SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
JANJI FANG LEE


__ADS_3

"baiklah aku pulang dulu . sampai jumpa paman ,bibi...sa aku pulang dulu " ucap Rendy melambai ke sasa


"ck...mulai lagi " ucap fang Lee yang maju selangkah berpura-pura akan memukul Rendy . dan Rendy pun berlari pergi dengan tetap tertawa .tanpa sadar fang Lee membuat ayah dan ibu Sasa menatapnya dengan tersenyum . saat sadar dia telah mendapatkan perhatian dari semua orang ,fang Lee merasa malu .


"ayah , ibu saya ijin ke ruang kerja dulu " ucap fang Lee membungkukan badan dan berjalan dengan cepat .


"kurang ajar Rendy . dia sudah membuatku malu" gerutu fang Lee saat dia berjalan .


"ku harap ayah dan ibu tidak tersinggung dengan sikap kak Lee tadi.dia terkadang bersikap seperti anak kecil bila Rendy datang" ucap Sasa merasa tidak enak .


"tidak nak . ayah rasa kau beruntung bisa mendapatkan pria itu . ayah semakin yakin untuk melepasmu dengan nya " ucap ayah Sasa mengelus rambut Sasa.


.


.


.


*di dalam ruang kerja fang Lee*


"sial ....Rendy sial . bisa-bisa nya dia membuatku tersulut emosi seperti tadi . aku sangat malu dengan calon mertua ku. apa kata ibu dan ayah nanti . pasti mereka mengira aku adalah orang yang kolot dan kasar " ucap fang Lee kesal .


"tidak .... justru ayah senang melihat kakak seperti tadi" ucap Sasa yang datang .


"sayang ....maksud mu apa ?" ucap fang Lee


"maksud ku . ayah dan ibu tidak memandang kakak seperti itu ,malah mereka lebih yakin kakak menjadi menantu mereka" ucap Sasa tersenyum .


"benarkah ? . kau tidak sedang menghiburku kan ?" ucap fang Lee mengeryitkan mata .


"tidak .aku bersungguh-sungguh. kalau tidak percaya tanya saja " ucap Sasa tersenyum .


"syukurlah kalau begitu" ucap fang Lee


"sudah jangan cemas lagi . sudah tau kalau Rendy suka memancing emosi mu . kenapa masih tetap meladeninya" ucap Sasa


"suruh siapa dia memanggil orang tua mu dengan sebutan ayah ibu. aku tidak menyukai nya .itu hanya di peruntukan untuk ku saja " ucap fang Lee


"iya ...iya aku tau . hanya kakak yang boleh memanggil orang tuaku dengan sebutan ayah ibu . sudah jangan marah-marah lagi" ucap Sasa lalu mencium pipi fang Lee sekilas. lalu fang Lee mencium bibir Sasa .


"apa kita harus melanjutkan nya di sini saja" ucap fang Lee pada Sasa


"jangan bicara ngawur . sudah lanjutkan pekerjaan kakak. aku mau menemani ibu dulu " ucap Sasa melepas pelukan fang Lee lalu pergi meninggalkan fang Lee .


"o iya tadi ayah mencari kakak . katanya kalau kakak sudah tidak sibuk ayah ingin bermain catur dengan kakak " ucap Sasa


"baiklah " ucap fang Lee tersenyum dan Sasa pun pergi dengan menutup pintu ruang kerja fang Lee .


"hah ...aku akan menahan nya lagi .sabar juniorku . peri kecil ku memang jahat " ucap fang Lee kesal sambil menatap ke arah bawah.


lalu fang Lee berniat untuk menelfon Joe untuk perencanaan pernikahan nya .


.


.


.


*di ruang tamu*


"nak dimana fang Lee ?" ucap ibu Sasa

__ADS_1


"dia masih sibuk di ruang kerja nya Bu" ucap Sasa .


"jika kamu masih sakit , kembalilah istirahat " ucap ibu Sasa .


"tidak Bu . Sasa sudah tidak apa-apa " ucap Sasa tersenyum .


"bagaimana kelanjutan pernikahan mu ? apakah kamu sudah mempunyai konsep untuk dekorasi nya ?ibu pernah lihat di dalam tv banyak artis-artis yang mengadakan pernikahan yang megah " ucap ibu Sasa .lalu Sasa pun menggelengkan kepalanya .


"tidak Bu , Sasa ingin mengadakan pernikahan yang sederhana saja . sayang jika harus menghambur-hamburkan uang hanya untuk satu malam " ucap Sasa .


"siapa bilang hanya satu malam ?" ucap fang Lee yang tiba-tiba berjalan ke arah nya . lalu ibu dan Sasa pun menengok ke arah fang Lee bersamaan .


"aku ingin menggelar pernikahan kita 3 hari 3 malam .dengan perayaan yang mewah" ucap fang Lee


"tidak usah kak . itu akan menghabiskan banyak uang . lebih baik uang nya di tabung untuk keperluan lain nya nanti" ucap Sasa .


"aku sudah menabung cukup lama untuk merencanakan pernikahan ku seperti ini sayang . ini tidak akan membuatku jatuh miskin" ucap fang Lee.


"tapi kak ..." ucap Sasa


"sayang , apa kamu lupa sudah berjanji untuk menurut dengan ku" ucap fang Lee mengeryitkan mata nya .


"baiklah...baiklah . aku akan menurut " ucap Sasa tersenyum


"bagus (mengusap kepala Sasa) aku tadi sudah menghubungi Joe . dia akan kemari nanti sore . kamu menginginkan konsep seperti apa sayang ? " ucap fang Lee


"aku ingin konsep sederhana tetapi tetap terlihat mewah kak . aku ingin warna yang bernuansa gold and white " ucap Sasa sambil membayangkan .


"baiklah . lebih detailnya kamu bisa membahasnya dengan ibu dan Joe nanti.mohin bantuan nya ibu (ucap fang Lee menundukan kepalanya sekali pada ibu Sasa) . oh ya ayah mana ? katanya ingin bermain catur dengan ku" ucap fang Lee


"ayah di teras belakang kak " ucap Sasa tersenyum


"eh ada ibu" ucap Sasa memukul lengan fang Lee .


"maaf ibu" ucap fang Lee tersenyum kikuk .


"ibu mengerti nak " ucap ibu Sasa tersenyum


"sudah sana" ucap Sasa mendorong dorong fang Lee.


"iya iya jangan mendorong ku lagi " ucap fang Lee lalu pergi .


"huh...orang itu selalu membuatku malu " ucap Sasa menyentuh pipinya .


"ibu kenapa melihat ku seperti itu ?" ucap Sasa heran .


"ibu baru sadar jika kau sudah benar benar dewasa nak " ucap ibu Sasa tersenyum


"ibu jangan begitu . tapi menurut hati ibu ,Sasa tetap menjadi putri kecil ibu dan ayah , benar kan " ucap Sasa memeluk ibu nya


"benar nak . sangat benar " ucap ibu Sasa .


Ting-tung...Ting-tung....


"siapa yang datang ?" ucap ibu Sasa


"sebentar akan Sasa lihat Bu " ucap Sasa berjalan menuju pintu utama dimana bel pintu telah di bunyikan.


"selamat siang nona.ini ada paket untuk tuan fang " ucap security.


"dari siapa ya pak ?" tanya Sasa

__ADS_1


"tidak tau non . tadi di antar oleh kurir " ucap security itu. lalu Sasa melihat nya dengan membolak balik an paket .


"kalau begitu terimakasih pak " ucap Sasa dengan tersenyum lalu menutup pintunya kembali .


"siapa sa ? kok lama sekali di depan ?" ucap ibu Sasa .


"ada orang yang mengantarkan paket untuk kak Lee Bu" ucap Sasa yang ingin membuka paket itu.


"jangan membukanya dulu . siapa tau itu berkas penting yang di tujukan khusus untuk nak Lee . simpan lah bila nanti dia selesai bermain dengan ayahmu ,baru kasihkan padanya" ucap ibu Sasa


"baiklah Bu " ucap Sasa lalu meletakan paket itu di atas meja .


"mari ibu bantu kamu untuk merawat lukamu " ucap ibu Sasa .


.


.


.


"skak! " ucap fang Lee kegirangan .


"ayah...aku menang lagi dari mu " ucap fang Lee


"baiklah baiklah ayah mengakui kekalahan " ucap ayah Sasa .


"fang Lee " ayah Sasa memanggil fang Lee


"iya ayah ?" ucap fang Lee yang tadi sibuk dengan catur nya lalu diam dan memperhatikan ayah Sasa .


"ayah ingin menitip pesan untuk mu " ucap ayah Sasa yang berwajah serius .


"ada apa ayah . sepertinya begitu penting " ucap fang Lee


"ini menyangkut hubungan mu dan putri ku nak" ucap ayah Sasa


"ada apa ayah ? " ucap fang Lee


"kau bilang kepadaku , kau sangat mencintai nya . mau kah kau berjanji untuk tidak menyakitinya . kau tau dia terpaut umur yang jauh dengan mu . ayah harap kau dapat membimbing dan menjaga putriku dengan baik . jika kau marah ,ku mohon jangan kau sakiti fisik nya maupun batinnya . apa kau bisa berjanji untuk itu ?" ucap ayah Sasa menatap fang Lee dengan lekat


"bagiku Sasa adalah kekuatan ku dan juga kelemahan ku ,dia adalah bagian dari hidup ku bukan hanya seorang istri yang bisa mendampingiku , dia juga adalah pelengkap dari ceritaku . aku tidak akan membiarkan dia menderita karena ulah ku ataupun ulah orang lain ayah . ayah bisa memegang janjiku. " ucap fang Lee bersungguh-sungguh .


"baiklah kalau begitu . ayah akan ingat janji mu ini . kau sebentar lagi akan menikah . jangan membuat ayah kecewa " ucap ayah Sasa tersenyum


" baiklah ayah aku paham . mau bermain lagi?" ucap fang Lee menawari ayah Sasa .


"tidak-tidak ayah sudah lelah . bermain seperti ini membuat perut ayah menjadi lapar lagi" ucap ayah Sasa.


"kalau begitu ,ayo kita masuk . saya akan meminta tolong pelayan untuk membuatkan camilan untuk ayah" ucap fang Lee tersenyum


"ide bagus" ucap ayah Sasa tersenyum . lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam ruang tamu dimana ada Sasa dan ibu nya .


"bi..bibi" fang Lee memanggil pelayan itu .


"iya tuan " ucap pelayan itu datang


"buatkan camilan untuk ayah . dan nanti tidak usah masak . aku akan memesan makanan dari luar " ucap fang Lee


"baik tuan " ucap pelayan itu .


"kak ada paket untuk mu " ucap Sasa pada fang Lee.

__ADS_1


__ADS_2