
"baiklah. kau saja yang membawanya nak . pelan-pelan saja " ucap ayah Sasa tersenyum dengan fang Lee .
setelah sampai di depan kamar tamu Sasa membantu fang Lee membukakan pintu untuk mereka.
" silahkan masuk ayah ibu " ucap Sasa tersenyum
"wah besar sekali " ucap ibu Sasa.
"benar . sebelum putriku tinggal bersama mu ,kau tinggal dengan siapa nak ?" ucap ayah Sasa.
"disini ada pelayan dan supir saja ayah . tetapi mereka tinggal di paviliun belakang " ucap fang Lee
"jadi kau tinggal di rumah sebesar ini sendirian ?" ucap ayah Sasa
"benar ayah" ucap fang Lee
"wah....apa kau tidak kesepian selama bertahun-tahun hidup sendiri" ucap ayah Sasa .
"maka dari itu ayah saya membutuhkan putri ayah untuk menemani hidup saya di rumah yang monoton ini" ucap fang Lee melirik sasa.
"kalau begitu, kalian harus membuat cucu yang banyak untuk ku dan ibu mertuamu .ok" ucap ayah Sasa tersenyum lalu pergi melihat-lihat isi kamar .
"kamu dengar itu . harus membuat cucu yang banyak " ucap fang Lee berbisik pada Sasa lalu berjalan ke arah ayah dan ibu sasa
"ck.... mulai" ucap Sasa mengerutkan dahi nya.
"ayah ,ibu saya pamit untuk ke ruang kerja dulu . jika membutuhkan sesuatu bisa mencari pelayan . ayah bisa menelfon nya"ucap fang Lee tersenyum
"hei kau ini masih sakit kenapa terburu-buru dengan pekerjaan.bukan kah kau bos . santailah dulu" ucap ayah Sasa
"benar kak . apalagi ayah dan ibu baru saja datang mengunjungi kita . mari kita sarapan bersama dulu .untuk menyambut kedatangan mereka" ucap Sasa di samping fang Lee .
"baiklah sayang " ucap fang Lee tersenyum menggandeng tangan Sasa dan berjalan di depan ayah dan ibu Sasa .
.
.
.
*di meja makan*
"silahkan duduk ayah ,ibu" ucap fang Lee mempersilahkan mereka untuk duduk .
"bibi" panggil fang Lee
"iya tuan" ucap pelayan itu mendatangi fang Lee .
"apa yang kamu kerjakan sekarang?" ucap fang Lee
"saya mau mencuci baju tuan " ucap pelayan itu .
"tinggalkan saja dulu ,sekarang duduk lah. mari sarapan bersama " ucap fang lee.
"baik tuan " ucap pelayan itu .
"wah kau memang harus ku acungi jempol nak . kau tidak memandang derajat seseorang" ucap ayah Sasa .
"terimakasih ayah" ucap fang Lee
"ayo silahkan makan ayah ,bibi" ucap Sasa .
"duh non saya nanti saja . tidak enak ada orang tua non Sasa" ucap pelayan itu .
"kenapa harus menunggu kami . ayo bi ambil makanan nya . ini juga masakan bibi kan " ucap ibu Sasa tersenyum sambil memberikan piring untuk pelayan itu.
"terimakasih...." ucap pelayan itu menggantung karena memikirkan panggilan untuk ibu Sasa.
"panggil ibu saja bi" ucap ibu Sasa
"baik .terimakasih Bu" ucap pelayan itu.
Ting ..tung...ting...tung ...
"sebentar tuan ada tamu .saya akan pergi untuk melihat " ucap pelayan itu , lalu fang Lee hanya mengangguk.setelah di lihat ternyata yang datang adalah rendy
__ADS_1
"selamat pagi bi . tuan ada?" ucap Rendy dengan tersenyum
"ada tuan. tuan fang sedang sarapan . silahkan masuk" ucap pelayan itu mempersilahkan Rendy untuk masuk .
"silahkan duduk . saya akan panggilkan tuan fang dulu" ucap pelayan itu .
"tidak usah bi,saya yang kesana saja . saya hanya sebentar kok" ucap Rendy
"baik tuan" ucap pelayan itu.
lalu Rendy berjalan ke ruang makan yang dimana ada ayah dan ibu Sasa .
"selamat pagi semua" ucap Rendy menyapa semua orang yang ada di meja makan . tetapi Rendy merasa tidak asing dengan dua punggung yang ada di depan nya ini.saat orang itu menoleh Rendy pun menyapa mereka .
"ayah ... ibu" ucap Rendy tidak percaya dengan wajah yang sangat senang .
"ayah? ibu? " ucap fang Lee menghadap ke arah Sasa dengan memasang wajah heran .
"dulu dia memanggil mereka tidak begitu" ucap Sasa lirih . fang Lee pun menganggukan kepalanya mengerti.
"hei si tampan . sudah lama tidak bertemu dengan mu " ucap ayah Sasa yang berdiri dan memeluk Rendy seperti pertemuan ayah dan anak yang lama tak bertemu.
"bagaimana kabar ayah ?" ucap Rendy melepas pelukan mereka
"aku baik-baik saja . kau lihat sendiri " ucap ayah Sasa.
"ibu " Rendy menyapa ibu Sasa dan bersalaman dengan nya .
"kau semakin tampan nak" ucap ibu Sasa
"ah ibu bisa saja " ucap Rendy salah tingkah . lalu Rendy melihat ke arah fang Lee yang sudah berwajah dingin .
"hei kenapa kamu tidak memberi tahu ku kalau di sini ada ayah dan ibu , kan aku bisa membawakan hadiah untuk mereka" ucap Rendy pada Sasa sambil melihat ke arah ayah dan ibu Sasa.
"apa sangkut paut mu dengan keluargaku?" ucap fang Lee yang tetap melahap makanannya di sendok.
"kau tidak dengar aku memanggil mereka apa ? mereka adalah keluargaku juga " ucap Rendy
"tetapi kau bukan anak ayah dan ibu" ucap fang Lee .
"tapi aku sudah mengganggap nya seperti itu . bukan kah begitu ayah ,ibu" ucap Rendy .
"sudah ...sudah jangan bertengkar . ayo lanjut makan . ren kamu kalau belum sarapan silahkan gabung " ucap Sasa tersenyum .
"tidak usah . dia pasti sudah sarapan" ucap fang Lee
"benar sekali aku sudah sarapan, tetapi kalau sarapan yang kedua kali boleh juga " ucap Rendy tersenyum memandang Sasa .
"hei jaga pandangan mu " ucap fang Lee yang memprotes Rendy.
"sebentar..sebentar .seperti nya kalian tidak akur . apa ibu benar ?" ucap ibu Sasa .
"benar Bu" ucap fang Lee dan Rendy bersamaan .
"maaf tuan ,ibu ,bapak saya mau makan di dapur saja . permisi" ucap pelayan itu yang tidak enak mendengarkan perdebatan mereka .
"sudah pembicaraan ini sampai disini dulu . kita lanjutkan nanti . kita makan dulu" ucap Sasa sebagai penengah. lalu mata fang Lee masih menatap Rendy yang ada di seberang .
"sudah jangan di lihat. ayo makan " ucap Sasa memutar kepala fang Lee agar menghadap dirinya.
.
.
.
setelah sarapan selesai fang Lee pun berdiri terlebih dahulu .
"aku sudah selesai . Rendy....ku tunggu di ruang tamu ,ayah ibu saya tinggal dulu" ucap fang lee lalu membungkukan badan dan pergi .
"baiklah aku juga sudah selesai . ayah ibu saya pergi menemuinya dulu " ucap Rendy tersenyum .setelah kepergian mereka ibu dan ayah Sasa mulai penasaran dengan hubungan fang Lee dan Rendy karena saat di meja makan sangat terlihat kalau mereka tidak memiliki hubungan baik.
"nak apa yang terjadi pada mereka?" tanya ibu Sasa .
"dari awal memang seperti itu Bu. aku sudah tidak kaget " ucap Sasa membereskan meja makan.
__ADS_1
"fang Lee adalah pria yang tenang . tetapi kenapa waktu Rendy datang dia terlihat seperti melihat saingan nya ?" ucap ayah Sasa .
"karena fang Lee tau kalau Rendy menyukai ku yah " ucap Sasa.
"sudah ibu duga dari waktu kamu SMA pandangan Rendy padamu adalah perasaan suka " ucap ibu Sasa .
"tapi Rendy sekarang sudah menyerah bu.dia sudah merelakan ku untuk kak Lee .karena dia tahu ,aku menganggapnya sekedar teman terlebih lagi aku sangat mencintai kak lee" ucap Sasa .
"OOO begitu. tapi kenapa fang lee masih tidak tenang ? " ucap ibu Sasa
"karena Rendy sangat suka membuat kak Lee marah . mungkin bagi Rendy jika tidak melihat kak Lee marah kurang puas " ucap Sasa tersenyum .lalu mereka pun tertawa bersama dan paham dengan situasi yang sekarang .
"kenapa kau tertawa ? apa yang lucu ?" ucap fang Lee pada Rendy saat menghampirinya di ruang tamu .
"kau ini kenapa ? cemburu dengan kedekatan ku bersama ayah dan ibu sasa?" ucap Rendy
"aku hanya memperingatkan mu ,jangan terlalu dekat dengan keluargaku " ucap fang Lee
"wow . seperti nya ada yang benar-benar cemburu" ucap Rendy
"sudah ,jangan buang waktuku . apa yang ingin kau bicarakan dengan ku" ucap fang Lee
"aku kemari ingin menyampaikan bahwa aku sudah menemukan orang suruhan putra yang menabrak Sasa tempo dulu. dan aku mempunyai bukti foto ini" ucap Rendy memberikan hasil foto nya untuk bukti bukti di persidangan .
"baiklah" ucap fang Lee
"saat persidangan di mulai aku akan menjadi saksi dengan membawa orang suruhan putra ....itu akan memperkuat hukuman putra nantinya " ucap Rendy .
"terimakasih .kau boleh pulang sekarang " ucap fang Lee .
"kau tetap tidak bisa santai dengan ku" ucap Rendy tertawa geli karena melihat ekspresi kesal fang Lee.
"ini minuman nya " ucap ibu Sasa
"lho kenapa ibu yang mengantarkan minuman ini . kemana pelayan ku " ucap fang Lee yang kebingungan dan menghampiri ibu sasa untuk mengambil nampan yang ada di tangan ibu Sasa.
"sudah lah nak . memang ibu yang meminta pada bibi agar ibu yang mengantarkan minuman untuk kalian " ucap ibu Sasa .
"setelah ini ibu tidak perlu seperti ini . saya merasa tersinggung bila ibu yang mengantar minuman seperti ini" ucap fang lee
"baiklah nak" ucap ibu Sasa tersenyum .lalu Rendy pun berdiri .
"lho Rendy mau kemana ? diminum dulu minumannya" ucap ibu Sasa .
"saya langsung undur diri saja Bu " ucap Rendy
"ayah , Sasa kemari lah Rendy mau pulang " ibu Sasa memanggil mereka .
"kenapa hanya sebentar . kita belum bermain catur bersama " ucap ayah Sasa . saat Rendy ingin mengiyakan ajakan ayah Sasa lalu di sela oleh fang Lee .
"ayah bisa bermain dengan ku . skill ku juga bagus untuk permainan catur" ucap fang Lee pada ayah Sasa dengan tersenyum .
"baiklah " ucap ayah Sasa tersenyum melihat kecemburuan fang Lee .
"kalau begitu kapan kapan saja ,saya akan kemari untuk bermain bersama ayah .saya pamit undur diri dulu ." ucap Rendy tersenyum fang Lee pun mengangguk .
"lain kali kau tidak usah memanggil mertuaku dengan sebutan ayah ibu " ucap fang Lee.
"aku sudah terbiasa dengan panggilan itu" ucap Rendy.
"tapi aku melarang mu . panggilan ayah dan ibu hanya cocok untuk ku " ucap fang Lee yang menatap Rendy dengan tajam . lalu Rendy tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan fang Lee .
"apa yang lucu ?" ucap fang Lee datar .
"paman , bibi ....lihatlah calon memantu kalian . sangat lucu bukan " ucap Rendy masih tertawa . ayah dan ibu Sasa pun ikut tertawa .
"tenang saja....aku hanya menggoda mu . buang lah wajah kolot mu itu" ucap Rendy
fang Lee yang sadar telah di kerjai oleh Rendy merasa sedikit aman ,emosi nya mulai menurun .
"sudah cukup kau menggoda ku. apakah kau sudah kehabisan wanita untuk kau goda" ucap fang Lee melipat tangan nya .
"baiklah...baiklah aku akan berhenti menggodamu . apa kau lupa ? sekarang kita teman" ucap Rendy memukul kecil lengan fang Lee .
"pulanglah bocah" ucap fang Lee tersenyum pada Rendy .
__ADS_1
"baiklah aku pulang dulu . sampai jumpa paman ,bibi...sa aku pulang dulu " ucap Rendy melambai ke sasa
"ck...mulai lagi " ucap fang Lee yang maju selangkah berpura-pura akan memukul Rendy . dan Rendy pun berlari pergi dengan tetap tertawa .