aku baik-baik saja bi" ucap Sasa


"aduh wajah non Sasa jadi biru-biru begitu .bibi tidak tega non jadinya" ucap pelayan itu ,fang Lee hanya melihat obrolan mereka saja lalu pelayan itu pun merasa sedang di pandangi oleh fang Lee.


"eh maaf tuan saya banyak bicara . selamat makan tuan ,non Sasa" ucap pelayan itu membungkukan badan .


"tunggu sebentar bi" ucap Sasa menghentikan pelayan yang hendak pergi .


"ada apa ya non" ucap pelayan itu.


"bibi sudah makan ?kalau belum mari makan bersama"ucap Sasa tersenyum .lalu melayan itu melihat ke arah fang Lee ,fang Lee pun ikut angkat bicara


"jika bibi belum makan . silahkan duduk dengan kami disini " ucap fang Lee .


"tapi tuan ,bukan disini tempat saya " ucap pelayan itu .


"semua nya sama bi . mulai sekarang kita adalah keluarga " ucap Sasa tersenyum


"mulai malam ini ,bibi bisa ikut kita makan dengan meja yang sama dan menu yang sama . tidak akan ku bedakan" ucap fang Lee bernada lembut.


"baik tuan " lalu pelayan itu menggeser kursi untuk di tempatinya.


"ada apa dengan tuan . apakah dia sedang sakit keras ,sehingga baik seperti ini atau karena kekuatan cinta ,jadi tuan bisa mengeluarkan sisi lembutnya " ucap pelayan itu dalam hati dengan menebak-nebak .


"bibi kenapa tidak ambil ?" ucap Sasa sambil memandang pelayan itu


"saya menunggu tuan dan non Sasa saja ,baru saya ambil " ucap pelayan itu .


"jangan seperti itu bi . bibi kan orang yang lebih tua ,jadi sudah seharusnya kita mendahulukan bibi ,benar kan kak " ucap Sasa meminta persetujuan fang Lee. fang Lee hanya menganggukan kepalanya .


"dia sudah ku jinak an jadi bibi tidak usah takut, ok " ucap Sasa lirih

__ADS_1


"hei kamu bicara apa sayang . aku tidak bisa mendengarkan suaramu , jangan membuatku penasaran" ucap fang Lee


"tidak tidak ,aku hanya bercanda sebentar dengan bibi" ucap Sasa tersenyum ke arah fang Lee ,lalu sasa mengambilkan fang Lee makanan setelah pelayan itu mengambil .


makan malam pun berjalan dengan normal seperti biasa hingga selesai .


"ayo kembali kekamar" ucap fang Lee .


"sebentar aku mau membantu bibi dulu .kakak duluan saja" ucap Sasa.


"tidak usah non ,saya bisa sendiri . lebih baik non Sasa kembali beristirahat " ucap pelayan itu.


"baiklah bi, terimakasih.....oh ya Bi ini saya titip 2 box makanan ini untuk pak Budi dan security di depan ya .saya istirahat dulu" ucap Sasa tersenyum .


"baik non akan saya sampaikan " ucap pelayan itu.


"aduh" ucap Sasa berhenti berjalan


"kamu kenapa sayang ? apa yang sakit? " ucap fang Lee


"non , non Sasa kenapa?" ucap pelayan itu ikut cemas dan meletak kan kembali box makanan itu di meja .


"kaki ku perih kak " ucap Sasa .lalu fang Lee melihat ke arah kaki yang di maksud Sasa .


"kak apa yang kamu lakukan " ucap Sasa .


"membawamu ke kamar . kakimu sedang sakit " ucap fang Lee


"aku bisa berjalan dengan pelan ,turun kan aku kak" ucap Sasa


"terlalu lambat" ucap fang Lee yang tidak menggubris omongan Sasa , dia terus berjalan hingga ke dalam kamar dan meletakan Sasa di tepi ranjang .


"kenapa kamu cemberut ?" ucap fang Lee heran .


"malu tau . disana tadi ada bibi" ucap Sasa dengan mengerutkan dahinya.


"masa bodoh ,ini rumah ku. sebentar aku akan mengambil kotak obat" ucap fang Lee .


tidak lama kemudian fang Lee pun datang membawa kotak obat di tangan nya .


"aku akan membersihkan luka di kaki mu dengan ini " ucap fang Lee


"sebentar sebentar apakah itu rasanya akan perih ?" ucap Sasa yang takut


"tidak, ini rasanya dingin" ucap fang lee ,lalu dia mengaplikasikan di kulit kaki Sasa itu.

__ADS_1


"perih tidak ?" ucap fang Lee ,Sasa pun menggeleng .


"sekarang mungkin akan terasa tidak nyaman . jika perih kamu bisa teriak " ucap fang lee ,Sasa pun mengangguk paham .


"Aaaaa!!!" ucap Sasa berteriak kencang .


"belum sayang" ucap fang Lee yang kaget dengan jeritan Sasa.


"aku sudah takut . cepat lah " ucap Sasa menutup matanya .


"sudah belum" ucap Sasa masih menutup matanya .


"kak ...sudah belum kok tidak berasa apa-apa ?" ucap Sasa masih menutup matanya . lalu fang Lee mencium bibir Sasa sekilas.


"sudah sayang" ucap fang Lee tersenyum .


"sudah ? katamu rasanya akan perih . tapi kenapa tidak ada rasa apa-apa ?" ucap Sasa yang melihat kaki nya sudah di balut perban oleh fang Lee . fang Lee hanya tertawa geli .


"kakak bohong ya" ucap Sasa


"sudah tidur lah" ucap fang Lee yang duduk di tepi ranjang untuk bergantian mengobati luka di tangan nya.


"biar aku saja yang melakukan" ucap Sasa yang mendekati fang Lee untuk mengobati luka yang di sebabkan pisau yang di tusukan putra .


"astaga kak . separah ini ?" ucap Sasa yang tidak percaya dengan luka sayatan dalam yang ada di tangan fang Lee .


"begini kakak bilang tidak apa-apa?ini sangat parah . kenapa kakak tidak minta pengobatan di rumah sakit saja supaya dokter bisa mengecek setiap saat luka kakak. tau kalau separah ini kenapa dokter juga memperbolehkan kakak untuk pulang , besok ayo kita kembali ke rumah sakit untuk merawat luka mu . aku tidak mau kakak mengalami luka yang lebih serius . oh ya ini tadi sudah di suntik anti titanus belum ? " ucap Sasa yang panjang lebar hanya di perhatikan oleh fang lee.


"kak aku bertanya padamu" ucap Sasa memandang wajah fang Lee.


"sudah sayang " ucap fang Lee tersenyum melihat Sasa dengan lekat.


"kenapa kakak memandang ku seperti itu" ucap Sasa yang bingung mengelap-elap wajah nya ,dia takut akan ada kotoran yang menempel di wajah nya karena fang Lee melihatnya tanpa kedip .


"apa kamu menghawatirkan ku ?" ucap fang Lee tersenyum .


"pertanyaan macam apa itu . tentu saja aku mengkhawatirkan mu " ucap Sasa .


"jika kamu mengkhawatirkan ku . bisakah kedepan nya kamu lebih menurut dengan ku . aku mencintaimu . hal apapun yang akan membahayakan mu ,aku akan tetap melindungi mu tidak peduli jika harus di tukar dengan nyawaku " ucap fang Lee dengan tetap memandang Sasa yang melilit-lilitkan perban di tangan fang Lee lagi .


"kakak bicara apa ,jangan bicara seperti itu" ucap Sasa menutup mulut Fang Lee . lalu fang Lee mengambil tangan Sasa yang di mulutnya lalu menggenggam tangan Sasa.


"aku bersungguh-sungguh sayang . jadi ku mohon padamu.menurutlah denganku ,itu akan mempermudah ku untuk menjagamu" ucap fang Lee .


"iya . aku akan menurut padamu kak" ucap Sasa tersenyum dan memeluk fang Lee dan fang Lee mencium pucuk kepala Sasa dengan penuh rasa sayang.

__ADS_1


__ADS_2