SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
KECEMBURUAN FANG LEE


__ADS_3

"lantas saat aku bertemu dengan nya seperti tadi ,aku harus bagaimana ?diam saja ? bukan kah itu lebih bodoh " ucap Rendy menyangkal perkataan fang Lee dengan menatap fang Lee tajam.


"sudah-sudah Sasa sedang istirahat bisakah kalian tenang.jika ingin ribut di luar saja sana " ucap Eka menjadi penengah mereka .lalu fang Lee dan Rendy hanya saling tatap ,tetapi mata mereka sedang berinteraksi .


"putra....putra" ucap Sasa yang terbangun dari tidurnya.dengan segera fang Lee dan Rendy mendekat ke arah Sasa.


"sayang kamu sudah bangun" ucap fang lee


"kenapa anda lagi . sudah saya katakan beberapa kali pada anda . saya bukan kekasih anda " ucap Sasa masih belum mengingat fang Lee. fang Lee yang mendengar ucapan Sasa seperti itu merasakan hatinya sakit seperti tercabik-cabik cakar yang tajam ,walaupun dia tau bahwa Sasa berbicara seperti itu karena dia belum ingat pada fang Lee.


"sebaiknya kau diam dulu . biar aku saja yang menenangkan nya" ucap Rendy .lalu fang Lee diam dan mematuhi omongan Rendy . dia yang tadinya berada di samping Sasa ,sekarang berjalan mundur untuk di gantikan oleh Rendy .


"ren dimana putra?"tanya sasa.


"oh putra masih mengganti pakaian nya tadi.sebaiknya kamu makan dulu ya sa .sejak kamu koma ,kamu belum makan " ucap Rendy mencari alasan


"aku tidak ingin makan .aku hanya ingin bertemu putra" ucap Sasa keras kepala


"jika kamu tidak makan ,bagaimana kamu akan sehat kembali . apakah kamu tidak ingin bertemu putra dan menghabiskan banyak waktu bersama?" ucap Rendy.


"baiklah aku mau makan " ucap Sasa.


"anak pintar" ucap Rendy mengusap rambut Sasa . itu membuat fang Lee semakin di Landa cemburu ,terlihat jelas di wajah fang Lee yang dilihat oleh Eka .


"Mr sabar dulu ya" ucap Eka.


"kalau bukan ulah mantan nya yang bodoh itu .dia tidak akan seperti ini . terlebih lagi aku harus menahan rasa cemburu ku seperti ini" ucap fang Lee


"jika Mr susah untuk menahan rasa cemburunya .sebaiknya Mr keluar dulu" ucap Eka


"tidak ,aku akan tetap disini untuk menjaga Sasa . aku tidak ingin dia berduaan dengannya" ucap fang Lee memajukan dagu nya


"enak saja dia bisa bermesraan dengan kekasih orang lain . di lain waktu akan ku beri dia imbalan yang pantas untuk ini" ucap fang Lee lalu duduk di sofa tetap memperhatikan Sasa dan Rendy.


"ini siapa ?" ucap Sasa saat Eka berada di samping nya .


"aku Eka sa ,teman mu bekerja di kantor . aku juga sahabat dekatmu " ucap Eka


"tapi kenapa aku tidak bisa mengingatmu " ucap Sasa .


"itu karena kau sekarang masih amnesia sa"ucap Eka


"mana mungkin aku amnesia . jika aku amnesia kenapa bisa aku masih mengenal putra" ucap Sasa menyangkal.


"apakah kau ingat saat kita di kantor kemarin ,kau membantuku membereskan tugas yang di berikan mrs.yoona padaku" ucap Eka . lalu Sasa mencoba mengingat-ingat di dalam memorinya tetapi tidak bisa menangkap memori sedikitpun .


"aku tidak bisa mengingatmu.maafkan aku" ucap Sasa .


"tidak usah di paksakan .pelan-pelan saja.ayo sekarang makan dulu" ucap Rendy.


lalu Rendy membuka plastik penutup makanan itu dan menyuapi Sasa.


"aaaaa" ucap Rendy menyodorkan sesendok nasi pada Sasa.tidak sengaja Eka menengok ke belakang ,ia melihat fang Lee yang lebih terbakar cemburu , jika api cemburu dapat di lihat bentuknya dengan mata telanjang mungkin api cemburu itu sudah membesar layaknya hutan kebakaran .


"biar aku saja yang menyuapinya" ucap Eka menawarkan diri . Eka sadar ,disinilah dia dibutuhkan untuk menjadi penengah para lelaki ini . Dengan begini fang Lee bisa lebih mengatur emosinya.


"ini" ucap Rendy memberikan makanan itu pada Eka. lalu Eka menyuapi Sasa dengan sendok yang ke dua .

__ADS_1


"enak?" ucap Eka


"hambar" ucap Sasa yang memakan makanan dari rumah sakit itu.


"kau harus tetap menghabiskan ini" ucap Eka tersenyum pada Sasa.


.


.


.


"kau mengambil kesempatan kan" ucap fang Lee pada Rendy saat dia berjalan ke arahnya.


"aku hanya membuatnya lebih tenang" ucap Rendy


"bohong sekali ucapan mu " ucap fang Lee


"jika kau tidak percaya ya sudah" ucap Rendy mengangkat bahunya.


"tunggu saja kau akan membayar ini dengan setimpal" ucap fang Lee


"kapan pun aku siap menerima" ucap Rendy santai.


"kau" ucap fang Lee menunjuk rendy.


"mr saya ingin mengantar Sasa ke kamar mandi" ucap Eka yang selesai menyuapi Sasa


"biar aku saja yang mengantarnya" ucap fang Lee hendak berdiri.


"tidak .aku tidak mau di antar oleh nya . aku tidak mengenal anda " ucap Sasa .


"hmmm" ucap Sasa menganggukan kepalanya.


"kamar mandi nya sebelah sini" ucap fang Lee menunjukan letak kamar mandinya lalu duduk kembali di sofa.


"dasar mesum" ucap Rendy mengejek fang Lee


"aku tidak melakukan apapun . sudah sewajarnya aku berbicara seperti tadi . aku calon suaminya" ucap fang Lee


"tapi tetap saja mesum" ucap Rendy .


"aku sudah tau setiap inci bagian tubuhnya,apa ada masalah? " ucap fang Lee.


"cih" Rendy pura-pura meludah .


tidak lama kemudian Eka keluar bersama Sasa dengan membawa infus di tangan nya.


"sa aku pulang dulu ya . besok aku akan datang lagi kemari" ucap Eka


"kamu hati-hati ya" ucap Sasa. Eka pun mengangguk dan berjalan menuju sofa dimana terdapat fang Lee dan Rendy di sana.


"Mr , Rendy saya pamit undur diri dulu "ucap Eka .


"terimakasih sudah mengunjungi Sasa" ucap fang Lee


"kenapa buru-buru sekali " ucap Rendy

__ADS_1


"ini sudah malam . besok aku masih harus bekerja" ucap Eka


"jika sudah malam seperti ini kendaraan tidak begitu aman untuk perempuan seperti mu . aku akan mengantarmu pulang" ucap Rendy.


"tidak usah repot-repot aku akan pulang sendiri" ucap Eka .


"ayolah kita sekarang berteman. kamu tidak perlu sungkan" ucap Rendy


"baiklah kalau begitu . terimakasih telah merepotkan mu" ucap Eka


"tidak masalah . ayo" ucap Rendy mendahului Eka .


"aku akan kembali setelah mengantarnya" ucap Rendy pada fang Lee


"tak kembali pun tak apa-apa" ucap fang Lee pada Rendy dengan santai.


saat Rendy mengantarkan Eka ,tinggallah Sasa dan fang Lee saja .Sasa yang asing dengan fang Lee merasa tidak nyaman , berbeda dengan fang Lee yang santai membuka-buka majalah tanpa memandang Sasa . fang Lee beranggapan jika dia memandang Sasa ,Sasa akan jauh lebih tidak nyaman lagi . lalu fang Lee melihat jam di tangan nya karena mengingat Sasa harus minum obat . lalu dia berjalan menuju samping ranjang ,membuka obat dan mengambil segelas air putih .


"waktunya minum obat " ucap fang Lee memberikan obat pada Sasa. lalu Sasa menerima obat dari fang Lee dan meminum nya.


"terimakasih" ucap Sasa pada fang Lee.


"hmm" ucap fang Lee sekilas.


"sebenarnya kau siapa ?"tanya Sasa


" jika ku beri tau kamu tidak akan mempercayai ku" ucap fang Lee.


"jika anda memberi tahu saya, anda adalah kekasih saya itu salah . karena saya memang bukan kekasih anda" ucap Sasa. mereka diam beberapa menit. fang Lee enggan berdebat dengan Sasa


"tetapi kenapa saya seperti tidak asing dengan anda " ucap Sasa .lalu fang Lee menghela nafas nya


"ingat - ingat lah secara perlahan tidak usah di paksakan. istirahatlah kembali" ucap fang Lee tersenyum samar dan berbalik menuju sofa.


waktu sudah menunjukan pukul 9 malam tetapi Sasa masih terjaga di tidurnya. lalu dia bangun .


"kenapa kamu terbangun?" tanya fang Lee pada Sasa.


"aku haus" ucap Sasa. lalu fang Lee mengambilkan air minum untuk Sasa.


"ini" ucap fang Lee


"terimakasih. kenapa kamu tidak pulang " tanya Sasa


"bagaimana aku bisa pulang . jika kamu masih ada disini sayang " ucap fang Lee dalam hati.


"aku bermalam di sini .toh Rendy belum sampai juga" ucap fang Lee


"apa kau tidak di cari oleh orang tuamu?" ucap Sasa lagi


"aku bukan bocah " ucap fang Lee singkat dan duduk di samping ranjang Sasa.


"sekarang kembalilah tidur . aku akan menjagamu" ucap fang Lee.


"apakah kau orang terpenting dalam hidupku?" tanya Sasa pada fang Lee.


"mungkin" ucap fang Lee

__ADS_1


"jika kau dapat mengingat ku lebih cepat ,aku adalah orang terpenting dalam hidup mu . bukan putra" gumam fang Lee dalam hati .


"tidurlah . ini sudah malam.jika kamu tidur terlalu malam akan menghambat kepulihan mu. " ucap fang Lee lagi .lalu Sasa mengangguk patuh pada ucapan fang Lee. kini dia sedikit bisa di taklukan oleh fang Lee. mungkin karena fang Lee tidak memaksakan kehendaknya lagi pada Sasa dan mungkin juga hati Sasa merasa kehadiran fang Lee tidak asing baginya.


__ADS_2