SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL

SEMUA BERUBAH SAAT KAU MUNCUL
SASA KABUR


__ADS_3

saat Sasa sudah terlelap ,fang Lee menatap wajah Sasa yang tenang "cepatlah sembuh sayang . aku sangat merindukan mu" ucap fang Lee lalu ingin mencium kening Sasa tiba-tiba Rendy masuk.


"hei apa yang sedang kau lakukan " ucap Rendy saat melihat fang Lee mendekat ke wajah Sasa. lalu fang Lee menghampiri Rendy "bisakah kau mengecilkan suaramu" ucap fang Lee menutup mulut rendy .


"apa yang ingin kau lakukan tadi ?" ucap Rendy mengulangi pertanyaan nya dengan nada lirih .


"aku hanya ingin mencium istriku" ucap fang Lee


"nekad juga kau" ucap Rendy menggeleng-gelengkan kepalanya .


"dia istri ku sudah sewajarnya aku mencium dia . itu adalah hak ku " ucap fang Lee


"kau selalu menebalkan ucapan mu pada kata istriku . padahal kau belum menikah dengan nya" ucap Rendy


"kau mungkin lupa . apa aku harus mengulangi ucapanku waktu itu ?" ucap fang Lee melipat tangan nya di depan .


"kau.." ucap Rendy menunjuk wajah fang Lee


"apa . sudah jangan memasang wajah bodoh . tidurlah . apa besok kau tak ingin cari kerja . kau sudah ku pecat" ucap fang Lee yang berjalan duduk di sofa.


"apa katamu , kau memecatku ?....justru aku yang mengundurkan diri dari perusahaan mu " ucap Rendy mendekat pada fang lee.fang Lee tidak menggubris lagi ucapan Rendy ,dia memilih untuk tidur . karena dia sudah begadang kemarin malam .


"hei apa kau pura-pura tidur" ucap Rendy yang menepuk pundak fang Lee.


"aku tau kau belum tidur . kau hanya pura-pura tidur agar tidak menanggapi ucapan ku" ucap Rendy lagi . tetapi tidak di hiraukan oleh fang Lee . fang Lee tetap memilih memejamkan matanya.


"ah sial" ucap Rendy lagi lalu duduk di sofa samping fang Lee untuk beristirahat .


.


.


.


pagi pun datang ,matahari mulai mengintip dari balik tirai jendela yang samar . saat itu fang Lee bangun terlebih dahulu di banding Rendy .


"kamu sudah bangun ?"ucap fang Lee pada Sasa . terlihat disana wajah Sasa yang kebingungan .ntah apa yang dipikirkan Sasa ,fang Lee juga tidak bisa menebak.


"apa kamu mengingat sesuatu?" tanya fang Lee pada Sasa dengan menghampiri di samping ranjang Sasa


"tidak" ucap Sasa singkat.


"baiklah .pelan-pelan saja untuk mengingatnya" ucap fang Lee berbalik badan ingin kembali ke sofa.


"tunggu ,aku perlu bantuan mu" ucap Sasa


"apa?" ucap fang Lee


"aku ....." ucap Sasa ragu


"katakan saja " ucap fang Lee


"aku ingin kekamar mandi" ucap Sasa menunduk , pipi nya bersemu merah karena malu. lalu fang Lee tersenyum sekilas tanpa di ketahui oleh Sasa. "kenapa pipimu Semerah buah setrowberry peri kecil" ucap fang Lee dalam hati .


"baiklah . ayo ku bantu " ucap fang Lee mengambil infus Sasa yang di gantung .


"anda tunggu di luar saja " ucap Sasa


"aku sudah tau" ucap fang Lee lirih


"tadi anda bicara apa" ucap Sasa


"aku tau" ucap fang Lee gugup .


"ow" ucap Sasa lalu masuk ke kamar mandi.


"pegang ini . cukup tangan anda saja yang masuk .saya tidak menutup pintu ini dengan benar .jadi jangan mengintip"ucap Sasa


"aku tau . masuk lah" ucap fang Lee .lalu Sasa masuk kekamar mandi .


"ingat jangan mengintip" ucap sasa dari kamar mandi


"cerewet sekali " ucap fang Lee lirih .


"sudah belum " ucap fang Lee dari luar.


"baru masuk " ucap Sasa . tidak lama kemudian terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi .


Bruuuug....


"Aaaaaa!" teriak Sasa


"Sasa ada apa di dalam " ucap fang Lee


"aku jatuh . tolong aku" ucap Sasa


"apa kamu sudah memakai celananya" ucap fang Lee


"sudah " ucap Sasa . lalu dengan cepat fang Lee membuka lebar pintu itu dan mendapati Sasa sudah jatuh terduduk di lantai yang basah .lalu datang lah Rendy yang baru bangun oleh suara gaduh yang di sebabkan Sasa .


"ada apa ini" ucap Rendy melihat situasi di kamar mandi.

__ADS_1


"kau pegang ini" ucap fang Lee memberikan kantong infus Sasa pada rendy lalu fang Lee membopong Sasa ke ranjang


"bagaimana kamu bisa terjatuh" ucap fang Lee


"tadi nya aku mau berdiri ,tetapi lantainya licin jadi aku terpeleset jatuh" ucap Sasa


"apakah ada yang sakit?"ucap fang Lee mencoba mencari bagian tubuh Sasa yang terasa sakit.


"tidak , tidak ada . aku baik-baik saja" ucap Sasa . lalu fang Lee melihat ada lebam kebiruan di lutut Sasa.


"apa ini yang kau bilang baik-baik saja?" ucap fang Lee pada Sasa.


"hanya cedera ringan . nanti akan membaik" ucap Sasa.


"pakaikan salep ini " ucap Rendy memberikan salep pada fang Lee yang dia ambil tadi.


"sa lain kali kamu harus lebih berhati-hati" ucap Rendy .


"iya ren" ucap Sasa.


"ren putra dimana ?" tanya Sasa


"eeee...putra ...anu ...dia masih sibuk .ada urusan keluarga tadi " ucap Rendy berbohong lagi.


"benarkah?" ucap Sasa matanya mengeryit pada Rendy.


"tentu benar . aku tidak pernah berbohong padamu" ucap Rendy.


"baiklah" ucap Sasa dan berhenti bertanya dengan Rendy . yang di dalam pikiran nya saat ini hanya ingin keluar menemui putra ,karena dia berfikiran sejak dia di rumah sakit dia tidak pernah bertemu dengan putra.


"ren kemarilah . aku ingin berbicara dengan mu" ucap fang Lee


"ada apa ? " ucap Rendy


"aku harus ke perusahaan . tolong jaga Sasa" ucap fang Lee


"baiklah" ucap Rendy


"jangan kau apa-apakan dia" ucap fang Lee lagi .


"kalaupun aku begitu . apa kau akan tau" ucap Rendy mencoba menggoda fang Lee. lalu fang Lee melempar pandangan tajam pada Rendy.


"lupakan . aku hanya bercanda" ucap rendy .


"baiklah . aku pergi " ucap fang Lee lalu menutup pintu ruangan Sasa . setelah itu Rendy duduk di sofa sambil melihat ponselnya .


"wah dia tidak main-main dengan ucapan nya" ucap Rendy yang membaca berita di internet tentang skandal putra.


.


.


.


fang Lee sedang menelfon asisten Han .


"selamat pagi Mr" ucap asisten Han


"hmmm. apa semua sudah berkumpul" ucap fang Lee


"sudah Mr " ucap asisten Han


"baiklah aku langsung menuju kesana . bawakan jas kerja ku " ucap fang Lee.


"baik Mr" ucap asisten Han lalu menutup telfon nya. fang Lee bermaksud untuk meneruskan skandal putra ke hukum .


"setelah ini kau akan benar-benar hancur" ucap fang Lee yang sedang menancap gasnya .


.


.


.


*di kamar Sasa*


"apakah lututmu masih sakit?" ucap Rendy


"tidak seberapa" ucap Sasa .


"putra mana ?kenapa dia belum menjenguk ku sama sekali" ucap Sasa lagi.


"putra sudah kemari sa . tapi kamu sedang tidur" ucap Rendy .


"bohong!" ucap Sasa yang matanya berkaca-kaca.


"kamu jangan nangis" ucap Rendy yang mendekat ke arah Sasa.


tok tok tok...


"silahkan masuk" ucap Rendy dari dalam .

__ADS_1


"selamat pagi . saya akan memeriksa perkembangan nona Sasa dulu " ucap dokter


"silahkan dok" ucap Rendy mempersilahkan dokter. setelah beberapa menit di periksa ,Rendy pun bertanya pada dokter lagi.


"bagaimana dok?" tanya Rendy.


"kesehatan nona Sasa sudah membaik dari sebelum nya. jangan lupa minum obat teratur ya agar cepat pulih" ucap dokter .


"tapi bagaimana dengan amnesianya dok?"ucap Rendy.


"itu tergantung pada kekuatan pasien untuk mengingat nya ." ucap dokter lagi .


"baiklah terimakasih dok" ucap Rendy lagi lalu dokter pun pergi sesudah berbicara dengan rendy.


"ren" Sasa memanggil rendy


"iya sa?" ucap Rendy menghampiri Sasa


"apa putra tidak mau menemui ku" ucap Sasa yang mulai menangis lagi


"tidak sa . putra masih sibuk jadi dia hanya sebentar untuk menjenguk mu" ucap Rendy .


Sasa tau Rendy hanya berbohong pada nya . tetapi dia memilih untuk tidak berdebat dengan Rendy dan memikirkan cara untuk bertemu dengan putra .


"ren" panggil Sasa pada Rendy


"ya " ucap Rendy


"aku ingin makan kue coklat " ucap Sasa .


"beli dimana ?" ucap Rendy


"pinjam ponselmu" ucap Sasa . lalu Rendy memberikan ponselnya dan Sasa mengetik kan nama toko kue nya di MAPS untuk di cari oleh Rendy . "tidak jauh, tapi nanti ya setelah kamu sarapan " ucap Rendy ingin membuka plastik makanan Sasa tetapi di tahan oleh Sasa.


"aku akan makan sendiri . tolong belikan sekarang " ucap Sasa . Rendy pun nampak curiga pada sikap Sasa .


"baiklah . aku berangkat sekarang . tunggu aku " ucap rendy memakai jaket nya lalu pergi .


setelah Rendy pergi dan Sasa merasa aman tanpa di awasi siapapun dia merasa lega .


" aku harus pergi dari sini . ini kesempatan ku untuk bertemu putra " ucap Sasa pelan lalu melepas infus yang menancap di tangan nya .setelah itu dia berlari pergi . Sasa terus berlari tanpa di ketahui oleh siapapun yang ada di rumah sakit . saat sudah berada di luar rumah sakit ,dia mencari tempat telfon umum untuk menelfon putra .


Telfon pun tersambung pada putra .


"halo ini siapa" ucap putra


"putra ,ini aku ...Sasa" ucap Sasa tersenyum senang .


"Sasa? bukan kah ...." ucapan putra terhenti .


"nanti saja tanya nya . apakah kau bisa menjemputku ?" ucap Sasa .


"bagus sekali . mangsa datang tanpa harus di jebak" ucap putra dalam hati .


"putra . halo...apa kamu masih di sana?" ucap Sasa .


"iya sa. kamu sekarang ada dimana ?" tanya putra pada Sasa .


"aku ada di jalan menuju kota " ucap Sasa


"baiklah . kamu tunggu disana aku akan menjemput mu" ucap putra .


.


.


.


setelah setengah jam Rendy pergi akhirnya dia kembali ke kamar Sasa.


"sa ini kue nya" ucap Rendy yang melihat ranjang Sasa kosong .


"sa..." Rendy memanggil Sasa .


"apa kamu ada di kamar mandi ?" ucap Rendy yang berada di depan kamar mandi tetapi tidak ada sautan dari Sasa . Rendy khawatir dan membuka pintu kamar mandi itu ,tetapi kosong .


"kemana sasa" ucap Rendy .lalu Rendy keluar untuk mencari sasa . dia bertanya pada perawat ,resepsionis dan beberapa orang yang lewat tetapi tidak ada yang melihat Sasa .


"kemana dia " ucap Rendy kebingungan .


"fang Lee ..aku harus menelfon fang Lee" ucap Rendy tergopoh gopoh mencari ponselnya lalu dia menelfon fang Lee


"ada apa ?" ucap fang Lee


"Sasa tidak ada dikamar nya" ucap Rendy


"apa ? .kemana dia ?" ucap fang Lee ikut kebingungan .


"mana ku tau " ucap Rendy lagi .


"kau kemana saja hingga dia kabur" ucap fang Lee.

__ADS_1


"dia memintaku membeli kue untuk nya. saat aku kembali dia sudah tidak ada" ucap Rendy.


"baiklah aku akan pergi mencarinya" ucap fang Lee lalu menutup telfon nya .


__ADS_2