Semua Karena Kamu

Semua Karena Kamu
Episode 11


__ADS_3

" Serius ini jual Ayam kremes ??? " tanya Zein memperhatikan gelar di belakang nama yang tertera pada papan nama rumah makan itu.


Bagas yang masih melongo disebelahnya mengerjap berulang kali.


" Tulisannya sih begitu, Ze. Jangan jangan diskon setengah harga sama aja nguras nguras dompet Gue. " ujarnya penuh sesal.


" Derita Lo. Gue tinggal makan. " ucap Zein tak peduli lalu masuk ke dalam rumah makan itu.


Kemudian Mereka memesan dua paket porsi ayam kremes. Beruntung harga yang ditawarkan tidak membuat dompet Bagas mendadak kering.


" Kenapa Dia gak jadi Dosen aja sih, punya gelar sebanyak itu. " celetuk Bagas.


" Hobinya sekolah kali. '' jawab Zein asal.


Sembari menunggu pesanan Mereka, Zein asyik memainkan ponselnya entah sedang apa, lalu Bagas teringat perbincangan dengan Seniornya beberapa waktu lalu.


" Jadi, Lo sudah tentukan kapan mau bilang sama si Melisa itu ??? " tanya Bagas tanpa basa basi.


Jujur saja, Sebenarnya Zein masih belum memikirkan kapan Dia akan berani mengatakan masalah perasaanya kepada Melisa. Dia takut akan konsekuensi buruknya nanti. Dia takut tak bisa mengatasi jika kemungkinan terburuk akan terjadi.


" Belum tau. Lagipula Gue sama Melisa baru kenal juga. Gue ..... masih butuh waktu. " dalihnya.


" Butuh waktu ??? Yang Lo maksud itu berapa lama ??? Sampai si Melisa dipepet Cowok lain ??? "


Zein bingung maka Dia tidak menjawab. Ucapan bernada sindiran dari Bagas mampu memporak porandakan perasaannya sat ini. Dia tidak berpikir sampai ke sana. Semakin banyak waktu maka semakin besar kemungkinan terburuk pun akan terjadi.


" Ze, waktu bisa dicari saat Kalian jadian nanti. Ada Orang bilang, Menahan rasa Cinta bisa buat waktu terlewatkan dan terbuang sia sia. Mana yang Lo pilih dari keduanya ??? " kata Bagas bersamaan datangnya minuman yang Mereka pesan.


Zein mengucapkan terima kasih kepada Pelayan itu sambil memikirkan jawaban atas pertanyaan Bagas. Gemas karena Zein terlalu berpikir, akhirnya Bagas menimpali.


" Lebih baik waktu yang terlewatkan karena cinta kan ?? Waktu yang akan Lo jalani bareng dengan Orang yang Lo cinta akan terasa beda daripada Lo korbanin cinta demi waktu. Bayangin aja nih ya, kalau suatu saat Lo punya masalah kerjaan atau let say Lo bangkrut. At last, bakalan ada Orang di samping Lo yang akan selalu mendukung Lo. Beban Lo akan gak akan double mikirin karir dan cinta. "


" Kalau Gue bangkrut dan Dia ninggalin Gue gimana ??? "


" Dan Gue yakin Melisa gak akan ninggalin Lo sekalipun Lo gembel. Asalkan Lo tau diri. "


Deretan memori mengenai dirinya dan Melisa memenuhi benaknya. Ketika pertama kali Mereka ketemu hingga pada malam dimana Mereka pergi ke kafe hanya untuk meminum seteguk wine dingin dan berakhir memberi kenyamanan satu sama lain.


" Gue akan bilang secepatnya. " keputusan akhir sudah Pria itu tentukan.


Setelah perkataan Bagas, Dia pertimbangkan, Manusia itu ada benarnya juga. Mengulur waktu tak selamanya baik.


Mungkin pepatah mengatakan lebih cepat lebih baik, ada benarnya juga. Dia harus mencoba. Sekarang atau tidak pernah selamanya.

__ADS_1


Zein sudah menentukan. Malam minggu nanti Dia akan mengajak Melisa kencan dan mengatakan semuanya.


****


Lantai kamar Melisa di penuhi tetesan air akibat rambutnya yang baru saja selesai keramas Dia gerai begitu saja. Dari dulu Dia memang tak suka menutup kepalanya dengan handuk atau menggunakan hair dryer apabila Dia lagi kepepet atau buri buru saja baru Dia menggunakannya.


Karena sangat tidak nyaman untuknya, jadi Dia keringkan seadanya kemudian menunggu sampai benar benar kering. Jika Ayahnya tau akan kebiasaan buruknya yang masih belum hilang itu, maka Ayahnya pasti akan mengomel.


Melisa berbaring di kasurnya dengan penuh syukur. Seharian di kantor membuat badannya serasa remuk dan pegal. Namun hari ini cukup membuatnya lega karena tadi siang Zein menelpon bahwa kasus Rita sudah Dia daftarkan ke kantor Polisi dan akan segera di proses.


Dia harus mengucapkan terima kasih kepada Siti karena telah merekomendasikan Pengacara hebat seperti Zein. Dia pikir akan rumit dan ribet jika berurusan dengan hukum, Namun semua kegelisahannya di permudah oleh Pria itu.


Melisa membuka whatsapp di ponselnya dan mengirim pesan ke Siti.


" Thanks a lot, Honey. "


Tidak lama kemudian pesannya dibalas oleh Siti.


" Buat ape ??? "


" Karena udah ngenalin Gue ke Zein. Dia kerjanya oke bangat sih. "


" Oh, kirain apaan. Emang sih waktu sama Kakak Gue gesit abis Dia. Oh ya, udah sampaj mana kasus si Mak Lampir ??? "


" Laporan dan berkasnya sudah masuk dan diproses, tinggal nunggu hasil aja. "


Melisa terbelalak melihat balasan Sahabatnya itu. Tapi sebentar, Mengapa berdegup kencang saat pesan dari Siti ??


" Gak ada apa apa. " balas Melisa.


" Ngibul aja terus. Tinggal nunggu undangan Kalian aja Gue mah, hhahahaa.... Dah ah, Gue mau bobo. Good night mrs, Ze .... "


" ?????? "


Tidak. Sesungguhnya Dia tidak marah di goda Siti sebagai mrs, Ze. Malah rasanya semakin berdebar atau mungkin saja pipinya merah karena malu. Melisa benar benar sedang kewalahan dengan perasaannya sendiri. Perasaan yang belum bisa Dia artikan padahal usianya terbilang sudah cukup matang untuk masalah percintaan.


Rasanya Dia seperti Anak usia 3 tahun yang tidak mengerti apa apa.


Melisa memejamkan matanya. Meredam degup jantungnya agar tidak semakin menjadi. Kala degupannya mulai stabil ponselnya bergetar kembali. Dia kira Siti kembali mengirim pesan untuknya, ternyata bukan.


2 massage from Zein Wirawan. Melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Melisa seketika bangun dan duduk. Baru saja degup jantungnya stabil, sekarang sudah tidak karuan lagi. Dia kemudian membuka pesan itu.


" Mel, Sibuk gak ??? "

__ADS_1


Dengan cepat Melisa langsung membalas pesan itu.


" Gak, kenapa ??? "


" Sabtu besok Kamu free gak ?? "


" Gak tau sih, Ze. Kayaknya mau temanin Ayah chek up. "


" Oh gitu ..... Gimana keadaan Ayah Kamu ???"


" Baik. Udah lebih baik dari sebelumnya. "


" Syukurlah. Semoga sehat terus. "


Melisa hanya membaca pesan Zein itu. Dia bingung, sepertinya suasana dan pembicaraan Mereka sedikit canggung. Hingga akhirnya Dia screenshot obrolan Mereka lalu Dia kirim sama Siti. Jelas Wanita itu jauh lebih berpengalaman di banding dirinya jika urusan Percintaan. Dia langsung mengirim pesan hasil screenshootan itu ke Siti.


" Dih !!! Melisa, Lo benar benar ya !! Dia itu sebenarnya mau ngajak Lo jalan jalan. Dih, gemas bangat dah Gue pengen nyubit Lo !!! "


" Lah, Lo belum tidur ??? " balas Melisa.


" Belum. Tadi mantan Guee tiba tiba chat. Udah deh, itu Dia ngajak Lo jalan jalan !! sekarang cepat balas dan kasih Dia kepastian. "


" Tapi masa sih ??? Nanti Gue dikira kepedean lagi. Eh, Mantan Lo siapa ?? Teddy ??? "


" Gak penting siapa mantan Gue. IYA MELISA DIA KODE, CEPAT BALES !!! "


" Oke. Gue balas dulu. "


Melisa kembali membuka chat dari Zein dan langsung membalasnya kembali seperti yang dikatakan Siti.


" Ze, Tapi sore ya. Aku bisanya sore. "


" Benar ??? Kamu gak repot kan ?? " balas Zein beberapa detik kemudian.


" Gak. Ayahku nanti di rumah Sepupunya jadi gak sendirian. "


" Kalau gitu Kita janjian di kafe waktu itu, gimana ??? mau gak ? "


" Lalu setelahnya Aku akan mabuk gara gara wine ??? "


" Trus Kamu ninggalin kissmark di leherku ?"


Melisa yakin pipinya telah memerah sekarang.

__ADS_1


" Ah, insiden kissmark itu. " gumamnya.


" Tapi Kamu suka ??? " balas Melisa kembali.


__ADS_2