
"Hai sayang kenapa lama sekali mengambil minuman nya . Aku sudah menunggumu dari tadi " sambil menyelipkan lengannnya untuk memegang pinggang Sasa dan ngecup kening Sasa di hadapan umum .
"Wah ini adalah pengantin nya . Aku dan calon istriku turut bahagia dengan pernikahan kalian " Rachel yang mendengar Sasa adalah calon istri dari Mr.Fang sangat kaget tidak jauh beda dengan Putra maupun orang tuanya .
" Apa ? Anda ingin memperistri perempuan dekil dan rendahan seperti dia ? Tuan Fang Lee yang terhormat , lihat lah di sekelilingmu masih banyak wanita yang cantik lebih dari dia " sambil menunjuk ke arah Sasa .
" Kau bilang dia rendah ? rendah mana dengan kau yang memaksakan kehendakmu dengan pernikahan bisnis saja . Sepertinya kau akan mendapatkan hal yang setimpal dengan kejadian ini nona . " ucap Fang Lee dengan nada mengancam .
"Siapa kau berani beraninya mengancam ku ?" Rachel geram dengan ancaman Fang Lee.
Tut...Tut...tut... telfon berdering untuk menghubungi asisten Fang Lee.
"Segera putuskan kerjasama dengan STAR grub dan tarik semua modal yang kita investasikan disana . yang di karenakan ulah putri bodoh mereka " sontak Rachel menjadi bingung apa maksud dari ini semua .
"Siapa yang kau telfon , dan kenapa menyebut nama perusahaan milik keluargaku " ucap Rachel tak kalah galak nya dengan Fang Lee.
"Tunggu lah sebentar nona telfon mu akan berdering .dan kau akan tau peran pentingku terhadap perusahaan mu " .
Mama dan Papa Putra yang tau hal ini hanya diam tidak mau ikut campur karena di dalam usaha mereka juga terdapat campur tangan dari Fang Lee . Mereka tidak mau usahanya hancur hanya karena perbuatan anak menantunya yang bodoh itu .
Fang Lee memandang ke arah papa putra yang menunduk takut
"Hai tuan apa kau tidak ingin membela anak menantumu yang kau sayang ini . Sebegitu sayang nya kau dengan uang mu hingga tidak bisa membela dia dan kau nyonya , dulu kau telah menghina calon istriku bukan (sambil menunjuk ke arah mama putra) tunggu giliran mu setelah ini " dan tiba-tiba telfon Rachel berdering.
"Halo pa , apa? kita bangkrut ? kenapa pa ? haaa salah ku ? maafkan aku pa , pa halo ,papa" tiba tiba telfon dari papa Rachel mati.
"Tuan maafkan atas kebodohan ku tuan . jangan membuat keluarga ku menderita seperti ini tuan kumohon tolong cabut penderitaanmu ini dari keluargaku " Rachel sambil memegang tangan Fang Lee .
"Lepaskan(sambil membuang tangan Rachel yang sedang bergelayut di tangan nya) harusnya kau malu dengan sikap mu . tidak kah kau lupa kejadian beberapa menit lalu ,kau menyombongkan kekuasaan mu . ini setimpal dengan perbuatanmu agar kau lebih berhati-hati lagi " .
"Sayang ayo kita pergi dari pesta sampah seperti ini aku muak . Mari kita makan makanan berbintang 5 tanpa melihat sampah seperti ini di hadapan kita " . tambah Fang Lee dengan memeluk pinggang Sasa dengan posesif .
Berselang beberapa detik " Tunggu nak , nak Sasa maafkan lah ibu nak . Apa kau masih mempunyai belas kasih untuk ibu . Bukalah pintu maafmu untuk ibu nak . Bulu ibu memang salah padamu tapi sekarang ibu minta maaf ya nak " sambil memegang tangan Sasa .
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan kalian semua tapi aku tidak bisa melupakan kejadian yang mempermalukan ku itu . Maafkan aku " sambil pergi melepaskan genggaman tangan mama putra . Putra dalam kejadian ini hanya shock dan terdiam . Banyak kejadian yang membuatnya terkejut apalagi dengan ucapan Fang Lee tadi yang bicara bahwa Sasa adalah calon istri nya .
Setelah mereka pergi dari pesta itu Sasa dan Fang Lee pergi makan makanan yang ada di pinggir jalan . Tidak masalah dengan Fang Lee untuk makan makanan pinggir jalan seperti ini asal Sasa senang dan nyaman .
"Terimakasih kau telah membantuku " kata Sasa
"Aku tidak membantumu hanya saja aku ingin memberi mereka pelajaran yang setimpal " dengan mengaduk aduk makanan yang di depan nya tanpa memperhatikan Sasa .
"Lantas kenapa kau datang tepat pada saat aku akan di guyur minuman dan mengatakan pada mereka bahwa aku calon istrimu"
"Memang itu faktanya ,kau adalah calon istriku dan di dalam perutmu ada anak ku " ucap Gang Lee yakin yang membuat Sasa merasa salah tingkah dan hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya.
" Kenapa kau selalu bilang seperti itu . padahal ini belum di periksa kebenaran nya " timpal Sasa untuk menutupi sikap salah tingkahnya.
"Kenapa aku jadi salah tingkah begini , kenapa aku deg deg an gak karuan begini ? apa ini....ah bukan bukan . bagaimana bisa aku menyukai dia yang jelas jelas cuek dan membuatku kesal terus menerus "
ucap Sasa dalam hati .
.
.
"Aku sudah terbiasa dengan ucapan mereka yang merendahkan ku. Jadi tak ada gunanya aku menangis .Itu akan membuat mereka gencar merendahkan ku " jawab Sasa sambil memakan ramen yang tinggal sedikit
Fang Lee tersenyum pahit mendengar jawaban dari Sasa . Peri kecil nya ini tidak berubah dari dulu . Selalu sok kuat di hadapan semua orang .
Tanpa sadar Sasa menepuk nepuk pundak Fang Lee " Ayo pulang . aku sudah mengantuk " ajak Sasa ." baik menginaplah di rumah ku besok kita pergi menemui dokter untuk mengecek apa kau hamil atau tidak setelah itu ku antar kau ke kantormu jika kau hamil , lusa kita gelar acara pernikahan. " Sasa hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Gang Lee .
"Kalau aku tidur di rumahmu ,aku tidak membawa baju ganti untuk ke kantor besok" jawab Sasa.
"Apa kau lupa siapa aku". ucap Fang Lee dengan sedikit menyombongkan dirinya.
" Iya iya aku tau." Sasa dan Fang lee menaiki mobil menuju kerumah Fang Lee.
__ADS_1
.
.
.
Saat di perjalanan dilihatnya Sasa sudah tertidur dengan rambut menutupi wajah nya sebelah kiri . Fang Lee yang tau itu menyelipkan rambut Sasa di belakang telinga Sasa .
"Kenapa kau belum sadar bahwa aku adalah kakak Lee mu " .
.
.
.
Sesampainya di halaman rumah Fang Lee Sasa tetap tertidur dengan pulas . Fang Lee yang tidak tega membangun kan nya memutuskan untuk menggendongnya saja .
sesampainya di kamar Fang Lee melepas sepatu maupun aksesoris yang di kenakan Sasa dan menyelimuti Sasa . Lalu Fang Lee menyusul tidur di samping Sasa dengan memeluk nya dari belakang .
"Tidur seperti inilah yang ku inginkan sejak lama " ucap Fang Lee lirih.
"Apa kau tau ,aku ingin sekali jujur padamu . aku adalah kakak Lee mu yang dulu kau selamatkan . Aku ingin mengatakan nya padamu tapi aku takut kau akan terkejut dan meninggalkan ku "
"Sehingga aku menyusun rencana untuk berbohong kau tidur dengan ku dan melakukan meeting denganku agar aku slalu bisa melihatmu seperti sekarang ini .Apa kau tau aku masih menyimpan kenangan darimu dengan baik . Jika aku dalam keadaan terjatuh, kau selalu menjadi semangatku untuk bangkit " ungkap Fang Lee .
"Dan....dan sampai sekarang aku bisa mewujudkan janjiku untukmu . untuk menikahi mu nanti . Aku tidak mau kau di miliki siapapun kecuali aku....hanya aku .Di hatimu akan selalu tertulis nama ku bukan lagi putra ataupun orang lain . Jika waktunya nanti aku akan jujur padamu tapi tidak untuk saat ini aku masih sangat tidak siap untuk melihatmu marah dan terlebih lagi meninggalkan ku" begitulah Fang Lee yang berbicara dengan Sasa saat Sasa tertidur .
Ya dia seperti pengecut tidak berani berbicara dengan Sasa saat Sasa terbangun .
Tetapi tanpa Fang Lee sadari ,Sasa sudah terjaga sejak Fang Lee berbicara kebohongan nya tadi .
" Good night peri kecilku "
__ADS_1
Tiba tiba saat Fang Lee ingin mematikan lampu tidurnya....
"Aku sudah mendengar semuanya" kata Sasa membelakangi Fang Lee .