
"ck....dasar licik . baiklah kau tinggal disini bersama ku" ucap fang Lee.
"kalian pulang lah dan beristirahat " ucap fang Lee pada David dan Yoona.
"kita pergi dulu ya " ucap David berpamitan .
"hati -hati ya" ucap Rendy tersenyum dan bersalaman dengan Yoona . saat David dan Yoona sudah pergi hanya tinggal fang Lee dan Rendy di ruangan itu untuk menjaga Sasa . mereka kembali duduk di sofa dan berbincang-bincang .disini yang memulai pembicaraan adalah Rendy .
"aku iri padamu " ucap Rendy dengan bersandar di sofa .
"apa yang kau irikan?" ucap fang Lee membolak balik majalah yang dia pegang.
"di satu sisi kau mempunyai segalanya dan disisi lain kau juga bisa mendapatkan orang yang kau cinta" ucap Rendy . lalu fang Lee sekilas tersenyum manis untuk mengingat jerih payah nya ini hanya untuk Sasa .
" uang yang ku punya hanya harta yang tidak berguna ,berbeda dengan Sasa , dia adalah hartaku yang sebenarnya " ucap fang lee bangga
"apa kau sekarang pamer padaku" ucap Rendy .
"jika kau menganggap nya seperti itu ...berarti iya" ucap fang Lee membuka ponselnya .
"dulu aku sempat menyatakan perasaan ku pada Sasa tetapi dia menolak ku" ucap Rendy.
"alasan nya apa?" tanya fang Lee
"dia waktu itu masih berpacaran dengan putra . itulah salahku . aku menembak nya di saat tidak tepat " ucap Rendy tersenyum masam . fang Lee tidak memberikan tanggapan apapun hanya mendengarkan saja.
"dan sekarang saat aku mendengar bahwa dia putus dengan putra , aku mencoba mencarinya untuk menyatakan perasaan ku lagi ...tapi dia bilang sudah bertunangan dengan seseorang.yaitu kau "ucap Rendy sambil melirik fang Lee sekilas.
"mungkin takdirmu bukan untuk Sasa . mungkin saja dia yang kau cari selama ini ada di sekelilingmu tapi kau tidak menyadari itu " ucap fang Lee
"mungkin" ucap rendy menghembuskan nafas nya dengan kasar .
"bersabarlah . kau pasti menemukan orang yang tepat untuk mu" ucap fang Lee.
"hei nada bicaramu seperti sedang mengejek ku" ucap Rendy
"ck....kenapa kau selalu berpikiran buruk tentang ku " ucap fang Lee.
tok...tok...tok
lalu fang Lee membukakan pintu untuk orang yang mengetuk pintu .
"selamat sore Mr . " ucap Eka
"silahkan masuk" ucap fang Lee melebarkan pintu nya.
"terimakasih" ucap Eka lalu berjalan masuk .
saat berjalan masuk Eka melihat Rendy .
"ini Rendy salah satu teman Sasa" ucap fang Lee
"oh .hai " ucap Eka .
"hai . silahkan duduk" ucap Rendy mempersilahkan duduk Eka .
"apakah Sasa sudah sadar . saya dengar Sasa kritis ?" ucap Eka .
"tadinya memang kritis .tapi dia sudah sadar " ucap Rendy .
__ADS_1
"bagaimana keadaan nya " tanya Eka
"dia mengalami amnesia ringan " ucap Rendy lagi .
"apa itu parah?" tanya Eka lagi
"tidak ,jika dia tidak terlalu memaksa ingatan nya . dia akan pulih dengan sendirinya" ucap Rendy. fang Lee yang ada disini merasa tersinggung .
"sebenarnya kekasih Sasa aku atau dia . kenapa dia selalu menjawab " ucap fang Lee dalam hati .
"apa kau mau minum" ucap fang Lee yang memutus obrolan mereka.
"boleh" ucap Eka sedikit canggung.
"ren tolong belikan minum di luar " ucap fang Lee
"aku bukan pesuruh" ucap Rendy pada fang Lee
"apa kau tidak dengar , aku meminta tolong . bukan menyuruh " ucap fang Lee.
"tapi aku...." ucap Rendy
"oh kau mau sekalian . iya tidak apa apa ini ambil . " ucap fang Lee memberikan uang lebih pada Rendy .
"bukan itu maksud..." ucap Rendy lagi tetapi terpotong.
"kau kan tidak ingin pulang . maka ini tugasmu jika berada di sini" fang Lee berbisik lirih pada Rendy . lalu Rendy mengerutkan dahinya dan menghembuskan nafas dengan kasar karena kesal terhadap fang Lee.
"terimakasih" ucap fang Lee dengan mengedipkan sebelah matanya.lalu Rendy keluar dengan hati yang kesal .
"baru pertama kali ini aku di permalukan seperti ini . sabar ren sabar" ucap Rendy saat di luar ruangan .
saat di jalan ingin kembali ke rumah sakit ,Rendy sempat melihat putra di sebuah cafe seberang jalan .
"putra" ucap Rendy.
"dengan siapa dia disitu,apa yang ada di bungkusan amplop coklat itu. seperti segebok uang?" Rendy bergumam sendiri . setelah orang yang berada di depan putra pergi Rendy memutuskan untuk menemui putra .
"penantian ku untuk menghajarmu tidak akan lama lagi" ucap Rendy mengepalkan tangan lalu menyeberang untuk menghampiri putra.
"putra!" panggil Rendy dengan keras . membuat seluruh pengunjung cafe menengok ke arah nya .
"Rendy . ada apa kau kemari . lama tidak bertemu" ucap putra sambil mengulurkan tangannya .
"bajing*n kau " ucap Rendy memukul pipi putra .
"ada apa dengan mu . kenapa tiba-tiba memukul ku?" ucap putra marah
"jangan pura-pura tidak tau . aku sudah tau apa yang kau lakukan pada Sasa " ucap Rendy marah. sekilas wajah putra berubah menjadi gelisah.
"omong kosong apa yang kau bicarakan ini . aku tidak mengerti" ucap putra berdalih.
"alah banyak omong" ucap Rendy lagi sambil memukul perut putra beberapa kali hingga dia jatuh ke lantai .
"ada apa ini tolong jangan membuat keributan disini" ucap security yang datang menghampiri mereka.
"tolong bawa pergi dia . dia mengganggu saya " ucap putra menunjuk Rendy.
"apa kau bilang . aku mengganggu mu. justru kau mengganggu perempuan yang ku cintai" ucap Rendy memukul putra lagi hingga security pun ikut turun tangan memegangi Rendy agar tidak menyerang putra lagi.
__ADS_1
"setelah kau sakiti dia dengan pernikahanmu yang busuk itu masih belum puas dan kau menyakiti fisik nya juga . kau memang gila" ucap Rendy menendang perut putra
"rasakan itu . itu tidak seberapa di banding dengan yang di rasakan sasa.dia menjadi hilang ingatan karena perbuatan mu.dasar pengecut,sampah" ucap Rendy marah sambil menendang putra sekali lagi , lalu Rendy di seret oleh security cafe untuk di bawa keluar.
"lepaskan aku bisa sendiri" ucap Rendy berontak pada security tetapi tidak di gubris.
"di lain waktu .habis kau " ucap Rendy berteriak pada putra.
"Sasa amnesia?" gumam putra lirih.
.
.
.
"sudah lepaskan aku" ucap Rendy .lalu security itu melepaskan tangan Rendy .
"jangan datang lagi kemari jika untuk membut keributan " ucap security itu .lalu Rendy tidak menjawab perkataan security dan langsung meneruskan perjalanannya menuju Rumah sakit .
.
.
.
setelah kepergian Rendy, putra bangun secara perlahan karena merasakan sakit di perut nya ,lalu dia menelfon seseorang .
"halo ....Sasa belum meninggal . dia amnesia" ucap putra pada si penelfon.
"aku habis di hajar oleh rendy" ucap putra lagi .
"kalian bodoh .kalian menabrak kurang kencang. sudah lah kita susun rencana lagi" ucap putra geram sambil memikirkan rencana apa lagi untuk membuat Sasa celaka.
*di ruang kamar sasa*
Rendy membuka pintu dan di sana sudah ada fang Lee dan Eka yang menunggu .
"lama sekali kau kembali" ucap fang Lee
"aku bertemu putra" ucap Rendy
"lalu apa yang kau lakukan ?" tanya fang Lee sedikit cemas.
"aku menemuinya dan menghajarnya ditempat" ucap Rendy santai .
"lalu apa yang kau katakan padanya?' ucap fang Lee lebih cemas lagi
"aku mengatakan ,gara-gara ulahnya Sasa menjadi hilang ingatan " ucap Rendy lagi
"bodoh(sambil menepuk dahinya) kenapa kau berbicara seperti itu . jika dia tau Sasa dalam keadaan baik-baik saja , pasti akan ada bahaya lain yang akan datang " ucap fang Lee
"mana mungkin itu terjadi ,dia tidak akan berani melakukan itu . karena dia tadi sudah ku habisi" ucap Rendy dengan bangga.
"kau tidak tau sifat putra yang sebenarnya . jadi jaga sikap mu . jangan bertindak semaumu saja "ucap fang Lee.
"lantas saat aku bertemu dengan nya seperti tadi ,aku harus bagaimana ?diam saja ? bukan kah itu lebih bodoh " ucap Rendy menyangkal perkataan fang Lee dengan menatap fang Lee tajam.
"sudah-sudah Sasa sedang istirahat bisakah kalian tenang.jika ingin ribut di luar saja sana " ucap Eka menjadi penengah mereka.
__ADS_1