
Setelah selesai makan Sasa membereskan piring dan gelas untuk di cuci nya.
"Kamu mau kemana sayang ? " tanya Fang Lee karena melihat Sasa beranjak dari kursi .
"Mau beresin ini lah kan udah selesai makan " kata Sasa sambil tersenyum .
"Tidak usah biarkan aku saja .sekarang kamu nonton tv gih" ucap Fang Lee yang menggantikan Sasa membereskan meja makan .
"Beneran kamu bisa kak ?" tanya Sasa.
"Iya ...sudah, kamu ke sana saja " ucap Fang Lee tersenyum manis ke Sasa .
"Makasih (cup)" Sasa mencium pipi Fang Lee lagi dan berlari menjauhi Fang Lee .
"tunggu saja giliran ku" gumam Fang lee sambil tersenyum penuh rencana .
*di ruang keluarga*
Sasa melihat film horor di televisi dengan fokus tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Fang Lee yang memeluk Sasa dari belakang .
"Hihihihi" ucap Fang Lee dengan memeluk Sasa.
"Aduuhhh apaan sih kak . ngagetin aja"sambil memukul lengan Fang Lee dan mengerutkan dahinya karena kesal di kageti Fang Lee.
"Sudah takut tapi masih terap di lihat " ucap Fang Lee duduk di samping Sasa .Tiba-tiba Sasa menjerit di dekat telinga Fang Lee dan merangkul Fang Lee dengan erat .
"Aaaaaaaaa!!!!!" Fang Lee yang kesal dengan sikap Sasa itu menggerutu
"Sudah ganti Chanel saja . Pengang telinga ku"sambil memegang remote.
"Hehehe maaf kak . Aku tidak sengaja . Aaaa jangan di ganti Chanel nya "ucap Sasa manja dan menggoyang goyangkan tubuh Fang Lee"
"jangan goyang-goyangin badan ku begitu nanti aku jatuh "lalu tidak sengaja Fang Lee memencet remote memindah Chanel nya dan berganti film percintaan yang menunjukan adegan panas di ranjang . Mereka berdua yang awalnya berisik menjadi diam satu sama lain .
Sasa yang menyaksikan film itu Merasa duduk nya tidak nyaman berbeda dengan Fang Lee dia duduk di samping Sasa dengan santai .
Tiba-tiba saat adegan di film bertambah panas Sasa menutupi wajah nya . Fang Lee yang mengetahui sikap menggemaskan peri kecilnya lalu melihat ke arah Sasa . Dia mengalihkan tangan Sasa yang menutupi wajahnya dan mencium bibir Sasa lebih lama . Sasa yang di cium oleh Fang Lee merasa kaget dan kaku tetapi tetap diam saja dengan perlakuan Fang lee .
Lalu Fang Lee yang tidak mendapat teguran dari Sasa mulai ******* bibir Sasa dengan lembut membuat Sasa terangsang oleh perlakuan Fang Lee . Tidak lama Fang Lee melepaskan ciuman nya dan menjalar ke telinga Sasa meniup dan menjilat memberi rangsangan yang lebih pada sasa . Fang Lee juga mencium leher Sasa meninggalkan bekas kemerahan di sana. Saat Fang Lee menelusupkan tangan nya ke dalam baju sasa
"Kak " ucap Sasa parau seraya menahan tangan Fang Lee.
"Percaya saja dengan ku .aku tidak akan menyakitimu sayang " sambil mencium kening Sasa lalu menggendong nya menuju kamar . Di dalam kamar ,mereka melanjutkan pemanasan yang tadi terjeda . Tidak terasa mereka sudah telanjang dan berpelukan sambil terus berciuman .Fang Lee menatap Sasa dengan pandangan meyakinkan Sasa
"Letakan tangan mu di punggungku . mungkin untuk pertama kalinya ini akan menyakitimu . Jika kamu merasa sakit ,remas saja punggungku " ucap Fang Lee. Fang Lee kini berkeringat dingin karena baru pertama kalinya dia melakukan ini dan takut menyakiti Sasa ,tidak jauh berbeda dengan Sasa yang kini jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya . Setelah itu mereka bercumbu dan menikmati cumbuan demi cumbuan satu sama lain .
.
.
.
"(cup) terimakasih sayang" ucap Fang Lee sambil mencium kening Sasa .
"Hmmm "sambil tersenyum dan memeluk Fang Lee . Mereka tertidur hingga malam datang . Saat itu jam menunjukan pukul 7 malam,tiba - tiba ponsel Fang Lee berbunyi
__ADS_1
dan dia langsung mengangkat telfon nya.
"Ya ? " suara Fang Lee yang seperti biasa dingin dan cuek .
"Hmmmm . Kau urus saja .....ya besok aku akan hadir...hmmm" dan Fang Lee menutup telfon nya . Sasa yang mengetahui Fang Lee sedang menelfon lalu terbangun dari tidurnya.
"Dari siapa ?" tanya Sasa dengan suara yang serak .
"Dari asisten Han , dia memberi tahu untuk acara ulang tahun grub In " ucap Fang Lee yang memandang Sasa ,setelah itu perut Sasa berbunyi dan membuat Sasa tertunduk malu.
Fang Lee yang melihat itu ingin menggoda Sasa "Waaahhh setelah bertempur di siang hari . sepertinya peri kecilku merasa lapar ? " sambil melirik nakal pada Sasa .
"Berhentilah bersikap seperti itu" ucap Sasa sambil menutupi wajahnya .
"Hahahaha baiklah . mari membersihkan badan kita dulu ,lalu kita pergi mencari makan" ucap Fang Lee .
"Kalau begitu aku duluan ya kak....ahh" saat Sasa ingin berdiri merasakan sakit di **** ********** nya .
"Sayang kamu kenapa ? " ucap Fang Lee khawatir dan menuju samping ranjang yang di duduki Sasa.
"Masih sakit ? " tambah Fang Lee lagi dan Sasa hanya mengangguk .Lalu tidak menunggu waktu lama Fang Lee langsung menggendong Sasa untuk menuju ke kamar mandi .
"Mak turunkan aku . Aku bisa sendiri" tidak menggubris ucapan Sasa dan langsung memasukan Sasa dalam kamar mandi .
"Kamu belum bisa berjalan karena ulah ku . jadi aku menggendong mu...ayo mandi " ucap Fang Lee .
" Terus kakak kenapa masih berdiri disini" ucap Sasa yang membelakangi Fang Lee karena melihat alat vital Fang Lee yang tidak tertutupi apa pun.
"Ha aku ikut mandi . Mau apa lagi ? . Apa kamu masih ingin bermain denganku sekali lagi ? " ucap Fang Lee yang membuat nada bicaranya menjadi sensual .
"Kak" Sasa menegur Fang Lee dengan membelalakan matanya .
Lalu mereka mandi saling membelakangi ,karena Sasa masih belum terbiasa dengan penampilan Fang Lee yang tanpa busana .
Detelah selesai mandi Fang Lee yang keluar dahulu di banding Sasa . Dia membuka lemari pakaian dan memakai sweeter coklat tua garis-garis dan celana warna kakhi . Setelah itu Sasa baru keluar dengan melilitkan handuk di tubuh nya lalu memilih pakaian yang akan di kenakan .
"Sayang besok perayaan ulang tahun grub In kamu ikut dengan ku ya " ucap Fang Lee memasang jam tangan .
"Baiklah" jawab Sasa sambil memasang pita di rambutnya .
"Besok kamu akan ku antar ke Joo lagi " mencium ujung kepala Sasa.
"Tidak usah kak , aku berias sendiri saja . lagian aku bisa kok merias diri . Tidak perlu bantuan orang lain " ucap Sasa pada Fang Lee . Fang Lee yang tidak mau berdebat soal sepele seperti ini cukup mengiyakan kemauan Sasa ,karena kalau tidak ,mood peri kecilnya akan berantakan .
*saat di dalam mobil Fang Lee*
"Kita makan di mana ?" tanya Sasa.
"Kamu ingin makan apa ? " tanya Fang Lee.
"Aku ingin nasi goreng di pinggir jalan situ . nasi goreng di situ sangat enak sekali "ucap sasa sambil mengangkat jempolnya .
"Sayang ...makanan disana tidak sehat , aku tidak mau kamu sakit " ucap Fang Lee .
"Di sana sangat bersih aku sudah sering makan di tempat itu dan baik-baik saja. Kalau tidak disana ya sudah aku tidak berselera makan " kata Sasa sambil memalingkan wajahnya .
__ADS_1
"Baiklah...baiklah kita makan disana " lalu Fang Lee memarkirkan mobilnya dan turun di depan warung kaki lima itu .
"Pak mat nasi goreng 2 ya gak pake saos " Sasa memesan makanan.
"Siap non. Minumnya apa non?" tanya pak mat sambil sedang menggoreng nasi .
"Seperti biasa pak . 2 ya " ucap Sasa
setelah itu mereka duduk di kursi plastik .
Nampak Fang Lee yang melihat-lihat tempat sekitar dengan pandangan mencari sesuatu.
"Door !! Liatin apa " ucap Sasa menepuk pundak Fang Lee.
"Disini gak ada kipas angin gitu ?" tanya Fang Lee.
"Kak ini warung makan pinggir jalan yang bongkar pasang ,bukan depot .Mana ada kipas angin ? kata Sasa sambil tertawa .
"Kenapa ? kamu kepanasan ? " tanya Sasa lagi. Fang Lee hanya mengangguk saja .
"Ya udah kita makan di luar aja ya biar kena angin sambil lihat kendaraan lewat " ucap sasa mempunyai ide.
"Baiklah"ucap Fang Lee dengan tersenyum.
.
.
.
"Dilahkan non ini nasi goreng nya " ucap pak mat.
" Makasih pak" jawab Sasa sambil tersenyum
"Wah ini siapa non kok gak pernah liat . pacar non ya " tanya pak mat sambil memandang Fang Lee kagum .
"Ini calon suami saya pak" lalu Sasa memeberi kode Fang Lee untuk bersalaman dengan pak mat dan di sambut hangat oleh Pak Mat.
"O ya pak ini uang nasi goreng nya " ucap Sasa memberikan uang kepada Pak Mat . Pak Mat yang dari tadi terkagum oleh ketampanan Fang Lee baru sadar kalau Sasa memanggilnya .
"Eh iya non . Ada apa ? "
"Ini pak uang nasi goreng nya "
"Untuk malam ini, malam yang spesial saya memberi non Sasa gratis "
"Jangan begitu pak terimalah "
" Tidak usah non .Anggap saja hadiah untuk non Sasa karena sudah ketemu jodohnya. Sering sering ya datang kemari " ucap pak mat pada Sasa dan Fang Lee .
"Kalau begitu terimakasih pak . Saya makan di luar sini ya pak "
"Silahkan non " ucap Pak Mat dan berlalu .
"Gimana ? enak gak ? " tanya Sasa pada Fang Lee .
__ADS_1
"Hmmm enak ...enak . Aku tidak menyangka warung pinggir jalan seperti ini mempunyai makanan seenak ini " ucap Fang Lee sambil terus melahap nasi goreng yang ada di sendok nya.
Saat mereka asyik makan dan berbincang ,ada seorang wanita yang memperhatikan mereka dari kejauhan .